
Kini mereka berdua telah masuk kedalam dan nonton bersama dengan teman-temannya. Karna Made telah membooking studio tersebut membuat mereka bebas untuk memilih akan duduk di mana.
Dan lucunya mereka di dalam pun masih duduk beriringan membuat teman-teman yang melihatnya tertawa, ada juga yang mendukung dan memuji kalau mereka berdua sangatlah cocok.
Made yang tidak sungkan lagi untuk menanyakan sesuatu kepada Rysa, tidak seperti awal mereka bertemu.
"Aku boleh bertanya...?" ucapnya pada Rysa.
"Emang ada larangan ya kak?" balas Rysa
"Ya aku nanya dulu, mana tahu nggak boleh." ucapnya lagi sambil tersenyum.
Teman-teman Rysa yang melihat, mereka berdua tidak seperti biasanya, membuat yang lain berpikir apa yang terjadi di antara mereka berdua. Apa aku tidak salah melihatnya (batin Andrean).
Begitupun dengan Pian yang duduk di samping bersama Seno dan Eby. Selain ia pokus menonton sesekali iya melihat ke arah di mana temannya itu sedang mengobrol bersama seorang gadis yang Pian yakin bahwa temannya itu sudah bisa membuka hati nya kembali, tidak seperti dulu jangan kan untuk membahas bahkan ia lebih sering menghindari di saat teman-teman lainnya membahas bungga kampus yang lagi famous.
"Ya sudah nanya aja Kak, sebelum Rysa larang" balas nya sambil tersenyum balik kearah Made.
Aku membiarkan perasaan ini tumbuh tanpa mengetahui bagaimana akhirnya nanti. Dan suatu saat ingatlah, aku pernah berada di barisan paling depan di antara lelaki yang berusaha mengetuk pintu hatimu.
"Nggak jadi" ucapnya dengan sedikit memperbaiki posisi duduknya.
"Lah kok nggak jadi Kak?, nggak jelas deh" balasnya kembali pokus menonton.
"Kenapa! berharap buat di tanyain ya...?" kembali tersenyum.
"Nggak lucu" balasnya dengan memalingkan wajahnya.
"Nggak lucu tapi tertawa" ucapnya lagi membuat pembahasan di antara mereka tidak terputus.
Rysa yang masih memalingkan wajahnya, membuat Made pun berniat untuk memfoto ekspresi yang di tunjukannya. Made yang mengeluarkan hpnya, hendak memfoto Rysa, dengan sengaja membuat Rysa melihat ke arahnya. Dengan begitu cepat Made pun mengambil poto Rysa tersebut.
"Siapa yang tertawa coba, kan nggak lucu"
"Coba lihat kesini!" meminta Rysa untuk melihatnya.
Rysa yang tidak mau, dan masih menutupi bahwa ia pun sebenarnya tertawa pelan karna merasa lucu.! yang Rysa tahu beruang yang awalnya ia kenal jangan kan untuk banyak bicara, belum selesai ia berbicara pun sudah di akhiri duluan. Dan sekarang ia berbicara begitu banyak dengan di sertai candaannya. Jelas membuat Rysa merasa lucu sekaligus bertanya-tanya dalam hati "mungkin kah si beruang ini keserupan" batin Rysa.
- Tiara kesal ....
Merasa terganggu dengan Made dan Rysa yang sibuk dengan candaan mereka. Membuat Tiara tidak fokus menonton film kesukaannya itu. Akhirnya tiara pun menegurnya, dengan menyuruh mereka berdua. Melanjutkan percakapannya di luar studio.
"Kalian berdua pedekate nya nanti aja di luar studio" ucap Tiara dengan ekspresi datar.
"Tiara resek kalau lagi serius, lagian sudah kenal ngapain pedekate," balas Rysa menanggapi ucapan Tiara.
"Haha...." Tiara pun tertawa keras sehingga semua teman-teman melihat ke arahnya.
"Ketawa lu pelanin dikit Ra, gede banget suara lu" balas Rysa dengan melihat ke arah temannya itu.
Made yang yang hanya diam menanggapi ucapan Tiara, dan hanya tersenyum sekali melihat ke polosan Rysa tersebut.
Kembali kepada Made di mana ia mau memfoto Rysa, gadis yang membuatnya bisa tertawa. Karna Rysa tidak melihat kearahnya juga, Made pun memutuskan untuk mengerjainya. Made mau lihat apakah Rysa masih bisa menutupinya ekspresinya itu. Tapi Made masih memikirkan apa yang cocok agar Rysa melihat ke arahnya.
Lama mikirkannya, akhirnya Made mendapat ide agar Rysa mau melihat ke arahnya. Ia meminta tolong kepada Eby, karna posisi duduk mereka sejajar dan hanya Seno dan Sari yang duduk di depan mereka. Yang di samping Made hanya ada Eby. Jadi Made meminta Eby untuk memanggil Rysa temannya.
