YOU ARE NOT MY DESTINY

YOU ARE NOT MY DESTINY
Mengingat Momen




Kembali .....



Setelah mereka semua selesai menonton film yang di tonton. Kini teman-teman Rysa telah kembali ke rumah mereka masing-masing begitupun dengan Made dan Pian.


Rysa yang merasa lelah pulang dari bioskop tersebut langsung membersihkan tubuhnya. Setelah itu ia menjatuhkan tubuhnya di kasur kesayangannya. Rysa pun mengingat hal konyol saat ia bersama Made. Mengingat pertanyaan yang di ajukannya itu. "Sekarang sebutannya bukan lagi beruang kutub. Tapi beruang gurun, karna sikapnya yang berubah hangat tidak dingin lagi seperti pertama kali ia bertemu" batin Rysa sambil tertawa mengingatnya.


Saat hendak minum Rysa mendengar hpnya berdering tanda pesan masuk, ia pun mengambil hp yang tergeletak di atas kasur, dan melihat siapa yang mengiriminya pesan.


- Pesan dari Tiara .....


πŸ“© Sya...!, lu dah tidur belom?


*Rysa yang belum tidur pun langsung membalas pesan dari temannya itu.


πŸ“© "Belom, Kenapa Ra..?"


πŸ“© "Cie...cie...., yang lagi deket sama si beruang *emot senyum"


πŸ“© "Haa...deket!, emang ya pemancar."


πŸ“© "Kalian berdua lama bener, sumpah penasaran aku tuh. Kak made bahas ap aja Sya?"


πŸ“© "Kepo deh lu Ra!, namanya juga makan, masak ia nggak di kunyah langsung telan aja gitu!"


*Rysa membalas chat Tiara yang kepo antara Made dan Rysa. Tiara pun hanya tertawa membalas pesan Rysa.


πŸ“© "Hahaha....ya, nggak gitu juga Sya, buruan kalian bahas apa aja sih penasaran aku tuh!"


*karna Rysa yakin Tiara kalau di ladeni ia tidak akan berhenti bertanya, apalagi kalau tidak di beri tahu. Rysa pun memberi tahu Tiara bahwa ia akan tidur.


πŸ“© "Besok aja Ra, sekarang tidur dulu sana. Gw dah ngantuk juga, tidur duluan ya Ra...bye.


πŸ“© "Sya...sya, jangan dulu tidur aku masih penasaran nih! (balasnya dengan kesal).


πŸ“© "Di tinggal tidur beneran"


πŸ“© "Besok cerita awas aja kalau nggak" *emot kesal.


Karna Rysa tidak membalas lagi pesan dari Tiara membiarkan pesannya terlebih dahulu.


- Di tempat Made ....


Made yang baru sampai di rumahnya, di sapa oleh Tarin. Yang melihat begitu cerah wajah putranya itu, biasanya ia pulang dengan wajah lelahnya. Nampak beda dengan hari ini yang seharian tidak pulang kerumah.


"Anak Mama baru pulang?" ucapnya pada Made.


"Lagi bahagia ya Nak! wajahnya cerah gitu!" tanya Ibu Tarin heran.


"Nggak apa-apa kok Ma, Made ke kamar dulu ya Ma...!" balas Made.


"Iya Nak, nanti cepat turun ikut makan bersama Papa mu," ucapnya pada Made agar tidak lama.


"Nggak Ma. Tadi Made sudah makan sebelum pulang. Ya sudah, Made ke atas dulu ya Ma!." balas Made.


Ia pun langsung berjalan menuju ke kamarnya, sampai di dalam kamar, Made tidak langsung mandi atau pun membersihkan dirinya terlebih dahulu. Tapi ia masih menuju balkon rumah. Seperti biasa, melihat pemandangan malam dari balkon tersebut. Sejenak berpikir ada apa dengan dirinya, baru saja ia sampai sudah teringat gadis itu lagi *batin Made.


Lama made melihat pemandangan malam ia pun teringat semua kenangan saat bersama Rysa. Dengan adanya Rysa setidaknya Made bisa meluapakan bahwa ia pernah merasakan kehampaan, terpuruk dan sakit yang begitu hebat. Sejenak ia bisa lupa akan semua itu.


- Flashback ....


Made teringat pertama kali ia bertemu dengan Rysa. Pertemuan mereka berdua yang tanpa sengaja sewaktu di jalan, dan dengan ke konyolannya, Rysa menendang kaleng yang tepat mengenai mobilnya.


Mengingat Rysa memanggilnya dengan sebutan Bapak hah...setua itukah aku di pandangannya(batin Made), saat ia memberikan syarat kepada Rysa dan dengan niat dan rasa tanggung jawabnya Rysa menyetujuinya.


