YOU ARE NOT MY DESTINY

YOU ARE NOT MY DESTINY
Ketua Osis




Pak Tama dan Deviana berangkat lebih awal ....



Fano yang tidak mengetahui Rysa pulang, ia pun bertanya?, kapan adiknya pulang! kenapa tidak memberi tahunya.


"Dek, pulang jam berapa dari nonton bioskop?" tanya Fano pada Rysa.


"Rysa nggak liat jam lagi, nanya ke bibi, katanya Abang sudah tidur. Jadi Rysa lagsung masuk kamar aja" balas Rysa pada Fano.


"Ya sudah nggak apa-apa Dek, yang penting Rysa sudah di rumah dan bibi sudah bilang ke Abang juga." ucap Fano.


Kalau bibi sudah bilang kenapa Abang nanya lagi *batin Rysa


Tidak lama muncullah Ibu Deviana dan Pak Tama dari dalam kamarnya, di saat obrolan mereka berdua masih berlangsung. menyapa Fano dan Rysa yang lagi duduk berdua di ruang keluarga. Setelah itu Ibu Deviana pun Meminta Fano dan Rysa duduk di meja makan seperti biasa, untuk sarapan bersama.


"Pagi Nak..?" ucap Ibu deviana dan Pak Tama pada anak-anaknya.


"Pagi juga Ma..., Pa..." jawab mereka kompak.


"Papa sama Mama mau sarapan, kalian langsung aja kemeja makan," ucap Ibu Deviana.


Fano dan Rysa pun langsung menuju ke meja makan untuk sarapaan bersama, mereka semua pun berkumpul di sana.


Di tempat Made, Karna hari ini Ia ada jadwal masuk kuliah pagi. Made pun sudah berada di kampus lebih awal. Mengikuti kegiatan yang sedang berlangsung di kampusnya.


Pak Tama dan Ibu Deviana berangkat bekerja lebih awal hari ini. Biasanya Fano dan Rysa lah yang duluan berangkat, beda halnya dengan hari ini! tinggallah mereka berdua.


Karna Fano juga telah bersiap untuk berangkat kekantor, ia pun bertanya kepada Rysa apakah Adiknya itu akan ikut pergi kesekolah dengannya.


"Dek, mau berangkat ke kesekolah bareng Abang nggak?" tanya Fano pada Rysa.


"Nggak Bang, Rysa berangkat sendiri aja" balasnya.


Rysa tidak tahu kalau kunci mobilnya tidak ada di dalam tasnya.


"Ya sudah Abang berangkat kerja duluan ya Dek!" ucap Fano.


"Iya Bang" jawab Rysa sambil menjabat tangan Fano tersebut.


Setelah itu Fano pun langsung melangkah keluar menuju mobil yang sudah terparkir di bagasi rumahnya. Setelah masuk ke dalam mobil. Mobil pun melesat meninggalkan rumah.


Rysa yang baru memasang sepatunya melihat jam yang melingkar di tangannya, astaga gw telat nih! (ucapnya sambil buru-buru memasang sepatu). Mencari kunci mobil di dalam tasnya tapi Rysa tidak menemukannya. Karna ia tidak menemukan di mana kunci mobilnya, akan sangat terlambat jika ia masih mencari kunci mobilnya lagi, Rysa pun meminta tolong pada Bi Diah untuk mencarikan kunci mobil di kamarnya.


"Bi..., bibi...?"


Bi Diah yang dari belakang mendengar namanya di panggil pun langsung berjalan cepat menuju Rysa.


"Iya Non, non Sya cari Bibi?" tanya bi Dih yang baru sampai di dekat Rysa.


"Bi, tolong carikan kunci mobil Rysa di kamar ya bi!. Sya mau berangkat kesekolah dulu, takut telat berangkat ke sekolah kalau harus mencari kunci lagi," ucap Rysa meminta tolong pada bi Diah.


"Iya Non" jawab Bik Diah sambil berjalan menuju ke kamar Rysa.


Rysa yang sudah selesai bersiap berlari keluar menuju Pak Uda yang sedang menyiram bunga di halaman.


"Pak Uda, tolong anterin Rysa ke sekolah ya?"


"Ok Non siap." jawabnya pada Rysa sambil berjalan hendak mengambil mobil tersebut.


Setelah mengambil mobil yang terparkir di bagasi, Pak Uda sudah siap mengantar Rysa kesekolah. Rysa masuk kedalam mobil tersebut, Mobil pun melaju meninggalkan rumah kediaman Adafsi.


- Sampai .....


