YOU ARE NOT MY DESTINY

YOU ARE NOT MY DESTINY
Flashback Made (2)



Setelah kepulangan nya dari kafe. Made sungguh sangatlah tidak enak hati memikirkan ucapan komang. Belum lagi Pian yang marah kepadanya. Biasanya seorang Made cuek mendengar asumsi serta gosip yang beredar, tapi kali ini dia benar-benar pusing dan kacau di buatnya.


Tak ingin dulu menghubung𝗀i Vella. Made pun hanya membiarkanya terlebih dahulu. 𝖸ang di pikirkannya, ia harus memperbaiki hubungan pertemanannya dengan Pian. Setelah itu dia akan minta tolong pian untuk memesankan tiket terbang ke kota daeng tersebut. Dan tidak mau mendengar gosip yang beredar Made pun akan membuktikan nya sendiri. Dengan begitu masalah ini cepat selesai secepatnya.


Made mencoba menghubungi Pian! tapi nomornya tidak aktiv. Merasa bersalah akan sikap nya yang keterlaluan, berkali-kali mencoba menghubungi tapi selalu gagal. Sepertinya Pian sengaja me non aktivkan hpnya. Made mencoba lagi menghubungi telpon rumah Pian!, tapi tetap saja tidak ada yang mengangkat. Hm..besok saja aku temui pian di kampus, mungkin orang-orang di rumah nya sudah tidur(batin Made).


Kini Made bangun lebih awal dari biasanya. Sudah siap berangkat tanpa sarapan terlebih dahulu! orang-orang di rumahnya pun heran melihat sikap anak lelakinya.


- Di kampus ...


Tanpa menunggu lama lagi Made sudah sampai di kampus. Biasanya jalan sangat macet total. Tapi, karna made berangkat pagi sekali jalanan pun masih sangat kurang kendaraan yang melintas. selain menghindari macet Made berangkat pagi karna ingin meminta maaf kepada Pian atas kejadian kemarin. Yang membuat hubungan pertemanan mereka berjarak.


Made pun berjalan menuju kampus satu. Mencari keberadaan temannya itu. Tapi ternyata Pian tidak ada di sana, mencari lagi di parkiran karna biasa pian suka kumpul di sana dengan teman-teman lainya, tidak ada juga! kemana anak itu. Made pun mencoba menghubungi Pian tapi nomornya masih tidak aktiv. Kesana kemari mencari keberadaan teman nya itu, tapi belum ketemu juga.


"Hmm kemana rimbanya anak itu" ucap Made kesal


Made pun bertanya dengan teman-teman yang lain nya, apakah mereka melihat Pian! tapi di antara mereka pun tidak ada yang melihatnya.


Oh iya lebih baik aku temui komang, mungkin dia punya solusinya. Made pun berjalan mengambil mobilnya di parkiran.


- Jalan menuju tempat tinggal komang ...


Tok... Tok... Tok...


Nampaklah ada seseorang yang keluar dari dalam rumah tersebut, yang mungkin saja itu orang tuanya komang(batin Made).


"Maaf cari siapa ya?" ucap orang tua tersebut


Ohh..maaf pak mengganggu waktunya. "Saya Made temanya komang, apakah komang nya ada?" ucap made bertanya ke pada lelaki tersebut


"Komang baru saja keluar, dengan teman-temannya.." ucap orang tua tersebut. yang mungkin saja orang tuanya.


"Baiklah pak. Terima kasih ya pak..! kalau begitu saya permisi dulu." ucap Made langsung melangkah pergi.


Sesampainya di dalam mobil. Made berpikir pada kemana semua orang!! kenapa kompak sekali. Semua pada hilang di saat genting seperti ini. Hah..kesal Made pun menggaruk kepalanya yang tak gatal.


Saat mengecek hp ya, Made melihat ada beberapa pangilan tak terjawab dan beberapa pesan masuk dari Vella kekasihnya. Made Mencoba mengirim pesan ke komang terlebih dahulu..!.


- Pesan untuk Komang ...


πŸ“© "Bro posisi nya di mana sekarang? gw ada di rumah mu nih?" tapi orang rumah mu bilang lu lagi keluar. (mengerim pesan ke komang)


- Pesan dari Vella ...


πŸ“© "Bebβ™‘οΈŽ kemana? kenapa beberapa hari ini nggak hubungi Vella? Beb udah nggak sayang aku lagi.."


πŸ“© "Beb β™‘οΈŽβ™‘οΈŽβ™‘οΈŽ"


πŸ“© "Jangan lupa makan" beb rindu kamuβ™‘οΈŽβ™‘οΈŽ


πŸ“© Telpon dari Vella kok nggak di angkat beb, chatnya dari Vella pun nggak di balas. Sesibuk itu ya beb?😟


Masih banyak lagi pesan dari vella, tapi Made belum niat untuk membalasnya...


Drrt drtt ..


πŸ“© "Gw lagi di fresh cafe bro tempat kemarin. Kesini lah bro!! si Pian, lagi ada di sini juga".


Made sedikit kaget membaca pesan dari komang, rupanya si Pian di sana pantas saja di kampus tidak ada. Made pun langsung menjalan kan mobilnya menuju fresh cafe.


- Di Fresh cafe..


Sesampainya di kafe, sebelum turun Made membalas pesan dari Vella.


