YOU ARE NOT MY DESTINY

YOU ARE NOT MY DESTINY
Awal Kebersamaan




Memperhatikan ....



Sekarang mereka semua telah berkumpul di teras belakang yang dekat dengan kolam renang. Memilih makan di tempat tersebut dengan gaya lesehan. Selain karna lebih leluasa, suasananya juga lebih mendukung.


Setelah makan kini Made duduk bersama Seno. Karna mereka sudah berkenalan sebelumnya nampak hanya Seno yang bercerita, Madepun hanya menjawab seperlunya. Dari kejauhan ternyata Tiara juga melihat Made yang hanya diam saat bercerita bersama Seno!, sesekali terlihat Made senyum saat memperhatikan Rysa dari kejauhan.


Tiara pun menghampiri Made dan Seno yang lagi duduk bersama. Berniat untuk mengajaknya bercanda. Tapi jauh dari bayangan Tiara sebelumnya, Made hanya banyak diam. Tiara pun memutuskan hanya sekedar bercerita. Kini Tiara sudah bergabung bersama mereka berdua, dan langsung menyapa Made.


"Hai Kak, nanti kapan-kapan teraktir lagi dong?" ucap Tiara pada Made


Seno yang mendengar ucapan Tiara secara tiba-tiba pun langsung ikut mengkritik Tiara tentang permintaannya tersebut.


"Haa...Ra iss, malu-maluin aja tau nggak sih! dateng-dateng minta teraktiran" timpal Seno menjawab Tiara yang kesanya seperti Matre saja.


"Iya nanti, kapan-kapan ya" ucap Made membalas percakapan di antara perdebadatan Tiara dan Seno.


"Nah tukan, Kak Made yang mau neraktir aja nggak kenapa-napa, ko lu yang sensi seno..." pungkas Tiara lagi.


"Tapi kan..." belum selesai Seno membalas ucapan Tiara sudah di potong terlebih dahulu oleh Tiara.


"Prank...lu kena prank Seno...!. Masak iya gw malak kak Made gw kan hanya becanda" ucapnya pada Seno dan di liat biasa-biasa saja oleh Made.


Lagian gw sengaja ngomong gitu biar kak Made tuh mau cerita atau ngobrol apa aja gitu. Dari tadi gw perhatiin diem-diem aja. Sesekali senyum pas liat Rysa doang, itu pun senyum pelit. "Lu aja yang banyak ngomong sen." Timpalnya pada Seno dan Made. Tapi Made tetap dengan gayanya yang terlihat biasa-biasa saja.


Tiara pun memutuskan untuk pergi ketempat Rysa, Sari, Eby dan Andrean berada.


- Ajakan Tiara ....


Nampak di tempat Rysa berada. Mereka lagi mendengarkan bualannya si Andrean. Seperti mendengarkan guru yang sedang mendongeng kepada murid-muridnya.


Kini Tiara sudah di tempat Rysa dan teman-temannya berada. Tiara pun ingin mengajak Rysa berkumpul bersama di tempat Seno dan Made. Dengan menceritakan bahwa Made orang baru jadi perlu berbaur bersama kita.


"Sya, ajakin dong si kak Made mengobrol!" ucapnya pada Rysa.


"Lah kok gw, kan sudah ada Seno. Kan lu ada juga" balas Rysa.


"Iya tapi dari tadi dia diem mulu, lu tawarin apa kek sebagai tuan rumah" ucap Tiara lagi pada Rysa.


"Ya lu lah yang nawarin Ra, masa harus gw juga" balas Rysa mulai berpikir memangnya harus.


"Astaga Sya, dia tuh tamu loh! mana tau sama elu, dia mau ngomong. Sama gw dan seno dia banyakan diem. Cerita panjang lebar cuma iya-iya doang" ucap Tiara lagi pada Rysa.


"Kamu sibuk banget deh Ra, kan dia emang beruang kutub" balas Rysa lagi.


"Nggak enak Sya, kesannya kita tuan rumah seperti cuekin tamu, apa lagi dia baru pertama kali ketempat lo!" ucap Tiara kali ini.


Nampak Rysa memikirkan ucapan Tiara tersebut. Setelah lama berpikir Rysa pun mengiyakan ajakan Tiara untuk berkumpul di tempat Seno dan Made. Dan setelah mendengar jawaban Rysa. Tiara pun kembali ke tempat di mana Seno dan Made berada.


"Sar gw mau ke tempat Seno!, lu mau ikut nggak?" tanya Rysa pada Sari.


"Iya Sya gw ikut" balas Sari mengiyakan ajakan Rysa.


"Gw ikut juga Sya" timpal Eby pada Rysa mau ikut bersama ketempat yang di maksud.


"Lah gw di tinggal, di sini aja napa" ucap Andrean yang bakal sendirian kalau Eby pun ikut bersama.


"Ya sudah lu ikut aja Ndre, kita kumpul di sana" ucap Rysa pada Andrean


"Ketimbang gw sendirian di sini, iya sudah gw ikut. Tapi kalian duluan aja gw nyusul cepet kok nggak lama." ucap Andrean pada Rysa dan teman lainnya.


Rysa, Eby dan Sari pun berjalan ketempat di mana Tiara berkumpul bersama Seno dan Made.


