YOU ARE NOT MY DESTINY

YOU ARE NOT MY DESTINY
Invitation Made To Go Together




Maskeran .....



Di rumah Rysa yang baru sampai, terduduk di sofa. Bibi, menghampiri Rysa untuk menawarkannya minum.


"Non mau Bibi ambilkan minum?"


"Nggak usah Bi, Nanti biar Rysa mengambil sendiri"


"Ya sudah Bibi tinggal ke dapur dulu ya Non. Kalau ada perlu apa-apa, Non Sya panggil bibi aja."


"Iya Bi..., terima kasih ya Bi" ucap Rysa pada Bi Diah.


Bi Diah pun langsung menuju ke dapur meneruskan pekerjaannya.


Rysa yang merasa lelah pulang dari sekolah, berjalan pelan menuju kamarnya. Sampai di kamar Rysa membersihkan dirinya dan langsung berganti. Hari ini Rysa hendak memakai masker karna sudah beberapa minggu Ia tidak memakai masker lagi, Ia merasa kulit wajahnya butuh asupan vitamin kali ini.


Rysa pun mengambil masker yang sudah di beli. Dan Ia pun meracik masker nya sendiri. Setelah jadi Ia pun mengunakan masker tersebut kewajahnya.


Fano yang sudah pulang bekerja, keluar dari ruangannya, hendak menuju kamar Adiknya. Karna pintu kamar Rysa tidak di kunci. Rysa lupa menutup kamarnya.


Rysa yang sudah memakai masker rebahan santai di sofa.


Fano yang sudah berada di depan kamar Rysa, masuk perlahan, melihat sang Adik yang rebahan di sofa mengunakan masker. Fano pun berinisiatif untuk mengerjai Adiknya.


"Dek bangun Dek!"


Rysa yang berulang-ulang di pangil namanya oleh Fano pun langsung terbangun. Karna lagi memakai masker ia belum bisa menjawab sapaan Fano.


"Ehh Adik Abang lagi maskeran, nggak jadi lah ya ikut!. Abang pergi sendiri aja" ucapnya sambil berjalan pelan hendak meninggalkan kamar Rysa.


Rysa yang tidak berbicara dan hanya diam dengan tenang selama ia mengunakan masker, kali ini karna Fano mengoda Rysa, akan mengajak jalan-jalan dan mentraktirnya, Seketika Rysa pun menjawab ucapan Fano.


"Abang tunggu! Rysa ikut"


Dengan bergegas cepat Rysa pun membersihkan wajahnya padahal belum lama ia mengunakan maskernya.


Fano yang mendengar Adiknya heboh seketika itu, ia pun tidak berhenti mentertawakan tingkah Rysa. Dengan santai dan seperti tanpa dosa Fano duduk di sofa keluarga dengan memainkan ponsel yang ada di tangannya.


Rysa dengan sigap dan seribu langkah berlari turun menuju Fano yang lagi santainya memainkan ponsel.


"Abang katanya mau ngajak Rysa jalan, dan mau menteraktir?" dengan wajah seriusnya ia bertanya pada Fano.


Dengan menahan tawa, dan dengan sedikit tersenyun Fano menjawab pertanyaan Rysa. "Iya Dek!, nanti ya. Sekarang Abang lagi nunggu teman Abang ngirim laporan"


"Jadi Abang ngerjain Rysa?"


Fano yang di tanya oleh Adiknya pun hanya tertawa keras, membuat Rysa kesal dan melangkah meninggalkan Fano yang masih tertawa. Fano pun memangil-mangil Rysa tidak di hiraukannya lagi, Rysa tetap melangkah menuju kamarnya.


Setelah sampai di kamarnya Rysa yang masih kesal mengatur barang yang ia lempar. Rysa pun mengambil minuman yang ada di meja.


Awas aja si alien itu, Rysa balas nanti dengan wajah kesalnya.


Ting....(tiba-tiba ada bunyi pesan masuk ke hp Rysa)


Setelah meminum air yang di ambil nya, lalu Rysa membuka kunci layar ponselnya untuk mengetahui pesan dari siapa yang baru saja masuk.


πŸ“© "Sya sibuk nggak?"


*karna mood Rysa sedang tidak baik, ia pun membalas pesan yang baru saja ia terima.


πŸ“© "Memangnya kenapa kak?"


πŸ“© "Bukannya jawab, malah balik nanya. Jawab dulu dong."


πŸ“© "Nggak kok, kenapa Kak?"


*balas Rysa, tidak berselang lama Made pun membalas pesan dari Rysa.


πŸ“© "Aku mau ngajak kamu jalan"


πŸ“© "Kemana?"


πŸ“© "Cari kado, mau nggak?"


πŸ“© "Masak iya cari kado pagi-pagi, yang benar aja Kak"


πŸ“© "Emang ada larangan ya?"


πŸ“© "Ya nggak gitu juga, memangnya buat siapa Kak?"


πŸ“© "Nggak boleh kepo, pokonya besok Aku jemput sudah harus siap ya!"


