
"Sya lu nggak ikut kita-kita" tanya teman-temannya kompak.
"Nggak deh, gw nggak ikut" jawab Rysa.
Karna teman-temannya akan pergi melihat pertandingan, hanya Tiara dan Rysa yang tidak ikut. Tapi Tiara akan pergi bersama orang tuanya.
"Beneran Sya, lu nggak ikut?" tanya Tiara lagi.
"Iya Ra...duluan aja, kan lu sudah di telpon nyokap lu tuh, buruan balik sana."
"Ya sudah gw duluan ya Sya!?"
"Iya Ra, lu hati-hati" sambil melambaikan tangannya.
Mobil yang di kendarai Tiara pun melaju.
Tinggal Seno, Andrean, Eby dan sari yang akan pergi nonton pertandingan bersama. Meraka bertanya sekali lagi pada Rysa, apakah benar temannya itu tidak ikut dengannya.
"Sya lu benaran nggak ikut?" tanya Andrean lagi.
"Iya Ndre!, sudah kalian pergi aja gw nggak apa-apa kok."
"Ya sudah, kita-kita duluan ya Sya!"
"Iya..., kabari gw ya, seru nggak!" ucap Rysa tersenyum.
"Siapa suruh nggak ikut"
"Sudah sana...pergi aja"
Teman-temannya pun melambaikan tangan pada Rysa. Mobil mereka pun melaju meninggalkan area sekolah. Rysa pun melihat mobil yang di kendarai teman-temannya hingga tidak nampak lagi.
- Bantuan Bagas ....
Rysa memilih jalan santai, tidak menghubungi Pak Uda untuk menjemputnya. Ia memilih berjalan sendiri lewat gang kecil, jalan biasa ia dan teman-teman melewatinya. Karna jalan ini lebih cepat sampai.
Di tenggah perjalanan, tanpa sengaja Ia melihat beberapa anak sekolah SMA lain sedang mengeroyok temannya. Tanpa berpikir lagi Rysa pun mendekat ke arah orang yang hendak memukuli temannya itu.
Di percakapan mereka, Rysa hanya sedikit mendengar, (lu jadi cowok jangan belagu, lu itu nggak ada apa-apanya. Culun! nggak sebanding sama kita-kita, lu liat tuh kaca...ngaca lu.! *ucap sang pengeroyok). Mereka empat orang, ada yang memegang tangan kanan dan kirinya, dan ada juga yang menampar-nampar wajahnya. Saat salah seorang dari mereka hendak melayangkan pukulan Rysa mendekat, dan menegur mereka semua.
"Lepasia dia. Kalian apa-apaan sih" ucap Rysa pada sang pengeroyok.
"Weh cewek bro. Lu siapa? beraninya ikut-ikutan" ucap salah seorang dari mereka.
"Kalian nggak pantes banget bertingkah seperti itu sebagai sesama pelajar" kecam Rysa.
"Lu belum tau siapa gw, gw bisa aja hancurin lo" ucap seorang pengeroyok yang sepertinya ia adalah kepala geng di antara mereka.
"Aku nggak takut, nggak perduli dan nggak mau tahu!. Lepasin dia!" bantah Rysa meminta untuk melepaskan orang yang masih di pegang tangannya itu.
"Berani banget nih cewek" ucapnya emosi sambil berjalan ke arah Rysa.
Di tengah-tengah mereka yang hendak mendekat ke arah Rysa dengan senyum sadisnya. Bagas yang juga melewati jalan itu melihat Rysa di antara mereka. Dengan cepat Bagas mematikan motor besar yang di naikinya dan langsung mendekat ke arah di mana Rysa di kelilingi.
Dangan tiba-tiba Bagas menarik tangan Rysa, membuat Rysa mundur kebelakang Bagas. Rysa yang kaget sekaligus bingung tidak memperdulikan lagi siapa orang yang ada di depan, orang yang membantunya.
"Lepasin dia nggak" ucap Bagas pada mereka semua.
