YOU AND ME

YOU AND ME
Sah



"Saudara Peter Pattinson bin William Pattinson saya nikahkan dan saya kawinkan engkau dengan Irene Serafina Herdian dengan mas kawinnya berupa satu set perlengkapan sholat, satu pasang cincin nikah dan satu set perhiasan emas murni seberat tiga puluh lima gram tunai." kata ayahnya Irene sambil berjabat tangan dengan Peter.


"Saya terima nikah dan kawinnya Irene Serafina Herdian binti Herman Herdian dengan mas kawinnya yang tersebut dibayar tunai. " kata Peter mantap.


"Bagaimana para saksi? Sah? " tanya penghulu sambil memandang kedua saksi yang berada di dalam acara akad nikah Peter dengan Irene.


"Sah." jawab para kedua saksi yakin dan serempak.


"Alhamdulillah." kata semua orang yang sedang berada di acara akad nikah tersebut.


"Akhirnya aku nikah juga sama Irene. " ujar Peter di dalam hati dengan perasaan bahagia yang luar biasa.


"Kami persilahkan Bapak Ustadz Salman untuk membacakan dan memimpin doa nikah. " ucap MC, kemudian Pak Ustadz itu naik ke podium.


"Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh." sapa Pak Ustadz Salma.


"Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. " balas semua orang yang ada di acara akad nikah kecuali William Pattinson.


"Bismillahirrahmanirrahim. Baarakallahu laka wa jama'a bainakumaa fii khairin. Baarakallahu likulli waahidin minkumaa fii shaahibihi wa jama'a bainakumaa fii khairin. Semoga pernikahan kalian selalu diridhoi oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Semoga menjadi keluarga yang sakinah mawadah dan warahma. Semoga mempunyai keturunan yang sholeh dan sholeha. Dan semoga kalian berjodoh di dunia dan di akhirat. Aamiin Ya Robbal'alamiin." ucap Pak Ustadz Salman.


"Aamiin.'' ucap yang hadir dalam acara itu, kemudian Pak Ustadz Salman turun dari podium.


"Kami persilahkan mempelai wanita untuk datang menghampiri mempelai pria." ujar MC lembut, kemudian Irene datang secara perlahan sambil diiringi musik marawis dan didampingi para bridesmaid.


"Ya Allah, aku sangat bersyukur atas segalanya yang telah Engkau berikan kepadaku. Rasa cinta ini kepada salah satu mahkluk yang paling cantik di dunia ini. Irene Serafina Herdian, kamu orang yang sangat kucintai dan sekarang kamu sah menjadi istriku di dunia maupun di akhirat. Aku sangat bahagia telah menikahi kamu sayang." kata Peter di dalam hati sambil menatap teduh ke sosok Irene.


Saat ini Irene sangat cantik sekali dan pangling dengan riasan make up artists profesional. Aura kecantikan dari luar dan dalam terpancar dari dirinya. Lemah lembut dirinya memancarkan kecantikan dari dalam hatinya. Badannya yang langsing dan tingginya yang semampai berjalan dengan lembut sambil membawa bucket bunga mawar berwarna baby pink dan peach.


Potongan gaun gamis pengantinnya sangat cocok dipakai oleh tubuh profesionalnya Irene. Baju yang berwarna putih tulang bermodel simple dengan taburan mutiara dan hiasan bordiran tangan memperindah baju pengantinnya.


"Alhamdulillah. Aku sangat bahagia sekali menerima pinangan dari Peter. Dia lelaki yang amat kucintai. Kebahagiaan ini sudah tidak dapat kurangkai dengan kata - kata." kata hati Irene dalam hati, tanpa terasa Irene mengeluarkan air mata bahagia secara perlahan sambil berjalan menghampiri tempat duduk Peter.


Sekarang ini Peter memakai kemeja putih dan setelan jas berwarna putih tulang dengan potongan yang sangat cocok dengan badan tegapnya Peter. Dia memakai kopiah hitam yang mempertajam wajah gantengnya. Penampilan Peter sekarang ini membuat semua orang terpesona dan memperjelas aura luar dalam dirinya Peter. Raut wajahnya memancarkan kebahagiaan dari hatinya yang amat luar biasa.


Irene menduduki badannya di samping kiri Peter. Dia baru menyadari bahwa dirinya sedang menangis bahagia, lalu dia menyeka air matanya dengan lembut.


"Kenapa kamu menangis my love? " tanya Peter lembut dan halus sambil manatap sendu ke Irene.


"Karena aku bahagia Peter. " jawab Irene yang nggak kalah lembut dan halus sambil menatap ke Peter dengan mata yang berbinar.


"Silahkan ditanda tangani kedua buku nikah. " kata penghulu sambil menyodorkan kedua buku nikah tersebut.


kemudian Peter dan Irene menanda tangani kedua buku nikah tersebut secara bergantian. Peter dan Irene saling memandang dengan rasa cinta yang teramat dalam.


"Rasanya aku pengen menerkam dia selamanya. " kata hati Peter yang terbawa nafsu.


"Sekarang waktunya serah terima mahar. Silahkan para mempelai untuk memakaikan cincin nikah dan menyerahkan mahar yang lainnya. " lanjut MC.


Kemudian Irene dan Peter berdiri dan berjalan keluar dari meja ke tempat yang sudah ditentukan oleh Wedding Organizer. Lalu mommy berdiri, berjalan menghampiri Irene dan Peter, dan memberikan satu pasang cincin nikah tersebut.


Syerrrrrr... getaran halus dan lembut mengalir pelan dengan syahdunya ke setiap relung hatinya yang dirasakan oleh Peter ketika Peter memegang jemarinya Irene dan mengangkat tangan kanannya Irene. Kemudian Peter memakaikan cincin nikah di jari manis tangan kanannya Irene dengan getaran - getaran halus dan lembut yang sedari tadi menyelimuti hatinya.


Huyssss... seperti hembusan angin yang lembut dan halus menerpa seluruh relung hatinya Irene ketika tangan dan jemarinya disentuh oleh Peter. Kemudian dia memakaikan cincin nikah Peter yang terbuat dari platinum ke jari manis tangan kanannya Peter dengan perasaan yang sedang diterpa hembusan angin lembut dan halus.


Kemudian Irene menyalim tangan kanannya Peter dengan perasaan yang dari tadi dia rasakan bagaikan hembusan angin yang lembut dan halus. Dan spontan Peter mencium puncak kepalanya Irene dengan merasakan getaran - getaran halus nan lembut yang sedari tadi menyelimuti dirinya sambil memeluk erat pinggangnya Irene.