
"Mereka semua teman mu?" ucap Made kepada Tiara sambil menunjuk kearah teman-temannya.
"Iya kak, mereka teman ku dan teman Rysa juga." sambil tersenyum menjawab pertanyaan Made.
Made yang merasa heran, "apa aku salah nentuin jadwal buat datang ke rumahnya. Kenapa malah banyak sekali yang datang." Made tidak tau kalau sebenarnya mereka datang atas kesepakatan dari Rysa dan teman-temannya.
Rysa yang sedang berada di atas balkon rumah nya, saat melihat kebawah sudah berkumpul Made dan teman-temannya. Dengan waktu yang bersamaan Made yang berbicara menghadap ke arah rumah Rysa pun tanpa sengaja melihat Rysa yang sedang menatap ke arahnya. Rysa dengan polosnya pun hanya tersenyum sambil melambai kan tangannya.
*maksud Rysa untuk menyapa mereka semua, tapi teman-temannya salah mengartikannya. Karena yang melihatnya duluan adalah Made.
Tiara dan teman-temannya yang melihat ekspresi Made saat itu pun langsung melihat ke arah tatapan Made. Mereka pun nampak melihat Rysa di atas sana tersenyum sambil melambaikan tangannya.
"gw nggak salah liat nih!" ucap Andrean kepada Eby dan Seno.
"Sama, gw juga lagi mikir seperti itu." pukas Eby menjawab ucapan Andrean.
"Ini seperti nya mereka lagi kasmaran weh.., kacau nih! nggak bisa di biarin." ucap Andrean dengan hebohnya.
"Lu, asal ceplos aja Ndre! di denger orang nya tau rasa luh. Yuk lah buruan masuk pegel nih..". Seno pun menghentikan gibahannya si Andrean kalau di biarkan tidak akan pernah selesai sampai besok (batin Seno).
Rysa pun buru-buru turun kebawah untuk membuka pintu rumahnya.
Saat mereka menekan tombol otomatis, tidak menunggu lama, sudah nampak lah Rysa yang membuka pintu rumahnya tersebut.
"Hai Sya?" ucap Tiara dan sari.
"Iya Ra.., Sar.., kalian masuk dulu lah. Seperti kang kurir tau nggak! masuk nggak, berdiri aja depan pintu." ucap Tiara kepada mereka semua.
Andrean pun tiba-tiba menerobos masuk ke dalam rumah Rysa, melewati Tiara dan Sari yang ada di depannya.
"Benar-benar sih Andrean!, nggak ngahlak beneran" ucap Tiara kesal.
Rysa pun hendak menyapa Made yang berdiri di belakang teman-temannya, tapi di urungkan-nya karna nampak ia sedang berbicara dengan seseorang melalui telponnya.
Setelah teman-temannya Rysa masuk semua, tinggallah Rysa yang menunggu Made untuk mempersilahkannya masuk. Karna tidak etis rasanya membiarkan orang yang baru datang ke rumah Rysa masuk sendiri tanpa di persilahkan terlebih dahulu.
Tak lama terlihat Made pun mengakhiri percakapannya.
"Kak silahkan masuk!." ucap Rysa kepada Made yang di sertai sedikit ketegangan di raut wajah Rysa.
Made pun berjalan masuk kedalam rumah Rysa. Sesampainya di dalam teman-temannya sudah berkumpul di tempat biasa mereka mengerjakan tugas kelompok bersama.
"Kak tunggu sini ya!, Sya ambil minum dulu." ucap Rysa kepada Made yang terlihat oleh Andrean dan Eby.
"Oh ya Sya.." ucap Made
Rysa pun menghentikan langkahnya, kemudian berbalik melihat Made.
"Ortu mu mana?" ucap Made mempertanyakan kedua orang Tua Rysa.
"Ada kok Kak di atas, dikit lagi pasti turun. Ya sudah Sya tinggal dulu ambil minun." ucap Rysa langsung melangkah meninggalkan ruang tamu tersebut.
Tak lama Tiara berjalan ke ruang tamu tersebut. Nampaklah Made yang duduk sendiri. Tiara pun menyapanya.
"Kak Made duduk sendiri Sya mana?" ucap Tiara bertanya kepada Made yang nampak duduk sendiri.
"Barusan kesana (sambil menunjuk), ambil minum katanya." dengan sedikit gayanya yang santai tapi tetap cool.
- Memanggil Deviana ...
Berpindah dengan Rysa yang berada di dapur meminta tolong kepada bibi Diah untuk mengantarkan minum dan cemilan untuk teman-temannya.