πŸ“© "Aku lagi sibuk ngerjain sesuatu sayang, nanti aku hubungi lagi"


πŸ“© "Baik baik-baik di sana β™‘οΈŽ"


Setelah membalas pesan dari Vella, Made pun memarkir kan mobilnya.


Setelah turun dari mobilnya, Made pun langsung memasuki fresh cafe. Sesampainya di dalam nampak lah komang yang sedang melambaikan tanganya, memberi kode bahwa dirinya berada di sana. Nampak juga si Pian dan teman-teman lainya.


"Hay bro..! gimana sehat?" ucap Komang dan Pian.


Walaupun mereka berdua lagi bersiteru. Pian tetaplah teman yang tidak bisa lama mendiamkan Made, teman dekatnya itu, apa lagi Pian tau seorang Made terkenal dengan cuek dan masa bodo terhadap sesuatu, tapi kali ini dirinya tau made adalah orang yang sangat solid dan tulus dalam berteman. Hal-hal kecil sudah biasa terjadi tentu saja masalah seperti kemarin tak akan membuat pertemanan mereka hancur begitu saja.


"Sehat..!" kemarin pulang dari kafe gw nggak bisa tidur memikirkan masalah ini. sudah gw coba menghunggi beberapa kali nomor lu Pian!. Tapi, sepertinya lu sengaja matiin hpnya. Gw coba hubunggi telpon rumah lu, tapi sama saja.


Tadi pagi pun gitu, sengaja gw berangkatnya pagi banget, nyampe kampus! kesana kemari gw cari keberadaan lu!, tapi sama aja rimba lu nggak keliatan. "Oh iya bro..!, gw mau minta maaf pasal kejadian kemarin. Gw harap kalian mau maafin ke anehan gw waktu itu." ucap Made dengan tulus.


Nggak nyangka seorang Made bela-belain yariin gw hanya untuk meminta maaf. mereka pun kompak tertawa.


Gw nggak marah bro..! gw sudah tahu lu, paham dan mengenal lu sudah sangat lama. santai seperti kata lu bro.! lagian gw juga tahu kemarin lu lagi kacau belum bisa menerima apa yang di ucapkan komang ucap Pian sambil tertawa.


"Komang lu kapan balik makasar..?" ucap Made sambil berpikir untuk merencanakan sesuatu


Belum tau bro, ini pun teman-teman disana pada nanyain, lagi banyak tugas dan kegiatan, pusing gw bro..! tapi kalau waktu dekat ini sepertinya gw belum bisa. Bokap gw masih sering tiba-tiba sakitnya kambuh", ucap komang menjelaskan dirinya belum bisa balik dalam waktu dekat.


"Terus gimana rencan kamu ke vella?," saran dari gw sih..!, sepertinya lu harus kesana melihat langsung apa yang sebenarnya terjadi bro. agar tak berlarut-larut dan banyak duga-dugaan yang menurut gw itu juga sangat menguras. gw tau! lu pasti sudah merasa nggak yaman sekarang, mendengar ucapan-ucapan orang-orang di luaran sana tentang Vella. Ucap Pian memberikan dukungan nya ke Made.


Ya sudah lu berangkat kesana aja, bawa pian juga, jadi kan lu ada teman disana bro!. Nanti gw kasi kunci tempat tinggal gw di sana, kalian bisa gunakan tempat itu selama berada di sana. ucap Komang serius memberikan saran ke Made.


"Gimana..? kalau gw kapan pun selalu siap membantu made." Ucap Pian lagi


Ya sudah.. "Pian tolong lu boking dua tiket untuk pemberangkatan kita nanti malam.." ucap Made serius menyuruh pian tanpa banyak argumen lagi.


"Serius..?" ucap Komang dan Pian yang masih nggak yangka Made langsung serius menanggapinya.


Tapi mereka tau Made adalah orang yang serius dalam menghadapi masalah yang menggangunya. Apa lagi masalah kali ini benar-benar sanggat menguras tenaga dan pikirannya, sampai-sampai dia harus bersiteru dengan teman-teman dekatnya.


Pian pun langsung memesan tiket tujuan makasar, untuk keberangkatan hari itu juga.


"Ini kartu nama tempat yang ada di sana bro!, nanti sampai sana ada yang jemput kalian. namanya pak Ikbal. Nanti pak Ikbal yang akan kasih kalian kunci rumah dan mobil. Dan ia juga yang akan banyak bantu kalian di sana. Ada apa-apa tinggal minta tolong sama pak ikbal." ucap Komang banyak menjelaskan selama di sana dan juga tempat-tempat yang Ia liat yang sering di tuju oleh Vella kekasih Made.


------------------πŸ¦‹πŸ¦‹πŸ¦‹πŸ¦‹πŸ¦‹πŸ¦‹-------------------


𝖳𝖾𝗋𝗂𝗆𝖺 π—„π–Ίπ—Œπ—‚π— π–£π—Žπ—„π—Žπ—‡π—€π–Ίπ—‡π—‡π—’π–Ί πŸ˜ŠπŸ™


πŸ–€ Keraguan itu yang pada akhirnya menahan langkah untuk melipat jarak menujumu, tengelam dalam asumsi sendiri. 𝖲ehingga kamu berlabuh di dermaga rasa yang bukan aku..semuanya begitu klise.