YOU ARE NOT MY DESTINY

YOU ARE NOT MY DESTINY
Kegagalan Bagas




Di saat bersamaan, Bagas dan Made menawarkan untuk pulang bersama.



"Sya nanti mau pulang bareng nggak?" ucap Bagas.


Tiara yang berada di samping Rysa pun menyenggol lengan Rysa (mau aja Sya, bisik Tiara). Rysa hanya menunjukan ekspresi datar meminta Temannya itu untuk diam.


"Aku nggak janji ya Gas, takutnya nanti di jemput orang rumah" balas Rysa.


"Nggak apa-apa kok Sya, nanti kabari aku aja kalau nggak ada yang jemput". ucapnya lagi.


Di tempat lain tiga orang gadis yang nampak berdiri melihat kedekatan Bagas terhadap Rysa membuat mereka mempunyai rasa iri dan dengki. Gadis itu bernama Karin, Deli dan Ama. Karin dari dulu sudah menyukai Bagas, hanya saja Bagas tidak menyukai Karin. Dan Bagas hanya menganggap Karin sama seperti teman-temannya yang lain. Karin tidak ingin di anggap sama seperti yang lain, jadi itu yang membuat ia selalu mencari cara untuk menarik perhatian Bagas agar menyukainya.


"Siapa gadis itu?" tanya Karin pada dua temannya itu.


"Gue kurang tahu sih Rin. Tapi, sepertinya...itu anak kelas X1 B deh" jawab Deli salah satu dari temannya.


"Sok kecantikan banget, awas aja kalau sampai berani rebut Bagas dari gue. Nggak bakal gue kasi ampun, liat aja nanti" ucap Karin lagi seakan-akan Bagas sudah menjadi miliknya.


"Tenang aja Rin kita bantuin" ucap dua teman-temannya kompak.


Rysa pun berpamitan untuk pergi ke toilet pada Tiara dan Bagas yang sedang berkumpul dengan teman-teman lainnya. Saat selesai di dalam toilet, Rysa hendak keluar tapi terhenti karna mendengar ada pangilan masuk. Rysa melihat siapa yang menghubunginya.


Tertera nama Beruang kutub di hp nya.


Made pun yang sudah selesai latihan berniat untuk menghubungi Rysa, merasa ada yang kurang, karna sudah beberapa hari ia sibuk dengan tugasnya, membuat ia tidak bisa menghubungi Rysa, jangan kan untuk mendengar suaranya, untuk sekedar chat saja Made belum sempat. Itu sebabnya ia merasa ada yang kurang selama beberapa hari ini. "Aku hubungi aja nomornya" batin Made.


Flashback


Saat akan menghubungi Rysa, Pian Tiba-tiba datang meminta tolong pada Made untuk mengantarkannya.


"Bro, lu anterin gue ya?"


"Kemana?"


"Biasa ngambil tugas gue, ke cewek yang lu liat kemarin"


"Yang kemarin itu"


"Iya yang itu, mana lagi"


"Lu sendiri aja kan bisa, tinggal ambil doang."


"Itu cewek sakit, gue ngeri aja sendiri. Jadi harus bawa lu Bro"


"Kenapa harus gue?, ngeri-ngeri lu masih aja nyuruh tu cewek buat ngerjain tugas lo, gue rasa bukan tu cewek yang sakit. Tapi otak lu tuh"


"Lu kan pawangnya" balas Pian pada Made.


Mereka berdua pun tertawa kompak.


"Lu ngapain sih dari tadi gue liat, merhatiin hp mulu"


"Kepo banget lu"


Pian yang penasaran pun mendekat ke arah Made dan melihat apa yang di perhatikan oleh sahabatnya itu. Saat Pian mendekat nampaklah poto Ia dan Rysa saat mereka berada di niko.


"Nggak salah liat nih, itu cewek yang di bioskop kan. Hmm...Rysa kalau nggak salah?"


"Hmm(dengan ekspresi yang susah di tebak) menurut lo"


"Nampaknya ada yang jatuh hati nih" sambil tertawa meledek temannya, tapi ngomong-ngomong kapan kalian poto bareng. Wah..., sepertinya sahabat gue, sudah ada peningkatan nih"


"Lu buruan naik mau di anterin, apa gue tinggal nih" ucap Made tidak mendengarkan ucapan sahabatnya.


Sambil berlari mengikuti Made yang sudah lebih dulu memasuki mobilnya "Jangan dong, tega bener dah sama temen sendiri"


-


POV Made


📞 : "Hallo Sya"


📞 : "Iya Kak, hallo juga"


📞 : "Masih di sekolah?"


📞 : "Iya nih, lagi di sekolah. Ada apa Kak?"


📞 : "Nanti pulang sekolah, Aku jemput!"


📞 : "Kalau Sya nggak mau gimana?"


📞 : "Harus mau, nggak ada penolakan!"


Tut.... Tut....


Telponnya pun langsung di matikan sepihak oleh Made. Rysa yang belum selesai berbicara pun mengerutu kesal. Kemarin dulu si beruang sudah nggak dingin, ehh...sekarang dia kumat lagi, padahalkan masih banyak yang ingin aku katakan. Ahh...si beruang benar-benar *batin Rysa kesal.


