
"Who are you calling Rocky" tanya Alice sambil melihat Rocky yang sedang menempelkan benda pipih miliknya si telinga kanannya.
"I am calling Edward." jawab Rocky sambil menunggu jawaban dari Edward.
Tiba - tiba ada dua mobil jeep hitam menghampiri mereka dan berhenti berada di sebelah kanan kedua mobil milik Peter. Kedatangan dua mobil jeep itu membuat mereka terkejut tak bisa berkutik, hening seketika. Diam bagaikan patung.
''Apa yang akan terjadi? " batin Irene.
"The result is the same, cannot be contacted." ujar Rocky.
Mereka semua bingung, Andre, Steve maupun Edward tidak bisa dihubungi.
"Damn!" umpat Rocky.
"What exactly happened? Please tell me, Rocky!" ujar Irene khawatir dengan keadaannya sekarang.
"Madam, we have been attacked by the eagle eyes." jawab Alice sambil mengambil senjata api dari salah satu saku dalam jasnya.
"What? Why do you speak like that?" tanya Irene.
"From the appearance of those who wear black hats, black shirts and sunglasses and some black jeeps. That's why I concluded that we had been attacked by The eagle eyes." samber Dave sambil memompa pistolnya.
"Saya harap Nyonya tetap tenang." pinta Alice sambil memegang senjata api miliknya.
"Gimana saya bisa tenang? Jumlah mereka lebih banyak dari kita Alice."
"What should we do, Alice?" tanya Dave sambil memegang pistolnya.
"Just calm down. " jawab Alice.
"Aku harus berhadapan langsung lagi dengan dunia gelap. Apakah aku bisa setelah hampir enam tahun sudah tidak pernah berhubungan lagi dengan dunia hitam? Apa aku juga harus menggunakan senjata api untuk berjaga - jaga." tanya Irene di dalam hati.
"Alice tolong berikan senjata api kepadaku?"
"Untuk apa Nyonya?"
"Untuk berjaga - jaga. "
"Kan ada kami yang menjaga Nyonya. "
"Untuk menjaga diri saya dalam keadaan darurat. "
"Baiklah Nyonya." ucap Alice yang sedikit bingung sambil merogoh saku kiri dalam jasnya untuk mengambil salah satu pistolnya dan memberikan pistolnya itu ke Irene.
"Kamu tidak usah bingung gitu Alice. Aku dulu seperti kamu."
Ddrrrrtttt... ddrrrrtttt... ddrrrrtttt...
Bunyi Getaran handphone sontak membuat keempat orang yang hanya terdiam dalam posisinya masing - masing di dalam mobil melonjak kaget.
"Whose cellphone is vibrating?" tanya Rocky.
"My handphone." jawab Irene sambil merogoh tas selempangnya.
"Hello who is this?" tanya Irene setenang mungkin.
" Hello sweety... Are you ready?" tanya seseorang yang diseberang sana dengan suara baritonya.
"I will answer if you answer my question." ujar Irene tegas sambil menoleh ke belakang dan memperhatikan mobil Jeep hitam itu akan tetapi tidak bisa melihat dengan jelas.
"Ok, I am a junior. Now answer my question."
"Yes I am ready. " ucap Irene yakin.
"Hahaha. You are very big, madam. You are not afraid of me?"
"I am not afraid of anyone including you junior! "
Rocky menggoyangkan tangannya untuk memberi isyarat agar Irene memberikan handphonenya ke dia, namun Irene tolak secara halus dengan menggelengkan kepalanya.
"Don't give your cellphone to anyone! I just want to talk to you and Peter. Great, you didn't give your cellphone to Rocky.
"Do you want to play smooth or rough?"
"Smooth."
"Now you follow my instructions so we can play smoothly."
"Ok."
"Now you get out of the car alone without a truce and you can't carry a weapon. After that you get into one of my jeeps, whichever one you want. You have five minutes from now." kata yang mengaku Junior, lalu dia memutuskan panggilannya.
"Apa yang dikatakannya Nyonya?"
"Saya sendiri yang akan menghampiri mereka tanpa adanya gencatan senjata." kata Irene, lalu dia mengambil buku memo dan pulpen karena pembicaraan dan gerak gerik mereka sedang disadap.
"I got out of the car without a truce. You guys just get ready if something happens that violates my agreement with the junior. After I got out of this car, I got into the jeep behind us. You focus on following it without their knowledge. I want to play smooth with them because I don't want any casualties. In this case I was a kidnapping victim. He will definitely talk to my husband about this. Junior just wants to talk to me and my husband. You have to play smooth in this case. You follow your instincts in tracking your enemies in this game. Because surely my cellphone has been tapped by them. Remember to stay focused and use your instincts. Ok" tulis Irene di salah satu kertas di memonya, lalu dia menyobek dan memberikan kertas itu ke Alice.
Alice menerima dan membaca kertas itu. Alice hanya menganggukkan pelan kepalanya. Lalu berucap tanpa bersuara, "Hati - hati Nyonya. "
Kemudian Irene mengacungkan ibu jarinya ke Alice, sedangkan Alice memberikan kertas itu ke Devan dan Rocky supaya mereka membacanya. Devan dan Rocky tercengang membaca tulisan Irene itu. Mereka tidak menyangka Nyonya mudanya akan melakukan itu seorang diri sampai akhirnya mereka mengerti dengan menganggukkan pelan kepala mereka. Kemudian Irene mengembalikan pistol milik Alice dan Alice menerimanya.
"Bismillahirrahmanirrahim. Ya Allah lindungi saya dan anak saya ini dan jadikanlah anak saya ini anak yang kuat dalam segala kondisi, aamiin." doa Irene dalam hati.
Kemudian Irene keluar dari mobilnya. Berjalan pelan menuju mobil Jeep hitam yang berada di belakang mobilnya. Setelah dia di depan pintu penumpang mobil Jeep hitam itu, pintu terbuka sendiri.
Irene masuk ke dalam Jeep hitam itu sambil tersenyum ke orang - orang entah siapa namanya yang sedang melihat Irene dengan ekspresi muka yang bingung.
Setelah Irene duduk otomatis pintu terkunci. Mobil Jeep hitam itu berjalan bersamaan dengan mobil Jeep hitam yang lainnya. Mereka dengan lihai membawa mobil mereka sehingga membentuk formasi iringan mobil untuk mengelabui musuh.
Di dalam mobil Irene hanya diam seribu bahasa begitu juga orang - orang yang ada di sekitarnya. Irene memandang ke luar jendela untuk melihat pemandangan yang sudah terselimuti oleh gelapnya malam. Lama kelamaan jalannya empat mobil Jeep hitam dengan kekuatan cepat seperti sedang balapan. Irene menoleh ke belakang mobil Jeep hitam itu.
Di belakang mobil Jeep itu terlihat dia mobil Jeep hitam yang berdampingan dan sebuah mobil sedan keluaran Jerman mengikuti ke empat mobil Jeep itu. Tiba - tiba seseorang menyergap Irene dan membekap hidungnya Irene dengan sebuah sapu tangan yang sudah dikasih obat bius. Seketika Irene tidak menyadarkan diri.