Di antara mereka ada yang tahu Bagas, anak salah seorang yang berpengaruh besar di tempatnya tinggal.
"Lu berdua jangan ikut campur kalau nggak mau gw hancurin" sambil menarik kerak baju yang di kenakan Bagas.
Bagas yang di tarik kerah baju oleh mereka semua dengan santainya menjawab, "silahkan aja kalau kalian semua mau di πΏπ dari sekolah, dan tentu saja...di laporkan kepolisi"
mereka yang mendengar kata polisi pun melepaskan tangannya dan orang yang di keroyok pun ia lepaskan. Serta memundurkan langkahnya.
"Cabut bro! awas aja kalian" ucap mereka berlari sambil mengangkat tangannya memberi peringatan.
Orang yang di keroyok pun mengucapkan terima kasih sudah menolongnya dan memperkenalkan dirinya.
"Thanks ya?.... Kenalkan! aku Yoku, anak SMA pelita(sambil mengangkat tangannya pada Bagas sebagai tanda perkenalan)."
"Sama-sama, Aku Bagas anak SMA 1 luwuk" jawab Bagas membalas perkenalan Yoku.
Karna Rysa masih tertegun melihat yang menolongnya ternyata adalah Bagas, membuat Ia belum juga memperkenalkan namanya. Hingga Yoku menyapanya.
"Ah iya...aku Rysa, dari SMA 1 luwuk juga" sambil tersenyum.
"Sekali lagi thanks, aku balik dulu"
Setelah mengucapkan terima kasih kepada Rysa dan Bagas telah menolongnya. Yoku pun pamit pergi lebih dulu.
Tinggallah Mereka berdua, dan Rysa pun lebih dulu menyapanya.
"Terima kasih ya? kamu sudah bantuin aku"
"Sama-sama, santai aja. Lain kali kamu hati-hati mereka itu berbahaya, untung aja tadi aku lewat sini kalau nggak gimana coba!"
"Aku bakalan hati-hati kok" Rysa pun hanya tersenyum menangapi ucapan Bagas.
"Iya harus, karna bisa jadi mereka makin parah nantinya!.
"Iya siap"
"Mau ikut pulang bareng aku nggak?"
Saat Bagas bertanya pada Rysa hendak menawarkan pulang bersama. Belum sempat di jawab oleh Rysa, tiba-tiba hp Bagas berbunyi. Bagas yang mendengar hpnya berbunyi pun langsung mengangkat hpnya tersebut. "Tunggu bentar ya!" ucap bagas pada Rysa yang hendak menganggkat hpnya tersebut.
Setelah menunggu Bagas berbicara di telponya, Ia pun selesai dan mendekat kembali ke arah Rysa, Meminta maaf untuk kali ini tidak bisa mengantarkan Rysa pulang kerumahnya.
"Emm...maaf Sya sebelumnya, Aku nggak bisa nganterin kamu pulang kali ini, Aku harus balik ke sekolah. Barusan Aku dapat telpon dari kepsek akan ada kegiatan di sekolah kita aku harus hadir Maaf ya Sya!?"
"Iya nggak apa-apa kok, lagian aku emang lagi pengen jalan santai, mangkanya iseng aja lewat sini"
"Ya sudah, Aku anterin sampe depan Alfa, takut juga liat liat cewek jalan sendiri nanti di culik om-om mau?"
"Ia kalau di jadikan anak angkat kalau nggak!"
Rysa yang hanya tersenyum menanggapi ucapan Bagas.
"Ha..haa..haaa" Bagas pun tertawa melihat respon Rysa karna merasa lucu.
Bagas pun mengambil motor dan menyuruh Rysa untuk naik ke motornya tersebut.
"Yuk naik" ucap bagas pada Rysa.
Rysa pun ikut naik kemotor Bagas, dan Bagas pun langsung menjalankan motornya menuju Alfa toko besar yang ada di sebrang jalan tersebut.
