
Lama menunggu...
"Kok abang lama banget sih," nggak tau apa aku dah nunggu satu jaman di sini. Ucap rysa kesal tapi masih tetap menunggu Fano.
Lama tak kunjung datang juga, Rysa pun bolak balik mengecek hpnya tapi tak ada telpon atau pun pesan dari Fano, Rysa pun memutuskan untuk menghubungi abangnya.
- Berkali-kali Rysa mencoba menghubungi Abangnya tapi tidak ada respon juga, Rysa pun mencoba lagi menghubungi kantornya, dan akhirnya di angkat oleh asisten abangnya. Rysa bertanya tentang abangnya tapi ternyata abangnya lagi Rapat dan belum selesai, nanti akan di sampaikan saat selesai rapat ucap asistennya.
Bang Fano kebiasan banget hih.. ngapain janji kalau nggak bisa jemput, udah nggak sms atau nelpon sama sekali buat ngabarin. ini kan jadinya aku kek anak terlantar disini, jadi nunggu-nunggu nggak jelas. gerutu rysa sangat kesal.
Karna terlalu sibuk, Fano yang sudah janji menjemput adiknya pun sampai lupa mengabari kalau dirinya ada rapat dadakan yang di selenggarakan oleh kantornya.
Karna terlalu lama menunggu dan Rysa pun sudah merasa haus, akhirnya Rysa memutuskan untuk berjalan kaki menuju toko yang ada di dekat halte tersebut. Sebelum berjalan dirinya mengambil headset yang ada di dalam tasnya, menyambungkan ke hp dan langsung memasangkan ke telinganya.
Saat lagi berjalan santai menuju toko. sambil memakai headset, ada yang berkali-kali memanggil namanya. Karna tak mendengar dirinya pun terus berjalan.
"Mike yang heran kenapa Rysa tak berhenti saat dirinya memanggil". Mike mencoba memanggil lagi, tapi tak kunjung berhenti dan melihatnya juga, akhirnya Mike memasuki mobil dan langsung menjalankannya, berhenti tepat di depan Rysa.
Karna Rysa berjalan di jalan yang benar dirinya tak berpikir akan ada mobil atau motor yang akan menabraknya, tapi karna Mike tiba-tiba berhenti Rysa pun terkejut.
"Hm..untung saja, (batin Rysa)." Dirinya mau marah tapi melihat orang yang ada di dalam sepertinya dirinya kenal, haa.. mobil Kak Mike akhirnya dia membatalkan amukan nya, tapi tetap Rysa mencerewetinya. "Kak Mike sengaja ya mau celakain Rysa..?"ucap rysa dengan rasa sedikit kesal dan terkejutnya
Mike pun langsung keluar dari dalam mobilnya dan berjalan mendekati Rysa.
Saat berhadapan dengan Rysa, Mike melihat ada headset yang tergantung di leher Rysa.. "hmm.. siapa yang mau celakain kamu Sya?" ucap mike dengan wajah membagongkan
"Kak Mike pake nanya segala udah jelas-jelas barusan Kak Mike mau nabrak Rysa". Ucap rysa sambil mengeryitkan dahinya.
"Nggaklah, nggak mungkinlah aku mau nabrak kamu Sya." Bisa-bisa aku duluan di kick sama Fano", tadi tuh, pas aku lagi berdiri di dekat halte, lagi terima telpon, aku liat kamu kok tumben jalan kaki. Mana masih pakai seragam sekolah lagi. Jadi aku manggil-manggil kamu berkali-kali, tapi kamu acuh aja tuh, jangan kan mau berbalik, nyapa balik aja nggak. Ucap mike menjelaskan ke rysa yang mengira dirinya sombong karna sudah dua kali kejadian seperti itu
"Ohh jadi Kak Mike tadi manggil-manggil Rysa ya?" beneran Sya nggak tahu, tadi tuh Sya jalan sambil pakai headset jadi nggak denger Kak Mike manggil, "maaf ya ka Mike?" ucap rysa merasa tak enak hati juga, sudah di sapa duluan, ngegas terus tadi nyolot lagi untung aja aku nggak marah-marah batin rysa lagi
"Emang Sya mau kemana dek?, kok tumben-tumbenan aku liat Sya jalan kaki lewat sini". Ucap mike dengan penasaran
"Bentar, memangnya Rysa dari mana? terus Habis ngapain? jauh banget loh ini, cuma beli minum doang, terus kaya habis maraton aja." ucap mike dengan cecar pertanyaan nya yang membuat rysa tambah mumet
"Tau nggak Kak Mike..!. Kak Mike dah seperti itu loh.. satpam killer yang jaga di gerbang sekolah Rysa." Ha..haa..hahaa...(Rysa canda ya kak Mike jangan marah), Lagian Kak Mike sih nanya nggak kira-kira dah kek sensus penduduk nih.. hehe(sambil mengangkat tangannya tanda peace). Yuk.. mending Kakak anterin Rysa beli minum dulu deh, Sya haus nih.. ucap rysa setelah bergurau dengan kak mike lagian salah sendiri berentiin rysa disini jadi resiko traktir minum kalau perlu makan nya sekalian batin rysa.
