YOU AND ME

YOU AND ME
Seutuhnya



"Ya Allah jadikanlah keluarga kami keluarga yang sakinah, mawwadah dan warahma. ridhoilah selalu pernikahan kami, tabahkanlah diri kami dalam menghadapi segala ujian, berikanlah rezeki yang halal untuk keluarga kami dan berikanlah penerus kami yang sholeh sholeha. Aamiin Ya Robbal'alamiin." ucap doa terakhir yang dipimpin oleh Peter setelah Peter dan Irene sholat isya berjama'ah sambil mengangkat kedua telapak tangannya.


"Aamiin Ya Robbal'alamiin." sahut Irene sambil mengangkat kedua tangannya.


Kemudian Irene menyalim tangan kanannya Peter. Peter mencium lembut puncak kepalanya Irene.


"I love you. " ucap Peter tulus sambil menatap lembut ke bola matanya Irene dengan tatapan mata yang berbinar.


"I love you too. " balas Irene tulus yang mengungkap isi hatinya.


Kemudian Irene melepaskan mukenanya. Sedangkan Peter melepaskan sarung dan pecinya.


"Aku mau ke kamar mandi dulu. " kata Peter sambil berjalan ke kamar mandi yang ada di dalam kamarnya Irene.


"Iya." ujar Irene sambil merapihkan mukena, sarung dan sejadah, lalu menaruh itu semua ke dalam sebuah lemari kecil.


Ceklek


Pintu kamar mandi terbuka lebar. Peter melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam kamar mandi.


Irene melangkah kakinya ke tempat tidur. Dia duduk bersandar dan langsung mengangkat kakinya ke atas tempat tidur. Dia merebahkan badannya, mengambil selimut yang berada di bagian bawah kakinya dan memakai selimut untuk menutupi tubuhnya.


Dia memejamkan matanya untuk merilekskan dirinya yang lelah setelah melakukan persiapan pernikahan yang singkat dan proses pernikahan yang lama.


Dia mengingat kembali saat acara resepsi pernikahan mereka tadi siang. Peter memperlakukan Irene dengan sangat perhatian dan lembut. Kelihatan sangat jelas bahwa Peter sangat mencintai dan menyayangi dirinya.


Irene tersenyum ketika Peter mengajaknya naik ke panggung untuk nyanyi berdua saat acara resepsi pernikahan mereka. Menuntun Irene ke panggung sambil menggenggam erat jemarinya Irene dengan kelembutan.


Flashback On


"Aku akan menyanyikan lagu spesial untukmu istriku." kata Peter lembut sambil memegang erat pinggangnya Irene.


Cup


Peter mencium puncak kepalanya Irene dengan rasa kehangatan dan kelembutan dari hatinya.


Dentingan alunan piano mengiringi Peter untuk menyanyikan sebuah lagu sambil memeluk pinggangnya Irene.


Heart beats fast


Colors and promises


How to be brave


How can I love when I'm afraid to fall


But watching you stand alone


All of my doubt, suddenly goes away somehow


One step closer


I have died everyday, waiting for you


Darling, don't be afraid, I have loved you for a thousand years


I'll love you for a thousand more


And all along I believed, I would find you


Time has brought your heart to me, I have loved you for a thousand years


I'll love you for a thousand more


One step closer


One step closer


I have died everyday, waiting for you


Darling, don't be afraid, I have loved you for a thousand years


I'll love you for a thousand more...


Flashback Off


Hembusan pelan halus nanti lembut layaknya angin semilir yang menjalar dengan syahdunya di sekujur tubuhnya Irene yang sedari tadi sejak proses ijab qabul sampai sekarang.


Ceklek


Pintu kamar mandi terbuka lebar. Membuyarkankan lamunan Irene sehingga Irene menoleh ke arah pintu. Dari balik pintu kamar mandi yang terbuka, keluar sosok Peter yang hanya menggunakan celana boxernya.


Tubuhnya yang kekar bertelanjang dada, memperlihatkan otot - otot sensual seorang laki - laki yang gentleman. Otot perutnya yang seperti roti sobek membuat Irene tak bergeming menatap tubuhnya Peter dengan bulatan mata yang sempurna.


"Kamu menatap seperti itu karena kagum melihatku? " tanya Peter menyelidik sambil berjalan ke tempat tidur


"Tidak, aku tidak kagum," elak Irene seraya menundukkan kepalanya karene malu.


"Kamu nggak usah malu begitu sayang, aku sah di hadapan Allah dan negara sebagai pemilik kamu yang seutuhnya, begitu juga sebaliknya." kata Peter sambil menaikan badannya ke tempat tidur.


Desiran lembut tak kasat mata mengalir pelan dengan indahnya ke setiap aliran darah tubuhnya Peter yang membuat detak jantungnya tak karuan sejak proses akad nikah hingga sekarang.


"Peter ... kamu kenapa menatapku seperti itu?" tanya Irene polos yang membuat Peter gemes sama dirinya, lalu Peter mendekatkan bibirnya ke telinga Irene.


