
Yang tidak ingin kita ketahui!, tapi Tuhan sekali lagi menunjuk kan jalan nya. π¬ungkin sakit, luka dan hancur. Tapi, diam seperti orang bodoh dan di permainkan itu lebih menghinakan diri. Tidak apa, yang aku lihat dan yang terjadi hari ini. Akan aku anπgap mimpi buruk mungkin seumur hidup ku.
Mobil yang mereka tumpangi pun sampai di depan Cafe london.
Made dan Pian tidak tahu, kalau si Vella dan Padil pun berada di dalam.
"Jangan lupa bro?, lu cari tuh yang namanya bayu." ucap Made ke pian untuk mencari orang yang bernama bayu
"Bentar aja bro! sudah sampai sini nanggung, kuy.. masuk dulu, penasaran gw, sama cafe london recomenan nya si Komang." ucap Pian sudah tidak sabar ingin melihat suasana yang ada di dalam.
Made dan Pian turun dari mobil tersebut dan langsung memasuki cafe yang di depan nya di jaga oleh scurity. Made berjalan fokus tanpa melihat kanan kiri, sesekali dirinya mengecek hp yang ada di sakunya.
Mereka berdua memesan bangku diatas karna bisa untuk bersantai, Made pun berjalan ke atas lebih dulu.. banyak pasangan muda mudi yang datang untuk sekedar dinner/ngedate dan biasa untuk sekedar cerita bareng.
Pian memesan minuman, makanan dan cemilan untuk mereka berdua, karna pak Ikbal tak mau ikut masuk lebih memilih di luar. Mungkin tidak terbiasa..
Setelah memesan, Pian langsung bertanya pada petugas cafe, "di bagian mana toiletnya?, petugas pun menunjuk kan arah jalan menuju toilet.., setelah selesai dari kamar mandi, Pian tak sengaja melihat orang yang mirip dengan Vella kekasih Made.
"Ehh itu Vella bukan sih.."(ucap pian dalam hati), saat mau melihat dari dekat gadis yang mirip Vella tersebut keburu pergi. Karna di tarik oleh seorang lelaki yang mungkin saja itu kekasihnya.
"Ahh.. nggak mungkin.., mungkin saja aku yang salah lihat." (Ucap Pian lagi dalam hati tapi tetap menepisnya) Pian pun langsung buru-buru kembali ketempat made berada.
"Lama banget lo kek cewek, ngapain aja?" ucap Made mengomentari Pian yang pergi ke toilet terlalu lama.
"Biasalah bro, perut nggak bisa di bawa kompromi nih." ucap Pian mengalihkan jawaban nya, tidak ingin memberi tahu Made, apa yang dilihatnya. Setidaknya untuk malam ini ia tak ingin melihat teman nya kacau.
"Lu sudah ketemu apa belum sama orang yang bernama Bayu?" ucap Made kembali bertanya ke Pian.
"Nanti juga datang tu orang, si komang tadi sudah ngirim pesan ke gw, nanti dia bakal nyusul liat di daftarnya, nggak perlu cape-cape kita nyari lagi. Ucap pian menjelaskan
Tak lama datanglah dua orang pelayan mengantarkan pesanan mereka berdua..
"Ini pesanan nya, silahkan.. selamat menikmati." Ucap dua orang pelayan yang mengantarkan pesanan mereka berdua.
Semakin lama pengunjung pun semakin berdatangan, nampak keindahan dari cafe london ini, mampu menghipnotis para tamu/pengunjung. Alunan lagu yang di iringi music tersebut menambah suasana nyaman, tenang dan bisa meringankan sedikit kelelahan bagi mereka yang sedang mempunyai beban..
Made dan Pian pun menikmati hidangan yang di sajikan tersebut karna memang mereka berdua belum ada yang makan usai pulang dari rumah Vella.
