
Pagi Hari
Hari pertama mereka berdua berada di kota Daeng. Walaupun matahari sudah naik nampak mereka berdua masih belum ada yang bangun juga.
"Bik atun!, apa nak Made dan nak Pian sudah bangun.?" ucap pak Ikbal bertanya ke bik Atun karna belum melihat mereka berdua sejak tadi.
"Dari tadi bibi juga belum liat Pak. Sepertinya belum pada bangun." ucap Bik Atun pada Pak Ikbal.
"Ya sudah bik! saya tinggal dulu. Nanti, kalau mereka sudah bangun jangan lupa suruh makan dulu ya bik." ucap Pak Ikbal.
"Baik pak.."
Pak Ikbal pun melangkah meningalkan rumah tersebut.
- Vella ...
Di tempal lain Vella yang tidak mengetahui sama sekali kedatangannya Made!, dirinya sedang asik berkumpul dengan teman-teman nya.
"Bee, nanti malam ada acara nggak?" ucap si Padil.
Sepertinya nanti malam aku nggak ada acara, "kenapa memangnya bee?"ucap Vella membalas pertanyaan Padil.
"Temani aku jalan mau nggak?" tanya si Padil
"Jalan kemana?, yang jelas kalau mau ngajak jalan bee, masa jalan doang." ucap Vella menjawab pertanyaan si Padil dengan candaanya.
"Udah ikut aja," kita ke cafe london, nanti malam disana itu lagi ada pembukaan dan pengenalan merek ben'z resto dan cafe, sepertinya dari anak negri gitu., Ucap Padil menjelaskan ke pada Vella
"Ya sudah terserah kamu deh Bee, mau jalan-jalan ke mana saja asal bareng kamu aku seneng kok.." ucap Vella menggombal Padil.
Uww.., uww.., teman-teman yang lain pun tak kalah saing, ikut menggoda mereka berdua.
"Padil ma Vella mah suka gitu..!" masa kalian jalan-jalannya berdua mulu, "jalan nggak pernah nawarin kita buat ikut jalan juga." Ucap teman nya.
"Iya neh, berdua mulu kita kapan di teraktir.." ucap teman satunya yang ikut kumpul bersama mereka.
"Tuh tanyain si Padil!, aku sih terserah si kepala, ekor mah ngikut aja." ucap si Vella membalas candaan teman-tamannya.
"Padil mah gitu pelit ahh, nggak asik, kapan-kapan tuh sama kita-kita dong, jangan berdua mulu." celoteh si Tya teman paling cerewet di antara mereka.
Padil dan Vella pun sudah membuat janji untuk jalan bersama.
Di antara mereka berdua ternyata ada hubungan sepesial, yang tak banyak orang-orang ketahui. "Tapi namanya bangkai mau di simpan seperti apapun pasti akan tercium juga.." (kira-kira seperti itu)
Vella dan Padil menjalin hubungan semenjak Vella dapat satu tahun berada di kota daeng tersebut. Awalnya Vella tidak menyukai Padil. Tapi karna ke gigihan Padil yang pantang menyerah untuk mendapatkan hati pujaannya, Vella pun luluh. Pundak yang sering di tawarkan Padil setip kali dirinya jatuh dan selalu membantunya di saat dirinya membutuhkan, sehingga membuatnya buta dan tega menghianati perasaan kekasihnya Made.
...-------...
...𝖠𝗄𝗎 𝖬𝖾𝗋𝖺𝗌𝖺 𝖦𝖺𝗀𝖺𝗅 𝖬𝖾𝗇𝗃𝖺𝖽𝗂 𝖫𝖾𝗅𝖺𝗄𝗂 𝗆𝗎....
...𝖪𝖾𝗍𝗂𝗄𝖺 𝖪𝖺𝗆𝗎 𝖳𝗂𝖽𝖺𝗄 𝖬𝖺𝗎 𝖡𝖾𝗋𝖻𝖺𝗀𝗂 𝖢𝖾𝗋𝗂𝗍𝖺 𝖫𝖺𝗀𝗂 ....
...𝖪𝖾𝗉𝖺𝖽𝖺 𝖪𝗎....
