YOU ARE NOT MY DESTINY

YOU ARE NOT MY DESTINY
Kesepakatan



"Hmm boleh, tapi ada syaratnya, gimana?" ucap Made.


"Pake syarat segala," (batin Rysa)


"Kalau boleh tau, memangnya apa syaratnya?"


"Gini! bulan depan akan ada pesta temanku, sekaligus reoni."


Jika tak keberatan! "kamu mau? jadi pasanganku pergi ke acara itu! nanti hutangmu aku anggap lunas, gimana?."


"Mau aja sya!" celetus Tiara


"Diam lo Ra.!" Jawab Rysa dengan nada kesal "kenapa nggak kamu aja kalo mau".


"Kalau aku jadi kamu sih, aku mau-mau saja Sya! dengan senang hati, kan lumayan tuh, hutangnya lunas, dan kamu bisa jalan bareng kak Made yang tampan."


"Ra! bisa diem nggak?."


"Iya-iya, aku diem nih.!"


"Jadi, gimana?" ucap Made


"Kak Made! kasi aku waktu, nanti akan Rysa hubunggi...."


"Jangan terlalu lama, aku menunggu jawaban secepatnya, kalau bisa nanti malam sudah ada jawabanya."


"Baiklah, akan aku hubunggi kembali!."


Selepas pertemuan dan pembahasan mereka.


Made pun pamit meningalkan mereka berdua, menoleh kembali dan mengingatkan Rysa akan jawaban secepatnya.


"Kamu enak sih Ra! tingal ngomong doang, dilema nih...."


"Sabar dulu, yang tenang, pikirin baik-baik Sya!" "Putus kan, pilihan mana yang bakal lo ambil"


"Kesurupan kamu ya Ra?"


"Haa! apaan?"


"Tumben bicaramu serius dan benar, biasanya kan sesat mulu hhh...."


Lama Rysa dan Tiara bercerita, serta saling bertukar pendapat di kafe tersebut, akhirnya mereka memutuskan untuk pulang kerumah masing-masing.


"Gak kerasa udah gelap aja Ra!"


"Yuk pulang."


"Yuklah...."


"See you next time Ra!."


"Bye,... bye,..."


Merekapun berpisah karena arah rumah mereka tidak searah.


Sesampainya dirumah...


TOK... TOK ...


"Assalamu'alaikum"


Bibik pun dengan cepat membuka pintu rumah.


"Wa,alaikimsalam Non.."


"Mama dan Papa di mana bik?"


"Ada di ruangan non"


"Makasih bik! Rysa masuk dulu"


"Malam Ma.."


"Malam ka.."


Hm.. "Papa mana?"


"Ada di ruanganya," ucap Fano


"Rysa! dari mana saja nak? jam segini baru pulang" ucap Deviana Mama Rysa


"Nggak baik lo dek! anak gadis pulang sekolah bukan nya pulang, malah keluyuran" celetus Fano Abang Rysa


"Apaan sih Abang! Iya,. Rysa salah, nggak ngabarin


Beneran Rysa lupa. Tadi buru-buru jadi nggak ingget.."


"maaf Ma?, tadi Rysa ada urusan, perginya bareng Tiara juga, nggak sendiri, Rysa lupa ngabarin kerumah, maaf ya Ma!.."


"Alasan ya dek? Mejeng kali dia ma," saut Fano


"Abang sentimen sekali sama Rysa," sambil ketus melihat ke arah Fano! "dasar jomlo" (batin Rysa)


"Lain kali jangan gitu ya Sya!, Mama nggak suka, apapun alasanya tetap kabari Mama, papa, abang atau orang rumah. jadi, kita nggak cemas mikirin."


"Iya Ma, Maaf. Rysa janji lain kali bakal ngasih tau mama, papa, Abang atau orang rumah, nggak ngulangi lagi" Rysa pun memeluk mamanya erat.


"Ya sudah, sana ganti bajunya dulu, terus kemeja makan, Papamu dah nunggu dari tadi tuh"


"Oh iya Ma!, Rysa lupa.. Sya dah makan tadi bareng Tiara, Sya masih kenyang. nanti Sya turun sapa papa selesai makan malam."


"Ne bocah benar-benar, sudah di tungguin dari tadi, dah makan di luar rupanya."


"Wlekk.." Rysa menjulurkan lidah ke arah Fano, dan berlari menaiki anak tangga.


"Awas aja nggak dapat uang jajan dari abang"


"Biarin, wlekk..masih ada papa sama mama" ucap Rysa yang sudah berada di lantai atas.


"Sudah-sudah, Fano papamu dah nunggu", ucap Deviana mama Rysa.


