YOU ARE NOT MY DESTINY

YOU ARE NOT MY DESTINY
Back To Rysa




Ucapan untuk Pak Ikbal ....



"Ini ada sedikit riski untuk Pak Ikbal" (Made memberikan amplop yang berisikan cek untuk Pak Ikbal). Awalnya Pak Ikbal menolaknya, tapi karna Made terus memaksanya akhirnya Pak Ikbal menerima amplop tersebut. Semua itu karna bapak sudah banyak membantu Made dan Pian selama di kota ini. Tanpa bantuan Pak Ikbal kami berdua bukanlah apa-apa, pasti kami lebih sering tersesat menuju jalan kerumah. "Terima kasih banyak Pak Ikbal untuk semua bantuannya selama kami disini, semoga Tuhan membalas kebaikan bapak selama ini. Maaf juga jika kami berdua sering menyusahkan/merepotkan bapak sehingga membuat bapak kelelahan.." ucap Made dan Pian.


"Tidak apa-apa nak Made dan nak Pian!, bapak senang kalian ada disini. Dan bisa membantu kalian berdua. Jika ada waktu dan kesempatan sering-seringlah main ke kota ini lagi, Sekarang karna nak Komang belum datang kalau ada nak komang rumah ini tidak pernah sepi." ucap Pak Ikbal sambil mengucapkan banyak terimakasih karna telah di berikan amplop tersebut.


- Sesampainya di rumah...


Setelah melewati beberapa hari berada dikota Daeng, Made kini telah kembali kerumahnya. banyak yang berubah dari diri Made, dirinya yang awalnya peduli sekarang cuek dan masa bodoh. Dirinya yang sedikit banyak cerita sekarang lebih banyak diam. Dirinya yang awalnya terlihat biasa-biasa saja, sekarang terlihat lebih dingin(aku menyebutnya dengan sebutan si beruang kutub).


Siapapun pasti akan merasakan hancur dan sakit karna dihianati, begitupun dengan Made yang hanya manusia biasa. walaupun dirinya adalah seorang lelaki, yang katanya lelaki itu lebih kuat. Tapi tetap saja Made adalah manusia biasa yang hatinya juga sama-sama ciptaan Tuhan.


- Di tempat Rysa...


Setelah lama Rysa tak memikirkan pasal hutangnya ke Made, tiba-tiba Made menghubungi Rysa kembali saat ia berada di sekolah.


Made menghubungi Rysa untuk memberitahukan bahwa iya akan main kerumahnya besok pagi. untung saja, Made menghubungi Rysa di saat jam istirahat dan di saat Rysa berkumpul dengan beberapa temanya-temannya. Jadi Rysa bisa langsung memberi tahu teman-temannya saat itu juga. Bahwa Made akan datang ke rumahnya besok pagi.


Saat Rysa lagi duduk dengan beberapa teman-temannya, Rysa memanggil Andrean yang sedang berjalan sendiri. Biasanya ia akan berbarengan dengan Eby dan Seno(batin Rysa)


"Ndre..mana Seno?" ucap Rysa bertanya kepada Andrean saat melintas.


Iya Ndre.., "mana? si Seno sama Eby. Biasanya kalian selalu barengan seperti prangko." ucap Tiara nimbrung (ikut bertanya pada Andrean)


"Gw nggak liat Sya, mungkin lagi ke perpus tuh. Memangnya ada apa?, muka-muka kalian kek kucing kecebur di kolam ikan dah, tegang banget." ucap Andrean sambil bergurau.


"Tolong lu panggilin dulu deh ndre?, gw pengen ngomong sama Seno dan Eby juga, kita kumpul di sini." ucap Rysa meminta tolong ke andrean untuk memanggil teman-temannya yang lain.


"Ok deh gw cari mereka dulu".


"Bentar..bentar deh..", ucap Andrean lagi seakan ada yang terlupakan.


"Apaan lagi?.." balas Tiara dengan nada keras.


"Ada apa ndre? apa ada yang tertinggal?" ucap Rysa juga ikut bertanya.


"Iya, ada yang tertinggal nih!, minuman gw lupa gw habisin." ucap Andrean dengan ke konyolanya sambil mengambil jus yang ada di meja dan langsung meminumnya habis.


"Dah ya, gw otw cari mereka dulu.." ucap Andrean lagi sambil berjalan dan juga tertawa.


"Awas lu!, bukan nya nemuin mereka malah nyangkut di sana" ucap Tiara dengan suara keras memberikan warning kepada Andrean, tapi hanya di balas kedipan mata oleh Andrean.


Mereka semuapun hanya tertawa dan geleng-geleng melihat kekonyolan si Andrean.


Saat Andrean memanggil Seno dan Eby, "Tiara bertanya pada Rysa ada apa?," kenapa harus menunggu Mereka berdua. Biasanya tanpa mereka, lu langsung ngomong ke gw. "Ada apa Sya?". Hhm bentar.., bentar.., gw tebak! "ini pasti ada hubunganya sama Kak Made kan?" ucap Tiara bertanya kepada Rysa.