"You are very beautiful." bisik Peter lembut di telinga Irene, kemudian Peter mendekatkan bibirnya ke bibirnya Irene.


"Peter, kita berdo'a dulu ya." kata Irene sambil menahan bibirnya Peter dengan telapak tangan kanannya, lalu Peter menganggukkan kepalanya.


"Bissmillahirrohmanirrohim, Allahumma jannibnaassyyaithaana wa jannibi syaithoona maarazaqtanaa. Aamiin Ya Robbal'alamiin." ucapan do'a mereka secara berbarengan.


Memadu Kasih


Getaran - getaran lembut menjalar dengan syahdunya ke seluruh raga


Menelusuri setiap relung jiwa dua insani


Sentuhan - sentuhan halus setiap jengkal raga


Meresap dengan syahdunya sepenuh hati dia sejoli


Yang memadu kasih cinta suci


Yang memadu kasih cinta sejati


Yang memadu kasih cinta abadi


Menuju puncak indahnya surgawi


Melafazkan doa di relung hati


Bissmillahirrohmanirrohim


Allahummaj'alnuthfatanaa dzurriyyatan tayyibah


Hingga menemukan sukma jiwa


Secerah mentari dan seindah pelangi


Diakhiri doa di lubuk hati


Bissmillahirrohmanirrohim


Alhamdulillahi dzdzii khalaqa minal maa I basyaraa


Perlahan Peter membuka kelopak matanya. Menyadarkan jiwa raganya. Menghela nafas untuk mengatur udara keluar masuk ke tubuhnya untuk mengumpulkan sempurna rohnya. Mengucek matanya secara perlahan.


"Hoaaammmm... " Peter menguap sambil menutup mulut dengan tangan kanannya. "Bissmillahirrohmanirrohim. Alhamdulillahilladzi ahyaanaa badamaa amaatanaa wa ilaihin nushur." doa Peter di dalam hati.


"I love you so much." kata Peter sambil memandangi wajah istri tercintanya yang sedang terlelap tidur sambil memeluk erat pinggangnya.


Kemudian Peter melihat jam digital yang terpasang ditembok seberang tempat tidur menunjukkan pukul 3:53.


Cup


Peter mencium lembut kening istrinya. Membelai rambut legam hitam milik Irene. Mengusap pelan setiap lekuk wajah istrinya. Menyebabkan anak - anak rambutnya yang sudah lepek karena keringat.


"Cinta, bangun cinta! kata Peter sambil menggoyangkan bahunya Irene dengan pelan.


Irene membuka matanya secara perlahan, diam sejenak. Mengatur hembusan nafasnya. Mengumpulkan seluruh jiwanya.


" Ehhhmmmm... hoaammmm..... " Irene menguap sambil menutup mulutnya dengan telapak tangan kanannya..


"Udah jam empat. Aku mandi junub dan wudhu duluan ya, setelah itu gantian kamu yang mandi junub dan wudhu. Setelah itu kita sholat subuh berjamaah ya." kata Peter lembut.


"Iya." jawab Irene lemas sambil mengucek matanya. "Bissmillahirrohmanirrohim. Alhamdullillahilladzi ahyaanaa badamaa amaatanaa wa ilaihin nushur." doa Irene. "Oh ya, tadi kita kelupaan baca doa mau tidur." doa Irene di dalam hati setelah sepenuhnya sadar.


"Nggak apa - apa, Allah juga memakluminya karena kita kecapean." kata Peter lembut.


"Aku mau merapihkan kamar dulu." ujar Irene sambil beranjak berdiri dari tempat tidur.


Yah udah kamu beresin kamar dulu sambil nunggu aku mandi." kata Peter lembut.


Kemudian Peter menyingkap selimut yang sedari tadi menutupi tubuh mereka. Beranjak dari tempat tidur. Mengambil celana boxernya yang tergeletak sembarangan di atas lantai. Dan berjalan ke kamar mandi.


"Arghhh... " ujar Irene yang merasakan sakit di **** ************ saat melangkahkan kakinya.


Memang semalam bukan yang pertama kali baginya. Namun sudah hampir empat tahun Irene tidak melakukannya, membuat tubuhnya seperti mulai dari awal lagi.


"Kamu kenapa sayang?" tanya Peter setelah membalikkan badannya dan sambil berjalan cepat ke Irene.


"Aku nggak kenapa - kenapa sayang." kata Irene sambil memegang area yang dia rasa sakit dengan telapak tangan kirinya dan meringis kesakitan.


"Kalau kamu nggak kenapa - kenapa, kenapa kamu kesakitan dan memegang itu? Udahlah nggak usah berbohong, sebaiknya kamu istirahat aja dulu. Urusan beres - beres kamar biar aku aja. Sebelum sholat subuh kamu tungguin aku di tempat tidur aja."


"Iya sayang." ucap Irene, lalu dia beranjak naik ke tempat tidurnya dan merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.