
Kasih sayang keluarga yang selalu menjadi alasan utama di balik kedamaian hati seorang anak ....
Kini Rysa sudah berada di rumahnya. Karna ia sudah janjian bersama dengan teman-temannya untuk pergi nonton di bioskop bersama. Ia pun memutuskan untuk belajar dan mengerjakan soal sekolahnya terlebih dahulu sambil menunggu kedatangan orang Tua dan Abang nya.
Satu jam setengah Rysa belajar untuk pelajaran fisika dan sekaligus mengerjakan tugas yang di berikan oleh wali kelasnya.
Setelah belajar terdengar ada yang mengetuk pintu kamarnya. Karna Rysa hafal dengan suaranya tersebut. Ia pun yakin ini adalah suara Abang nya.
Tok.... Tok.... Tok....
Rysa pun langsung bangun dari tempat duduk di mana ia biasa belajar, menuju pintu kamarnya. "iya bentar" ucapnya sambil melangkah.
Saat membuka pintu kamarnya!, nampak Fano yang sudah menunggu adiknya di depan pintu kamarnya tersebut.
"Iya bang ada apa?" tanya Rysa yang melihat Fano nampak baru pulang dari bekerja.
"Lama banget buka pintu doang Dek!" balas Fano sambil memberikan tas kecil kepada Adiknya.
"Apaan ini Bang?" sambil memperhatikan tas kecil yang di berikan Fano.
"Lihat sendiri aja, apa isinya"
Fano pun langsung melangkah meninggalkan Rysa yang masih penasaran dengan isi tas kecil yang ia berikan. Dengan cepat, Rysa pun masuk kedalam kamarnya, karna penasaran dengan isi yang ada di dalam tas kecil tersebut.
Sya kan nggak ulang tahun, kok Abang kasi Rysa kado ya...!. Saat ia membuka tas kecil pemberian dari Fano, ternyata isinya hp 𝙄𝙥𝙝𝙤𝙣𝙚 13 𝙋𝙧𝙤 𝙈𝙖𝙠. Hp terbaru keluaran terkini. "wuaa.., Abang tau aja Sya butuh hp. Alangkah senangnya Rysa mendapat kan hp baru dari Fano.
Flashback
Nampak Rysa yang buru-buru mau berangkat kesekolah tidak memperhatikan jalannya. Dengan langkah cepat ia berlari kecil menuruni tangga rumahnya. Akibat dari kecerobohannya Hp yang berada di tangannya pun tiba-tiba jatuh, Rysa yang lupa kalau ia sedang memegang hp di tangan nya Pun langsung berlari melihat kondisi hp nya yang nampak retak di layar depanya. Astaga Rysa lu ceroboh banget sih untung aja masih nyala ini hp, aku bawa ke service aja deh (batin Rysa).
Ternyata Fano yang berdiri di atas tangga, melihat saat hp adiknya itu jatuh, Rysa tidak tahu kalau Abang nya tahu kejadian tersebut, hanya nampak diam. Dan Rysa pun tidak berniat memberitahukan pada keluarganya.
Aku harus kekamar Abang nih, buat ucapain terima kasih sudah beliin Sya hp baru. Rysa pun pangsung menuju ke kamar Fano untuk mengucapkan terima kasih kepada Abang nya itu.
Tok...tok..tok....
"Bang, A..ba..ng buka pintunya bg, Sya ada perlu nih!"
Fano yang sudah selesai bersiap pun langsung membukakan pintu kamar untuk adiknya itu.
"Kenapa Dek? nggak bisa apa, di pelanin dikit volume suaranya" ucap Fano pada Rysa.
"Bang (nangis sambil memeluk Fano), terima kasih ya Bang hpnya. padahal Rysa nggak bilang dan nggak ngasih tahu.! kok Abang bisa tahu sih?"
"Bukannya seneng, kok malah nangis Dek!. Anggap aja itu hadiah dari Abang buat Adek. Nanti pas ultah nggak ada hadiah lagi ya." ucapnya pada Rysa berniat membuat adiknya itu tertawa.
Dengan memeluk Fano dan masih menangis Rysa menjawab candaan Abang nya. "Rysa nggak berharap kado tahu Bang. Do'a tulus Mama, Papa dan Abang itu sudah cukup buat Rysa.
"Uwh..... Adik Abang paling cantik jangan cengengan dan satu lagi!, kurangin tuh cerewetnya".
"Apaan sih Abang" sambil mengusap air matanya.
Fano pun mengusap kepala Adiknya itu seperti yang biasa ia lakukan. Kasih sayang Fano terhadap Rysa mewakili kasih sayang seorang Papa terhadap anaknya. Itulah yang membuat Rysa tak kekurangan kasih sayang dan cinta dari keluarganya. Walaupun kadang Papa dan Mamanya sibuk bekerja, bukan berarti mereka tidak menyayangi. Tapi letak kedamain hati keluarga Adafsi selalu menjadi patok utama kebahagian mereka.