"Iya non," bik Diah pun menyiapkan minum dan cemilan untuk di bawa ke ruang tamu tersebut.
"Terima kasih ya bik, kalau gitu Sya panggil mama dulu." ucap Rysa langsung berjalan menaiki tangga menuju kamar ibu Deviana berada.
-
Tok..tok..tok....
"Iya siapa?" ucap ibu deviana dari dalam kamarnya.
"Ini Sya Ma..!, Rysa ada perlu sama Mama.!" ucap Rysa yang menunggu Ibu Deviana membukakan pintu kamarnya.
Tak lama pintu kamar ibu Deviana pun terbuka. Deviana pun menyuruh putrinya untuk masuk kekamarnya tersebut.
"Ada apa Nak?, tumben cari Mama ke kamar! biasanya menunggu mama turun." dengan menatap intens putrinya.
Ma.., di bawah ada temen-teman Rysa lagi ngumpul. Mama bisa turun nggak? bentar aja, buat sapa mereka. Hm.., Papa mana? hari libur tapi nggak keliatan juga" tanya Rysa kepada ibu Deviana dan mencari keberadaan pak Tama tapi tak nampak olehnya.
"Iya nak, nanti Mama turun. Papa mu lagi ada di ruang kerjanya. Biasalah kamu sendiri tau kan papa mu seperti apa!. Jadi kalau Sya nanya! kenapa Abang nggak ada waktu libur, hanya sibuk kerja dan kerja. Bahkan bisa di bilang liburnya tidak ada, karna di rumah pun masih nugas, laporan cek sana sini. Dia sama seperti Papa mu nak." jawab ibu Deviana memberikan putrinya itu pemahaman.
"Ya sudah Ma.., Sya turun dulu! kasian teman-teman dah pada nunggu. Mama Sya tungguin di bawah." memeluk, mencium dan tersenyum manis kepada Mama-nya, dan langsung meninggalkan kamar mamanya tersebut.
Made yang sambil memainkan hp yang ada di tangannya, duduk di ruang tamu di temani oleh Tiara. Tapi nampak hanya hening tak ada pertanyaan, hanya Tiara saja yang bercerita panjang kali lebar.
Tak lama Rysa pun sampai di ruang tamu tersebut.
"Maaf lama ya!" ucap Rysa yang baru-baru saja terlihat oleh mereka berdua.
"Nggak apa-apa Sya, kak Made ada gw yang nemani kok," balas Tiara sambil tertawa ke arah Rysa.
"Sya dari kamar Mama, ngabari kalau ada kalian. Ini baru aja Sya turun." jawab Rysa kepada mereka berdua agar tak salah paham.
Sari, Seno, Eby dan Andrean. kini sudah ikut berkumpul bersama di ruang tamu. Rysa yang bertanya ke pada Andrean, apa kah mereka sudah berkenalan. Hanya di balas "tidak perlu" oleh Andrean, tapi Rysa tidak perduli dengan jawaban yang di lontarkan oleh Andrean, karna Rysa tahu temannya itu suka bercanda.
"Kak kenalin nih teman-teman Sya! itu Andrean, Eby, Seno dan yang itu Sari. Mereka pun bangun satu-persatu dari tempat duduknya. Bersalaman dan saling memper kenalkan diri.
"Ohh..jadi ini, yang namanya beruang kutub." ucap Andrean dengan entengnya mengucapkan kata seperti itu.
Teman-teman yang lain pun kaget dengan ucapan yang di lontarkan oleh Andrean tersebut. Seno yang mencubit kecil tangan Andrean pun hanya bisa melotot ke arahnya.
"Apa..! beruang. Siapa?" ucap Made balik bertanya.
Rysa yang tak enak mendengar ucapan Andrean, dengan cepat meminta maaf kepada Made tersebut.
"Maaf ya kak? Andrean memang gitu, suka bercanda." dengan raut wajah sedikit tersenyum kepada Made.
Tak lama nampaklah pak Tama dan ibu Deviana berjalan keruang tamu tersebut, ikut berkumpul bersama mereka semua.
semua teman-teman Rysa pun bersaliman kepada pak Tama dan ibu Deviana begitupun dengan Made.
"Gimana kabar kalian?" ucap pak Tama dengan ramah kepada mereka semua.
"Baik om" jawab mereka kompak.
"Yang ini siapa ya? teman Sya juga!, orang baru atau tante ya baru lihat." sambil menunjuk ke arah Made.
--------------------🦋🦋🦋🦋🦋🦋-----------------