Sejenak Made bisa menghilangkan kekacauan yang ada dalam pikiran nya dengan pergi ke kafe bersama Pian. Nyatanya itu hanya sebentar saja. Dirinya harus di hadapkan lagi dengan kenyatan yang sangat menyakitkan hatinya.
Saat hendak berjalan menuju depan cafe. Karna posisi Cafe London di pusat kota tempatnya keramaian.. Made dapat melihat langsung keindahan kota Daeng dari atas cafe tersebut. Lama dirinya menatap, merasakan suasana yang menurutnya lumayan menenangkan.
- Akhir dari segala tanya..
Saat akan balik ke tempat duduknya.. langkahnya tiba-tiba terhenti, melihat sosok yang tak asing di matanya! dan sosok yang dirinya rindukan selama ini...
Hm iya.. tanpa sengaja Made melihat Vella! awalnya dia tak mempercayai apa yang di lihatnya. nyatanya ia benar itu adalah kekasihnya Vella, yang ia lihat bersama pria lain, ingin dirinya marah hari ini juga, ingin dirinya melabrak Vella di depan pria lain dan "ingin dirinya bertanya kenapa tega Vella melakukan semua ini", "di mana komitmen yang kita buat bersama..hancur." Kali ini Made masih tetap memakai logikanya.. tak ingin membuat kekacauan yang lebih. Dirinya coba mendekat tanpa terlihat oleh mereka.
Made pun berinisiatif menghubungi Vella kekasihnya, akan dirinya maafkan mungkin dia lupa mengabarinya, akan dirinya maafkan kalau yang dirinya dengar begitu jelas itu tak benar selama ini.. dan akan dirinya maafkan, jikalau pun Vella bisa lebih jujur apa pun pilihan nya, sesulit apapun itu.., tanpa terasa Made pun meneteskan air mata.
*Menghubungi Vella, ingin memastikan nya kali ini..
π "Hallo..?"
π "Iya hallo beb"
π "Lagi apa bee?"
*nampak jelas oleh Made Vella mengangkat telponnya dengan menjauhi si pria tersebut.
π "Lagi duduk-duduk nih beb.., beb..lagi apa?"
*ucap Vella tak tahu kalau Made melihat apa yang dirinya lakukan.
π "Lagi ngumpul sama Pian nih di Cafe. Bee lagi di mana?, oh ya.. tadi katanya, mau hubungi aku, ko nggak ada ngabari sama sekali. Aku tunggu-tunggu loh Bee dari tadi.."
*ucap Made mengulangi pertanyaan nya, ingin tahu jawaban kekasihnya, walaupun dirinya sudah tahu Vella tak ada disana waktu itu.
π "Maaf ya beb?, habis ngerjain tugas aku lupa ngabari."
*ucap Vella berbohong, dirinya tak tahu Made sudah tahu semuanya.
π "Hm.. jadi lagi di mana? ko aku nanya dari tadi nggak di jawab sih bee."
*ucap Made sudah mulai kesal, kecewa tapi tetap berusaha menahan emosinya.
*ucap Vella berbohong kembali.
π "Apa maksudmu bee, kenapa kamu bohongi aku.."
*hpnya pun langsung di matikan oleh Made.
Vella nampak heran apa yang di ucapkan Made, hanya saja dia tak tahu kalau Made telah mengetahui semuanya..
Pian yang hanya duduk sendiri pun, melangkah kan kakinya menuju ke tempat di mana Made berada.. namun di saat dirinya mau menghampiri Made tiba-tiba, dia melihat dan mendenggar percakapan antara Made dan Vella..
"Apa gw nggak salah dengar.." ucap Pian
- Akhirnya Made pun to the point ....
Made berjalan mendekati Vella. Pian yang takut terjadi hal-hal yang tidak di inginkan pun, berjalan cepat ke arah Made.
Made telah berdiri di hadapan Vella, bukan kerinduan yang terucap bukan lagi tatapan cinta yang nampak, dan bukan lagi seorang Made yang lembut penuh kasih yang terlihat.