Pertemuan kedua kalinya yang tanpa sengaja, saat itu!, Made lagi berkumpul dengan teman-temannya di Roksi plaza. Ia berjalan tanpa melihat sehingga Rysa menabraknya saat itu. sungguh di luar dugaan, hadir tiba-tiba dan di waktu yang tidak di rencanakan (ucap Made dengan tersenyum kembali). Karna sudah lumayan agak lama, sekitar beberapa bulan Made memang tidak melihatnya lagi, tidak mau tahu dan mendengar lagi tentang gadis itu, tapi ternyata Tuhan mempertemukan aku dengannya lagi "gadis kecil"batin Made. Di pertemuan tanpa sengaja, aku minta dia menemaniku saat itu, karna aku baru melihatnya lagi, nampak kegugupannya saat ia duduk bersamaku. Ku biarkan saja. karna hari itu Aku memang ingin melihat bagaimana sikap gadis itu saat duduk bersama denganku.


Akupun mengajaknya berbicara, setelah beberapa menit saling terdiam. Terdengar pelan di sana ia sedikit kesal, karna aku belum juga memulai percakapan dengannya! tapi sudah Aku tinggal berbicara di telpon. Karna waktu itu memang ada kelayen Papa yang menghubungiku. Setelah panggilan berakhir aku pun baru memulai percakapan dengan gadis kecil itu, bukan cerita pada umumnya atau pun bertanya?. Tapi aku langsung mengajukan satu permintaan kepada gadis kecil itu. Bahwa aku mau main kerumahnya, ingin berkenalan dengan keluarganya secara langsung. Karna aku pikir bagaimana mungkin aku pergi ke acara nanti, dengan membawa anak gadis orang tanpa izin orang tua nya. Sebenarnya jarang sekali aku berkenalan dengan seorang gadis, langsung mau berkenalan dengan kelurgannya, bahkan tidak pernah. Dengan mantannya Vella setelah lama menjalani hubungan itu pun aku jarang main kerumahnya bisa di hitung hanya beberapa kali.


Alasan kenapa aku meminta main kerumahnya, aku pun tidak tahu!, kenapa aku tiba-tiba ingin tahu semua yang bersangkutan tentang gadis itu, akupun tidak tahu, Yang ku tahu hanya satu! ada perasaan senang ketika aku mengetahui semua tentangnya.


Tangapannya saat itu sangatlah lucu, masih dengan keterkejutannya entah dia tidak mau, atau dia takut kalau memperkenalkan aku ke keluargannya! entahlah...yang jelas, ia meminta waktu untuk menjawabnya. Seiring waktu gadis itu pun mengabariku, bahwa ia sudah memberiku izin untuk datang kerumahnya, tentu saja aku senang sekaligus ada rasa sedikit kecemasan di hatiku saat itu.


Lucunya saat aku sampai di sana, teman-temannya pun sampai. Mereka semua datang seakan-akan berkumpul untuk membahas suatu acara di rumah gadis itu. Tapi tidak apa, setidaknya dengan adanya mereka waktu itu tidak membuat aku begitu canggung.


Hal yang paling aku ingat, dari semua ketakutan dan kecemasan ku waktu itu, tidak sebanding dengan rasa senang dan bahagia saat aku sampai di rumahnya. Penerimaan, kehangatan dan keharmonisan keluarganya dari segi pandang ku selama berada di sana. Entahlah intinya aku damai berada di tengah-tengah mereka saat itu.


Waktu dan hari berlalu. Aku masih di pertemukan lagi dengannya. Kembali bertemu bahkan harus bersama dalam satu momen. 𝖲aat menonton di bioskop. Di sana aku kembali memintanya untuk menemaniku makan, Ia pun ikut menemani, Entah terpaksa ataupun tidak yang jelas saat itu aku bahagia. π– π—„π—Ž 𝗍𝗂𝖽𝖺𝗄 π—π–Ίπ—π—Ž 𝖺pa maksud semesta sebenarnya, jika sama seperti yang lainnya!, kenapa aku harus sebahagia ini.


...------πŸ¦‹πŸ¦‹πŸ¦‹πŸ¦‹πŸ¦‹πŸ¦‹-----...


...𝖳𝖾𝗋𝗂𝗆𝖺 π—„π–Ίπ—Œπ—‚π— π–½π—Žπ—„π—Žπ—‡π—€π–Ίπ—‡π—‡π—’π–Ί πŸ™...


...𝖩𝖺𝗇𝗀𝖺𝗇 π—…π—Žπ—‰π–Ί...


...𝖫𝗂𝗄𝖾...


...π–’π—ˆπ—†π–Ύπ—‡...


...π–₯𝖺𝗏...


...𝖦𝗂𝗏𝖾...


...𝖱𝗂𝗍𝖾...