YOU ARE NOT MY DESTINY

YOU ARE NOT MY DESTINY
Invented (jadian)



Kini Rysa sudah berada di dalam mobil Made.


Made masih menyetir mobilnya, Rysa melirik ke arah Made. Rupanya nampak dan terlihat oleh Made dari kaca mobilnya.


"Lihat aja terus jangan berpaling" ucapnya pada Rysa.


"Kepedean tau kak" balas Rysa salting, yang di tanggapi senyuman oleh Made.


"Aku tau kok kalau aku tampan dan menarik"


"Nggak usah terlalu narsis kak" Rysa pun membuang muka nya ke arah samping.


"Ya udah kita makan dulu ya Sya!" ajak Made pada Rysa


"Nggak usah Kak, Rysa masih kenyang" balas Rysa.


"Ya udah kamu temani aku aja bentar" ucapnya lagi.


"Kemana?" tanya Rysa.


"Nggak perlu tau, yang penting kita berdua pergi bersama" jawabnya masih dengan pokus menyetir mobilnya.


"Masa Sya gak boleh tau sih!" melihat ke arah Made.


"Diem dan ikut temani Aku aja" ucapnya lagi.


"Terus kalau kak Made mau culik Rysa gimana?" tanyanya lagi.


"Iya, memang kamu mau aku culik"


"Haa...!" dengan ekspresi yang melongo.


"Iya, culik jadi ratu di hatiku"


Wajah Rysa pun bersemu merah entah kenapa dada nya tiba-tiba berdetak tak beraturan saat made mengatakan itu. Rysa tak mengerti kenapa hatinya merasa melting secepat itu, mendengar ucapan Made. Berkali-kali ia melirik ke arah Made, tapi tetap saja perasaannya berdetak lebih cepat tidak seperti biasannya.


Made hanya bisa tersenyum melihat Rysa yang salah tingkah


Begitupun dengan Made, Ia sangat senang bisa menjemput dan pergi bersama lagi kali ini, gadis kecil yang mampu membuatnya senang berada di dekatnya, Made berharap semoga selalu bisa berada di dekat Rysa. Karna sunguh ia merasa tidak tenang jika tak mendengar ataupun pun tidak bisa melihat gadis ini*batin Made.


"Udah kamu diam aja ya, nanti juga kamu bakal tau." ucapnya.


Tak ingin banyak berdebat karna rasa meltingnya, Rysa pun hanya terdiam mendengarkan ucapan Made sekaligus menutupi perasaannya yang tidak karuan.


Mereka berdua pun telah sampai, Made membawa Rysa untuk makan terlebih dahulu, setelah itu Made pun membawa Rysa jalan-jalan santai, tidak sampai di situ, Made kembali mengajak Rysa ke salah satu butik ternama yang ada di luwuk banggai, Salah satu Butik yang kualitas barang-barangnya tidak di ragukan lagi.


Kini mereka berdua berada di dalam Butik Ring Koleksion.


"Kak kita ngapain sih, kesini?" tanya Rysa pada Made, yang merasa heran.


"Menurutmu?" tanya Made balik.


"Biasa. Sya nanya, bukannya jawab malah nanya balik"


Made pun hanya tersenyum melihat kearah Rysa, di sertai tatapan yang sulit di artikan.


"Ini kan butik. Mau apa kita ketempat ini, Hmm... memangnya mau beli kado buat siapa lagi sih" ucapnya tertatih malas mengikuti langkah Made yang menuju ke dalam Butik tersebut.


"Udah ikut aja" sambil menarik tangan Rysa memasuki Butik agar sejajar dengannya.


Di dalam butik, Made meminta pelayan untuk memilihkan gaun yang paling bagus untuk Rysa. Dua pelayan pun dengan sigap mengambilkan gaun tersebut.


Rysa yang sedang malas hanya terduduk di sofa, Made yang melihat pun langsung mendekat ke arahnya.


"Pilihkan baju yang cocok untukku" ucapnya saat mendekat dan masih melihat ke arah Rysa.


"Rysa Kak(dengan menunjuk tangan kearahnya sendiri), kenapa tidak memilih sendiri!?"


"Aku maunya, kamu yang pilihkan untukku"


Rysa dengan sengaja menjaga jaraknya karna ia menutupi rasa gugupnya saat ini.