"Beb.., kamu kapan datang..?" ucap Vella kaget melihat Made sudah ada di tempat yang sama dengannya.
Made tak membalas pertanyaan Vella.
Aku datang bukan untuk membahas itu.
"Aku tidak menyangka, dirimu sekejam itu kepadaku.." aku tak akan bertanya tentang kebenaran nya, sudah terlalu banyak kebohongan yang kamu tutupi, aku tak akan marah jika dirimu jujur kepadaku dari awal, bahwa ada orang lain di hidup mu selain diriku.... Pasti aku akan merelakan dirimu walaupun berat untukku. aku akan membiarkan dirimu bahagia dengan pilihanmu..(ucap Made dengan rasa sakit dan hancurnya)
"Maaf kan aku beb.." (ucap Vella sambil menangis)
"Kau tahu!, bagaimana sakitnya rasaku yang perih..., luka ini masih mengangga jelas. Sungguh kejamnya dirimu. Rasa bersalahmu apa artinya semua itu. Terlambat sudah. Bagaimana bisa duniamu terisi dua hati. Tidak...tidak.., tak ada yang perlu meminta maaf atau pun memaafkan, aku harap dirimu tak mempermainkan perasaan orang lain lagi. Hubungan kita cukup sampai di sini." ucap Made pergi membawa lukanya tampa berbalik lagi.
Nelangsa teramat perih kuasai tubuhku
Sesak di dada mengharubirukan asaku
Mencari dan terus mencari salahku, kenapa engkau sebegitu kejamnya.
...----------...
...π³πππΊπ π‘πΊππ π‘πΊπππΎπ π―πΊπππΊπ πππππππ π±πΊππΊ...
...πΈπΊππ π‘πΎππΊπ π‘πΊπππΎπ π‘ππΊπ π ππ....
...πͺπΊππ π£πΊππ»πΊπΊπππ πΈπΊππ πππΊππΊπππ π ππ....
...π³ππππ π³πππππ π¬πΎππΌππππΊπ πΈπΊπππ π¬πΎππππππ πΊπππΊπ....
...πͺπΊππ π²πΎππΎπππΊππ πΈπΊππ π ππ π’ππππΊπ π³πΊπππΊ π³πΊππ....
...π£πΊπ πΈπΊππ π ππ π¨πππ πΊπππΊπ ππΎπΌπΊππΊ π³πΎπππΊπππΊ....
...-------...
- Melangkah pergi ....
Made yang sudah melangkah keluar tanpa melihat sedikit pun. Dan di ikuti oleh Pian.
Sesampainya di depan pak Ikbal yang memang sudah selalu menunggu mereka berdua langsung ikut berjalan dengan buru-buru memasuki mobil yang langsung melaju dengan cepat.
Tak ada kata yang terucap selama mereka berada di dalam mobil tersebut.
Hanya Made yang membuka percakapan nya, meminta Pian memboking kan tiket untuk kepulangan.
"Tolong lu boking tiket, untuk kita balik besok bro..!" ucap Made kepada Pian yang hanya sepengal kata..
...-------------π¦π¦π¦π¦π¦π¦------------...
π¦ Pergimu paling jauh ketika kau jatuh cinta kepada yang bukan aku. Entah berapa kali aku meyakinkan diri bahwa segala tentang kita telah menemui jalan buntu namun tetap saja, untuk menganggap semuanya telah berubah sekedar menjadi kenangan saja aku tak mampu. Darimu aku belajar, tak baik menggantungkan harap kepada kesenangan yang berpijar nanti. Jika ia yang sekarang bersamamu menyakitimu, utuslah sebagian hatimu kepadaku. Dirimu tak pantas di dekap pilu meski itu yang kau lakukan kepadaku.
...----------...
...π³πΎππππΊ ππΊπππ π½ππππππΊππππΊ....
Masih banyak typo atau kata yang hilang, koreksi tanpa menjatuhkan π