Bagas nampak senang berboncengan bersama Rysa, hingga membuatnya tersenyum. Dari senangnya hingga membuat Bagas lupa kalau ia harus berhenti di depan alfa, Rysa yang merasa terlewat pun menyuruh Bagas memberhentikan motor ya.
"Berhenti-berhenti, motornya kelewat nih!"
"Oh astaga" dengan cepat Bagas pun mengerem mendadak.
"Lain kali pokus dong"
"Iya maaf! tiba-tiba motornya nggak mau berhenti, mungkin dia tau aku membawa orang baru" ucapnya sambil tersenyum.
Rysa pun turun dari motor bagas tersebut. Jalan aja, "thanks sekali lagi, aku jalan dulu."
"Tunggu!"
"Iya..., apa perlu Aku carikan mobil"
"Nggak perlu Bagas, kan aku sudah bilang pengen jalan santai aja"
"Ya sudah, Aku duluan ya!, bye Sya..."
- Memperhatikan Rysa sejak tadi ....
...-----...
...π£π ππΊπΊπ ππΎπ πΊπππ ππΎπππΊππ πππ πΊπ π»πΎππΊπππΊπ π½πΊππ π½πΎππΊππΊπππ....
...π π½πΊ ππΊππΊ ππππ½πΊπ ππΊππ ππΊπ π»πΎπππΎππ....
...π‘πΎπππΎππΊπ ππΊππΊ ππΊππ πππ, ππΊππ ππΊπ π½πΊππΊπ ππππππππππ....
...π£π ππΊπΊπ π»πΎππ»ππΌπΊππΊ ππΎπππΊππ π½πππππ....
...π²πΎπΊππΊπ-πΊππΊπ ππΊπ ππΊπ π πΎππΊπ π½πΊππ π»πΎππΊπ π½πΊπ ππππΊππ....
...-----...
Setelah Bagas pergi, Rysa kembali berjalan santai. Dan di ujung sana, ternyata ada yang memperhatikan Rysa sejak tadi.
Made yang selesai ikut kegiatan kampus, pulang lewat jalan yang jarang ia lewati, karna hendak mencari sesuatu Made pun tanpa sengaja melihat Rysa di antar oleh seorang cowok. Dengan sedikit rasa yang susah di jelaskan. Made pun menghampiri Rysa, mobilnya berhenti tepat di samping Rysa dengan membunyikan klakson membuat Rysa sedikit terkejut. Made pun membuka kaca mobilnya dan Meminta Rysa ikut dengannya.
"Kak Made" ucap Rysa.
"Yuk naik Sya"
"Aku jalan aja Kak"
"Kita satu arah nih! naik aja nggak apa-apa, biar aku antar sekalian"
Karna Made yang tidak henti meminta Rysa naik kemobilnya. Akhirnya Rysa pun mengikutinya. Sampai di dalam mobilnya Made pun bertanya pada Rysa, siapa orang yang yang naik motor dengannya.
"Siapa orang tadi"
"Yang mana?"
"Yang naik motor denganmu!"
"Oh Bagas"
"Pacarnya"
Rysa pun kaget dengan ucapan Made.
"Bukan. Dia ketua osis di sekolah Kak, tadi dia nggak sengaja bantuin Rysa."
"Bantuin apa?"
Rysa pun menjelaskan pada Made kronologis kejadiannya.
"Ohh gitu, nampaknya dia suka denganmu"
"Kak Made apaan sih"
Tanpa membalas ucapan Rysa. Made pun memakai kaca matanya kembali dan langsung menjalankan mobilnya.
Di tengah perjalanannya Made kembali bertanya pada Rysa.
"Sudah makan?"
"Belum sih"
"Kita makan dulu"
"Nggak usah Kak. Lain kali aja"
"Yakin?"
"Iya Kak, Sya mau pulang aja"
Rysa pun menolak pelan ajakan Made untuk Makan. Ia hanya ingin sampai di rumah saat ini.
...-------π¦π¦π¦π¦π¦π¦-----...