Tidak lama Rysa pun sampai di sekolahnya, Meminta pada Pak Uda tidak usah menunggunya. Ia merasa kasihan kalau harus Pak Uda menunggunya seharian. Kalau pun tidak ada kendaraan baru meminta tolong pada Pak Uda untuk menjemputnya.


"Terima kasih Pak Uda!, nggak usah di tungguin, nanti Sya hubungi Pak Uda kalau minta di jemput" ucapnya pada Pak Uda.


"Iya Non" balas Pak Uda.


- Bertabrakan dengan ketua Osis yang famous di sekolahnya.


Rysa pun memasuki halaman sekolah dengan berlari di koridor menuju kelasnya, sehingga membuat ia tidak sengaja bertabrakan dengan Bagas anak kelas Xll A yang membuat Rysa terjatuh.


Sebut saja namanya Bagas. Ia adalah ketua osis sekaligus cowok paling famous di sekolahnya. Karna Rysa tidak begitu hapal dan kenal, hanya sekedar tahu. Rysa pun hanya menanggapinya biasa saja.


"Kamu ngapain sih, lari-lari di koridor nggak liat apa!" ucap Bagas hendak berbalik kearah Rysa.


Bagas yang akan marah awalnya, karna belum melihat Rysa. Saat berbalik ia sedikit tertegun melihat Rysa.


"Maaf ya...! aku sudah telat" balas Rysa.


"Eh, tunggu ucapnya.?


Rysa yang buru-buru tanpa melihat lagi mengabaikan pangilan dari Bagas tersebut, langsung pergi meninggalkan Bagas yang masih melihat dan memangilnya Sambil melihat jam tangannya lagi, nampak terlambat 15 menit.


Rysa dengan cepat berjalan kembali, setelah sampai di depan kelasnya. Rysa melihat jam pelajaran sudah di mulai, ia yakin tidak akan di perbolehkan masuk. Takut kena marah dan di suruh keluar oleh gurunya!. Rysa pun memilih menunggu sampai jam pelajaran pertama berakhir. Sambil menunggu ia pun pergi ke perpustakaan.


Saat sedang di perpustakaan Rysa duduk sambil membaca buku yang di pilihnya. Bagas yang masuk ke perpustakaan untuk mengambil buku, tidak sengaja melihat Rysa yang duduk sambil membaca. Bagas pun berjalan mendekat ke arah Rysa.


"Boleh aku duduk?" tanya Bagas pada Rysa.


"Silahkan" jawab Rysa pada Rysa.


"lagi ngapain" tanya Bagas.


"Baca nih" balas Rysa.


"Bukan itu, maksud aku, kamu kenapa nggak masuk?" sambil memegang buku yang baru di ambilnya.


"Aku terlambat, tiba-tiba kunci mobil aku nggak ada. Kamu sendiri! kenapa nggak masuk?" jawab Rysa sekaligus bertanya kenapa ketua osis berada di luar kelas, bukannya masuk.


"Di kelas lagi kosong, yang lain lagi latihan basket. Sebagiannya...biasalah lagi paduan suara." jawab bagas.


"Hemm..."


Tidak lama Rysa pun bangun hendak melangkah keluar, tapi di tanya oleh Bagas.


"Mau kemana?" tanya Bagas


"Aku masuk kelas dulu, nampaknya sudah pada keluar" balas Rysa.


"Ohh ya sudah masuk aja"


Rysa pun melangkah meninggalkan Bagas yang masih berada di perpustakaan tersebut Saat Rysa keluar Bagas baru memperhatikannya lagi.


Setelah sampai di dalam kelas, ada beberapa teman-teman Rysa yang berada di dalam, Tiara yang balik kelas mengambil barangnya yang tertingal, melihat Rysa duduk di bangkunya.


"Loh, Sya kok lu nggak masuk jam pelajaran tadi?"


"Gw telat Ra"


"Terus lu di mana tadi?"


"Nunggu di perpustakaan"


"selama itu! lu sendirian sana"


"Nggak Ra, tadi ketemu sama Bagas tuh"


"Haa..., bagas ketua osis itu kan?"


"Iya bagas itu, mana lagi"


"Ehem.... Ngapain aja kalian?"


"Nggak ada, ngobrol biasa doang"


"Kok bisa sih"


"Tadi gw nggak sengaja nabrak dia pas di koridor sekolah"


"Astaga Rysa lu tu hoby banget yah..."


"Yah mana gw tau Ra!, gw buru-buru sampai kelas, dia main nongol aja tiba-tiba"


...--------🦋🦋🦋🦋🦋🦋------...


...𝖳𝖾𝗋𝗂𝗆𝖺 𝗄𝖺𝗌𝗂𝗁 𝖽𝗎𝗄𝗎𝗇𝗀𝖺𝗇𝗇𝗒𝖺 🙏...