
Pesan dari beruang kutub...
Setelah selesai mereka berkumpul dan berdiskusi membahas tentang kedua anaknya. Deviana pun menyuruh mereka untuk beristirahat. Sebelum mereka melangkah Rysa dan Fano memeluk dan mencium Mama dan Papanya terlebih dahulu. Sambil mengucapkan selamat malam kepada kedua orang tuanya. Setelah itu mereka pun langsung berjalan meninggalkan ruang keluarga menuju kekamar mereka masing-masing. Tinggallah Tama dan Deviana di ruangan tersebut.
Deviana pun bertanya lagi kepada suaminya tanggapan tentang pembahasannya tadi, tapi Tama mengatakan bahwa itu tidak perlu untuk di bahas lagi. Dan Tama memberikan nasihat kepada istrinya tidak perlu terlalu khawatir dan mencemaskan hal itu. Membiarkan anaknya tumbuh dengan baik, dengan membiarkan dirinya menentukan pilihannya sendiri tanpa mengikuti atau mendapat tekanan dari orang lain. Setidaknya ucapan Tama suaminya itu dapat membuat Deviana lebih mengerti tentang anaknya sendiri.
_ Berpindah dengan Rysa dan Fano yang sudah berada di kamarnya...
Rysa yang belum bisa tertidur entah sedang memikirkan apa. Karna dirinya merasa seperti tak tenang. Rysa pun mengambil hpnya berencana untuk menghubungi teman-temannya tapi ia batalkan karna melihat ada pesan masuk dari si beruang kutub(Made).
Rysa pun membuka pesan yang di kirimkan oleh si beruang kutub tersebut. Tanpa sengaja Rysa tertawa karna pesan yang di kirim oleh Made berupa spam chat dan tikel yang sangat lucu. Rysa yang berpikir si beruang kutup itu selalu dingin ternyata punya sisi lucunya juga. Apa aku bermimpi atau dia yang sedang bermimpi ketiban bulan sebelum tertidur. Bantin Rysa.
- Pesan dari Made ...
📩 "Hallo?.."
📩 "Malam!"
📩 "Hai Sya!"
📩 "Apa aku menganggu waktumu?"
"Karna menunggu balasan yang begitu lama dan tidak kunjung di balas oleh Rysa. Made pun mengirimkan spam chat dan tikel yang sangat lucu ke Rysa."
📩 Sya...
📩 *emot lucu*
📩 *emot kesal*
📩 *tikel mengintip*
📩 *tikel lucu sambil loncat-loncat*
📩 "Kamu kemana Sya?.."
Made yang berpikir, "mungkin saja Rysa sedang jalan-jalan dengan cowok yang dirinya liat waktu di halte itu."
📩 Woy Sya.
📩 "Sya.."
📩 "lagi ngedate ya?..."
*T*ak kunjung ada balasan juga dari Rysa, Made yang kesal merasa di acuhkan pun melempar hp nya, dan melangkah keluar dari kamarnya berjalan menuju ke balkon sambil membawa gitar yang sering dirinya mainkan.
Dia tidak tau bahwa Rysa baru saja masuk ke kamarnya dari ruangan keluarganya tersebut.
Rysa awalnya tak percaya si beruang kutub bisa men spam atau mengirimkan pesan begitu banyak kepadanya. Mungkin saja dia lagi gabut atau habis berantem dengan gebetannya. batin Rysa meyakinkan kembali.
Rysa pun membalas pesan dari beruang kutub. Tapi, tak henti-henti dirinya tertawa melihat isi pesan yang di kirim kan Made tersebut.
- Membalas pesan dari Made ...
📩 "Hai juga Kak."
📩 "Maaf Sya baru balas pesan dari Kak Made!, tadi Sya lagi kumpul bareng keluarga. Ini baru aja selesai."
*Isi pesan Rysa tapi dirinya tak henti tertawa, karna merasa lucu setiap melihat isi chat si beruang kutub tersebut.
- Di tempat Made...
Beda halnya dengan Made yang sudah tak memperdulikan hp nya lagi. Dirinya tak tau kalau Rysa telah membalas pesan darinya.
Di kediaman Made kini telah berkumpul teman-temannya!. Pian, Arkan, Deven dan Denis. hanya untuk sekedar olah raga bersama, itu sudah biasa mereka lakukan kalau lagi berkumpul di kediaman Made tersebut. Apa lagi orang tua Made sering keluar kota seperti sekarang ini, orang tuanya sedang tidak ada di rumah.
