
Bertemu orang tua Rysa ....
Rysa pun langsung memperkenalkan Made kepada Papa dan Mama nya. Teman-temannya yang ikut berkumpul di sana pun melihat itu seakan mau tertawa. Karna ada Pak Tama dan Ibu Deviana mereka kembali dengan wajah seriusnya.
"Oh iya Ma, ini kenalin Teman Rysa." sambil melihat kearah Made seakan memberi isyarat untuk memperkenalkan dirinya.
Made pun langsung memperkenalkan dirinya kepada Pak Tama dan Ibu Deviana.
"Hay Om.., Tante.., kenalin! aku Made temannya Rysa"
"Ohh temannya anak tante, kok Rysa nggak pernah cerita nak!" ucap Ibu Deviana kepada putrinya.
"Rysa mah emang gitu tan, sukanya ngasih kejutan biar surprise he..he..yakan Sya!" ucap Andrean sambil menahan tawanya.
Rysa yang melihat andrean hanya bisa berucap dalam hati(ingin sekali ku bekap mulut mu Ndre).
"Nggak gitu Ma..!, Mama sama Papa kan jarang di rumah, dan Rysa sibuk di sekolah. Waktu buat cerita ke Mama nya aja yang belum sempat." ucap Rysa ke Ibu Deviana mama nya.
"Nak Made masih sekolah, Kuliah atau sudah kerja?" ucap Pak Tama bertanya ke pada Made.
"Aku masih kuliah om. Menejmen bisnis di UNTIKA LUWUK" terangnya kepada Pak Tama.
"Kalau boleh tahu nak Made kenapa memilih jurusan itu?" tanyanya lagi pada Made.
"Aku milih itu selain karna memang keluarga kami pembisnis, aku juga ikut menghadle usaha Papa om. Hhm, di menejmen nanti aku juga bisa masuk di mana saja..jurusan yang general. Dan semua company pasti butuh menejmen. Jadi menurutku prospek untuk jurusan ini memang sangat luas om. So don't woryy !." ucap Made menjelaskan kepada Pak Tama.
Tama yang berpikir bagus pandangan pemuda ini, jadi dia menempuh pendidikannya sesuai dengan skil yang di milikinya. Masih muda sudah melihat prospek kedepanya. Pemikiran yang bagus dia sudah mempunyai target-target untuk hidupnya kedepan.
Teman-teman Rysa pun hanya mendengar percakapan Pak Tama dan Made dengan muka tanpa ekspresi. Tiga di antara mereka ada yang langsung berjalan menuju kebelakang tempat di mana mereka biasa mengerjakan tugas kelompok. Karna, di sana ada tempat untuk mereka berbaring karna lelah. Mereka pun menyebutnya ruangan santai.
*Kembali ke Pak Tama yang menyambung jawaban Made tentang jurusan yang dipilihnya.
"Benar nak. Jadi gini, sebenarnya fungsi pendidikan itu bukan hanya mencari pekerjaan. Tapi bagaimana kita harus bisa menciptakan lapangan kerja itu sendiri. Pendidikan adalah teori, sedangkan lapangan kerja adalah prakteknya. Tapi kita harus belajar lagi di lapangan(Orang sukses/Pengusaha sukses). Karna pada dasarnya semua jurusan punya ke kurangan dan kelebihan masing-masing." ucap Pak Tama menjelaskan kepada mereka semua yang sedang berkumpul.
Saat Pak Tama akan menjelaskan lagi, hpnya yang tersimpan di meja, tiba-tiba berdering menandakan ada yang menghubunginya. Pak Tama pun berpamitan kepada mereka semua untuk mengangkat telpon nya terlebih dahulu.
"Papa keruang kerja dulu Ma..!. Anak-anak Om tinggal dulu ya?," sambil mengusap kepala putri cantiknya. Dan langsung meninggalkan ruang tamu tersebut.
- Curi pandang ....
Saat Ibu Deviana pergi mengambil cemilan buatannya sendiri, saat kembali dari mengambil cemilan tersebut tanpa sengaja melihat Made yang mencuri-curi pandang kepada Rysa putrinya itu. Tentu saja Ibu Deviana mengetahui itu. Sepertinya pemuda ini menyukai putriku(batin Deviana).
