
Ketempat Vella..
Waktu yang di tunggu-tunggu oleh Made pun akhirnya tiba, dirinya pun telah bersiap untuk menemui Vella kekasihnya. Pak Ikbal yang telah bersiap mau mengantarkan Made dan Pian pun sudah menunggu mereka di depan.
Senang, bahagia dan ada rasa yang tidak bisa di jelaskan.., ku harap Vella nggak marah. Karna sengaja tak membalas pesanya hari ini.. batin Made kesal dan marahnya akan terganti dengan pertemuan kami.
Merekapun di antar pak Ikbal ketempat tinggal Vella kekasihnya..
Lama mereka berada di dalam mobil akhirnya tempat yang dituju pun sampai, tak lupa Made membawakan kesukaan kekasihnya itu boneka doraemon yang berukuran besar..
Sesampainya di tempat tinggal Vella!, Madepun mengetuk pintu rumahnya beberapa kali, tapi nampaknya tak ada orang. Made pun mengulang mengetuk dan memangil hingga beberapa kali. Hasilnya pun masih sama, nampak tidak ada orang sama sekali.
Ada raut kekecewaan di wajah Made, ini hari libur, jam pun menunjuk kan waktu masih sore. Apakah Vella lagi keluar, kenapa dia tidak mengabariku! apa masih marah. Aku coba menghubunginya dulu apakah dirinya keluar atau kemana.
Begitu banyak pertanyaan di kepala Made!, dirinya pun memutuskan untuk menghubungi Vella, ingin mengetahui di mana kah kekasihnya sekarang berada.
- Menelpon..
📞 "Hallo bee?"
📞 "Iya beb hallo."
📞 "Lagi apa bee?" maaf ya bee, kemarin nggak kena angkat telpon nya, "sibuk kemarin." mangkanya sebagai gantinya aku telpon nya sekarang.
*ucap Made basa basi ingin tau keberadaan Vella*
📞 "Biasa Beb lagi di kamar nih nonton". Iya beb.. nggak papa, yang penting sudah ngasih tahu sekarang.
📞 "Nggak kemana-mana memangnya bee?"
*"sakit dan hancurnya hati Made seketika. Ternyata Vella kekasihnya, orang yang di cintai, di sayangi, di percayai di bela mati-matian di depan orang dan teman-teman nya ternyata tega membohonginya."*
*timbulah banyak pertanyaan di benak Made! apa benar yang selama ini dia dengar?. Apa benar yang teman nya ucapkan?. Ingin sekali dirinya marah hari ini juga dan ingin sekali dirinya langsung bertanya?, kenapa Vella tega membohonginya. Tapi iya tahan lagi kali ini. Dirinya ingin tahu lebih, ingin tahu apa yang sebenarya terjadi?.. kenapa Vella tega, apa yang kekasihnya sembunyikan sebenarnya.*
📞 "Nggak beb mager, jadi kaum rebahan aja nih". beb..!, beb.. dengerkan, "hallo beb.."
*Vella pun beberapa kali memanggil-manggil Made, yang terdiam di sana. Entah sedang apa batin Vella, tapi Vella hanya menganggap biasa saja, dirinya belum tahu, kalau Made sedang berada di tempatnya tinggal.*
📞 Iya bee, aku denger kok.. "aku lagi sama Pian nih!" entah dia juga lagi ngomong apaan nggak jelas banget.
*batin Made, mengalihkan semua pertanyaan yang berkecamuk di kepalanya*
📞 "Beb.. aku matiin dulu ya?," mau mandi terus nanti mau ngerjain tugas. "Nanti, kalau sudah selesai aku kabari ya beb..!"
📞 "Iya bee, hati-hati ya."
📞 Da..da. beb..♡︎
Vella pun memutuskan sambungan telpon nya. Dirinya tak tahu jika Made berada di tempat tingalnya.
Made pun bertanya kembali dengan orang yang berada di lingkungan kekasihnya tinggal..
"Maaf mau tanya!," ucap Made ke pada orang seorang gadis yang ada di situ
"Iya, siapa ya?" ucap gadis tersebut
"Ohh teman nya Vella!." Iya benar kok.. si vella tinggalnya di sini. "Itu tuh tempat tinggalnya" Cuman si vella nya lagi keluar tuh sama pacarnya. Ucap gadis tersebut.
"Aku titip ini buat Vella..(sambil menunjukan boneka doraemon yang berukuran besar) tolong di berikan."
Tak banyak kata lagi Made pun langsung berbalik memanggil Pian dan langsung memasuki mobil yang memang menunggunya sejak tadi.
"Eh kak..kak.., tunggu!, namanya siapa?"
