YOU ARE NOT MY DESTINY

YOU ARE NOT MY DESTINY
Perhatian Bagas




Di rumah ....



Kini Rysa bersiap-siap untuk berangkat kesekolah. Fano menatap Adiknya heran (Ia yakin adiknya masih marah dengannya).


Hari ini Fano akan berangkat keluar kota untuk mengurus proyek yang ia kerjakan, proyek tersebut sudah mencapai 90 persen hampir selesai tanpa kendala.


"Dek. Masih marah ya, sama Abang.?


"Menurut Abang!"


"Iya deh, Abang minta maaf sama Adik Abang paling cantik"


"Nggak tulus nih"


"Mana ada. Abang dah minta maaf nih, dosa loh.... Nggak di maafin"


"Abang itu yang dosa, siapa suruh jolimi Adik sendiri"


"Iya...iya, Abang minta maaf nih"


"Hmmm, Sya mau nanya dong ke Abang" ucapnya.


Rysa pun akan bertanya kepada Fano.


Karna kali ini mereka sarapan hanya berdua, Pak Tama dan Ibu Deviana belum datang dari luar kota. Hari ini malah Fano juga yang akan pergi untuk urusan proyeknya. Fano masih memakan rotinya dan baru selesai. Rysa memangil Fano kembali.


"Bang?" ucap Rysa memanggil Fano.


"Apa Dek?" jawab Fano.


"Abang pulang kerja nanti, sibuk nggak?" tanya Rysa.


"Kenapa memangnya Dek?" masih dengan melihat Rysa.


"Jawab dulu lah Bang, bukan balik nanya" ucap Rysa lagi.


"Oh iya. Abang lupa ngasih tau Adek. Hari ini Abang akan berangkat kelur kota, nanti nggak pulang lagi, berangkatnya dari kantor Dek"


"Yahh...., kok mendadak sih Bang. Padahal Rysa baru aja mau minta Abang buat nganterin Rysa ke niko"


"Iya namanya juga proyek Dek, targetnya bulan depan sudah harus selesai"


"Ya sudah nggak apa-apa deh, terus Papa dan Mama kapan balik Bang?"


"Kalau nggak ada halangan satu atau dua hari ini. Papa dan Mama sudah balik"


"Sya nggak apa-apa kan?, Abang tinggal keluar kota selama beberapa hari"


"Nggak apa-apa, kan sudah tugas Abang,"


Fano pun menasehati Rysa. "ingat jangan keluyuran nggak jelas, kalau mau pergi kemana-mana bilang ke Abang atau orang rumah, Abang nggak mau Ade kenapa-napa." ucap Fano menasehati Rysa.


"Iya, Rysa dengerin."


"Jangan di dengerin doang, di terapin. Nanti yang ada masuk telinga kanan keluar telingga kiri lagi"


"Yeah mana ada kek gitu, emang Rysa bocil apa"


"Ya sudah Abang mau berangkat kerja dulu, Sya ikut Abang aja, biar Abang anterin kesekolahnya"


"Iya bang"


Rysa pun mengikuti Fano melangkah keluar memasuki mobil yang sudah terparkir di depan rumahnya.


- Di sekolah ....


Mereka semua berkumpul Rysa yang baru sampai pun menyapa teman-temannya. Saling bercerita satu sama lain.


"Sya. Lu nggak ikut sih kemarin, pertandingannya seru tahu Sya" ucap Andrean


"Iya Sya, Ra, seru banget." timpal Seno dan Eby kompak.


"Kalian baliknya jam berapa?"


"Kita nggak liat jam lagi, sampe rumah habis mangrib Sya"


Teng.... Teng.... Teng....


(bell pun berbunyi menandakan semua para siswa dan siswi harus masuk kelas mereka masing-masing)


Tiara, Rysa dan Sari mereka bertiga lebih dulu memasuki kelas, di susul oleh Andrean dan Seno. Di antara mereka ada yang bertanya karna hanya Eby yang tidak nampak.


"Ndre. Eby mana?" tanya Sari.


"Mana gue tahu, tadi bareng sama kita-kita kok, iya kan Sen?"


"Iya bener, mungkin aja ke toilet kalih" timpal Seno.


Saat mereka lagi duduk menunggu guru kelasnya, tiba-tiba Eby pun datang dengan berjalan santai memasuki kelas.


"Hai bro?" ucap Eby.


"Lu dari mana By?" balas teman-temannya kompak bertanya pada Eby.


"Biasa, ke perpustakaan mulangin buku."


"Sya lu sudah ngerjain PR belom" tanya Sari dan Tiara.


"Astaga gue lupa,"


"Ya sudah lu kerjain dulu Sya. Buruan ambil buku gue di tas"


Rysa pun pokus mengerjakan PR nya tersebut terlebih dahulu, tanpa mendengar kehebohan dari teman-temannya.


"Sya, ada yang cari lu?" ucap Eby.


Karna Rysa pokus mengerjakan tugasnya, ia pun menjawab ucapan Eby hanya seperlunya. "nanti aja By, gue lagi berjuang nih"


Eby yang mendengar ucapan Rysa pun hannya terus berjalan dan duduk di tempatnya.


Setelah tugas mereka semua di kumpul dan di beri tugas kembali. Mereka pun mencatat apa yang sudah di berikan oleh wali kelas nya.


"Hm... Sya, gue lapar nih?" ucap Tiara di saat jam pelajaran sedang berlangsung.


