YOU ARE NOT MY DESTINY

YOU ARE NOT MY DESTINY
Early See



"Hufttt... sangat membosankan, baru masuk saja sudah diberi tugas", ucap seorang gadis.


Gadis itu adalah Rysa, ia baru saja pulang sekolah disepanjang jalan ia terus saja menggerutu sangking kesalnya ia bahkan sampai menendang kaleng minuman bersoda dan sialnya kaleng minuman itu mengenai kaca jendela sebuah mobil mewah.


"Waduhhh...mampus gue" ucap Rysa seakan telah merasakan adanya bahaya besar yang akan menimpanya.


Keluarlah seorang pria tampan dari mobil mewah itu, ia memakai kaca mata hitam bertengger di hidung mancungnya.


Ia menatap sekeliling mencari pelaku yang melempar kaleng minuman ke kaca mobilnya. Matanya tertuju pada seorang gadis cantik memakai seragam putih abu-abu yang berdiri tak jauh dari mobilnya.


Ia pun menghampiri gadis itu, Rysa yang melihat seorang pria mendekat kearahnya ia malah menjadi salah tingkah dengan cepat ia berkata !. "M-aaf, maaf Maaf Pak saya tidak sengaja tolong maafkan saya pak" ucap Rysa berulang kali mengucapkan kata maaf sambil mengatupkan kedua tangannya di depan dada.


Alis pria tampan itu berkerut setelah mendengar ucapan Rysa, ia berpikir setua itukah penampilan-nya hingga gadis didepannya ini memanggilnya dengan sebutan Pak.


Rysa tak berani menatap pria yang berdiri didepannya ini, kepalanya terus saja menunduk, namun tak ada respon apa pun dari pria didepannya. Akhirnya ia memberanikan diri menatap wajah pria didepannya.


"Se-sekali lagi saya minta maaf ya pak, emm... apa perlu saya akan ganti rugi?" ucap Rysa.


(Eh ngapain gue ngomong Pakek mau ganti rugi segala ini mobilkan baik-baik aja) batin Rysa.


"Hmm kamu yakin mampu ganti?"


"Emm...saya bakal usahain pak".


(Paling lecet dikit doang nggak mahal-mahal amat kalik ya) batin Rysa.


(Hmm....menarik) batin pria tampan itu.


"Baiklah, ini kartu nama saya, siapkan uang 100juta besok jam 3 sore temui saya di kafe itu". Ucap pria itu sambil menunjuk sebuah kafe di seberang jalan dari tempat mereka sekarang.


"Hah apa pak? 100juta".


"Hmm"..


"Tapikan Mobil bapak baik-baik aja, paling cuma lecet dikit juga nggak semahal itu kalik pak ganti ruginya".


"Asal kamu tau ya mobil saya ini limited edition cuma ada 5 di dunia".


"Saya masih punya banyak urusan, saya pergi dulu" ucap pria itu kemudian pergi meninggalkan Rysa, yang masih terbengong-bengong sambil memegang kartu nama miliknya.


"Hahh 100juta, aduhhh gue harus gimana ini 100juta banyak banget".


Rysa pun tidak habis pikir, bagai mana bisa ia hari ini sial sekali. Gara-gara kaleng itu membuatnya harus berpikir keras, memikirkan ganti rugi yang begitu banyak, lama ia berpikir tapi tidak untuk hari ini, membuat pikiranya kacau, benar-bebar tidak bisa memikirkan hal lain selain ia harus sampai di rumah secepat nya *batin Rysa.


- Meminta bantuan ....


"Ishhh..., nggak ada cara lain nih !!. Aku harus minta ke papa huaaa siap-siap saja aku nih kena omelan"


"MADE GUSTI DWI ANGGRAYAPTA, namanya bagus juga"


Sedikit tentang Made: si beruang kutub, bucinan akut, baik hati dan penyayang. Dia cowo yang sangat dinggin, kenal Rysa seolah bekunya sedikit mencair.


"Hufff... sebaiknya aku segera pulang" ucap Rysa kemudian melanjutkan perjalanan ke rumahnya.


Sesampainya di rumah, seperti biasa keadaan rumah sangat sepi hanya ada beberapa pelayan yang sedang membersihkan taman belakang rumahnya.


"Non sudah pulang, nona mau makan apa biar bibi siapkan" ucap Bik Diah pelayan di rumah Rysa yang sudah merawat Rysa dari bayi.


"Enggak usah bik, Rysa mau tidur aja"


"Tapi non harus makan dulu nanti non bisa sakit kalau gak makan"


"Rysa udah makan tadi di kantin sekolah bik, jadi masih kenyang".


