
"Nah! itu mereka." ucapnya saat melihat Rysa yang berjalan bersama Sari dan Eby.
Tiara pun mengangkat sambil melambaikan tanganya tersebut (Sya sini ucapnya). Memberi kode pada Rysa dan yang lainnya, bahwa ia berada di bangku dekat lapangan basket tersebut.
Rysa yang melihatnya!, memberi tahu pada Sari dan Eby, bahwa teman mereka yang lain berada di lapangan sambil menunjuk kearah di mana Tiara berada.
Sesampainya Rysa di tempat di mana teman-teman menunggunya. Seno pun melanjutkan pembahasan mereka saat berada di kantin.
"Sya...gimana, jadi nggk?" tanya Seno melanjutkan pertanyaanya.
"Jadi apa Sen! gw baru aja sampai, lu bahas apa sih?" balas Rysa tak paham maksud pertanyaan Seno.
"Lu Sen kita aja belum pada duduk, lu dah nanya jadi nggak. Emang kalian bahas apaan?" timpal Eby ikut bertanya maksud Seno.
"Itu gw nanya ke Rysa jadi nggak? nonton di bioskop" sambil melihat ke arah Rysa.
"Niat banget lu Sen" timpal Tiara.
"Seno, lu tumben rada. Apa karna kena saus itu masa iya sih" timpal Andrean sambil tertawa.
"Malah kalian yang heboh, gw nanya ke Rysa nih. Jadi gimana Sya?" tanya Seno lagi untuk memastikannya.
"Kan gw dah bilang iya, nggak ada siaran ulang." balas Rysa sambil mengeluarkan ponsel yang tersimpan di ranselnya.
"Kalian gimana? biar gw bokingin dulu tiketnya, tanya Seno pada teman-temannya.
Teman-Temannya pun mengiyakan pertanyaan Seno. Andrean pun bertanya pada Seno "serius Sen mau nonton bareng?" karna ia merasa aneh dengan seno hari ini. Masak hanya karna masalah saus tadi membuatnya meminta Rysa mentraktir ia dan teman-teman untuk menonton di bioskop. Yang iya tau Seno tidaklah seperti itu.
"Lu boking aja tiketnya Sen, nanti gw izin dulu sama nyopak"
"Ok Sya aman"
Tiara pun mengajak teman-temannya untuk pulang. Karna sudah lumayan lama mereka berada di tempat tesebut. "pulang yuk?" ucapnya.
"Sya! lu pulang bareng siapa?" kalau lu mau! pulang bareng gw aja, pas satu arah nih, biar nggak muter lagi. Seno yang bertanya pada Rysa, ia berniat mengantarkan pulang temannya itu, tapi Rysa menolak ajakan Seno, karna ia memilih akan pulang bersama Tiara. Tak ingin Seno tersinggung dengan ajakanya, Rysa pun menjawab sudah janjian bersama Tiara akan pulang bersama.
"Nanti lu kabari? mau berangkat bareng atau mau ketemuan di sana aja?" tanya Andren.
"Ketemuan di sana aja" jawab Seno.
Tiara mengajak Rysa untuk naik mobil bersamanya, dan ia berniat untuk menjemput Rysa ke rumahnya. "Sya lu perginya bareng sama gw aja?" sambil melihat ke arah temannya itu.
Rysa yang memang lagi tak ingin menyetir mobil sendiri, mengiyakan ajakan Tiara. "Ok Ra..., nanti ada temen gw, buat izin sama orang-orang rumah."
Mereka semua pun memutuskan untuk pulang kerumah masing-masing. Rysa yang ikut bersama Tiara!, duluan pamit pada Sari dan teman-teman lainya sambil mengucapkan. "Bye all sambil tersenyum ke arah mereka".
Di susul oleh Andrean, Eby dan Seno yang masing-masing langsung menaiki mobilnya dan berlalu meninggalkan halaman sekolah tersebut.
- Di Tempat Made ....
Di sisi lain setelah berbicara kepada Rysa, Made yang mendapatkan telpon dari Pak Jivin, "Papa nya." meminta tolong pada putranya tersebut, pergi ke Villa mewah milik nya untuk mengambil beberapa laporan milik Pak jivin yang tertinggal, kini Made sudah bersiap untuk berangkat ke Villa tersebut.