Karna tertidur Rysa pun tidak membalas lagi pesan dari Made.


- Berdering ....


Rysa pun terbangun dengan mata sayu, mengmbil hp yang tergeletak di atas meja.


Melihat begitu banyak pangilan tidak terjawab dan pesan masuk dari Made. "aku kan hari ini ada janji sama Kak Made, astaga aku lupa" Rysa pun dengan terburu-buru masuk ke kamar mandi.


Setelah mandi dan bersiap Rysa menghubungi Made kembali.


POV Kak Made


πŸ“ž "Hallo Kak. maaf ya, tadi Sya masih tidur"


πŸ“ž "Hallo juga Sya, nggak apa-apa. Mangkanya aku hubungi sebelum pergi, biar nggak jamuran yang nungguin di sana"


πŸ“ž "Ya nggak jamuran juga, Kan kak Made bisa masuk ke rumah Rysa dulu"


πŸ“ž "Nggak deh, kalau masuk ke rumah Rysa lagi, nanti takut nyaman. Dan keasikan ngobrol nggak jadi pergi dong" *emot ketawa


πŸ“ž "Rysa laporin do'inya nih!.(emot ketawa)"


πŸ“ž "Huu..... Aku takut (hahaha)."


πŸ“ž "Doinya orang mana Kak?"


πŸ“ž "Aku nggak ada do'i sih, adanya calon do'i Sya!."


πŸ“ž "Ohh ceritanya lagi pedekate nih...!"


πŸ“ž "Iya, Doain ya, lagi usaha nih!"


πŸ“ž "Pasti dong Kak"


*Rysa tidak mengerti yang di maksud Made adalah dirinya. Made pun meminta Rysa untuk bersiap karna Ia akan menjemputnya.


πŸ“ž "Yaudah aku matiin dulu telponnya, nanti nyampe aku hubungi lagi. Bye..."


πŸ“ž "Ok kak. Bye."


*Mereka berdua pun mengakhiri pangilannya.


- Pergi bersama ....


Rysa yang sudah bersiap, keluar dari kamar untuk menemui Bi Diah. Karn Fano belum keluar dari kamarnya, Rysa yakin Fano masih tidur. Meskipun Rysa masih kesal karna di kerjain Fano. Rysa tetap tidak ingin membuat Abangnya khawatir Rysa pun pergi ke kamar Fano untuk melihat sendiri apakah Fano sudah bangun.


Sampai di depan kamar Fano, Rysa mengetuk pintu kamarnya beberapa kali, serta memanggil-manggil namanya. tapi tidak ada sahutan atau pun respon sama sekali dari Fano.


Tok.... Tok.... Tok.... (Bang.... Abang, buka pintunya)


Sepertinya Bang Fano masih tidur, ya sudah Sya titip pesan ke Bibi Diah aja deh, nanti biar di sampaikan ke Bang Fano (ucap Rysa).


Made yang baru sampai di depan Rumah Rysa hendak menghubungi Rysa kembali, memberitahu bahwa ia sudah sampai di depan rumahnya.


Rysa yang hendak menemui Bi Diah. Sekarang berada di dapur.


"Bik. Sya mau keluar bareng teman, nanti tolong bibi bilangin ke Bang Fano ya Bi?"


"Iya Non, nanti bibi sampaikan"


"Tadi Rysa sudah ke kamar Abang. Tapi Abang nggak nyaut, Sepertinya Abang masih tidur bi!"


"Nggak apa-apa Non! nanti biar bibi sampaikan"


"Terima kasih ya Bi...."


Tidak lama hp Rysa kembali berdering, Rysa mengeluarkan hp dari dalam tasnya, membuka kunci layar dan langsung mengangkat telponnya tersebut. Tanpa melihat lagi siapa yang menghubunginya.


πŸ“ž "Sya, Aku sudah di depan nih"


πŸ“ž "Iya Kak. Tunggu bentar, Sya keluar"


πŸ“ž "Ya sudah buruan, nggak pake lama."


Telponnya pun di matikan oleh Made.


Karna Rysa sangat menghormati bi Diah sekalipun bi diah hanya asisten rumah keluarga Adafsi. Bagaimana pun Bi Diah adalah orang yang berjasa di keluarga Adafsi selama ini. Rysa menghampiri Bi Diah lagi untuk berpamitan.


"Bi...! Sya pergi dulu ya?" ucap Rysa.


"Iya Non, hati-hati ya!" balas Bi Diah.


"Iya Bi!, terima kasih Bik."


Rysa pun berjalan meninggalkan Bi Diah yang masih melihatnya.


...--------πŸ¦‹πŸ¦‹πŸ¦‹πŸ¦‹πŸ¦‹πŸ¦‹-------...


...𝖳𝖾𝗋𝗂𝗆𝖺 π—„π–Ίπ—Œπ—‚π— π–½π—Žπ—„π—Žπ—‡π—€π–Ίπ—‡π—‡π—’π–Ί πŸ™...