YOU ARE NOT MY DESTINY

YOU ARE NOT MY DESTINY
Pertanyaan Deviana




Pamit ....



Tak lama telpon Made pun berdering. Menandakan ada yang menghubunginya. Made pun pamit kepada mereka semua untuk mengangkat telponnya tersebut.


"Sya!, nampaknya kali ini keberuntungan lagi berpihak pada kita" ucap Tiara pada Rysa.


"Maksud lu?" tanya Rysa pada Tiara.


"Lu tau nggak! di bayangan gw itu Bokap sama Nyokap lu bakalan introgasi lebih ke kita. Ehh...baik banget tau nggak. Ortu lu masih bisa nerima orang baru seperti Kak Made!" ucapnya pada Rysa.


"Jadi mau lu di intro lebih!. Iya lah Ra, harus ramah masak iya sama orang baru mau marah-marah. lu aneh-aneh aja deh Ra." balasnya pada Tiara.


"Ya nggak gitu juga Sya..."


Tidak lama Made pun sudah kembali dari mengangkat telponnya tersebut. Karna itu pangilan dari dari rumahnya. Made pun berpamitan kepada Mereka semua untuk Balik duluan.


"Oh iya Aku balik dulu, terima kasih sudah di terima dengan baik selama bertamu di sini" ucap Fano pada mereka semua.


"Kak sama-sama" ucap mereka kompak.


"Oh iya Kak, aku sudah save nomornya kak Made nanti aku hubungi kalau hp ku sudah aktiv" ucap seno pada Made karna tadi iya meminta nomornya Made.


Made pun hanya tersenyum biasa kepada Seno menandakan ok dengan senang hati.


"Yuk Kak, Sya anterin kedepan!. Hm...nggak pamitan ke Mama Sya dulu?" ucap Rysa yang bertanya pada Made.


"Sepertinya nyokap nya lagi di istirahat!, Salam aja buat tante. Aku buru-buru soalnya. Mau ke bandara! takutnya waktunya nggak nutut" balasnya sambil tersenyum pada Rysa.


"Ya sudah nanti Sya sampaikan."


Saat sampai di depan pintu pagar rumah Rysa, Made berbalik dan mengucapkan terima kasih sekali lagi buat kebersamaanya sambil tersenyum kepada Rysa.


Rysa pun hanya tersenyum balik kepada Made. Sampai mobil yang di kendarai tersebut hilang dari pandangannya.


Kini tinggallah teman-teman Rysa!. Mereka semua pun hendak berpamitan kepada Rysa.


"Sya, gw juga pamit dulu ya.?" ucap teman-temannya kompak.


"Hmm...kalian Mau balik juga!, kok buru-buru sih" balas Rysa pada teman-temannya.


"Kita dah lumayan lama nih..!, sudah cukup liburannya. Sudah harus balik," ucap Tiara pada sahabatnya itu.


"Besok kita ketemu di sekolah lagi Sya.!" timpal Sari pada Rysa.


"Sya gw balik dulu ya" ucap kompak ke tiga lelaki tersebut.


"Ya sudah terima kasih ya...?, kalian sudah mau datang" ucapnya pada semua teman-temannya tersebut.


"Sama-sama Sya, jangan lupa! salam ke nyokap lu"


Mengangkat tangannya, "menandakan ok." Rysa pun hanya tertawa melihat Andrean dan Tiara yang masih sempat-sempatnya mereka bertengkar saat akan menaiki mobil bersama.


Mobil mereka semua pun melaju meninggalkan kediaman Rysa tersebut.


...-----...


- Menjemput .....


Setelah menempuh perjalanan (93,8 km) sekitar dua jam lewat delapan menit.


Kini Made telah berada di bandara bubung luwuk, Iya meminta kepada sopir ayahnya untuk tidak menjemput Papinya. Karna ia sendiri yang akan menjemput kedua orang tuanya tersebut.


"Hai Pa..., Mam.., apa kabar" ucapnya sambil memeluk Papi dan Maminya.


"Papi dan Mami mu baik nak, gimana anak Papi?" ucapnya pada putra kesayangannya itu.


"Made baik Pi.., hanya saja rindu sama Papi dan Mami. Yang pergi meninggalkan rumah terlalu lama. Made jadi kesepian tanpa kalian" ucapnya sambil memeluk kembali Mamanya.