"Sabar Ra, liat nih (menunjuk ke jam tangannya) dikit lagi" balas Rysa pada Tiara.


Teng.... Teng..... Teng... (Bersorak kompak )


"Eby...., siapa yang cari gue?"


"Si Bagas Ra"


"Ciee.... Ketua osis" ucap teman-temannya kompak.


"Biasa aja lagi, yuk kantin."


Mereka semua pun berkumpul di kantin.


"Bentar Sya, gue pesan dulu. Lu mau nitip apa?"


"Nggak ada Ra"


"Yakin?"


"Hmmm....."


Rysa pun duduk di bangku kantin bersama dengan teman-teman lainnya.


Tidak lama muncullah Bagas mendekat ke arah, di mana Rysa sedang duduk.


"Nggak makan?"


"Nggak"


"Kenapa?"


"nggak apa-apa, lagi nggak pengen aja."


"Makan dong Sya, biar semangat belajarnya"


Andrean yang ikut duduk bersama Rysa, baru tahu sekaligus mendengar ucapan sang ketua osis, Ia pun tersedak dengan tiba-tiba (uhuk...uhuk..), Nampak mereka semua pun melihat ke arah Andrean.


"Kesambet lu Ndre"


"Sumpah demi apa lu ketua osis kan?" tanya Andrean.


"Iya, kenalin gue Bagas" balasnya.


"Sejak kapan lu sudi gabung sama kita-kita disini" ucap Andrean.


"(sambil tersenyum) ya nggak gitu juga kalih, aku baru tahu kalian aja"


Bagas pun melihat kearah Rysa dengan tersenyum.


"Kamu kesini nggak makan?" tanya Rysa kembali.


"Aku mau latihan basket. Oh iya, hari ini kalian semua bebas mau makan apa aja, berhubung hari ini gua lagi baik hati, jadi kalian bebas di kantin ini." ucap Bagas pada semua orang, yang ada di kantin tersebut.


Bagas menteraktir mereka semua yang ada di kantin, orang-orang yang ada di kantin pun bersorak ria mendengar ucapan Seorang Bagas.


"Sya aku latihan dulu ya?" ucap Bagas pada Rysa.


"Iya Gas, hati-hati ya!". balasnya Rysa pada Bagas


Bagas pun membalas ucapan Rysa sambil tersenyum, langsung pergi menjauh dari kantin tersebut.


"Ra gue ke perpustakaan dulu"


"Nggak makan dulu Sya?, sudah di teraktir ketua osis tuh!, tumben-tumbenan loh, kita dapat geratisan dari ketua osis nih" ucap Tiara pada Rysa.


"Nggak deh Ra, gue ke perpustakaan dulu aja."


"Nggak apa-apa gue makan dulu ya.., selesai makan gue susul lu ke perpustakaan Sya."


"Nggak usah Ra, lu makan aja. Gue cuman ngambil buku doang, nggak lama."


Setelah itu Rysa pun langsung berjalan melangkah menuju keperpustakaan.


Saat Rysa pergi. Andrean berbicara pada temen-temannya tentang sang ketua osis dan temannya Rysa.


"Menurut gue, si Bagas itu suka deh ke Rysa!." ucap Andrean.


"Iya Ndre, dari yang gue liat sepertinya sih gitu" timpal Eby.


"Seru nih bakal ada persaingan antara si beruang vs oskar osis" ucap Andrean lagi sambil tertawa.


"Makan buruan Ndre, di dengar orangnya mampus loh" ucap Seno memberitahu pada Andrean.


"Iya Sen, asiap" balasnya sambil meyantap makanan yang sudah di sajikan.


Rysa yang sudah di dalam perpustakaan, berjalan sambil melihat buku mana yang akan ia ambil. Ternyata Bagas sebagai ketua osis, mendapat tugas dari salah satu guru yang akan menyelengarakan kegiatan di sekolah.


Ia pun ikut memasuki perpustakaan tersebut, mencari buku panduan yang di minta oleh guru nya.


Saat berjalan memilih buku. Sama-sama melangkah dan memilih, Masih belum menyadari satu sama lain. Saat hendak mengambil buku yang sama. Mereka berdua pun saling menatap.


"Kamu ....." ucap mereka berdua kompak.


"Bukannya tadi katanya mau latihan ya?"


"Iya Aku memang latihan, tiba-tiba sudah di suruh mengambil buku paduan"


"Ohh gitu..."


"Ikut kegiatan nggak Sya?"


"Memangnya kapan kegiatannya Gas?"


"Sepertinya dalam waktu dekat ini deh, nunggu hasil kesepakatan lagi, nanti kalau sudah di tentuin harinya, Aku kabari"


"Ok deh, terima kasih ya..."


"Santai aja, oh iya.... Aku boleh minta nomor mu nggak?"


"Hmm boleh, mana hpnya sini"


Bagas pun mengeluarkan hp dan memberikannya pada Rysa. Dan Rysa pun memasukan nomornya ke hp Bagas tersebut.


Betapa senangnya Bagas saat ini.


...-------🦋🦋🦋🦋🦋🦋------...


...𝖳𝖾𝗋𝗂𝗆𝖺 𝗄𝖺𝗌𝗂𝗁 𝖽𝗎𝗄𝗎𝗇𝗀𝖺𝗇𝗇𝗒𝖺 🙏...