
-Keberangkatan Made
Made sengaja tidak memberitahukan kepada vella kekasihnya tentang keberangkatanya itu. Made hanya ingin membuat kejutan sekaligus ingin membuktikan bahwa isu-isu yang menyebar tentang kekasihnya itu tidaklah benar.
"Mam..!, papi mana? ucap Made ke Tarin maminya.
Papi mu lagi di luar kota, mungkin kalau tidak ada halangan lusa baru balik. "Ada apa nak? apa ada yang ingin kamu sampaikan ke papa, atau mau cerita ke mami..! sini, mami dengarin.." ucap Tarin bertanya kepada putranya
"Oh iya Mam..! hari ini Aku rencana mau berangkat ke makasar bersama Pian. Aku izin ya Mam? tolong bilang ke Papi juga." Ucap Made meminta izin Tarin maminya.
"Ada acara apa nak?, kenapa dadakan sekali!" ucap Tarin mengira Made berangkat ke kota Daeng tersebut karana urusan kampusnya
"Ada urusan mendadak Mam, dan harus di selesaikan secepatnya. Ya sudah..aku siap-siap dulu mam!, kasian Pian dah kelamaan nunguin aku.." ucap Made buru-buru melangkah memasuki kamarnya.
Tarin pun hanya melihat putranya yang melangkah terburu-buru.
Selesai bersiap Made pun kembali menemui maminya di kamar.
Tuk.... Tuk.... Tuk....
"Mam.., mami..?" ucap Made buru-buru memangil Tari.
"Iya nak, apa sudah mau berangkat?" ucap Tarin kepada putranya.
" Iya Mam! aku pamit dulu ya.., bilangin ke Papa juga, Aku nggak lama. Selesai urusan aku langsung balik." Ucap Made meyakin kan Maminya.
"Ya sudah, kamu hati-hati di jalan ya nak!, kabari mami terus, kalau sudah sampai jangan lupa telpon mami", ucap Tarin mendikte Made putranya.
"Astaga mam!, Aku belum berangkat. Tapi pesanan mami sudah begitu banyak sekali he..he..", ucap Made menghibur maminya dengan candaan recehnya.
Made pun memeluk dan mencium maminya, "Made berangkat dulu ya mam..?" ucap Made saat setelah memeluk dan mencium maminya
"Hati-hati ya nak..!" Ucap maminya sambil melambaikan tangganya ke Made.
Setelah itu melangkah menuju mobil yang terparkir di depan rumahnya, mobil pun melaju meninggalkan kediaman-nya
- Di Bandara ....
Made dan Pian pun sudah berada di Bandara luwuk bubung. setelah mendapatkan kode untuk cek in (Boarding pass), karna mereka tidak membawa barang, Made dan Pian langsung menuju gete 1 (pintu), tidak menunggu waktu lama, mereka berdua pun memasukin pintu keberangkatan (boarding gate), setelah melewati beberapa pemeriksaan. Made dan Pian pun akhirnya sudah berada di dalam pesawat.
Saat berada di dalam pesawat, Pian memecah keheningan dengan bertanya kepada Made.
"Lu rencananya, mau berapa hari di sana..?" ucap Pian bertanya kepada Made saat mereka sudah berada di dalam pesawat.
"Maunya gw sih nggak lama, kelar dengan urusan/masalah ini gw langsung balik. Tapi nanti liat sikonya dulu. selesai ini gw (more plan) ke depanya." ucap made menjawab pertanyaan Pian walaupun nampak keraguan di hatinya.
"Gw harap lu tetap baik-baik aja nanti..", ucap Pian lagi, memberi dukungan ke teman-nya itu seolah sudah tau apa yang terjadi sebenarnya.
"Tentu saja gw baik-baik aja bro.." ucap Made sambil tersenyum dingin.
Suara pengumuman telah sampai pun terdengar.
- Bandara Sultan Hasanudin Makasar ...
Setelah kurang lebih satu jam setengah mereka berada di dalam pesawat akhirnya mereka sampai di kota Daeng tersebut.
Tidak menunggu waktu lama lagi, ternyata pak Ikbal sudah stay menunggu mereka berdua. karna Komang sudah memberikan dan memperlihatkan poto pak Ikbal!, jadi sanggat mudah untuk Made mengenalnya.
"Pak ikbal ya?" ucap Made bertanya lagi untuk memastikannya.
"Iya nak saya pak Ikbal. Apakah ini nak Made?" ucap pak Ikbal balik bertanya.
"Iya pak benar. saya Made, dan ini Pian teman saya". Ucap Made menjelaskan lagi kepada pak Ikbal.
"Alhamdulillah, sudah langsung ketemu di sini sama nak Made dan nak Pian. Bapak pikir tadi bakal menunggu lama, karna belum kenal dan belum tau orangnya, jadi harus menghubungi terlebih dahulu, pikir bapak seperti itu." Ucap pak ikbal lagi.
"Mari Den ikuti bapak". Ucap pak Ikbal memandu mereka berdua.
Made dan Pian pun mengikuti pak ikbal, mobil yang akan mereka naiki sudah menunggu di depan jalan pintu keluar.