Made yang sudah menghubungi Pian untuk pergi bersamanya. Kini Pian sudah menunggu Made di kedai, tempat biasa mereka berkumpul.
Tak lama mobil yang di bawa Made nampak berhenti di kedai tersebut. Pian yang sudah mengetahui mobil yang di kendarai temannya itu sudah berada di depan. Pian pun langsung berjalan menuju ke mobil Made yang terparkir, membuka pintu dan langsung masuk, Mobil pun melaju meninggalkan kedai tersebut.
*Percakapan Made dan Pian ....
"Bro lu kemarin kemana?" lu tau kan kemarin kita ada pertandian dengan anak-anak poltek.
"Kemarin gw lupa kalau ada pertandingan, dan pas itu gw lagi main ketempat salah satu temen kenalan gw. Pulang dari sana! langsung ke bandara jemput bokap dan nyokap."
"Hmm..., kenalan yang mana Bro? kok gw nggak tahu, lu nggak bawa gw ke tempat kenalan lu itu. Biasanya lu selalu bawa gw!".
"Lain kali deh gw bawa lu"
"Temen cewek apa cowok Bro?"
Made tidak langsung menjawab pertanyaan Pian, seakan masih berpikir, nampak ia ingin bercerita ke Pian tentang gadis kecil yang tak sengaja ketemu dijalan itu, Hanya saja Made merasa tidak penting, (masih menyangkal bahwa sebenarnya iya senang mendengar gadis itu bercerita kepadanya tanpa sadar ia selalu tersenyum setiap kali berbicara dengan Rysa. Tapi Made masih menepis akan hal itu).
Karna Made hanya diam saat Pian bertanya kepadanya. Pian pun bertanya lagi kepada Made apakah dirinya baik-baik saja.
"Lu nggak apa-apa kan Bro?"
"I'ts ok, gw baik ko,"
"Apa ada hubungannya sama mantan lu itu?"
"Nggak ada. nggak usah bahas dia lagi, gw nggak apa-apa."
"Terus kenalan lu itu?"
"Hanya anak kecil"
Pian yang tidak mengerti maksud Made anak kecil tersebut. Sontak membuat Pian tertawa, mendengar ucapan Made tersebut. Pian yang berpikir anak kecil yang di maksud adalah bocil. Iya tidak tahu anak kecil yang di maksud adalah Rysa seorang anak SMA yang nampak bocah di pikiran Made. karna belum mengerti tentang Rasa ci*** pada lawan jenisnya, Rysa pun menganggap mereka semua adalah sama.
"Haha..haha....! lu lagi nggak bermasalah kan Bro? sejak kapan lu suka sama bocil"
"Terserah lu mau mikir apa"
Pian pun hanya tertawa, masih dengan pikirannya sendiri.
Setelah lama mereka ber ada di dalam mobil menuju ke Villanya tersebut, akhirnya mereka berdua pun sampai. Made pun memasuki halaman Villa nya yang nampak sejuk dan asri, langsung Memasukan mobilnya kedalam parkiran.
Setelah parkir mereka berdua pun turun dari mobil tersebut, Melangkah menuju kedalam Villa. Nampak sudah ada beberapa asisten yang menjaga Villa nya itu. Mereka pun langsung menyapa Made.
"Pak maman apa kabar?" tanya Made pada Pak Maman yang sudah lama bekerja menjaga Villa tersebut.
"Pak Man baik Den, Aden gimana? sudah lama tidak nampak main ke sini lagi"
"Made baik juga Pak, Iya Pak, lagi sibuk Pak, ini aja kesini karna di suruh Papa. Apa Papa sering kesini pak?"
"Iya Den, Tuan beberapa kali kesini, "
"Ya sudah aku masuk dulu ya pak"
Made dan Pian pun langsung masuk ke dalam Villa nya, menuju ruangan tempat di mana Papa nya biasa mengerjakan laporan nya, jika tidak berada di kantor atau pun di rumahnya.
...-----------🦋🦋🦋🦋🦋🦋-----------...