"Sudah nangisnya, yuk turun Dek!, nunggu Mama sama Papa dikit lagi pulang"
"Abang duluan aja, Sya ambil hp dulu, bantu pasangin kartunya ya Bang?"
"Bawa kebawah aja Dek!. Abang pasangin di bawah"
Fano pun melangkah hendak menuruni tangga, dan Rysa pun melangkah menuju kekamarnya untuk mengambil hp, pemberian dari Fano tersebut.
Rysa yang sudah berada di kamarnya lupa memberitahu Fano bahwa ia akan pergi ke bioskop bersama dengan teman-temannya.
Harusnya tadi Sya bilang aja ke Abang, harus buruan turun nih sebelum Mama dan Papa dateng *batin Rysa.
Tak Lama terdengar suara bell otomatis yang berbuyi. Menandakan ada seseorang yang datang, bi diah yang mendengar bell tersebut langsung menuju kedepan untuk membukakan pintu tersebut. Saat membuka pintu nampaklah Ibu Deviana dan Pak Tama, yang baru datang dari bekerja.
"Asalamu'alaikum bi," ucap Pak Tama dan Ibu Deviana.
"Waalaikum'salam Tuan.., nyonya."
Bi diah pun mengambil barang yang di bawa oleh Ibu Deviana.
Pak Tama dan Ibu Deviana pun langsung masuk hendak menuju kedalam kamarnya. Sebelum mereka berdua melangkah naik, nampak Fano dan Rysa yang duduk berdua di ruang keluarga. Deviana yang melihat itu tersenyum dan langsung menyapa ke dua anak-anak nya itu.
"Hai sayang...," mendekat di mana Fano dan Rysa sedang duduk.
"Hai nak! sudah pulang anak Papa" ucap Pak Tama pada Rysa.
"Eh Pa..., Ma..., sambil berlari memeluk dan mencium kedua orang tuanya"
"Hai Pa.., Ma...." timpal Fano sambil menjabat tangan kedua orang tuanya.
"Kalian, tumben-tumbenan berdua nunguin Mama sama Papa di ruangan" ucap Ibu Deviana.
"Sya baru selesai belajar dan juga ngerajin tugas, mangkanya Sya turun kebawah ikut Abang."
"Rajin anak Papa. Gimana sekolahnya tadi Nak?"
"Baik aja kok Pa..., lumayan tadi soal dari wali kelasnya"
"Yang penting rajin dan semangat belajarnya, kalau nggak tahu nanya"
"Iya Pa...."
Pak Tama dan Ibu Deviana pun melangkah meninggalkan kedua anaknya.
- Minta tolong ke Fano .....
Selepas kepergian kedua orang Tuanya. Rysa berniat untuk berbicara kepada Fano terlebih dahulu tentang keinginannya untuk pergi ke bioskop. Karna kedua orang tuanya sudah pergi ke kamarnya Rysa pun memulai percakapan ke Abang nya tersebut.
Saat Fano sedang memindahkan kartu hp nya Rysa. "Abang....! Sya mau ngomong nih" ucapnya sambil melihat Fano yang sedang memindahkan kartu hpnya tersebut.
"Hmm..ngomonglah Dek, Abang dengerin."
"Sya mau pergi ke bioskop bareng teman-teman" masih dengan melihat ke arah Fano.
"Terus?"
"Kok terus sih, Abang izinin nggak?"
*Masih dengan melihat ke arah Fano, menunggu jawaban Abang nya.
"Memang nya, kapan pergi nya dek?"
"Rencananya sih jam lima sore Bang, ini Sya nunggu Tiara buat jemput Rysa, kalau jadi dan kalau abang izinin. Tapi sebelum itu Sya nanya dulu ke Abang gimana?
"Jangan pulang jam larut kali"
"Jadi Abang izinin nih! Sya nonton di bioskop?"
"Itu Adek sudah bilang suruh Tiara menjemput, kalau Abang nggak izinin bisa-bisa Abang di cap Abang yang pelit".
"Lah...jadi Abang nggak ngizinin nih sebenarnya" sambil memasang muka sad.
"Abang becanda, boleh pergi. Tapi Inget..hati-hati. Jangan lupa pulang nya nggak boleh kemalaman, nggak baik buat anak gadis" ucap Fano pada Adiknya.
"Iya..iya Bang!, satu lagi Sya minta tolong ke Abang boleh?"
"Hmm..apa?"
"Bantu bilangin ke Mama dong Bang?" sambil memasang muka manisnya.
...----------🦋🦋🦋🦋🦋🦋---------...