
Sepulang teman-teman nya. Rysa pun membaringkan tubuhnya di kasur kesukaanya.
Kalau sebuah tempat di ibaratkan seseorang! mungkin, kamar ini adalah orang nya yang sering memeluknya tanpa tapi.
Menghilangkan penat dan kelelahan yang terjadi beberapa hari terakhir yang di anggap cukup menguras tenaga dan pikiran Rysa. Sebab kadang rasa lelah tak jarang seolah datang tanpa permisi mengetuk saat manusia sedang berjuang, merasa sangat lelah dengan apa yang terjadi dan itu butuh untuk istirahat sejenak.
Akhirnya Rysa tidak jadi mengerjakan tugas sekolahnya. Saat berbaring tanpa terasa Rysa pun tertidur karna merasa kelelahan. Tapi lagi-lagi terganggu oleh suara dering hp yang berbunyi, sontak itu membuat Rysa pun kaget dan langsung terbangun. mencari keberadaan hp yang tidak berhenti berdering. Langsung mengambil dan melihat siapa yang menghubungi dirinya di waktu yang tidak tepat.
Tertera di ponselnya yang menghubungi adalah Abang Fano! astaga bang fano, nggak bisa apa membiarkan aku istirahat sejenak saja. Ucap Rysa dongkol
- Mengangkat Telpon dengan sedikit kesal ...
π "Asalamuallaikum, hallo dek..!"
π "Waalaikumsalam, iya bang ada apa..?"
π "Lagi ngapain dek?, teman-temannya apa sudah pada pulang?"
π "Abang nelpon cuma buat nanyain itu aja..?"
π "Ngecek adek keluar apa nggak!, mama pesen ke abang mangkanya abang nelpon."
π Sya di rumah lagi tidur keganggu sama telponan abang, dan teman-teman Sya dah pada pulang semua, "udah jelas bang..! atau ada lagi yang mau di tanyain? kalo nggak ada Sya matiin telponnya.."
π "Jangan ketus-ketus gitu dek, nanti cepat tua, adek mau..? hm..apakah paketan abang sudah sampai?"
π "Biarin, iya sudah di simpan bibik di atas. Sudah dulu ya bang Sya ngantuk berat. Bye abang.
Rysa pun buru-buru langsung mematikan sambungan telponnya. Abang selalu menelpon di saat yang tidak tepat, mengganggu tidur Sya saja.
-Di Tempat Made ...
"Bro gimana pleaning minggu depan? udah kamu pikirkan? sepertinya lu santai saja, seperti dah nemu patner nih, apa sudah punya pasangan?" ucap Pian.
"Apa yang mau di pikirkan, ada dan nggak ada sama saja bro, so santai saja.." ucap Made.
"Gimana perasaan lu ke vella? sepertinya dia bakal datang ke reoni itu bareng si Erik.." ucap Pian memberi tau ke Made tentang mantan nya itu.
- Flashback
Vella Adalah mantan kekasih Made dulunya. mereka berdua adalah sepasang kekasih di sekolah yang sama. banyak yang mengagumi mereka berdua sebagai pasangan yang serasi.
Setelah acara kelulusan sekolah, vella melanjutkan kuliahnya di makasar. Dapat dua tahun berada di kota Daeng tersebut. Made mendengar isu tentang Vella sudah mempunyai kekasih lain. Tapi Made tidak berniat untuk bertanya atau pun mendengar isu yang beredar. Karna sebelum berangkat mereka berdua sudah berkomitmen. Untuk menjaga, mengabari dan tidak mendengar cerita orang lain di luaran sana!. Made pun percaya sepenuhnya dengan kekasih nya itu melebihi apapun.
Suatu hari ada si komang baru datang dari kota daeng tersebut. Rumahnya pun tidak begitu jauh hanya beda Blok saja.
- Pertemuan mendadak ...
"Oh iya ada Kafe yang baru di buka..!" ucap Pian menawarkan untuk kumpul di kafe tersebut bersama teman-temannya.
"Ya sudah kita kesana saja..", ucap mereka kompak.
Akhirnya mereka memutuskan untuk kumpul dan angkringan di Fresh Cafe yang baru di buka tersebut.
Sesampainya di fresh cafe, ternyata si komang sudah lebih dulu berada di sana.
"Hay bro kapan datang?" tanya Pian ke komang yang baru di lihatnya.
"Baru saja kemarin, sinilah kumpul bareng." ucap Komang pada Pian, Made dan teman-temannya.
"Ngomong-ngomong lu kenapa balik, memangnya sudah selesai skripsi lu bro?" ucap Pian ke komang.
Memangnya gw nggak boleh balik ke kampung halaman sendiri bro, di barengi senda gurau dan gelak tawa mereka semua. "Hm..sebenarnya yang pertama gw pulang karna memang lagi ada sesuatu bro yang nggak bisa gw jelasin, biasalah privasi. Dan yang kedua, karna memang yokap lagi sakit.." Ucap si Komang menjelaskan kedatanganya.
"Semoga yokap lu cepat sembuh ya bro..!" ucap Pian memberikan dukungan keteman nya yang baru ketemu lagi.
