
Malam hari setelah acara peluncuran film terbaru yang diproduksi oleh PH milik Peter, hujan turun sangat lebat, petir saling bersautan dan menyambar ke sana kemari menbelah langit malam. Perjalanan pulang ini sungguh melelahkan bagi Peter karena letak hotel yang dijadikan sebagai tempat peluncuran film itu berada di luar kota London dan rombongan Peter harus memutar arah dari rute sebenarnya yang disebabkan oleh pohon tumbang.
Peter duduk memonjok, bersandar di pintu mobil bagian kanan belakang. Dia memandang jalanan dari balik kaca jendela mobil. Tatapan pria itu terlihat bete karena Jessica selalu berusaha mendekatinya sehingga ada beberapa wartawan yang bertanya tentang hubungan khusus Peter dengan Jessica pada saat sesi wawancara.
Flashback On
"Do you have a special relationship with Jessica?" tanya salah satu wartawan.
"Have you ever been in a relationship as lovers with Jessica?" tanya wartawan yang lainnya.
"Jessica, is it because of this person that you sued for your husband's divorce?" tanya wartawan yang lainnya lagi.
"Sorry, if you want to ask, please do not ask questions that are personal." ucap moderator wawancara.
"Leave it so there are no misunderstandings and news that harm me. I will answer it. I do not have a special relationship with Jessica, our relationship is only a colleague."
"Ehmmm... Not. Sorry for now I can not tell why I sued my husband for divorce."
Flashback Off
"Shittt! " teriak amarah Peter ketika mengingat kejadian yang tadi sambil mengepalkan telapak tangannya.
"What happened Sir? " tanya Hendrick sambil menoleh ke belakang.
"Nothing Drick."
"Are you Sir? "
"Yes, I am sure." jawab Peter yang masih tidak mengalihkan pandangannya, lalu Hendrick melihat ke arah depan mobil.
Kringggg
Kringggg
Kringggg
Bunyi ponselnya Peter yang mengalihkan pandangannya. Dia mengambil ponselnya dari kantong dalam jasnya. Dia melihat ada panggilan masuk dari Andre. Kemudian dia menyentuh ikon warna hijau untuk menerima panggilan.
"Hallo Andre! What is wrong?" tanya Peter sambil merapatkan benda pipih itu di telinga kirinya.
"I cannot follow your desire to take revenge for the eagle eyes mafia gang's actions."
"Why?" tanya Peter penasaran.
"In my opinion, it is not wrong to reclaim our property and it is our right to defend it. Your wife is too kind, so weak in the eyes of our enemy. You better tighten Irene's escort, he can be made a prisoner of our enemies."
"Oh, ok. Can you take the weapons? tanya Peter.
"I have got those weapons."
"Good job Bro. "
"How was the film launch event?"
"It is bad. "
"Why?" tanya Andre kaget.
"Because Jessica is always approaching me throughout the event until there are several reporters who ask about my relationship with Jessica." jawab Peter kesal.
"Hahaha."
"Why are you laughing?"
"Because Lost love in bloom again." ledek Andre.
"There will be no such. I already love my wife very much." kata Peter serius.
"I can't understand that Jessica can do something like that. Is she not afraid of being killed by her husband."
"Who is her husband?"
"Mister Julius, Mister Hendrix's son."
"Hah? Mister Hendrix who is the head of the eagle eye mafia gang?" tanya Peter sedikit terkejut.
"Yeah."
"But, I heard, Jessica was suing for divorce from her husband."
"I know but now Jessica is still the wife of Jackson. You don't get too close to her."
"I met her again from the beginning, I did not want to have a close relationship with her. "
"Are you still on your way home?"
"Yeah, why?"
"Night and cold is very supportive for making love. " ledek Andre.
"Anjirrrr! Your talk makes me want to do that." kata Peter nimpali ledekan Andre.
"I want to make love with my wife. By Peter, enjoy your trip home." ledek Andre, lalu Andre mematikan ponselnya.
Dia kemudian memandang langit yang gelap. Gelapnya malam dengan minimnya penerangan cahaya dan derasnya hujan membuat supir pribadinya Peter untuk melajukan mobilnya Peter dengan harus lebih berhati - hati.
Tiba - tiba supir pribadi Peter mengerem mobilnya dengan mendadak tatkala supir pribadi itu melihat seorang wanita dengan keadaan yang basah kuyup menghadang mobil di depan mobil hingga membuat supir dan asisten pribadi Peter terkejut.
"What is wrong?" tanya Peter kaget.
""Someone has blocked our car, Sir." jawab Hendrick.
"Who is it?"
