YOU AND ME

YOU AND ME
Bersama Selamanya



Irene sedang duduk di pinggir sebelah kanan pinggir tempat tidur. Rasa bekecamuk di dalam hatinya, sehingga membuat dirinya gelisah dan terluka. Irene melamun memikirkan sebuah pernyataan dari sebuah acara gosip siang hari.


Tak sengaja dia sedang mencari sebuah acara yang bisa membuat rasa jenuhnya hilang, namun saat dia menyetel televisi, yang dia dapat sebuah acara gosip.


Flashback On


"Viewers, there is shocking news from an emerging artist named Jessica Lincoln." ujar salah satu presenter acara gosip itu.


" During the divorce process with her husband, it turns out she had an illicit love affair with one of the successful entrepreneurs in this country who already has a wife and children." kata salah satu presenter wanita si acara gosip itu.


"Wuiihhh, not only that. We've heard that it turns out they used to have a love affair and now their love blossomed again. Let's look at their photos when they are staying in one of the hotels and when they are in a club." kata Presenter pria acara gosip itu.


Tak lama kemudian, tersebar foto - foto Peter sedang menggandeng tangannya Jessica di sebuah club dan beberapa foto ketika Peter dan Jessica yang bergandengan tangan ketika memasuki sebuah pintu hotel.


Flashback Off


Sejak saat itu, perasaan hatinya Irene berkecamuk antara kesal, kecewa dan sedih sehingga dirinya gelisah sampai sekarang. Irene masih melamunkan berita di acara gosip itu dengan menundukkan kepalanya.


Ceklek


Pintu kamar mandi terbuka perlahan memperlihatkan sosok seorang lelaki tampan yang bernama Peter. Peter hanya menggunakan handuk yang di lilitkannya di pinggangnya.


Peter menyorot tajam ke setiap lekuk tubuh dan mencari sesuatu untuk mengetahui apa yang sedang dipikirkan oleh Irene. Peter tak bersuara saat melangkah pelan kakinya. Langkahnya berhenti di depan Irene.


"Apa yang sedang kamu pikirkan Irene? " tanya Peter ketika berada di depan Irene yang membuat Irene terkejut.


"A - ku, tidak memikirkan apa - apa." jawab


"Kamu tidak bisa berbohong padaku. Aku tahu kamu pasti memikirkan sesuatu. Bicaralah padaku Honey. " kata Peter sambil menatap tajam Irene.


Mengingat berita gosip pada siang hari itu, menghiasi siaran berita gosip di hampir semua stasiun televisi di negara Inggris. Seketika Irene merasakan sesak di dadanya, seakan tidak adanya oksigen yang melingkupi paru - parunya. Sebisa mungkin, Irene menahan rasa emosi, kecewa dan sedih di hadapan Peter.


"Ehmmmm... tadi siang aku mendengar berita gosip bahwa kamu punya hubungan sebagai sepasang kekasih dengan Jessica Lincoln dan tersebarnya foto - foto kamu yang sedang bergandengan tangan dengan Jessica. Apakah itu benar? " tanya Irene sedih .


"Aku tidak punya hubungan gelap sama siapa pun termasuk Jessica. Mengenai foto, mungkin itu foto lama Honey."


"Itu bukan foto lama. Aku melihat Jessica di dalam foto itu menggunakan baju yang sama saat pertama kali aku bertemu dengannya."


"Sumpah, aku tidak punya hubungan terselubung dengan Jessica. Itu mengenai berita gosip itu, nanti aku selidiki, apakah itu hanya settingan untuk mengangkat popularitas Jessica atau ada yang mau menjebak aku supaya hubungan kita sebagai suami istri bubar." kata Peter menyakinkan Irene dengan tatapan mata yang tajam.


"Aku minta besok harus ada pembuktiannya bahwa kamu tidak punya hubungan terlarang dengan Jessica. "


"InsyaAllah besok ada pembuktiannya. " kata Peter yakin.


"Minggirlah, aku mau ke kamar Daddy dulu." alasan Irene supaya dia malam ini bisa menghindar dari Peter, lalu Irene bangkit berdiri dari tempat tidur.


"Kamu tidak usah ke sana."


"Kenapa?" tanya Irene sambil menatap sendu ke Peter.


"Karena Daddy sudah tidur. "


Peter menatap dalam kedua mata indah Irene. Tatapan matanya penuh mendamba. Peter mengatur nafasnya yang mulai tak beraturan. Dirinya mulai memanas. Gumpalan asap tebal dengan lembut menyelimuti tubuhnya hingga membuat dirinya ingin sekali menerkam Irene dalam pelukannya untuk menghangatkan tubuhnya pada malam hari ini.


Sorot mata Peter berpusat kepada bibir ranum berwarna merah muda bibir Irene telah membuatnya candu. Peter mendekatkan dirinya ke Irene hingga mereka berjarak satu jengkal.