"Aamiin.., makasih bro..!" ucap Komang
"Made bagaimana kabar lu bro?, makin ganteng saja nih..!, gimana dah punya pasangan?" ucap Komang lagi, ke Made yang hanya diam memainkan ponselnya.
Si Made kan masih sama Vella bro..! "memangnya mau lu suruh sama siapa lagi bro?" ucap Pian nimrung.
Sebentar, kamu tau si Vella bro?" tanya Pian lagi ke komang, bukan Made yang bertanya tapi malah pian karna terlalu kepo dengan isu yang terdengar Made pun masih santai.
"Oh si vella.., kalau si Vella gw kenal bro!, sering gw ketemu." ucap Komang.
"Serius bro..!"
Serius, ngapain bohong. Tunggu..! gw mau bertanya ke Made dulu, "Made lu masih sama Vella?" tanya komang kepada Made karna mengira mereka berdua sudah putus.
Masih bro..! "why??"
Gini-gini, Made, lu teman gw bro! gw nggak mau di kira menghasut atau apalah, sebagai teman, gw hanya akan memberi tahukan apa yang gw lihat. Untuk kebenaran atau nggaknya hanya vella yang tau! "so kamu harus bertanya ke Vella langsung." Maaf ne gw sering melihat vella jalan bareng sama teman lelakinya, dan itu bukan hanya sekali dua kali gw ngelihatnya. Ucap komang kepada Made karna merasa aneh dengan hubungan mereka berdua.
Bak seperti di sambar petir Made pun spontan bangun menarik kerah baju Komang.
"Apa maksud lu hah..! lu mau hancurin hubungan gw sama Vella." ucap Made emosi.
Sontak semua teman-teman mereka yang kumpul di sana kaget melihat respon Made yang tiba-tiba emosi.., yang mereka tau selama ini Made tidak pernah langsung emosi, marah dan langsung main tanggan menanggapi masalah. Tapi yang terjadi hari ini benar-benar di luar dugaan teman-temannya. Mereka semua mencoba menghentikan.., tapi karna genggaman tangan Made yang terlalu kuat mereka jadi kesusahan untuk melerainya.
Saat mau melayangkan tanganya ke wajah komang, Pian sepontan lebih dulu menghadang, menarik lengan dan langsung menampar Made (menyadarkan Made). Yang di lakukan pian juga karna kaget melihat tanggapan Made yang langsung emosi.
Pukul.., pukul gw bro! kalau itu memang bisa membuat kondisi lu baik dan perasaan lu lega. Apa yang gw ucapkan hanya memberitahukan apa yang gw lihat, karna lu teman gw juga. Kalau lu nggak bisa nerima apa yang gw bilang itu hak lo. Tapi yang gw bilang memang itu paktanya. ucap Komang yang juga kaget melihat respon Made.
Teman-teman yang lain hanya diam mendengar apa yang di ucapkan Made, Komang dan Pian.
"Apa yang lu lakuin bro?, ada apa dengan lu..?" selama ini lu hanya diam mendengar gosip orang di luaran sana.., bahkan lu acuh tak acuh dengan gosip mereka. Tapi kali ini apa.., di luar dugaan. Komang teman kita, kita yang lebih dulu bertanya kepadanya, dan awalnya bukan kah dia juga tidak tau menau, kalau lu masih dengan Vella. ucap Pian kecewa melihat sikap Made kali ini, bukan seperti Made yang biasa dia kenal sebelum-sebelumnya. ucap Pian kecewa dan langsung pergi melangkah meninggalkan fresh cafe.
Made pun hanya terdiam.., mencerna kalimat yang di ucapkan Pian, kenapa bisa dirinya langsung seemosi tadi. Made pun langsung mengaruk kepalanya yang tak gatal.
Made melangkah mendekati Komang..
"Bro maafin gw..! sudah bersikap kasar ke elu, keras dan kurang ngajar, benar-benar gw hanya kaget dan shock mendengar ucapan lu!. Lu bisa mukul gw sekarang gw gk akan balas lu atau lu mau minta gw ganti rugi akan gw ikuti kali ini." Ucap Made yang merasa bersalah kepada komang, karna sikap nya yang tiba-tiba labil karna emosi bercampur cemburu
Nggak apa-apa bro, gw gk akan marah, walaupun sempat kaget melihat sikap lu. Tapi gw ngerti perasaan lu lebih sakit.., "lebih baik lu pulang kerumah, lu hanya butuh istirahat.." ucap komang yang mengerti kondisi Made saat ini.
Baiklah makasi bro..! lu teman yang baik. Made pun berjalan melangkah mengambil jaket langsung keluar meninggalkan fresh cafe.
------------------π¦π¦π¦π¦π¦π¦-------------------
π³πΎππππΊ ππΊππ π½ππππππΊππππΊ ππΎππΊπ ππΎπ πΊπ π π
π¦ Ldr itu bukan untuk orang-orang yang lemah, selalu curigaan, cemburuan, rapuh, dan tidak tahu bagaimana caranya untuk mengontrol rasa rindunya. (I'm mines) α΄₯οΈοΈοΈ
π¦ Yang ngejalani Ldr pola pikiranya harus positif, hatinya harus kuat, kepercayaanya harus sepenuhnya, (semangatπ£) α΄₯οΈοΈοΈ