"Jagoan Papi kok melow. Kita mau pulang atau mau terus berdiri di sini! malu di liatin orang, nanti kangen-kangenannya lanjut di rumah" ucap Pak Jovin pada istri dan putranya.


Tarin pun melepaskan pelukan pada anaknya tersebut. Melanjutkan berjalan menuju mobil yang sudah terparkir.


Setelah sampai di mobil yang terparkir, mereka semua masuk dan Made pun langsung menjalankan mobilnya tersebut menuju ke kediamannya.


- Di rumah Rysa ....


Saat Rysa memasuki dapur untuk mengambil buah apel yang ada di atas meja tersebut. Mama nya yang baru menuruni tangga melihat Rysa dan langsung bertanya!, karna tidak melihat teman-temanny lagi.


"Sya apa teman-temamu sudah pulang nak?" tanya Ibu Deviana pada putrinya.


"Iya Ma..., mereka sudah pulang dari tadi. Semua pada titip salam aja ke Mama," jawab Rysa pada Ibu Deviana.


"Nggak di panggil aja Mama." ucapnya pada putrinya tersebut.


"Itukan di jam istirahatnya Mama!. Mangkanya Sya nggak ngasih tau lagi" ucap Rysa lagi.


"Ya sudah nggak apa-apa. Sya sini dulu nak!, ada yang Mama mau tanyain? bentar". ucapnya pada Rysa.


"Iya Ma".


Rysa pun mencuci tanganya dan langsung berjalan mendekati Mama nya tersebut.


- Pertanyaan Deviana pada putrinya....


Kini Deviana ingin bertanya kepada putrinya tersebut. Karna belakangan ini Deviana sibuk bekerja dan berapa hari ikut mendampinggi suaminya pergi. Jadi kurang bertukar cerita pada putrinya. Karna kesibukannya membuat Deviana kurang melihat dan bertanya lngsung.


Tapi perhatian dan kasih sayang Devian pada anaknya itu tak pernah kekurangan. Sebisa mungkin deviana meluangkan waktu untuk putrinya itu.


Kini Rysa sudah duduk di dekat Mama nya. Dan Ibu Deviana hanya akan bertanya tentang teman-teman anaknya tersebut. Selepas yang terlihat tadi. Deviana hanya akan bertanya seperlunya kepada Rysa. Karna ia percaya pada putrinya itu, belum terlalu mengerti hal tentang lawan jenisnya.


"Sya Mama mau nanya dong?" ucapnya pada Rysa.


"Iya Ma...!, Mama mau nanya apa?" balas Rysa.


"Sya sudah berapa lama kenal nak Made?" ucapnya lagi.


"Hmm dua bulanan kalau nggak salah Ma..., Sya lupa!" jawab Rysa pada Ibu Deviana.


"Ehh sudah lama, nggak cerita sama sekali ke Mama!." ucap Deviana.


"Kan Sya sudah bilang tadi ke Mama!. Bukan nggak mau cerita. Waktu yang mau cerita yang nggak ada. Mama jarang di rumah!, lagian kan orangnya sudah main kerumah kita, nggak perlu cerita lagi kan Ma...." balas Rysa pada Deviana.


"Ya sudah Mama cuma nanya aja ke Rysa. Inggat pesan Mama.., Sya sudah besar, harus lebih bisa jaga diri dan sayangi diri sendiri. Karna Mama tidak selamanya ada di dekat Rysa." ucapnya pada putrinya, tapi nampak ada kesedihan di hatinya.


"Mama kok ngomong gitu sih!, Sya maunya sama Mama terus!. Sya selalu dengerin apa yang Mama dan Papa ucapkan pada Rysa. Dan Sya nggak mau Mama sedih" ucapnya pada Ibu Deviana.


"Terima kasih ya nak sudah jadi anak yang baik selama ini" sambil memeluk putri cantiknya tersebut.


"Harusnya Rysa yang bilang Terima kasih sama Mama dan Papa. Sudah jadi orang tua terbaik versi Rysa" dengan membalas pelukan Mamanya.


Fano yang baru muncul heran melihat Mama dan Adiknya. Tak ingin bertanya tapi seperti biasanya, Fano lebih memilih menjahili adiknya tersebut.


...----------------🦋🦋🦋🦋🦋🦋-----------------...