"Kalau pilihan Rysa nggak bagus gimana?"


"Asal itu pilihan dari kamu, apa aja aku suka"


Kembali bersemu merah, "Kak Made bisa aja" Rysa pun tak berani menatap Made. Ia langsung berjalan menuju baju-baju yang sudah terpajang rapi di depannya.


Kini Rysa sudah memilihkan 2 pilihan baju yang cocok untuk di kenakan Made.


"Kak, coba liat ini..(mendekat ke arah Made dan langsung menempelkan pilihan baju ke badanya), ini bagus, Kak Made coba dulu deh"


Disaat Made memasuki ruang ganti, dan di saat itu pula pelayan yang mengambilkan gaun pesanan Made itupun datang, langsung memberikan gaunnya pada Rysa untuk di coba.


"Maaf Dek(karna Rysa masih mengunakan baju sekolah membuat pelayan itu memangilnya dengan sebutan Ade)! Ini gaunnya, silahkan di coba" ucap pelayan sambil memberikan gaunnya.


"Aku nggak mesan, kaka pasti salah orang ya!?"


"Benar kok Dek, itu pesanan Abangnya tadi. Oh iya dek, ngomong-ngomong Abangnya tampan loh, boleh dong Kaka di kenalin" ucapnya setelah itu melangkah pergi.


Rysa melihat pelayan tersebut tanpa ekspresi. Haa...! Abang, tampan, dasar pelayan genit(batin Rysa kesal).


Tidak lama keluar lah Made mengunakan baju yang sudah dipilihkan oleh Rysa. Sejenak Rysa terpaku oleh ketampanannya.


"Gimana?" tanya Made pada Rysa.


Rysa hanya mengacungkan dua jempolnya untuk menandakan bahwa Ia saatlah cocok mengunakan kemeja tersebut.


"Kak nih dari pelayan(menunjukan gaun yang di pegangnya ke Made)"


"Ya udah kamu coba dulu, nanti biar Aku nilai"


Rysa sempat menolak tapi Made kembali meminta pada Rysa untuk mencobanya, Rysa pun mengikuti permintaan Made.


Rysa melangka masuk ke ruang ganti, setelah memakai gaun tersebut Rysa keluar untuk memperlihatkannya kepada Made.


Rysa yang keluar ruang ganti, Made pun berbalik melihatnya, Sama seperti Rysa yang sempat kagum, begitupun degan Made bahkan ia seolah-olah tersihir oleh kecantikan dan ke angunan gadis yang ada di depannya saat ini.


"Kak, kak...(masih terpesona, dan melihat dengan terpaku tanpa kata dan hanya diam menatap Rysa dengan perasaan yang sulit di jelaskan). Kak Made, halo...are you okay ?"


Kau tepat berdiri di depan ku, kedua mata ini tak mau berkedip saat menatapi pesona indah mu, dirimu mampu mengalihkan duniaku.


"Cantik" ucapnya tanpa sadar.


"Apa Kak?" tanya Rysa heran melihat sikap Made yang aneh menurutnya.


"Nggak ada, gakda apa-apa kok. Ya udah aku ambil gaun itu(menunjuk ke gaun yang di gunakan Rysa)."


Made memanggil pelayan dan menyerahkan pilihan mereka. Gaun, kemeja dan baju cauplean. Rysa yang mengira apa yang sudah di pilih olehnya untuk membantu Made mencari kado kembali, padahal semua itu untuknya.


"Kak bentar ya Rysa hubungi orang rumah dulu" ucapnya pada Made.


"Mau apa?" tanya Made.


"Ngabarin orang rumah, Sya lupa ngasih tau nih!"


"Biar aku aja, nanti sekalian aku mampir deh buat minta maaf bawa anak gadisnya"


"Santai aja lagi, Sya mau hubungi Bi Diah, takutnya..bibi nunguin. Mama dan Papa kan, mungkin besok baru balik. Kalau Bang Fano lagi ngurus proyeknya" jelasnya pada Made.


...Kau mengajarkan aku mengenal Cinta...


...Membuat aku terus berjalan...


...Mengikuti langkah mu...


Setelah mengabari orang rumah, Made kembali mengajak Rysa ke pantai tempat Made mengajak Rysa pertama kali.


