
Hari ini adalah acara konferensi pers untuk meminta konfirmasi dari pihak keluarga Peter mengenai kasus kematian Peter dan Jessica dan untuk mengklarifikasi berita tentang kasus tersebut.
Semua awak media sudah berada di ruang tamu yang diperuntukkan untuk acara konferensi pers dengan membawa berbagai macam alat untuk mengabadikan acara penting itu.
Perempuan cantik berbalut gamis berwarna biru dongker dan jilbab panjang yang warnanya senada dengan warna gamisnya berjalan pelan menuju ruang tamu. Perempuan itu tak lain adalah Irene.
'Petunjuk Allah lewat mimpi itu dan surat - surat suci Al-Quran telah memantapkan aku bahwa dalam kasus ini, almarhum suamiku tidak bersalah. Aku akan memberi tahukan pendapatku ke semua pers bahwa almarhum Peter tidak bersalah dan dia telah dijebak," gumam Irene sambil berjalan ke ruang tamu tempat yang diadakan untuk acara konferensi pers.
Irene beserta para bodyguardnya sudah sampai di ruang acara tersebut. Di sana sudah ada Andre, Daddy, Hendrick, para pengawal dan para awak media yang telah berkumpul untuk menunggu kehadiran Irene.
Ketika Irene dan para bodyguardnya memasuki ruangan itu, flash dari kamera para wartawan bertebaran mengenai wajahnya Irene. Matanya Irene menyipit karena silaunya flash tersebut yang mengelilingi Irene.
Irene menyakinkan dirinya bahwa ini semua akan baik - baik saja. Irene berjalan menuju tempat duduk yang sudah disediakan oleh kru penanggung jawab acara tersebut Irene duduk di antara Andre, Daddy dan Hendrick.
Mendengar suara kamera yang sedang sibuk mengambil gambar dengan flash bertebaran di mana - mana membuat wajah dirinya menunduk. Hati Irene sudah mantap dan yakin akan menjawab semua pertanyaan yang akan diajukan oleh para wartawan.
Irene duduk di sebelah kanan Daddy dan di samping kiri Andre. Setelah sekiranya para wartawan cukup mengambil beberapa gambar Irene, Andre mulai berbuka suara.
"Good morning. Thank you to all the journalists who came to this press conference. Mrs. Irene will answer all the questions you will give about the death cases of the late Peter Pattinson and Jessica Lincoln. One reporter is only allowed one question to ask. You have got the serial number to ask questions," ujar Andre ramah sambil tersenyum manis. "Please get number one to stand up and ask questions," lanjut Andre.
Kemudian wartawan yang mendapatkan angka satu berdiri dan salah satu anak buahnya Andre berjalan menghampiri wartawan itu dan memberikan mic ke wartawan itu.
"What do you think about the content of the recent news regarding the speculation related to the death of Peter and Jessica?" tanya wartawan itu setelah menerima mic dari salah satu anak buahnya Andre. "Enough of the questions from me and thank you, " ucap wartawan itu, lalu dia memberikan mic itu kepada salah satu anak buahnya Andre yang bertugas membawa mic untuk para wartawan.
Irene menghirup udara yang panjang dan menghembuskannya secara pelan untuk menetralisirkan dirinya yang menegang. Irene menatap Daddy, tatapan mata mereka beradu. Daddy memberikan spirit dan memotivasi Irene untuk tetap tegar dalam menjawab semua pertanyaan dari para wartawan dengan memberikan senyuman manis, tatapan lembut, dan anggukkan kecil.
"Everyone has the right to speculate regarding the case after seeing the photos. I don't think their speculation is all right. I'm sure, my late husband did not do anything as despicable as that and in this case he was framed, as if he had an illicit relationship with Jessica, did that with Jessica, killed Jessica, and ended my husband's suicide on the pretext of wanting to end their relationship or perpetuate it, their love," jawab Irene sedikit tenang.
"For second place, please stand and ask," ucap Andre.
Kemudian wartawan yang mendapatkan urutan nomor dua berdiri, salah satu anak buahnya Andre berjalan menghampiri wartawan itu dan memberikan mic.
"Good morning. Why do you have such an opinion? Enough of the questions from me and thank you." kata wartawan itu setelah menerima mic dari salah satu anak buahnya Andre.
"Good morning too. Because I believe and really believe in my husband that he loves me very much and I feel his love so much for me. She treats me very gently and if I make a mistake, she admonishes me with soft words and never yells or does anything violent. And we don't know for sure the continuation of the police investigation into that case and we don't know the results of the investigation," jawab Irene yakin dan sudah mulai tenang.
"Who gets sequence number three, please stand and ask."