Pian bertanya-tanya ada yang aneh dengan sikap temannya itu, "ada apa dengannya!. Kenapa hari ini Made terlihat tidak seperti biasanya." Caranya berolah raga pun seperti meluapkan sesuatu, batin Pian yang dari awal datang sudah memperhatikan ada yang aneh dengan sikapnya Made itu."
"Wets minum dulu bro?" ucap Pian ke semua teman-temannya sambil memberikan minuman ke mereka satu persatu.
"Makasih Bro" ucap mereka kompak.
Karna hanya Made yang belum minum masih saja melemparkan bola. Pian sekarang berjalan mendekat ke arah Made menawarkan minuman untuknya. Karna Pian melihat Made tidak berhenti sama sekali. Pian pun berinisiatif untuk menangkap bola tersebut.
"Kemariin bolanya bro?" ucap Made kepada Pian.
"Waits, ada apa sama lu bro?" ucap Pian melihat keanehan temannya itu.
Melihat Pian dan Made seperti lagi membahas sesuatu teman-teman mereka yang lain pun ikut mendekat kearah mereka berdua.
"Ada apa bro?" ucap Devan dan Arkan kepada Pian dan Made.
"Ada masalah apa sih?"ucap Denis bertanya lagi.
"Lah, mana gw tahu. Tuh..!, si Made tanyain?aneh banget dia hari nih." ucap Pian menjawab pertanyaan teman-temannya.
Made yang mendengar Pian merasa kalau dirinya sedang kacau, secepatnya Made pun langsung menjawab pertanyaan semua teman-temannya...
"Nggak ada apa-apa ko Bro!, santai aja!, gw masuk kedalem bentar ya.., ambil handuk gw ketinggalan," ucap Made kepada teman-temannya.
Buru-buru Made minum dan ke atas mengambil handuk dan mengelap semua keringatnya. Saat lagi duduk sebentar Made baru teringat akan hp yang di lemparnya. "apa dia sudah membalas pesan dariku". Made pun mencari keberadaan hp yang di lemparnya kesembarang arah tersebut.
Lama mencari dan membongkar sebagian barang yang ada di kamarnya, akhirnya Made pun menemukan hp nya di dekat sofa dengan kondisi sedikit retak di bagian kaca depannya. Made pun ingin mengaktivkan hpnya kembali nampaknya perlu di carger terlebih dahulu. Made pun berjalan cepat mencarger hp nya, tak lama hpnya pun di aktiv kan oleh Made.
Melihat ada balasan dari Rysa, Made pun tersenyum kecil. Ni anak gw kira lagi ngedate bareng cowok waktu itu. Batin Made.
Karna terlalu lama di dalam rumah belum sempat membalas pesan dari Rysa!, Made pun cepat-cepat keluar kembali berkumpul bersama dengan teman-temannya.
"Lama banget lu bro! ambil handuk doang ampe setahun." ucap Devan kepada Made.
"Iya neh..lu lama banget bro, ngapain aja sih?" timpal Denis.
"Lagi bertapa kalih, lama banget di dalem." ucap Pian menyambung perkataan dari Denis.
Made pun tak menghiraukan ucapan dari teman-temannya, Ia memilih mengambil dan membaca pesan berulang-ulang yang di kirimkan Rysa untuk dirinya.
Rysa yang melihat tak ada balasan dari Made pun, lebih memilih membaca buku di bangku sofa yang ada di kamarnya. Karna terlalu asik membaca sampai Rysa pun tertidur di sofa tersebut.
Fano yang baru mengambil air minum kebawah tak sengaja melihat pintu kamar adiknya masih terbuka. "Kenapa Rysa tidak menutup pintu kamarnya tidak seperti biasanya," Fano pun berjalan mendekati kamar adiknya tersebut. Baru akan memanggil adiknya. Nampaklah adik kecilnya yang sudah tertidur di sofa kamarnya sambil memegang buku bacaanya.
"Astaga Sya!, biasa nih anak kalau sudah tertidur tidak tau tempat." Fano pun mengangkat dan langsung memindahkan Rysa ke tempat tidurnya. Tak lupa juga Fano memakaikan selimut kepada adik satu-satunya itu, dengan berucap mimpi indah ya Dek. "Maaf Abang selalu membuat mu kesal dan marah.!" ucap Fano mencium kening adiknya dan langsung keluar meninggalkan kamar adiknya tersebut.
--------------------🦋🦋🦋🦋🦋🦋----------------------