"Owh baiklah kalau begitu bibi mau melanjutkan pekerjaan bibi dulu ya non"


"Iya bik" jawab Rysa kemudian pergi ke kamarnya.


- Di kamarnya ....


Rysa menjatuhkan diri ke kasurnya sambil menarik napas panjang. Mengambil Tas yang sekolah ya. Mengeluarkan semua isi tasnya tersebut. Rasanya ia malas sekali untuk belajar sekarang. Tapi, ia harus tetap belajar dan mengerjakan tugas sekolah nya. Apa lagi ada tugas sekolah dari Pak Triwibowo, Kalau tidak aku kerjakan sekarang tugas nya. Nanti aku bakalan lupa lagi, buat mengerjakan tugas-nya *batin Rysa.


Lama Rysa belajar, tidak lama bi Diah mengetuk pintu kamarnya. Mengantarkan segelas susu untuk Rysa. Karna sudah terbiasa setiap hari Rysa selalu meminun segelas susu. Bisa di hitung dalam sehari Rysa meminum susu tiga kali sehari. Pagi, sepulang sekolah (siang) dan malam hari ketika ia akan tidur. Bibik lah yang selalu mengantarkan sekaligus pengingat Rysa untuk meminum susu nya tersebut.


Tok...tok...tok.....


"Siapa...?" Tanya Rysa pada orang yang ada di balik pintunya kamar nya tersebut


"Bi Diah non!" jawabnya pada Rysa.


"Ohh iya bi.., masuk aja pintunya nggak ke kunci kok" ucap Rysa lagi.


"Iya non"


Bi Diah pun langsung membuka pintu kamar Rysa dan berucap "bibi permisi ya non..!"


"Iya bik nggak apa-apa, masuk aja"


Bi Diah pun menyimpan susu yang ia bawa tersebut di atas meja di mana Rysa lagi duduk sambil mengerjakan tugasnya itu.


"Diminun ya non susunya..." ucap bibi mengingatkan Rysa seperti biasanya.


Saat bik diah akan keluar Rysa memanggil-nya dan bertanya kepada bi diah tersebut.


"Terima kasih ya bik!, ohh iya bik.., apa orang rumah sudah ada yang datang bik?" tanya Rysa pada bik diah lagi.


"Belum non...."


"Oh ya sudah bik" sambil tersenyum ke arah Bi Diah.


"Kalau gitu bibi permisi ke bawah dulu ya non!, kalau ada apa-apa kabari bibi."


"Iya bik"


- Bungga-bunga kesukaan Rysa .....


Bi Diah pun meninggalkan kamar Rysa menuju ke belakang.


Sesampainya di belakang bik diah memanggil Pak Uda, untuk meminta tolong memindah kan bunga kesukaan milik tuan nya itu.


"Bibi Ima liat pak udah?"


"Mungkin ada di samping bik.., membersihkan kolam renang"


"aku cari pak Uda dulu ya ima,"


Bibi Diah pun melangkah mencari pak Uda tersebut. saat pergi ke samping rumah menuju ke kolam renang nampak pak Uda yang sedang membersih kan-nya. Bik diah pun langsung memangil pak uda tersebut.


"Pak uda...?" ucapnya bik Diah.


"Iya bi diah"


Pak Uda pun melabgkah menuju ke arah di mana bi atun berada.


"Pak Uda, di suruh bersihin bunga milik non Rysa tuh" ucap bik Diah.


"Ohh iya bik siap..... Nanti biar Pak Uda bersihkan"


"Pindahin ketaman juga pak Uda, non Rysa akan kesana nanti"


"Siap bik, Pak uda kerjain sekarang"


Pak uda pun langsung melangkah menuju taman rumah keluarga Adafsi, dan bik Diah melangkah menuju kedapur tersebut.


...-----------🦋🦋🦋🦋🦋🦋-----------...


☘︎ Mereka yang sangat mencintai tidak pernah menjadi tua, mereka mungkin mati karena usia tua, tetapi tidak dengan cinta dan kasih sayang mereka.


𝖳𝖾𝗋𝗂𝗆𝖺 𝗄𝖺𝗌𝗂𝗁 𝖽𝗎𝗄𝗎𝗇𝗀𝖺𝗇𝗇𝗒𝖺! 𝗃𝖺𝗇𝗀𝖺𝗇 𝗅𝗎𝗉𝖺 𝗍𝖾𝗍𝖺𝗉 𝗅𝗂𝗄𝖾, 𝖼𝗈𝗆𝖾𝗇 𝖽𝖺𝗇 𝗋𝗂𝗍𝖾𝗇𝗒𝖺. 𝖳𝖾𝗋𝗂𝗆𝖺 𝗄𝖺𝗌𝗂𝗁 🙏🙏