...𝖪𝖺𝗆𝗎 𝖳𝗂𝖽𝖺𝗄 𝖫𝖺𝗀𝗂 𝖬𝖾𝗇𝗃𝖺𝖽𝗂𝗄𝖺𝗇𝗄𝗎 𝖱𝗎𝗆𝖺𝗁...
...𝖴𝗇𝗍𝗎𝗄𝗆𝗎 𝖯𝗎𝗅𝖺𝗇𝗀 𝖪𝖾𝗍𝗂𝗄𝖺 𝖫𝖾𝗅𝖺𝗁....
...𝖣𝖺𝗇 𝖪𝖺𝗆𝗎 𝖡𝖾𝗋𝗎𝗌𝖺𝗁𝖺 𝖬𝖾𝗇𝗀𝗁𝗂𝗇𝖽𝖺𝗋𝗂 𝖠𝗄𝗎 𝖸𝖺𝗇𝗀...
...𝖬𝖾𝗇𝗎𝗇𝗀𝗀𝗎𝗆𝗎 𝖲𝖾𝗁𝖺𝗋𝗂𝖺𝗇....
*******
Pertemuan, bantuan dan Keakraban yang sering terjadi di antara Vella dan Padil, sehingga membuat teman-temannya bertanya-tanya, ada hubungan apa di antara mereka.
Tak butuh waktu lama, rasa penasaran orang-orang terdekatnya terjawab saat padil mengumumkannya, bahwa dirinya dan Vella adalah sepasang kekasih.
"Ternyata benar dugaan kita, ucap teman-teman mereka kompak.." setelah itu tak lupa pula teman-temannya pun memberikannya ucapan selamat kepada mereka berdua.
- Belum Juga ....
Beda halnya di kediaman komang Made dan Pian pun masih belum bangun juga.
Tak lama hp Made pun berbunyi. Dering hp yang berbunyi tanpa henti membuat mereka berdua terbangun sejenak, namun bangun hanya mengambil bantal, untuk menutupi telinganya dan balik menutup matanya kembali.
Tetapi tetap saja suara hp Made tak berenti berdering, dengan sedikit mata terbuka Made melihat layar poselnya, ada begitu banyak pagilan dan pesan. Saat mau membuka pesan yersebut, hp nya berbunyi kembali. Made pun mengangkat telponnya dengan setengah mata yang masih tertutup.
- Pangilan masuk ...
Terdengarlah orang di sebrang sana memangil namanya.
📞 "Hem ya hallo"
*dengan suara khasnya yang baru bangun*
📞 "Lu baru bangun pada.." dah jam berapa ini weh! Kalian kesana cuma pindah tempat tidur doang.
*ucap komang kaget teman-temannya sudah hampir memasuki jam 11 siang belum bangun juga.
📞 "Iya, ini gw kebangun juga karna telponan lu!. Beneran cape gw, nyampe juga dah larut kalih bro!. Ada apa lu nelpon?
📞 "Lu dah ngasih kabar ke Vella?"
📞 "Belum sih," rencananya gw mau kasih dia kejutan, nanti gw langsung mau ke tempatnya. "why bro?"
📞 "Nanti malem, lu bareng Pian mampir ke cafe londen ya.." di sana ada temen gw namanya bayu. Tolong ambilin barang gw ke dia, itung-itung lu biar tau tu cafe, rekomen dari gw.
*ucap Komang meminta tolong ke mereka berdua untuk mengambil barangnya, yang ternyata nanti di sana juga ada Vella dan Padil yang sedang diner berdua*
📞 Ok bro, "nanti malem gw bareng Pian mampir kesana."
📞 Gw matiin telponnya dulu bro, gw mau pergi nganterin nyokap gw cek up. Kalian bagun weh pada mandi jangan kebo mulu.
*ucap Komang langsung mematikan hpnya yang belum sempat di jawab oleh Made*
Madepun bangun dari tempat tidurnya dan lansung menarik handuknya untuk mandi.
- Di Cafe...
Cafe yang terletak di kota makasar itu biasanya identik dengan apa yang di tawarkan, sama halnya dengan tempat yang satu ini hadir dengan konsep interior beda dari yang lain dan menjadi salah satu tempat yang paling di minati oleh muda mudi.