"Hmm..iya Ra bener, Lu tahu! tadi dia tu telpon gw. Ngabarin kalau besok mau main kerumah. Udah tenang-tenang hidup gw beberapa hari ini. Ehh.., tiba-tiba dia nelpon ngabarin kek gitu panik lah gw. Mana besok orang-orang di rumah gw pada kumpul semua lagi" ucap Rysa menjelaskan ke Tiara.


Tak lama datanglah Andrean bersama Eby, dan Seno.


"Cepet kan gw?" ucap Andrean dengan cengengesan.


"Hmm.. kirain lu bakal nyangkut di sana ndre" balas tiara.


"Lu kira gw apaan, pake nyangkut segala" ketus Andrean membela diri.


"Oh iya, si Kak Made tu nelpon gw barusan, ngabarin kalu besok dia mau kerumah. Kalian dateng juga yaa?." ucap Rysa pada teman-temannya.


"Wuah..si beruang kutub mau dateng penasaran gw.." timpal Andrean tiba-tiba.


"Ya udah besok kita kerumah lu Sya, gimana? Ndre, Eby, Tiara dan Sari kalian bisa semua kan besok!" tanya Seno kepada teman-teman lainya.


Semua teman-teman Rysa pun menjawab pu menjawab "iya besok kita ikutan kerumah Rysa numpang makan geratis" ucap Andrean.


"Tapi kalian sampainya harus barengan sama Kak Made, atau kalau perlu kalian duluan deh sampai ke tempat Rysa." pungkas Seno menerangkan pada yang lain.


"Mending kalian sampai dulu kan terus bisa nunggu Kak Made, ketimbang Kak Made yang duluan sampai." ucap Rysa menjelaskan lagi pada teman-temannya berharap tidak kacau nantinya.


"Iya Sya, iya." ucap mereka kompak.


"Nanti kalian ikuti Kak Made terus yaa! jangan biarin dia berduaan sama ortu ataupun Abang gw. Gw ngeri aja dia bakal di tanyain yang aneh-aneh, taulah kan kalian sama bang Fano, ucap Rysa menjelaskan kembali.


"Aman Sya, Biar gw aja yang nemani Kak Made," ucap Tiara dengan kecentilan nya.


"Ganjen lu," ucap Andrean mengejek Tiara.


"Tenang Sya ada gw dan teman-teman yang lain, nggak usah khawatir." ucap Seno yang mencoba menenangkan Rysa karna terlihat sedikit panik.


Tak lama bel pun berbunyi, menandakan mereka harus masuk kelas masing-masing.


"Yuk masuk, ingat ya kalian semua jangan telat datangnya" ucap Rysa langsung berjalan menuju kelasnya bersama Riara dan Sari, dan tak lama diikuti oleh Andrean, Eby dan Seno.


Lama mereka berada di dalam kelas, setelah mengerjakan soal-soal yang di berikan guru. bell pun berbunyi menandakan jam pelajaran sekolah telah berakhir.


"Sya pulang bareng siapa?" ucap Seno berniat mau menawarkan tumpangan untuk Rysa


"Nunggu jemputan sen.." bala Rysa pada Seno.


"Bareng gw aja gimana?, biar gw anter pulang." ucap Seno lagi menawarkan tumpanganya kepada Rysa.


"Hm.. nggak usah Sen ngerepotin, gw nanti di jemput Bang Fano ko, tapi thanks ya udah nawarin", balasan Rysa kembali pada seno yang hendak menawarkan tumpangannya.


Iya sudah nggak papa, "gw duluan ya, Sya." ucap Seno langsung meninggalkan kelas.


Rysa pun berjalan bersama Tiara dan Sari menuju pintu gerbang sekolah.


Saat sampai di pintu gerbang, Sari sudah ada yang menjemputnya duluan, dan Sari pun berpamitan kepada Tiara dan Rysa.


"Sya ikut gw nggak?" ucap Tiara menawarkan karna sudah ada yang menjemputnya juga.


"Duluan aja Ra, gw masih nunggu Abang Fano." ucap Rysa kepada Tiara.


"Ya sudah gw duluan ya.., lu hati-hati Sya"ucapnya pada Rysa temannya tersebut.


Mobilnya pun berjalan melaju, tinggalah Rysa sendiri duduk menunggu jemputan nya.


------------------🦋🦋🦋🦋🦋🦋--------------------


_ Bukan salah jarak, kita saja yang tidak bisa menjaga rasa percaya. Bukan salah kesibukan, kita saja yang terlalu mementingkan diri sendiri hingga lupa bahwa ada kekhawatiran yang butuh pelukan panjang. Jangan menyalahkan siapa pun, jangan menyalahkan apa pun. Mungkin memang kita berdua yang belum bisa bersikap dewasa.


𝖳𝖾𝗋𝗂𝗆𝖺 𝖪𝖺𝗌𝗂𝗁 𝖲𝖾𝗁𝖺𝗍 𝖲𝖾𝗅𝖺𝗅𝗎 🖤