YOU ARE NOT MY DESTINY

YOU ARE NOT MY DESTINY
Mendapat Izin Ke Bioskop



"Bik, Mama sudah turun belum?" tanya Fano.


"Belum Den, Nyonya belum turun dari tadi" jawab bik Diah pada Fano


"Ya sudah, terima kasih bik"


Langsung melangkah meninggalkan dapur.


_


Di tempat lain, Made yang menghubungi Seno. Karna nampak panggilan masuk darinya, tidak terjawab oleh Made. Sehingga Made pun menghubungi Seno kembali, untuk bertanya ada apa! menghubunginya. Karna Made sedang berada di jalan fokus menyetir mobilnya, membuat Made tidak mendengar ada panggilan yang masuk.


--------


Rysa yang di berada di kamarnya sedang memain kan poselnya. Ia mendapat pesan masuk dari Tiara untuk menanyakan!, apakah Rysa sudah bersiap. Karna ia akan kerumahnya untuk menjemputnya.


Pesan dari Tiara


📩 "Sya lu dah siap ?"


📩 "Belom Ra..."


📩 " Ko belum sih Sya, gw nggak mau nunggu lama-lama ya.! (canda lama) *emot ketawa


📩 "Pergi sendiri aja lu sana...(emot kesal)


📩 "Cie jan man marah dong Sya, nanti si beruang nggak jadi suka sama lu. Gimana?"


📩 "Ehh...dah gila lu ya, ngapain bawa-bawa beruang."


📩 "Biasa aja lagi, jan salting gitu"


📩 "Siapa yang salting!, lu lama-lama ketularan si Andrean deh Ra?"


📩 "Lu lagi salting kan (emot ketawa). Jangan bahas si letoy Sya, pliase nanti kebawa mimpi" *emot sad dan emot ketawa.


📩 "Gw nggak salting paling senyum aja" *emot ketawa.


📩 "Lu kenapa belum siap-siap?"


📩 "Gw belum izin ke ortu, kalau ke Bang Fano sudah. Udah dulu Ra, gw mau bilang ke nyokap dulu. Lu buruan aja ke sini *tikel menunggu.


📩 "Kalau gw nyampe sana, gw tau lu dah siap!, awas aja lama nunggunya"


*Rysa pun tidak membalas pesan dari Tiara lagi karna ia meninggalkan hp di kamarnya, pergi menemui Fano untuk bertanya.


Abang sudah bilang ke Mama belum ya.., mending aku tanya Abang dulu deh. Rysa pun turun menemui Fano yang sedang duduk memeriksa pekerjaan dari labtop nya tersebut.


"Abang!, Sya cariin ternyata di sini" ucanya pada Fano.


"Kenapa Dek?" tanya Fano sambil melihat ke arah Rysa.


"Abang sudah bilang belom, sama Mama?"


"Bilang apa Dek?"


"Ihh Abang ngeselin nih!,"


Rysa yang kesal kepada Fano pun, memasang muka cemberutnya. Rysa bertanya apakah sudah bilang ke nyokap nya, karna selama ini kalau Rysa mau keluar, ia harus melalui Fano terlebih dahulu, dengan begitu ia tidak terlalu khwatir kalau Mama nya tidak akan memberinya izin. Dan ternyata Fano malah melupakannya.


"Kok ngeselin?, Mama dari tadi belum turun Dek, coba deh Adek temui Mama dulu, mungkin Mama lagi sama Papa".


"Ya sudah, Sya temui Mama dulu nunggu Abang kelamaan"


"Maaf ya Dek!, Mama belum turun dari tadi, Abang nungguin di sini sambil baca laporan nih" ucap Fano sambil memperlihatkannya kepada Rysa.


"Hemm...! Abang nggak bilang sih, biar Sya nggak nungguin dari tadi."


"Iya Abang lupa..., sebagai gantinya Adek minta apa? Abang turuti"


Ucap Fano tidak ingin Adiknya itu kecewa, karna sering kali ia lupa hal-hal kecil seperti yang sudah terjadi kemarin. Tidak menjemput nya sehingga Adiknya itu harus menunggu ia seharian. Hal itu membuat Fano menyesal dan harus kena teguran dari kedua orang tuanya. Tidak ingin hal itu terjadi lagi, yang membuat adiknya itu kecewa sehingga Fano akan menuruti keingin Adiknya kali ini.


"Nanti Rysa tagih janji Abang, inget...! apa aja loh. Hehe..he...." ucap Rysa sambil cengengesan.


Rysa pun berlajan meningalkan Fano yang sedang memainkan labtopnya tersebut.


- Mengabari Made ....


Di tempat lain Made yang berhenti di jalan menuju Transmart tersebut tidak sengaja melihat Seno dan Andrean yang sedang berbicara dengan orang di sebrang sana. Made yang sedang bersama Pian pun hendak menghampirinya.


"Seno kan..? " ucap Made pada mereka berdua.


"Iya....", saat Seno melihat nampaklah Made yang bersama dengan temannya itu. " Kak Made..! aku kira siapa tadi"


"Kenalin dulu nih teman ku" sambil memperkenalkan Pian kepada Seno dan Andrean.