Tapi mobil yang di masuki mereka berdua pun langsung melaju.. gadis itu pun hanya bisa melihat perginya mobil tersebut dengan melaju.
- Hancur..
Pian yang melihat raut wajah Made, sedikit tidak enak hati. "Pasti ada sesuatu yang terjadi" wajah nya yang terlihat merah tapi sayu, seperti memendam kekecewaan dan kemarahan. Apa yang sebenarnya terlewatkan oleh ku. "Bukan nya tadi tidak ada Vella?" terus Made kenapa..!, tadi nampak dirinya lagi bercerita dengan seorang gadis. "Haaa.., jangan-jangan Made mendengar info dari gadis tersebut". (Batin Pian)
Pian pun ikut penasaran. Kenapa dan ada apa sebenarnya dengan teman nya itu!, tapi sepertinya ini bukan waktu yang tepat untuk bertanya, kecuali Made sendiri yang cerita. Dia tak mau menganggu Made dulu. Dia tau jika bertanya sekarang pasti Made akan emosi..
Mobil yang di naiki mereka berdua pun akhirnya sampai di tempat komang, Made pun hanya terduduk lama di dalam bobil tanpa keluar.
"Nak Made tidak apa-apa kan?" ucap pak Ikbal melihat Made seperti lagi mempunyai beban.
"Aku nggak papa ko pak, santai saja" ucap Made menjawab pertanyaan pak Ikbal
Made pun bergegas turun..
Sesampainya di dalam, tanpa di minta dan tanpa Pian bertanya..!, Made sendiri yang bercerita kepada teman nya itu, nampak Made sudah sangat merasa tertekan tentang masalahnya..
"Gw nggak nyangka, Vella tega bohongi gw!." ucap Made ke Pian yang duduk di depan nya sambil memegang hp.
"Bohong gimana bro?, bukan nya tadi lu nggak ketemu Vella ya. Terus..bohong nya di mana?" ucap Pian belum paham yang di maksud Made
"Tuhan selalu punya cara buat menunjukan sesuatu..,"
Tadi gw coba telpon Vella karna dia nggak ada di sana!, cuma mastiin saja ada di mana, dan jawabnya benar-benar buat buat gw entah harus bersikap bagaimana, ancur jelas ancur hati gw. Dia lagi di kamarnya nonton. Jelas-jelas gw ketuk tu pintunya, "dan lu kan tau!, pintu itu ke kunci dari luar, jadi mana ada orang."
Gw tepis lagi, mungkin pikiran gw yang lagi kacau dan jangan-jangan gw yang salah alamat tempat tinggalnya. Jadi gw inisiatif buat nanya dulu. Pas gw liat ada cewek keluar di dekat situ, jadi gw tanya.."benar nggak tempat Vella di situ!, cewek itu jawab benar menunjukan pintu yang kita ketuk tadi. Dan yang bikin gw lebih sakit dan hancur..! cewek itu bilang? Vella lagi keluar dengan pacarnya. ucap Made menjelaskan ke Pian dengan pikiran nya yang kacau
"Lu yang sabar bro!, ini kan kita belum tau jelas. hanya katan nya.. bisa jadikan itu teman-teman nya, jadi gw harap.. apapun yang terjadi nanti lu harus siap bro." ucap Pian menyemangati teman nya walaupun Pian yakin Vella telah bermain di belakang tanpa sepengetahuan Made.
-Akhir dari segalanya..
Dari sore terakhir menelpon kekasihnya sampai sekarang tak ada Vella mengabarinya sama sekali, bertambah kacau pikiran Made di buatnya.
Made berniat, jika tidak ada Vella mengabarinya malam ini juga, besok dirinya akan memutuskan, datang ke tempat tinggalnya lagi. Made akan menyelesaikan semua masalahnya yang di pikirnya tak sekacau ini. Tak ingin menunda lagi.. Apa benar yang dia dengar, kenapa dirinya berbohong..
"Bro.. lu jadi ikut? ke Cafe london, atau biar gw pergi sendiri." ucap Pian tiba-tiba dan langsung bertanya ke Made.
*dia tau Made lagi kacau, karna sudah janji dengan teman-teman nya pian tak ingin membatalkanya*
"Gw ikut pergi, bentar gw ambil jaket dulu" ucap Made ke Pian
Jam menunjukan 19:00 WITA. Setelah bersiap, mereka berdua pun turun memasuki mobil yang telah di siapkan oleh pak Ikbal.
☘︎☘︎☘︎☘︎☘︎☘︎☘︎☘︎☘︎☘︎☘︎☘︎
ᴥ︎︎︎ TERIMA KASIH DUKUNGANNYA SEHAT SELALU ᴥ︎︎︎
Semoga lekas membaik 🖤