"Ehh By!, aku mau kasih kamu tebakan?", ucap Made pada Eby yang ada di sampingnya.
"Wih...., tebakan apa tu kak?" balas Eby dengan bertanya kembali.
Karna posisi Rysa masih dengan memalingkan wajahnya dengan mentumpu kepalanya. Made pun memberi soal kepada Eby.
"Coba tebak? saat Rysa menghadap ke arah kita, ekspresi Rysa seperti apa saat kamu memanggilnya" tanya Made pada Eby.
"Jelas dia akan bertanya (ada apa), model muka-muka tanya kak, datar gitu" jawabnya sambil tertawa.
"Ok, kalau benar kamu dapat hadiah dari aku. Sekarang coba aja memanggilnya."
Made yang sudah siap memfoto Rysa saat melihat kearahnya pun masih merasa lucu tapi tidak tersenyum kali ini, melihat semangatnya Eby saat Made akan memberikannya hadiah jika jawabannya benar.
Eby dengn semangatnya memanggil Rysa karna akan mendapat kan hadiah tersebut.
"Rysa....Sya!,"
Rysa yang heran, bertanya Eby dan juga Kak Made.
"Ada apa By?..., dan Kak Made ngapain?" ucap Rysa pada mereka berdua.
"Nggak apa-apa Sya, mangil aja habisnya lu keliatan serius banget" ucap Eby mengalihkan.
"Kak Made?"
"Nggak ada, cuman pengen liat kamu tertawa aja" ucapnya kembali santai.
"Nggak jelas banget deh kalian berdua" balas Rysa.
Saat ini ada tiga film yang akan mereka tonton.
- Before i meet you
- Kimetsu no Yaiba
- Dan Kkn di Desa Panari
Rysa yang pokus kembali menonton melihat tayang film yang kedua kalinya. Karna film yang mereka tonton kali ini sangatlah bagus. Judul pertama yang sudah mereka tonton Before i meet you yang menceritakan; pertemuan gadis dengn Bara si playboy kampus yang cukup berkesan. Dan disisi lain si gadis sudah jatuh hati pada cowok yang bernama Rama. Pria yang berhasil mencuri perhatian gadis tersebut dengan bersikap romantis. Dan judul yang tayang kedua mereka tonton adalah πππ’ππ©π¨πͺ π£π€ πππππ. Karna Rysa tidak ikut melanjutkan film yang berlangsung. Made meminta Rysa ikut menemaninya makan, karna ia merasa sangatlah lapar.
"Sya...?" panggilnya pada Rysa yang sempat tertidur.
"Iya kak, ada apa..?" tanya Rysa masih melihat ke arah Made.
"Bisa minta tolong nggak?" ucap Made.
"Minta tolong apa kak?"
"Bisa nggak..?" dengan ekspresi menaikan satu alisnya.
"Gimana mau jawab, belum bilang tolong ngapain." ucapnya hanya berdehem.
Masih dengan melihat ke arah Rysa.
"Aku lapar, kamu bisa anterin aku makan?" ucap Made pada Rysa tanpa sungkan.
Masih dengan kebingungannya, bukan kah ada temannya kenapa meminta aku yang mengantarnya (batin Rysa).
"Teman Kakak!" tanya Rysa.
"Biarkan dia masih pokus nonton, lagian aku maunya di temani kamu!" ucapnya pada Rysa.
...--------...
...πͺπΊπ π½πΊππΊππ π½π ππΊπΊπ ππΊππ ππ ππΎππ πππΊ...
...ππΊπ πΌπΊππΊππΊ ππΎπΌππ π½π ππΎπ πΊπ ππΊπ πΊπ...
...ππΎππππΊπ ππΊππ ππΊππ ππΊπππ...
...π±πΎππΊπ π½πΊπ π±πππ½π π»πΎπππΎππΊππΊπ...
...ππΊπΊπ ππΊπ½ππππ ππππππΊπ π»πΎπππΊππΊππ...
...ππΎπππΊππ π½πΎπ»πΊπ πππ ππΎππππΊ ππΊπππ ππΊπππ...
...ππΊππ ππΎπ πΊπ π π»πΎπππππΊπ π½πΊπ πΊπ ππππππΊπππ...
...----------...
Dengan rasa terpaksa Rysa pun mengiyakan ajakan Made tersebut. Hendak mengajak Tiara ikut bersamanya. Tapi kali ini entah kenapa Tiara pun seakan membiarkan Made dan Rysa pergi makan bersama.
"Sekarang..?" tanya Rysa
"Masak iya tahun depan" jawabnya datar.
Rysa pun pamit keteman-temannya untuk membeli makanan. Dan teman-temannya malah ikut memesan kepada Rysa. Dengan langkah malas Rysa pun keluar dari barisn studio mengikuti langkah Made untuk membeli makan tersebut.
...--------π¦π¦π¦π¦π¦π¦--------...