
Setelah lama Tiara menunggu teman-temannya. Kini, ke lima temannya telah berkumpul di depan rumah Tiara. Mereka menggunakan mobil masing-masing. Kecuali Seri! yang ikut bersama Eby, karna tidak menggunakan mobil.
"Ndre, lu turun gih..panggilin si Tiara.! kita-kita nunggu di mobil aja, biar nggak di suruh duduk lagi tuh..sama nyokap nya." ucap Seno kepada Andrean.
"Jadi gw nih, yang manggil? seno oi, kenapa nggak lu aja." ucap Andrean dengan melihat Seno tanpa ekspresi.
"Ya sudah nggak apa-apa. Lagian Ndre! kalau lu yang masuk pasti si Tiara otw langsung ngajak lu keluar buat jalan, tanpa lu duduk lagi." ucap Eby dan Sari kompak.
"Maksud lu apaan! jadi menurut lu pada, kalau yang bertamu gw si Tiara nggak nerima gitu!"
"Sudah-sudah buruan Ndre! keburu nyampe tuh.., si beruang nya." ucap Seno lagi kepada Andrean.
Andrean pun berjalan memasuki rumah Tiara.
Sesampainya di kediaman Tiara. Andrean mengetuk pintu rumah temannya itu. Tiara lah yang membuka pintu rumahnya itu dan ternyata Tiara sudah menunggunya dari tadi untuk berangkat bersama.
"Lu lama banget sih..!, gw tuh dah nungguin dari tadi." ucap Tiara
"Ya sudah yuk cabut. Yang lain sudah nungguin lu juga tuh di depan!." ucap Andrean kepada tiara.
"Tunggu bentar! tas gw di atas" Tiara pun berlari menuju kamarnya untuk mengambil tasnya tersebut.
"Iya jangan lama" ucap Andrean dengan suara kerasnya memberikan ultimatum kepada Tiara.
Tek.... Tek.... Tek....
Terdengar suara langkah kaki Tiara buru-buru dengan sedikit berlari.
"Ayuk Ndre sudah nih!, ehh..tunggu bentar! gw ikut bareng lu ya Ndre? males gw yetir sendiri" ucap Tiara yang mau ikut nebeng di mobilnya Andrean.
"Boleh, nggak gratis tapi." sambil memasang muka manis nya.
"Lu sama temen sendiri perhitungan banget" kesal Tiara
"Hari gini mana ada yang gratisan neng! hehe.., sudah yuk lah gw bercanda"
Mereka berdua pun berjalan bersama menuju mobil Andrean yang sudah terparkir di depan rumahnya. Setelah sampai dan berkumpul, Andrean pun memberikan kode kepada teman-temannya untuk segera berangkat. Seno dan eby yang sudah mengerti maksud Andrean pun langsung menjalankan mobil mereka berdua.
******
- Di kediaman Made ....
Made yang sudah on the wey pun memutuskan untuk tidak membawa Pian. Ia pun memberanikan diri untuk pergi kerumah Rysa sendiri. Karna baginya ini pertama kali pergi kerumah seorang gadis yang belum terlalu ia kenal. Tidak seperti mantan sebelumnya! ia sudah kenal baik bahkan dengan keluarganya. tapi apa lah daya, itu semua tidak menjamin karakter keseriusan seseorang. Ternyata harus berakhir dengan hal yang menyakitkan juga.
Karna Ia belum tau rumah Rysa sebelumnya, dan Rysa hanya mengirim alamat rumahnya kepada Made melalui Google maps.
𝘍𝘓𝘈𝘚𝘏𝘉𝘈𝘊𝘒
📞 "Hallo Sya?"
📞 "Iya kak hallo juga!, ada apa ya kak?"
📞 "Aku mau nanya nih!, boleh?"
📞 "Iya kak silahkan, mau nanya apa?"
📞 "Alamatnya mana?" masa iya, aku ke sana tanpa arah tujuan.
*Ucap Made saat menghubungi Rysa. Bagaimana mungkin aku mau kerumahnya tanpa tahu alamatnya terlebih dahulu.! batin made.
📞 "Oh iya kak hehe.., nanti Rysa share di 𝗪𝗔 ya kak!"
*Rysa pun menahan tawanya karna merasa hal ini konyol sekali, bagai mana mungkin dari awal bahkan mau berangkat tak pernah sekalipun dia bertanya alamat, dan Rysa pun tak pernah memberi tahu karna dirinya tak pernah bertanya tentang alamat Rysa sebelumnya.
📞 "Iya sudah, matikan dulu telpon-nya"
📞 "Hhm baiklah.."
*Seakan Mate tidak ingin mematikan sambungan telpon nya. Tapi, ya sudah lah toh aku mau ke tempat nya juga.! batin Made.