" I don't know Sir."
Tak lama kemudian, salah satu orang bodyguard turun dari mobil Jeep yang berada di belakang mobil yang ditumpangi Peter sekarang. Pria yang mempunyai postur tubuh yang sangat cocok untuk sebagai seorang bodyguard menghampiri wanita itu. Pria itu sedikit berbincang dengan wanita itu di bawah naungan derasnya hujan.
Tok ... tok ... tok ...
Bunyi kaca jendela mobil depan sebelah kiri diketuk pelan oleh pria yang sebagai bodyguard itu. Lalu sopir pribadi Peter memencet tombol untuk membuka kaca jendela mobil itu secara otomatis kaca jendela itu terbuka sedikit. Bodyguard itu berbicara pelan sama Hendrick, entah apa yang dibicarakan.
"Sir, Miss Jessica asked for a ride in the car, sir, because the car broke down. Can she ride, sir?" tanya Hendrick sambil menoleh ke belakang dan melihat Peter.
"Yeah." jawab Peter singkat sambil menatap Hendrick."
"Ok Sir." ujar Hendrick, lalu dia berbicara lagi sama bodyguard itu lagi.
Kemudian bodyguard itu menghampiri Jessica lagi, berbicara sebentar, lalu mereka menghampiri pintu belakang mobil yang ditumpangi oleh Peter. Bodyguard itu membuka pintu belakang sebelah kiri mobil itu dan Jessica masuk ke dalam mobil, duduk di sebelah kirinya Peter.
"Thank you." kata Jessica sambil duduk di jok belakang dan menoleh ke Peter.
"You are welcome. " kata Peter tanpa melihat Jessica, kemudian kedua mobil itu berjalan lagi menebus derasnya hujan.
Peter mengambil ponselnya dari saku dalam jas. Dia menyentuh beberapa ikon di layar handphonenya. Dia menyentuh ikon berwarna hijau untuk menelpon istrinya.
"Assalamualaikum, hallo Honey! Kamu lagi ngapain?"
"Wa'alaikumsalam. Lagi nungguin kamu pulang. Acaranya sudah selesai?"
"Sudah, ini lagi perjalanan pulang. Tapi kita harus memutar arah karena jalanan yang biasa dilewati dihalangi sebuah pohon yang tumbang."
"Ya dah, nikmatin aja sayang." kata Irene lembut.
"Honey, tadi mobilnya Jessica mogok di tengah jalan, terus dia meminta tolong kepadaku untuk menumpang di mobilku. Nggak apa - apa kan Honey?"
"Iya, nggak apa - apa sayang, kamu kan niatnya untuk menolong."
"Kamu baik sekali Honey, I love you so much, mmmuuuaaaaccchhhh." kata Peter yang diakhiri dengan cium jauh.
"Sayang, terima kasih ya karangan bunganya, aku suka banget." kata Irene senang.
"You're welcome honey. Daddy sudah tidur?" tanya Peter.
"Sudah sayang. Setelah dia minum obat, dia langsung tidur. "
"Kalau Zayn udah tidur? "
"Sudah sayang. Sayang telponnya udah dulu ya, aku mau ke kamar mandi."
" Iya Honey, tunggu aku ya my love forever."
"Iya, bye sayang. "
"Bye Honey." balas Peter, setelah itu sambungan telponnya mati.
Peter menaruh handphonenya ke saku dalam jasnya lagi. Kemudian dia memandang langit gelap di luar sana sambil tersenyum karena membayangkan wajah istrinya.
"Is that how much Peter loved his wife? From the look and look in Peter's eyes, he loved his wife very much." batin Jessica sambil menatap Peter yang acuh kepadanya.
"Miss Jessica, where are you going to be taken?" tanya Hendrick sambil menoleh ke belakang.
"Take me to my apartment"
"Where?"
"Hyde Park Executive Apartment."
"Ok." kata Hendrick, lalu dia memandang ke depan mobil.
"Peter, Do you really love your wife?" tanya Jessica sambil menatap sendu ke Peter.
"The answer remains the same as yesterday." jawab Peter yang merasa jengah akan semua pertanyaan Jessica yang selalu berulang. "I reiterate again, you are not in my heart forever. Our relationship is only a co-worker. And there is no chance to be like before. The love affair between you and me has changed." lanjut Peter tegas.
"I am so sorry. I will no longer wish to have a love relationship with you. I will try to accept this."
"Ok. Prove your words. I hope you don't lie about that."
"After my work at your company is finished, are we still friends?"
"Yes, as long as you don't lie to prove what you said earlier."
"I promise, believe me. "
"Ok."