Pak ikbal pun mempersilahkan mereka berdua untuk masuk ke dalam mobil tersebut.
"Gimana selama perjalananya di dalam pesawat aman?" ucap pak Ikbal.
"Aman ko pak aman, walaupun ini pertama kali kami kesini..", ucapa Pian
-Pesan dan Telpon Masuk
Telpon masuk berkali-kali begitu pun dengan pesan masuk, kembali Made mengecek ternyata dari Vella kekasihnya. Sudah pasti dia sangat kesal (batin Made), tapi Made sengaja tidak membukanya. Made pun akan melihat bagai mana kekasihnya itu apa bisa dirinya marah karna aku memberikannya kejutan dengan kedatangan ku. Batin Made.
Di sisi lain karna kelelahan Made pun lupa menghubungi maminya.
Astaga gw lupa. Ucap Made baru ingat saat melihat tas dan langsung mengeluarkan dompet hp dari dalam tas tersebut.
"Ada apa?", ucap Pian ikut kaget karna Made berkata sambil terkejut.
"Gw lupa hubungi Mami..", pasti dah nunggu-nungguin nih. Ucap Made lagi.
"Ya elu telponlah dulu nyokap lu, kabari kita dah sampai, biar nggak hawatir tuh mami lu." Ucap Pian.
- Menelpon ...
Made pun langsung menghubungi Maminya, Sekali meng call maminya pun lansung terhubung. "Pasti mami dah nungguin kabar dari aku." Batin Made.
📞 "Hallo Mam..?".
📞 "Iya hallo nak, sudah sampai mana?, kenapa baru kabari mami!, Mami sudah sangat hawatir. Apa kah kamu baik-baik aja nak?.."
*ucap Tarin dengan banyak pertanyaannya.
📞 Mami tenang dulu dong, nanya-nya satu-satu Mam. Jangan kek ngedemoin Made gitu dong Mam.., "aku baik-baik aja mam, baru saja sampai. Dan ini aku lagi ada di dalam mobil menuju perumahannya si komang. Kenapa baru hubungi mami?karna aku baru cek hp dan ini langsung kabari Mami".
*ucap Made meyakinkan maminya karna telat ngabari. Sehingga membuat maminya mengeluarkan banyak pertanyaan*
📞 Gimana bisa tenang, kamu baru hubungi mami, "dan ingat pesan Mami!. Made hati-hati di sana ya nak?. jangan lupa makan dan jaga kesehatan-nya."
📞 "Iya mam, Iyaa.. lagian aku dah gede Ma, bukan anak kecil lagi Mami jangan khawatir.. cowok nih, bukan cewek (humor receh Made ke Maminya), "Papi gimana!, udah mami kabari?, aku nggak mau nanti aku datang Papi marah..".
📞 "Kamu tetap baby di mata mami. Hm..sudah mami kabari Papi mu nak. Pesan Papimu hati-hati, cepat pulang kalau sudah selesai."
📞 "Mamiku sayang, baik mam.., ya sudah Made matiin telpon-nya dulu ya Mam!, nanti aku kabari lagi".
📞 "Ya sudah nak, ada apa-apa kabari Mami."
📞 "Ok mam love you.."
Made pun mematikan sambungan telponya....
"Gimana aman kan?" ucap Pian bertanya ke Made karna penasaran.
"Aman.." ucap Made.
Setelah menempuh jarak yang lumayan jauh untuk ukuran mereka berdua. Karna baru kali pertama menginjakan kaki di kota Makasar, (kota Daeng tersebut kata orang).
"Sudah sampai nak." Ucap pak Ikbal sambil mempersilahkan mereka untuk turun.
Made dan Pian pun langsung turun, mengikuti pak Ikbal memasuki rumah yang sudah di siapkan untuk mereka berdua.
"Kalian bisa makan atau istirahat dulu," makanan-nya sudah di siap kan Bik Atun. Bapak pergi dulu, kalau ada apa-apa atau perlu apa, jangan sungkan untung hubunggi bapak. Pasti bapak siap untuk membantu kalian. Ucap pak Ikbal terlihat tulus.
-----------------🦋🦋🦋🦋🦋🦋----------------
𝖳𝖾𝗋𝗂𝗆𝖺 𝖪𝖺𝗌𝗂𝗁 𝖣𝗎𝗄𝗎𝗇𝗀𝖺𝗇𝗇𝗒𝖺 😊🙏
𝖲𝖾𝗁𝖺𝗍 𝖲𝖾𝗅𝖺𝗅𝗎 𝖮𝗋𝖺𝗇𝗀-𝖮𝗋𝖺𝗇𝗀 𝖡𝖺𝗂𝗄.
🖤 Aku tahu semua semua sedang tidak baik. saat kecewamu dan segala hal yang membuatmu resah berpadu jadi satu, dalam satu lingkup waktu.
Yakin dan percayalah!. Dewasamu sedang diuji sekarang, dan segala hal yang buruk itu untuk menitipkan satu pesan bahw𝖺 "𝗞𝗮𝘂 𝗛𝗲𝗯𝗮𝘁"
Luar biasa sekali kamu, sedikit salut dengan kuatmu atau bahkan tabahnya hatimu. "Tetaplah baik-baik saja".