- Kembali tersenyum ....


Setelah menghubungi Rysa, di dalam mobil hendak mengantar Pian Made senyum smirk. Pian yang melihat sahabatnya seperti itu ia pun mengoda Made kembali.


"Cieh...yang kasmaran" ucap Pian.


"Lu suka sama cewek itu?"


"Maksud lu?"


"Ngaku aja bro! nggak usah ngeles deh"


"Apaan sih lo Ian, gue aja masih ke inget kejadian tahun lalu, gw nggak mau semua ini hanya pelampiasan aja"


"Gue yakin lu suka ke cewek itu bro, dan lu harus inget nggak semua cewek itu sama."


"Menurut lo!"


"Ya.... Lu harus buat kisah baru, buat kebahagian lo sendiri. Jangan lagi terpokus dengan mantan yang sudah hiananti lo itu. Hmm, oh iya bro!, kalau nggak salah move on berkaitan erat dengan mindset, kalau lu masih ke inget segala tentang mantan lu itu, lu bakal sulit lepas dari bayang-bayangnya.


...****...


Di dalam kelas, Rysa yang sudah selesai mengerjakan soal dari wali kelasnya mendengar kan kehebohan teman-teman lelakinya yang sedang bergosip. Biasanya para cewek yang suka bergosip, beda halnya hari ini para cowoklah yang bergosip.


Tiara, Rysa dan Sari sedang duduk di bangkunya masing-masing, karna jarak mereka bertiga tidak begitu jauh datanglah Andrean. Seakan-akan memberitahu info yang begitu penting.


"Eh kalian tahu nggak" ucap Andrean.


Mereka bertiga pun melihat ke arah Andrean mendengar pertanyaan yang di lontarkan. "Apaan Ndre?" jawab mereka kompak.


"Lo pada tahu nggak? hahaha..." ucapnya lagi sambil tertawa.


"Apa?," balas mereka kompak.


"Belum juga ngasih tau udah duluan nyengir kuda" timpal Tiara dengan celetusnya.


"Itukan tadi hahaha...."


"Apasih Andre nggak jelas banget"


balasnya di sertai kekesalan, tapi sialnya mereka ikut tertawa melihat ke anehan yang di buat Andrean.


"Lu nggak ngahlak Ndre" ketus Sari.


"Tapi lu ikut tertawa kan" ucap Andrean tidak mau kalah.


- Meminta Pian Turun ....


Made yang selesai mengantar Pian, karna tadi Made meminta Seno, teman sekolah Rysa untuk mengbarinya jikalau sudah pulang sekolah. Seno yang sudah keluar mengirim pesan pada Made bahwa ia sudah keluar. Tapi Seno tidak mengetahui bahwa sebenarnya Made hanya ingin menjemput Rysa pulang sekolah.


"Bro, lu turun sini ya!" tanpa meminta persetujuan sahabatnya Pian.


"Tega banget gue di turunin di sini" jawab Pian.


"Gue ada urusan mendadak, buruan turun"


"Yaudah-yaudah, hah...lu mah" sambil melangkah keluar dari mobil Made tersebut.


Mobil Made pun melaju meninggalkan Pian yang melihatnya hanya mengelengkan kepala.


...***...


Rysa melangkah menuju pintu gerbang sekolah. Bagas yang kelur dari ruangan osis bersama dengan teman-temannya, melihat Rysa berdiri di pintu gerbang sekolah tersebut. Bagas pun bergegas mendekat kearah di mana Rysa berada.


"Sya!" ucap Bagas memangil Rysa.


Rysa melihat kearah suara yang memangil namanya "iya Gas?"


"Kamu sendiri?" tanya Bagas pada Rysa.


"Iya nih nunggu jemputan" jawab Rysa.


"Aku anterin ya?" tanyanya lagi.


"Gausah Gas!!!"


"gapapa kok Sya!"


Tiba-tiba Mobil Made pun datang, tepat berhenti di depan Rysa, untuk menjemputnya. Made belum menurunkan kaca mobilnya, ia mengirim pesan pada Rysa "buruan naik" isi pesannya tersebut.


"Kapan-kapan aja ya Gas, Maaf" ucapnya Rysa.


"Iya santai aja, gapapa kok. nanti kalau sampai rumah kabari" balas Bagas pada Rysa.


Karna Rysa tak kunjung naik juga, Made pun menurunkan kaca mobilnya, dan memberi isyarat Rysa untuk cepat masuk ke mobilnya.


...-----🦋🦋🦋🦋🦋🦋-----...


Untuk para membaca. Ohh iya, nggak terlambat lah ya.😂


Mungkin ada lisan yang kurang berkenan, mungkin saja ada ketikan menyinggung yang tidak terhitung lagi jumlahnya, tidak sedikit pula, mungkin tindakan saya yang mengecewakan.


Dan dengan angkuhnya sikap, tidak ayal membuat kita terskiti. Buruknya perilaku terkadang membuat sedih dan gelisah.


Dari itu saya ucapkan....


Minal Aidin Walfaizin :)


Mohon maaf lahir dan batin 🙏


Selamat Hari Raya Idul Fitri 2022 ❣︎