Peter menghimpit dan mengunci tubuhnya Irene. Tangan kanannya memeluk pinggangnya Irene, sedangkan tangan kirinya Peter mengunci tengkuk lehernya Irene.


"Peter lepaskan! "


"Kenapa? " tanya Peter sambil melepaskan tangan kirinya.


"Maaf malam ini aku tidak bisa melayanimu."


Kedua mata Irene mengkilat saat ada cairan bening terlihat berlapis di pelupuk matanya dan siap dijatuhkan. Tanpa Irene sadari air matanya gugur dan membasahi kedua pipinya. Dengan lembut Peter mengusap air matanya itu dengan menggunakan kedua ibu jarinya.


"Honey, kenapa kamu menangis?"


"A - ku... maaf... aku masih belum percaya sama kamu untuk saat ini. " ucap Irene sedikit terbata - bata.


"Apa karena berita gosip itu?"


"Iya."


"Untuk saat ini iya. Karena berita gosip itu telah membuat hati ini sakit, sedih, kecewa sama kamu dan tidak percaya lagi pada kamu. " ucap Irene sambil menundukkan kepalanya.


"Astaghfirullah. Ren, aku sama Jessica sudah tidak punya hubungan spesial lagi. Percayalah Honey. Hanya kamu yang ada di hatiku selamanya. You and me selalu bersama selamanya, aku tidak akan berpaling darimu. Sudah janjiku pada Allah untuk selalu menjaga hati dan dirimu, dan aku tidak akan melanggar janji itu, percayalah padaku Honey. " kata Peter menyakinkan Irene.


"Ma - af. " lirih Irene sambil sesunggukan.


"Aku janji kepadamu untuk membuktikan jika berita gosip itu tidak benar sama sekali. Sumpah demi Allah, aku tidak akan pernah lagi menjalin hubungan asmara dengan Jessica. Percayalah padaku Honey, aku takut sekali kehilangan kepercayaan kamu kepadaku. Aku juga takut kehilangan kamu Honey. Trust me." kata Peter yang masih menyakinkan Irene supaya Irene percaya lagi sama dirinya.


"Berita gosip itu hoax, hoax, hoax." batin Irene yang berusaha untuk menyakinkan dirinya bahwa berita itu tidak benar sekali, lalu dia menghentikan air matanya dan menyeka sisa air matanya dengan kedua lengannya. "Baiklah aku akan mempercayai kamu lagi. " Irene melanjutkan omongannya sambil menatap sendu ke Peter.


"Alhamdulillah, aku pasti membuktikannya." ujar Peter serius sambil memegang kedua telapak tangan Irene. "Aku sangat beruntung mendapatkan dirimu. Di antara banyak pria sholeh yang sangat menginginkan dirimu, kamu malah menjatuhkan pilihanmu kepadaku, kepada pria yang banyak kekurangannya. Karena itu aku takut kehilangan dirimu. Jangan menangis lagi ya Honey. " lanjut Peter dengan raut wajah yang serius.


"Iya." kata Irene sambil menganggukkan kepalanya.


Peter kembali memegang pangkal leher Irene dan memeluk pinggangnya Irene. Menatap kembali kedua mata indahnya Irene dengan tatapan mata yang penuh mendamba. Jantung berdetak tak karuan. Nafasnya kembali tak stabil dan belajar lembut menyelimuti hati dan jiwanya.


Peter membenamkan ciuman di bibirnya Irene. Rasanya Irene mau menolaknya, akan tetapi dia tidak bisa melakukannya karena sebuah kewajiban seorang istri dan dia juga menginginkannya.


Untuk Kesekian Kali


Bismillahirrahmanirrahim


Allahumma jannibnaassyyaithaana


Wa jannibi syaithoona maarazaqtanaa


Aamiin Ya Robbal'alamiin


Lafaz doa bergema di dalam hati dua sejoli.


Gelayar lembut menelusuri sukma jiwa dan kesucian hati


Belaian lembut menyentuh raga kedua insani


Kecupan demi kecupan menjamah setiap inci


Pada kedua jasmani yang saling mencintai


Aliran demi aliran darah yang membara


Desahan nafas yang saling memburu


Rasa saling mencintai yang membuncah jiwa


Hingga penyatuan jiwa raga saling menyatu


Bismillahirrahmanirrahim Allahummaj'alnuthfatanaa dzurriyyatan tayyibah


Aamiin Ya Robbal'alamiin


Bergema di dalam hati kedua insani


Keringat peluh membasahi raga


Rasa cinta yang bergejolak di relung hati


Tak ingin dipisahkan dalam ruang jiwa


Untuk kesekian kali menuju surgawi


Bismillahirrahmanirrahim Alhamdulillahidzdzii khalaqa minal maaf I basyaraa


Aamiin Ya Robbal'alamiin


Bergema di relung hati kedua insani