- Sekilas tentang Mike..
Rysa memang sudah terbiasa dengan Mike. Tapi, hanya sebatas seperti Kakak dan Adik. karna Mike adalah teman Abangnya Rysa Fano. Sebelum mereka punya kesibukan masing-masing dulu Mike sering datang ke rumah Rysa begitupun sebaliknya. Mereka sering kumpul bersama dengan teman-teman lain nya.
Baru sekarang-sekarang saja Kak Mike tidak pernah lagi datang ke rumah Rysa. Abang pun begitu, dan jarang terlihat mereka bertemu lagi. Bahkan tak terlihat lagi mereka kumpul bersama, mungkin karna kesibukan mereka masing-masing. Bang Fano pun terlalu sibuk sendiri dengan kerjaannya, hingga kadang jarang sekali terlihat dirinya hanya sekedar bersantai di hari weekend.
"Yaa sudah yuk sya Kak Mike anterin."
Mereka pun pergi ke toko, setelah sampai dan selesai membeli minum, Kak Mike pun menawarkan diri untuk mengantarkan Rysa pulang, tapi Rysa menolaknya.
Karna Mike khawatir meninggalkan Rysa di halte sendiri, bagai manapun Rysa adalah adik dari teman dekatnya, takut terjadi hal-hal yang tidak di ingin kan, Mike tetap meminta Rysa ikut dengannya.
"Sya ikut bareng Kak Mike aja ya?" ucap mike kepada rysa karna tak tega meninggalkan seorang gadis di halte sendiri apa lagi orang yang di kenalnya.
"Nggak papa Kak duluan aja. nanti biar Sya di jemput orang rumah. ucap Rysa tak enak banyak merepotkan
"Nggak baik lo Sya, anak gadis sendirian di sini" biar Kak Mike anterin Rysa pulang sampai rumah. Dan juga pasti orang rumah sudah nungguin Rysa". Ucap mike tetap inggin mengantarkan rysa pulang tak ingin terjadi apa-apa dengan adik temannya itu.
- Tak sengaja..
Saat Mike bersama Rysa, meminta Rysa ikut dengannya. Made yang baru selesai main basketball. Pulang melewati halte tersebut, tanpa sengaja melihat Rysa dengan Kak Mike.
Made berhenti sejenak membuka kaca mobil dan melihat mereka berdua. "Akrab sekali mereka, apa itu kekasihnya?." Hm.., anak itu pulang sekolah bukannya pulang kerumah, jam segini masih keluyuran. "Apa dia sudah terbiasa seperti itu, apa orang tuanya tidak mencarinya (batin made)". Haa.. apa hubungannya dengan ku, apa peduliku, astaga.. ada apa denganku, (ucap made dalam hati).
Saat Made hendak menutup kaca mobil, Rysa melihat orang di sebrang sana seperti tak asing baginya, sepertinya pernah liat..(ucap rysa dalam hati) tapi Rysa kembali tak memperdulikannya..
...............................🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋
🦋 Berterimakasihlah untuk kesempatan. Karna pernah mengenal seseorang, itu adalah salah satu anugerah terbesar di hidup kita. Nasihat-nasihat lama itu benar, ***** memang tidak perlu ditemukan, *****lah yang akan menemukan kita. 𝙐𝙘𝙖𝙥𝙠𝙖𝙣 𝙏𝙚𝙧𝙞𝙢𝙖𝙠𝙖𝙨𝙞. Dan kita tidak usah menangis karena sesuatu itu telah berahir, tapi kita harus tersenyum karna pernah ********* begitu dalam.
TERIMA KASIH SEHAT SELALU 🖤