Begitu melangkah memasuki cafe tersebut pengunjung akan di sambut dengan keindahan pernak pernik dan lampu ya yang indah, yang menghiasi setiap sudut bangunan.
Made yang sudah selesai mandi dan bergantipun langsung membangunkan si Pian.
Tapi, pian pun tetap tak mau bangun juga, madepun memberikan ultimatum untuk Pian agar segera bangun kalau dirinya tidak bangun Made akan menyiramnya langsung dengan air.
Pian yang samar mendengar suara Made pun langsung terbangun, dirinya tau kalau Made tak pernah main-main dengan kata-katanya.
"Buruan lu mandi?, kita turun bareng gw dah lapar, apa gw tinggal aja lu?" ucap Made ke Pian yang baru saja bangun.
Janganlah tungguin gw dulu!, tar gw mandi dulu!. Pian pun langsung memasuki kamar mandi.
Karna tak mau menelpon Vella lebih dulu, takut jika Vella bertanya dirinya ada dimana! Made tak bisa jika tak menjawab pertanyaan kekasihnya itu, ketimbang harus berbohong. Made pun hanya mengirimi pesan ke Vella, sambil menunggu Pian.
📩"Beb lagi apa?, ada di mana?" dah makan belum? jaga kesehatanya, jaga juga hatinya aku padamu!.
Satu pesan yang di kirim Made dengan begitu banyak pertanyaan, dan "satu makna yang mendalam, sedalam sumur di lautan" uwu..setidaknya dapat menghilangkan sedikit kekesalan yang dirasakan Vella karna Made sudah mengabaikan telpon dan pesan darinya.
Made melihat belum juga ada balasan mungkin dirinya marah batin Made.
Tak lama Pian pun sudah keluar dari kamar mandi dan sudah bersiap juga, untuk mengajak made ke bawah.
"Yuk kebawah?," gw dah selesai nih!.
"Lu ketiduran lagi ya di kamar mandi, lama banget weh.." ucap Made
"Nggaklah, ini aja gw dah buru-buru, langsung selesai liatlah dah ganteng kali."
"Dah yuk turun ngibul aja kerjaan lu." Ucap Made.
Made dan Pian pun turun, karna makan sudah disiapkan bibi mereka pun duduk di meja makan langsung makan bersama karna sudah terasa lapar sekali.
Setelah mereka berdua selesai makan, made menghubungi pak ikbal untuk mengantar kanya ketempat kekasihnya Vella.
Made pun inggin mengajak kekasihnya itu ke cafe yang di recomen oleh si Komang tersebut. Meminta pak Ikbal menjemputnya sore, karna malam nanti Made berencana mengajak mereka pergi ke Cafe Londen bersama-sama.
...----------------🦋🦋🦋🦋🦋🦋-----------------...
...𝖳𝖾𝗋𝗂𝗆𝖺 𝖪𝖺𝗌𝗂𝗁 𝖣𝗎𝗄𝗎𝗇𝗀𝖺𝗇𝗇𝗒𝖺...
...𝖲𝖾𝗁𝖺𝗍 𝖲𝖾𝗅𝖺𝗅𝗎 𝖮𝗋𝖺𝗇𝗀-𝗈𝗋𝖺𝗇𝗀 𝖡𝖺𝗂𝗄...
...---------''------------"----------"-------------"----------...
...𝖪𝗂𝗍𝖺 𝗌𝖺𝗆𝖺-𝗌𝖺𝗆𝖺 𝖻𝖾𝗋𝗉𝖾𝗋𝖺𝗇...
...𝖳𝖺𝗄 𝗎𝗌𝖺𝗁 𝗌𝖺𝗅𝗂𝗇𝗀 𝗆𝖾𝗇𝗒𝖺𝗅𝖺𝗁𝗄𝖺𝗇...
...𝖲𝖺𝗄𝗂𝗍 𝗄𝗎 𝖺𝗄𝖺𝗇 𝗌𝖾𝗆𝖻𝗎𝗁...
...𝖳𝖾𝗍𝖺𝗉𝗅𝖺𝗁 𝖡𝖺𝗂𝗄𝗂-𝖻𝖺𝗂𝗄 𝖲𝖺𝗃𝖺...