"Sya Mama liatin bik Diah dulu ya!. Anak-anak tante tinggal dulu ya? jangan sungkan, anggap saja ini rumah kalian juga." ucap Deviana kepada teman-teman Rysa sambil tersenyum.
"Kak!, cobain deh jajan buatan Mama Sya, pasti enak deh..di jamin" ucap Rysa kepada Made yang terlihat tidak seperti biasanya.
"Lah gw nggak di tawari nih!" ucap Tiara pada Rysa yang hanya menawarkan kepada Made.
"Apaan sih Sya pilih kasih deh, aku jealous nih" ucap Tiara pada Rysa dengan muka cemberutnya.
Eby dan Seno yang tiba-tiba muncul di ruang tamu tersebut, di ikuti oleh Andrean yang ikut langsung nimbrung menindas Tiara.
"Iya Ra muka lu jangan di gituin dong, nanti lu tambah cantik aku jadi suka gimana? bukannya jadi beban keluarga nanti haha..hhhh.." ucap Andrean menggoda Tiara dengan ekspresinya yang cemberut.
"Lu datang-datang bawa penyakit rabies Ndre!" balas Tiara pada Andrean tak mau kalah.
"Mangkanya gw kesini obat nya kan lu Ra!" sambil tertawa melihat ekspresi Tiara yang menjadi.
Mereka yang berkumpul di sana pun hanya tertawa terbahak-bahak melihat Andrean di pukul oleh Tiara menggunakan bantal yang ada di sofa tersebut. Itulah tingkah mereka berdua kalau kumpul terlalu lama(batin seno).
"Ayo Ra!, pasung aja tuh si Andrean biar rabiesnya nggak nular," ucap Rysa sambil tertawa melihat mereka berdua tidak ada yang mau mengalah, masih saling menindas.
"Iya Ra!, jangan lepasin si letoy, hahahha..." timpal Sari yang ikut mendukung Tiara.
"Kalian jangan ikut-ikut, nanti kena cetusan si Andre, nyeremin kalau dia ngamuk, ngalahin kanjeng mami." timpal Eby sambil tertawa.
"Ngarang lu!, mana bisa si Andrean ngamuk dia kan letoy, yang ada dia nangis wkwk.." Balas Seno ikut membuli Andrean.
Made yang memperhatikan Rysa, Tanpa sadar ia tersenyum melihatnya tertawa, saat masih mencuri-curi pandang pada Rysa. Dan saat bersamaan juga terlihat oleh Tiara yang selesai mengejar Andrean. Tiara pun berinisiatif dengan kekonyolannya, mengagetkan Made yang sedang menatap Rysa.
"Ha..yoo...! Kaka ketahuan nih, cieh..ciehhh." ucap Tiara menggoda Made.
"Apa Ra?" balasan polos Made.
"Kaka suka ke Rysa ya!.., ayok ngaku?" tanya tiara berbisik kepada Made.
"Nggak ko aku hanya tersenyum melihat kalian semua tertawa" tak mau mengakuinya Made masih menyangkal pertanyaan yang di berikan Tiara.
"Masih nggak ngaku yah!, sudah jelas-jelas Ra liat Kaka curi-ciri pandang ke Rysa tuh barusan" Tiara pun masih mengajukan pertanyaan yang sama kepada Made.
Teman-teman yang mendengar ucapan Tiara, karna kali ini Tiara berbicara tidak berbisik seperti tadi lagi kepada Made. Di antara mereka sarilah yang bertanya kepada Tiara.
"Siapa yang di curi Ra?" ucap Sari bertanya kepada Tiara.
"Lu suka beruang.., eh maksud gw itu lu naksir ke Kak Made ya Ra?" timpal Andrean lagi.
Rysa yang mendengar ucapan Andrean hanya bisa melotot kearahnya. Andrean biasa banget deh ada orang ya bilang beruang, pengen banget gw jait mulutnya nih anak(batin Rysa).
Dan Made yang mendengar percakapan mereka pun, hanya bersikap santai dan biasa-biasa saja dengan gayanya yang masih santai dan tetap cool.
"lu belum pernah makan kolak sendal ya Ndre!," ucapnya sambil memasang muka sangar.
layaknya orang yang tanpa dosa, Andrean pun hanya tertawa terbahak-bahak.
--------------------🦋🦋🦋🦋🦋🦋-----------------