Sesampainya di kamar, setelah Rysa membersihkan dirinya, dia baru ingat janjinya akan menghubungi Made.


(Hm.. bagaimana ini, kalau aku menolak. Di mana dapat uang sebanyak itu, jajan tahunan kupun nggak akan cukup buat bayar,) hah..


"Yaudah aku iyakan aja kali ya,"


Nanti akan kupikirkan lagi cara izin ke orang rumah, lama Rysa berpikir. Akhirnya dia memberanikan dirinya untuk menghubungi Made!.


(Menelpon)


📞"Hallo.."


📞"Ya hallo.. gimana?" ucap made


📞"Hm..baiklah aku setuju kak, tapi aku ada satu permintaan".


📞"Apa itu? asal jangan merugikan aku lagi."


📞"Rysa mau nanti pas acara kak made itu sya bawa teman."


📞"Iya, akukan teman pasanganmu!"


📞"Bukan itu, maksud gua bawa teman gua, si Tiara."


📞"Yang benar saja, apa kata teman-temanku, apa aku seorang playboy, bawa gandengan dua sekaligus."


📞"Yang lagi berurusan denganku itu kamu kenapa melibatkan temanmu?"


📞"Bukan begitu kak, di sana Rysa nggak kenal siapa-siapa, nanti sya nggak ada teman ngobrol"


📞"Kamu hanya perlu temani aku disana, bukan mau jadi host, jawab yang perlu di jawab, bukan mau ngobrol panjang kali lebar."


*Ne beruang kutub di lakban bagus kali ya nggak ada ramah-ramahnya. (batin rysa)


📞"Masa' iya aku di sana hanya cengengesan nggak jelas, pasangannya sama beruang kutub lagi." nggak bisa bayangin" ucap rysa pelan,


tapi Made mendengar sayup apa yang di ucapkan Rysa!


📞"Apa kata kamu?"


📞"Nggak apa-apa kok, kakak salah dengar mungkin."


*Nih bocah perik, banyak kali maunya. (batin Made)


📞"jadi gakboleh nih!, bawa teman"


📞"Nggak.."


📞"Tolonglah, satu itu saja permintaan Rysa, biarin Tiara ikut ya? dia nunggu di mobil juga nggak apa-apa..."


📞"Boleh ya, boleh ya, boleh ya.."


📞"Lihat nanti saja, aku ada urusan."


Tit ....


Dimatikan sepihak oleh made.


"Dasar beruang kutub, belum selesai ngomong udah main matiin aja, benar-benar." (umpat Rysa kesal dalam hati) "terserah saja yang penting Tiara bisa ikut jadi aku ada teman, nggak bisa bayangin hanya berdua saja pastilah suasananya mencekam hih mengerikan" umpat Rysa


Udah lah konyol sekali pikiranku.


"Haa astaga aku lupa, harus buru-buru turun nih papa pasti nungguin di bawah" rysa pun berlalu menuruni anak tangga, mencari keberadaan papanya.


"Bang!. Mama Papa mana?"


"Di ruang kerjanya kali dek"


"Tapi Rysa lewat nggak ada bang, di ruang tamu sudah di cek? masak iya papa jam segini dah tidur!"


"Belum lah dek, dah sana coba tanya mama!"


"Kenapa abang suruh Rysa buru-buru keluar?"


"Abang lagi ngerjakan laporan keuangan kantor, lihat tuh numpuk, kalau adek di sini bukan selesai malah tambah mumet abang, dah sana cari mama di kamarnya, biar cepat selesai tugas laporan Abang nih."


"Kan rysa nggak ganggu abang?"


"Emang adek nggak ganggu abang, tapi suara adek lama-lama pecah gendang telingga abang nanya terus, nggak berenti-berenti."


"Gini kali punya abang, dah cuman satu nggak ngahlak pula" (sayu tapi terdengar oleh Fano)


"Apa-apa ulang dek?"


"Nggak ada siaran ulang bang."


"Dih, nanti abang mau keluar beli moca."


"Awas aja minta."


"Iya deh iya, Rysa ulang! yakin abang mau dengar?"


"Iya, apaan?"


"Jangan kaget, jangan shock.."


"Buruan apaan?" ucap Fano


"Sya bilang?, dasar abang jomblo ngenes" hhhhh...


Rysa pun berlari keluar dengan nahan ketawa, akibat berhasil ngerjain abang nya yang duluan di judge Rysa.


...--------🦋🦋🦋🦋🦋🦋-------...


Tulisan dan alur masih jauh dari kata sempurna.


Jangan lupa tetap dukung karya ku ya, dengan like, comen, vote/give dan rite.


Terimakasih Dukunganya Semoga Yang Baca Sehat Selalu 🤗