"Ya udah ngomong aja Kak," balas Rysa.


"Tapi nggak di sini,"


Made menjalankan kembali mobilnya menuju pantai yang dekat resto tersebut.


Sesampainya di pantai, Made menggandeng tangan Rysa untuk berjalan bersama.


"Wah kepantai, indah sekali. Tapi beda ya! kemarin bukan di sini deh"


"Iya, kemarin kita di sebelah sana(menunjuk tempat yang lalu ia datangi bersama sebelumnya). Tapi...." ucap Made terhenti.


Rysa melihat Made "Tapi kanapa?"


"Suasana dan indahnya nambah, karna datengnya Aku bareng sama kamu"


"Gombal kak," menyembunyikan perasaannya betapa meltingnya Rysa saat ini.


"Kamu cantik Aku sedang tidak mengombalmu, kalau pun ini gombalan, anggap saja kali ini adalah gombalan yang serius."


Rysa mengalihkan pembahasan Made kali ini, "Kak Made melupakan sesuatu ya?, yang kemarin Sya nanya aja belom di jawab, yang sekarang malah lupa lagi."


"Tentang apa sih, dan itu kapan?" tanya Made, karna waktu itu ia belum sempat mengungkapan apa yang seharusnya ia jelaskan tentang perasaannya.


"Waktu itu...! pertama kali Sya datang ke tempat ini, Kak Made mau cerita tentang calon do'i nya ke Rysa, Rysa pengen tau nih!"


"Ohh itu, tentang calon Aku rupanya, (Made tertawa) Dia cantik loh!, bawel dan aku suka semua tentangnya". jelasnya pada Rysa sambil tersenyum menatap Rysa.


Saat Made mengucapkan tentang itu Rysa hanya tersenyum dan mengalihkan pandangan matanya agar tak bertatapan langsung dengan Made.


"Cewek itu siapa Kak, boleh dong kenalin ke Rysa"


"Boleh, sangat boleh nanti Aku kenalin"


Made menjelaskan sekilas pertemuan uniknya dengan Rysa, hanya saja Made mengubah isi ceritannya.


"Jadi Kak Made sudah tau semua tentang cewek itu dong?" tanya Rysa.


"Kurang lebih ya gitu," balasnya.


"Anak mana sih Kak?" tanya Rysa.


"Ya...anak Papa sama Mamanya" (Made pun tertawa kembali melihat Rysa yang akan kesal)


"Nggak lucu tau Kak (menahan kesal dan sedikit cemburu), terus cewek itu dimana? Kok nggak di bawa sekalian cari kado"


"Utututu...hhhh..., cewek itu ada di dekat aku sekarang."


Rysa pun memukul dan mencubit lengan Made "Aduh..aduh...." ucap Made kesakitan.


Made pun berbalik menatap Rysa, "liat Aku sekarang!, cewek yang Aku sukai berada di hadapanku." ucapnya pada Rysa sambil memegang tangan Rysa.


"Mana Kak?, kok Rysa nggak liat sih" Rysa dengan polosnya masih melihat ke semua arah mencari sosok seseorang yang di maksud oleh Made,


(Astaga cewek ini batin Made). "Sya, cewek yang Aku maksud itu kamu, cewek yang sudah buat Aku jatuh cinta."


Rysa membelalakan matanya dengan sempurna karna kaget dan bercampur bahagia karna ia pun memiliki perasaan yang sama dengan Made, tetapi ia masih belum begitu yakin dengan perasannya, di tambah ia pun belum terlalu percaya apa yang di ucapkan oleh Made mengira itu hanya bualan si beruang kutub.


Tapi Made mencoba meyakinkan Rysa kembali.


"Sya!, selama ini Aku suka sama kamu. Tapi Aku belum ada keberanian, baru kali ini aku berani mengungkapkannya. Apa kamu mau menerima Aku?" Jelasnya lagi pada Rysa karna nampak Rysa masih ragu.


Rysa pun semakin gugup dan detak jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya.


"Sya, jawab dong!"


"Hmm... Ka Made lagi nggak sedang becanda kan?"