Kemudian wartawan yang mendapatkan urutan nomor tiga berdiri, salah satu anak buahnya Andre berjalan menghampiri wartawan itu dan memberikan mic.
"If it wasn't your husband who killed Jessica and didn't commit suicide, then who was the culprit who did it all?" tanya wartawan yang mendapatkan urutan nomor tiga setelah menerima mic dari salah satu anak buahnya Andre.
"The enemy. In life, not everyone likes us," jawab Irene sambil menatap wartawan itu.
"For the fourth number, please stand up and ask?"
Kemudian wartawan yang mendapatkan urutan nomor empat berdiri, salah satu anak buahnya Andre berjalan menghampiri wartawan itu dan memberikan mic.
"In your opinion, who was your late husband's enemy?" tanya wartawan itu setelah mendapatkan mic dari salah satu anak buahnya Andre.
"Every entrepreneur must have business competitors. Perhaps my husband's enemy is one of my husband's business competitors who has been cheating," jawab Irene.
Kemudian wartawan yang mendapatkan urutan nomor lima berdiri, salah satu anak buahnya Andre berjalan menghampiri wartawan itu dan memberikan mic pada wartawan itu, lalu wartawan itu menerima mic itu.
"Good morning. Do you know that that night, your late husband met Jessica?" tanya wartawan itu, lalu dia memberikan mic itu ke petugas yang membawa mic.
"Good morning too. I know that, " jawab Irene mantap.
"For the number six, please stand and ask?"
Kemudian wartawan yang mendapatkan urutan nomor enam berdiri, salah satu anak buahnya Andre berjalan menghampiri wartawan itu dan memberikan mic pada wartawan itu, lalu wartawan itu menerima mic itu.
"Do you know why Peter met Jessica that night?"
"I know, Peter came there to meet Jessica because he wanted to ask Jessica for an explanation about the photos of the two of them holding hands at the club and when they were about to enter a hotel room and asked Jessica to explain it all to me."
"For the number seven, please stand and ask?"
Kemudian wartawan yang mendapatkan urutan nomor tujuh berdiri, salah satu anak buahnya Andre berjalan menghampiri wartawan itu dan memberikan mic pada wartawan itu, lalu wartawan itu menerima mic itu.
"Why did Mr. Peter ask Jessica for an explanation?" tanya wartawan itu, lalu memberikan mic itu ke petugas yang membawakan mic.
"Sorry that the question has nothing to do with the Peter and Jessica deaths. Please ask questions that have to do with the case of death, " sanggah Andre.
"Just leave it Dre, I'll answer it. Because the photos caused me to be jealous and my late husband made it clear that he and Jessica would not have a special relationship anymore. He only loves me forever. He would also prove that by asking Jessica to explain everything to me. My late husband asked Jessica to explain what happened at that time because she was drunk at that time, so she didn't realize what had happened at that time."
"For the number eight please stand and ask."
Kemudian wartawan yang mendapatkan urutan nomor delapan berdiri, salah satu anak buahnya Andre berjalan menghampiri wartawan itu dan memberikan mic pada wartawan itu, lalu wartawan itu menerima mic itu.
"Good morning, do you know what kind of relationship that existed between Peter and Jessica after they broke up?" tanya wartawan itu, kemudian dia memberikan mic ke petugas yang membawa mic.
"Good morning too. Yes, I know. Their relationship is limited to friends and business associates."
"For the number nine, please stand and ask. I beg you, the question is concerned with the death case of Jessica and Peter," ujar Andre.
Kemudian wartawan yang mendapatkan urutan nomor sembilan berdiri, salah satu anak buahnya Andre berjalan menghampiri wartawan itu dan memberikan mic pada wartawan itu, lalu wartawan itu menerima mic itu.
'Good morning. If this is a trap, why do you think Jessica is the victim too?" tanya wartawan itu, lalu dia memberikan mic itu kepada petugas pembawa mic.
"Maybe because Jessica is Peter's friend."
"And for the last question, please the one who gets number ten stand up and ask."
Kemudian wartawan yang mendapatkan urutan nomor sepuluh berdiri, salah satu anak buahnya Andre berjalan menghampiri wartawan itu dan memberikan mic pada wartawan itu, lalu wartawan itu menerima mic itu.
"At that time of the night, do you know why Mister Peter met Jessica in the room instead of the lobby?"
"Because Jessica asked my late husband to come to the hotel room."
"Thank you, you guys for taking the time to attend this press conference and your cooperation. We sincerely beg you to write news about the death of Mr. Peter and Jessica after this press conference in accordance with the questions and answers at this event," ucap Hendrick yang mengakhiri konferensi pers itu.