Sambungan telponnya pun di matikan oleh Made. Sambil menunggu Rysa menggrimkan alamatnya tersebut, ia menggunakan salah satu koleksi mobil yang ia miliki. Sekarang Made telah berada di dalam mobil "𝘽𝙪𝙜𝙖𝙩𝙩𝙞 𝙇𝙖 𝙑𝙤𝙞𝙩𝙪𝙧𝙚 𝙉𝙤𝙞𝙧𝙚" mobil termahal dan termewah salah satu koleksinya.
Tak lama kemudian terdengar notif pesan masuk! saat Made membuka hp nya, terlihat pesan masuk dari Rysa!, yang berisi alamat rumah nya, yang di kirim beserta share lokasinya. Tidak menunggu waktu lama lagi Made pun langsung menjalankan mobilnya menuju kediaman Rysa tersebut.
- Sampai ke rumah Rysa ....
Kini Tiara, Andrean, Eby, Sari dan seno telah sampai di depan rumah Rysa. Karna mereka tak langsung turun. Tak lama kemudian nampak lah mobil mewah yang tiba-tiba berhenti di depan rumah Rysa tersebut. Andrean yang masih memainkan hp nya, harus terhenti karna terpesona melihat keindahan mobil mewah yang berhenti pas di dekat mobilnya tersebut.
"Wuah..indah dan bagus sekali mobilnya! jarang-jarang gw lihat mobil keluaran 𝗕𝘂𝗴𝗮𝘁𝘁𝗶, bahkan gw belum pernah lihat sebelumnya." ucap Andrean dengan ekspresinya yang merasa takjub.
"Lu omong apaan sih Ndre! sudah mau turun apa belom nih?" ucap Tiara masih dengan memainkan hp nya.
"Mangkanya Ra, kalau gw ngomong itu di dengerin!, coba deh lu liat mobil yang terparkir di dekat mobil gw itu!." sambil menunjuk ke arah mobil tersebut.
"Oh yang itu..." ucap Tiara dengan nada santainya dan hanya melihat sekilas. karna orang yang ada di dalam mobil tersebut (Made) belum keluar juga.
"Dia itu siapa ya? kok berhenti di depan rumah Rysa juga!, apa keluarganya." ucap Andrean dengan rasa penasarannya karna orang yang berada di dalam mobil tersebut belum juga nampak.
Eby, Seno dan Seri kini sudah turun dari mobilnya. Tinggallah Andrean dengan Tiara yang masih berada di dalam mobilnya.
"Mereka ngapain sih? lama banget turunnya." ucap Seri dengan kesalnya.
"Ya sudah kalian tunggu sini bentar, biar gw samperin mereka dulu."
Seno pun menghampiri mobil andrean karna tak kunjung turun-turun juga dari dalam mobil.
Tok.... Tok.... Tok...
"Buka oi, turun!." ucap Seno di dekat mobil Andrean.
Andrean dan Tiara pun membuka pintu mobil mereka, karna terlalu asik bermain hp dan menunggu datangnya si beruang kutub. Mereka berdua sampai lupa memberi tahu teman-temannya yang lain.
"Iya maaf, tadi gw mau langsung turun. Tiba-tiba gw lihat mobil keren itu tuh..(sambil menunjuk ke arah mobil tersebut). Jadi, seperti terhipnotis gitu dengan tampilan mobilnya. Terus gw cerita ke Tiara." ucap Andrean dengan gaya nya yang cengengesan.
"Bilang aja kalian ngapel, gw nggak marah." ucap seno sedikit mengganggu Andrean dan Tiara.
"Ngarang luh.., gw ngapel sama si letoy! yang benar aja!." ucap Tiara membalas ucapan Seno dengan ekspresi datar.
Tak lama nampak lah keluar Made dari dalam mobil mewah tersebut. Tiara yang asik menjawab pertanyaan Seno!. Tanpa sengaja melihat orang yang berjalan mamasuki rumah Rysa tersebut.
"Ehh.., itu kan kak Made?" ucap Rysa kepada dua temannya itu.
"Yang mana Ra?" ucap Andrean dan Seno kompak.
"Itu loh.., yang barusan lewat. Yuk lah kita masuk aja biar barengan tuh, sama kak Made." ucap Tiara berlari meninggalkan dua temannya tersebut.
Teman-teman mereka yang lain pun ikut berjalan bersama memasuki kediaman Rysa.
"Ka.., kak Made..?" ucap Tiara ngos-ngosan karna memanggil sambil berlari.
Made yang mendengar ada yang memanggil namanya tersebut ia terhenti dan melihat kebelakang siapa yang memanggil namanya.
Nampaklah Tiara dengan suara ngos-ngosannya. Made yang melihat ada beberapa orang lain nya juga, di belakang yang menuju ke arahnya.
------------------🦋🦋🦋🦋🦋🦋----------------