"Liat dan tatap mataku, apa kamu nggak bisa merasakannya. Aku beneran suka sama Kamu dari pertama Aku mengenalmu, rasa kagum itu sudah ada. Tolong jawab Sya, apa kamu mau terima aku jadi pacarmu?"


Karna dari awal Rysa selalu mengalihkan pandangannya, walaupun Made meminta untuk menatapnya, tapi kali ini Rysa memberanikan diri untuk sekilas menatap mata cowok tampan yang ada di depannya saat ini.


"Hmm...iya kak, Sya mau. Tapi Kak Made janji ya, jangan mainin perasaan Rysa. Karna selama ini Sya belum tau perasaan Rysa itu gimana ke kak Made. "


"Jadi Aku di terima nih!" Made terlihat sangat gembira tangan halus Rysa yang di genggamnya pun tanpa sadar ia kecup."


Rysa pun tak menolak ketika tangannya di kecup. Hanya saja Rysa membuang wajahnya ke samping karna menahan deguban jantung dan rasa malu.


"Aku janji akan selalu ada buat kamu, dan nggak akan buat Rysa kecewa."


Rysa pun memberanikan lagi memandang wajah cowok yang sudah menjadi keksihnya saat ini, mencari kejujuran dan ketulusan dari mata Made, sambil terdiam Rysa mengingat janji yang di ucap kan Made.


...Sekarang, aku percaya adanya cinta pada pandangan pertama. Pertemuan kala itu...


...membuatku terus mencari jawaban atas pertanyaan hatiku....


...mungkin terlalu cepat ataupun terlalu singkat....


...perasaanku seketika itupun menggebu, membuat Aku jatuh pada tatapan pertama kali bertemu dengamu, Aku hanya ingin perasaa ini berada pada tempatnya. Aku tak perduli yang lain, Aku hanya ingin memeluk harapan bersamamu, boleh aku meminta, Aku tak ingin semua yang sudah terjalin ini hilang begitu saja tak bertema....


...Sekarang aku terjatuh, terjatuh dalam keindahan yang membut perasaanku ingin selalu dekat denganmu dan tak ingin menjauh darimu. Entah sampai kapan aku terlarut dan terlena dalam bisik cinta yang membuatku buta....


"Sya boleh nanya nggak kak!?" tanya Rysa membuyarkan suasana yang seakan mencekam.


"Boleh sayang, nanya aja pake izin, izin buat surat miliki kamu dong!" jawab Made membuat Rysa kembali tertawa pelan.


"Lawak hhh..., apasih yang buat kak Made suka, dan memilih Rysa?"


"Kalau itu tanyanya sama hati dan pikiran Aku aja ya"


"Uwuu, duh..duh..duhh.... Rysa jadi gemetaran nih"


"Lapar ya...?"


"Baper Kak."


Mereka berdua pun kompak tertawa.


"Kalau Aku nanya balik, apa yang buat kamu yakin mau terima aku?" tanya Made kembali.


"Karna kak Made udah yakinin Rysa buat nerima kakak, Sya harap itu bukan hanya modus"


"Masa iya sih aku modus, aku tu serius suka sama kamu," (Made pun berdiri dari duduknya menghadap kehamparan laut dan berteriak sekencang-kencangnya. "Azela Rysa Karina Adafsi...... Aku mencintaimu, terima kasih sudah menerima cintaku."


Rysa pun terharu sekaligus bahagia, mendengar apa yang di ucapkan Made. Tanpa sadar ia mengeluarkan air mata. Made yang melihatnya pun langsung memeluk Rysa.


"Jangan sedih, nanti cantiknya ilang" bisik Made pada Rysa.


Rysa yang mendengar bisikan dari Made pun tersenyum.


"Nah gitu dong, kan cantiknya jadi nambah"


"Bisa aja kak Made"


Made dan Rysa pun berjalan santai kembali menelusuri pantai, tidak terasa kebersamaan yang mereka lewati begitu cepat, mereka masih ingin bersama tapi waktu sudah mulai sore.


"Emm udah sore nih, balik yuk kak?" ucap Rysa.


"Ayokk, udah sore aja...em nggak kerasa." jawab Made.


Mereka berdua pun langsung bergandengan tangan meninggalkan pantai, menuju mobil yang terparkir tidak jauh dari pantai tersebut.


...----------🦋🦋🦋🦋🦋🦋----------...