Karna nampak oleh Tiara Kak Made sering memperhatikan temannya itu, Tiara pun berpikir bahwa ia menyukai sahabatnya tersebut. Tapi tidak ingin membuat kehebohan lebih dahulu. Tiara pun akan memberi tahu Rysa terlebih dahulu.


- Berkumpul bersama ....


Rysa, Sari, Eby dan Andrean. Kini telah berkumpul bersama di tempat Seno dan Tiara.! nampak kebersamaan, ke akraban dan kehangatan teman-teman dan keluarga Rysa, membuat Made bisa menerima dan nyaman berada di tengah-tengah mereka. Dan sekali lagi kebersamaan mereka membuat gelak dan tawa terdengar tak kala Andrean membuat lelucon.


Gelak tawa kembali pecah saat Andrean dan Tiara kembali bertengkar, di sertai bualan yang di miliki Andrean untuk menggoda Tiara yang semakin kesal di buatnya. Nampak Made di sana ikut menikmati suasana dengan sesekali melihat ke arah Rysa.


...-----------------...


...𝖑𝖺𝗂𝗄 π—Œπ–Ύπ—„π–Ίπ—…π—‚ π—Œπ–Ύπ—†π–Ύπ—Œπ—π–Ί π—†π–Ύπ—‡π—€π—‚π—‹π—‚π—†π—†π—Ž...


...π–ͺ𝖾𝖽𝖺𝗅𝖺𝗆 π—„π–Ύπ—π—‚π–½π—Žπ—‰π–Ίπ—‡π—„π—Ž...


...𝖸𝖺𝗇𝗀 π—‰π–Ύπ—‡π—Žπ— 𝖽𝗋𝖺𝗆𝖺 𝗂𝗇𝗂....


...𝖑𝖺𝗂𝗄 π—Œπ–Ύπ—„π–Ίπ—…π—‚ π—Œπ–Ύπ—†π–Ύπ—Œπ—π–Ί...


...π–¬π–Ύπ—‡π—€π—‚π—“π—‚π—‡π—„π–Ίπ—‡π—„π—Ž π—Žπ—‡π—π—Žπ—„ π—†π–Ύπ—‡π—€π–Ύπ—‡π–Ίπ—…π—†π—Ž....


...------------------...


Ibu Deviana yang melihat kehebohan mereka dari balik tirai dan melihat putrinya tertawa. Ibu Deviana pun merasa bahagia. Berdo'a pada Tuhan untuk selalu menitipkan ke bahagiaan pada kedua putra putrinya tersebut. Dan di saat melihat teman-teman putrinya. Untuk yang kedua kalinya tanpa sengaja Ibu Deviana melihat Made yang memperhatikan putrinya itu. Sebagai Ibu dari Rysa. Ibu Deviana pun yakin pemuda tersebut menyukai putri cantiknya.


Kali ini Ibu Deviana tidak akan mengekang dan melarang putrinya. membiarkan putrinya itu tumbuh semestinya. Tapi tak lepas dari aturan, nasehat dan pantauan keluarga.


- Berkenalan dengan Fano ....


Setelah lama mereka bersenda gurau. Munculah Fano yang baru turun dari kamarnya untuk meminjam kunci mobil adiknya tersebut. Karna mobilnya masih berada di bengkel. Niatnya Fano meminta Pak Uda untuk mengambilkan barang untuk proyeknya tersebut. Tapi karna mengharuskannya untuk mengambil barangnya sendiri. Fano pun memutuskan untuk pergi sendiri.


"Sya Abang pinjam kunci mobilnya dek?ehh...lagi pada kumpul?" ucap Fano yang baru muncul.


"Iya Bang" jawab mereka kompak.


"Kok adek nggak ngabari Abang?" ucapnya lagi.


"Sya tau Abang kan lagi sibuk. Contoh kemarin itu, baru lagi injakan satu kaki di pintu kamar abang, sudah di suruh keluar" balas Rysa pada Fano.


"Adek ngarang ya?" ucap Fano menyangkal.


"Kan Abang nggak ngaku!. Sya nggak jadi pinjemin kunci mobilnya, Abang jalan kaki aja sana perginya" balas Rysa kesal.


"Lah kok gitu Dek" ucapnya tertawa sambil mengusap kepala adiknya tersebut.


Teman-temannya yang melihat drama adik dan abang itupun ikut tertawa karna jarang terlihat Fano bercanda di depan orang lain umumnya.


Saat Fano bersenda gurau, nampak oleh Fano ada orang yang baru di lihat karna sebelum-sebelumnya semua teman-teman Rysa yang datang Fano tau betul dan kali ini Fano merasa asing karna belum pernah melihat sebelumnya.


"Yang ini siapa?, sepertinya Abang baru kali ini melihatnya" ucapnya sambil menunjuk ke arah Made tersebut.


"Oh iya Bang...! kenalin, itu teman Rysa"


Made pun mengulurkan tangannya sebagai tanda perkenalannya.


"Kenalin bang! aku Made teman Rysa" ucapnya pada Fano.


"Salam kenal juga Made! aku Fano Abangnya Rysa" ucap Fano.


Saat akan bertanya lebih tentang Made. Fano pun meminta maaf, mungkin bisa bertemu lain waktu karna ia harus pergi sekarang, ada tuntutan pekerjaan yang harus Ia selesaikan.


...-----------------πŸ¦‹πŸ¦‹πŸ¦‹πŸ¦‹πŸ¦‹πŸ¦‹--------------------...