"Aku Andrean Kak"


"Aku Pian temannya Made salam kenal"


Setelah mereka saling berkenalan, kini Made bertanya kepada Seno dan Andrean apa yang mereka lakukan di sini, dengan masih memakai celana seragam sekolahnya tersebut.


"Kalian ngapain di sini..?" tanya Made kepada Seno dan Andrean.


"Kita rencana mau boking tiket nonton Kak. Tapi sudah habis semua. Padahal aku dan yang lain sudah janjian mau nonton film baru di bioskop"


"Ya sudah nanti kalian dateng aja tiket biar aku yang atur" ucap Made pada mereka berdua.


"Serius Kak....?" tanya Andrean memastikan.


"Sejak kapan tampang ku meragukan!, kalian nanti datang aja...."


"Yes...terima kasih kak, aku beri tahu yang lain dulu" ucapnya sambil tertawa.


"Sama-sama Sen, santai aja"


*Seno pun langsung memberi tahu pada teman-teman yang lainnya, bahwa tiket sudah dipesan olehnya. Tinggal menuggu jam yang di tentukan, apakah teman-temannya itu akan berangkat bersama-sana. Setelah memberi kabar ke semua teman-temannya, Seno pun mengucapkan terima kasih kepada Made karna sudah membantunya.


Made pun langsung pamit kepada Seno dan Andrian untuk kembali ke mobilnya yang sudah terparkir tersebut,


"Aku duluan ya!. Seno, Dre..., sampai ketemu di lain waktu" ucap Made lagi.


*Saat Made dan Pian akan menjalankan mobilnya, Seno memanggil lagi dan memberhentikan mobil yang di kendarai oleh Made tersebut. Seno memintanya ikut bergabung bersama mereka.


"Kak Made tunggu bentar...!" sambil mendekat di mana mobil Made terparkir.


"Ada apa Sen? ada yang tertinggal, atau kah ada terlupa..!"


"Haha...bukan itu kak, kalau kak Made dan kak Pian tidak sibuk, ikutlah bergabung bersama kami."


"Ok Sen, Dre.., nanti di liat yah. Tapi aku nggak janji"


"Ok...kak, aku tunggu hadirnya"


Tidak munggu waktu lama, Made pun langsung meninggalkan tempat di mana ada Seno dan Andrian berada.


- Mendapat izin Mama ....


Di tempat Rysa yang sudah mendapat izin dari Mamanya untung pergi ke bioskop tersebut, sekarang ia sudah bersiap-siap untuk berangkat bersama dengan temannya.


Flashback


Saat ia berada di pintu kamar Ibu Deviana, ia pun langsung mengetuk pintu Mama nya tersebut. Ibu Deviana yang sedang berada di dalam mendengar suara ketukan pintu kamarnya pun langsung menyuruh putrinya untuk masuk kedalam kamarnya. Karna pintu kamarnya tidak terkunci Rysa pun langsung masuk kedalam kamar Ibu Deviana.


Nampak ibu Deviana yang sedang merapikan baju suaminya tersebut. Rysa pun mendekat ke arah di mana Ibu Deviana berada ingin memberi tahu kepada Mama nya. Rysa pun memulai percakapanya;


"Ma..., Sya mau ngomong bentar sama Mama!."


"Iya nak ada apa?" tanya Ibu Deviana.


"Ma..., Sya izin ikut nonton film di bioskop boleh nggak Ma."


"Mau pergi sama siapa Nak?"


"Sama Tiara Ma..."


"Perginya kapan?" ucapnya lagi pada Rysa.


"Sekarang Ma..., itupun kalau Mama ngasih" balasnya sambil menunggu jawaban Ibu Deviana.


"Hmm ya sudah nggak apa-apa Mama izinin, belajarnya sudah kan Nak?"


"Sudah, tadi kan Sya sudah cerita ke mama sama Papa!, terima kasih Mama terbaik di dunia nggak ada duanya" ucapnya sambil memeluk dan mencium Ibu Deviana tersebut.


"Sudah pinter gombal ya anak Mama" sambil tersenyum dan memeluk balik putrinya itu.


"Sya siap-siap dulu ya Ma..! nanti Tiara keburu datang."


"Iya Nak" Ibu Deviana pun berpesan pada putrinya itu, untuk hati-hati dan pulangnya jangan kemalaman. Karna Mama dan Papa nya juga akan pergi keluar lebih dulu. Sehingga Ia pun menyuruh Rysa sebelum pergi untuk menemui Fano, izin ke Abang nya itu terlebih dahulu. Rysa pun mengiyakan ucapan Ibu Deviana. Setelah itu Rysa pun melangkah keluar dari kamar Ibu Deviana, yang masih di liat oleh Mama nya tersebut sampai anaknya tidak nampak lagi.


- Sudah bersiap ....


Tiara yang sudah datang untuk menjemput Rysa, kini sedang duduk menunggu Rysa sambil memainkan posel yang ada di tangan nya.


Rysa yang sudah bersiap pun hendak ke kamar Fano untuk memberi tahu Abang nya, bahwa iya akan berangkat sekarang bersama Tiara. Karna Mama dan Papa-nya sudah lebih dulu pergi bersama.


...----------🦋🦋🦋🦋🦋🦋---------...