YOU AND ME

YOU AND ME
Bertemu



Di lobby hotel yang sangat luas dengan beberapa pilar yang kokoh dan interio semi classic. Saat ini suasana hotel cukup ramai pengunjungnya. Peter, Andre, Hendrick dan para bodyguard sedang menunggu kedatangan Irene yang berhasil melarikan diri dari rumahnya Julius di sudut barat hotel itu.


Semua orang yang tahu dengan penculikan ini tercengang dan senang ketika mendengar kabar bahwa Irene berhasil kabur dari sana.


"Assalamu'alaikum." sapa Ahmad, Izza, dan Irene serempak ketika berhadapan dengan Peter yang membuat Peter bingung dan tak bergeming sontak para bodyguard menghampiri mereka.


"Peter ini aku, istrimu. " kata Irene sambil membuka niqabnya.


"Wa'alaikumsalam." balas Peter sambil berdiri, lalu maju tiga langkah dan langsung memeluk erat pinggangnya Irene dan menenggelamkan wajahnya di tengkuk lehernya Irene.


"I miss you so much honey. " bisik Peter.


"I miss you too. " Kata Irene lembut sambil membalas pelukan Peter.


"Are you ok Irene? " tanya lembut Peter.


"Yes I am ok. "


"Ekhem." Andre berdehem yang membuyarkan adegan mesra antara Peter dan Irene. "Remember Peter, here is a public place." lanjut Andre, kemudian Peter dan Irene melepaskan pelukannya.


Kemudian Ahmad bersalaman dengan Peter, Andre, dan Hendrick secara bergantian. Sedangkan Izza hanya mengatupkan kedua telapak tangannya.


"Please sit down. " kata Peter ramah.


Kemudian mereka duduk di atas sofa yang berada di serong kanan dan kiri dengan sofa yang diduduki oleh Peter, Andre dan Hendrick.


"Peter, those who helped me escape from Julius."


" Thank you very much for helping my wife escape from the kidnapper. Where did you meet my wife?" tanya Peter berbasa - basi.


" I met your wife in the toilet of the Ar-Rahma mosque in the city of Liverpool, after we performed the morning prayer at the mosque Ar-Rahma. He asked me to help him escape from the kidnappers. I feel sorry to see your wife's condition, and I sincerely help her. He borrowed my Muslim clothes in disguise. While this man is my brother who also helped Irene escape." Izza memberikan penjelasan.


"What are your names?" tanya Peter ramah.


"My name is Izzatunissa Assegaf, my nickname is Izza. As for my brother Ahmad Zubair Assegaf, his nickname is Ahmad."


" Where do you live? Do you work in the UK?" tanya Andre.


"We actually live in London, yesterday we went to Liverpool on business." jawab Ahmad ramah.


"You are here to open a business? What business do you manage?"tanya Hendrick ramah.


" Wheat plantations, sheep and cattle ranches, jewelry shops and Arabic restaurants." jawab Izza lembut.


"If you may know where your plantations and farms are?" tanya Peter ramah.


" On the outskirts of this city. " jawab Ahmad ramah.


"Do you sell cut meat in farms?" tanya Andre.


" Yes, I sell cut meat." jawab Ahmad.


"At least how many kilograms if you want to buy cut meat there? one kilogram at what price? " tanya Peter.


"Minimum of ten kilograms. The price of a tenth of a kilogram is one hundred euros for beef and a tenth of a kilogram is eighty euros for lamb." jawab Ahmad.


" Fairly cheap price. Are all the livestock there often controlled by veterinarians?" tanya Hendrick.


"Yes, once a month is controlled by a veterinarian." jawab Ahmad.


"Is slaughtering there according to Islamic law?" tanya Irene.


"Yes, in accordance with Islamic law." jawab Ahmad.


"Sayang, we should just buy meat there to stock meat at home and to stock meat in your restaurants. " pinta Irene.


"Ok Peter. What is the name of your plantation and farm?" tanya Hendrick sambil mengambil ponselnya di dalam katung sebelah kanan celananya.


"Arabian plantations and Arabian farms." jawab Ahmad serius dan menatap Hendrick yang sedang menyentuh beberapa ikon di layar handphonenya untuk mencatat sesuatu.


"Where is the jewelry store and restaurant? " tanya Irene ramah


"In London." jawab Ahmad lembut.


"What is the name of the jewelry store and restaurant?" tanya Andre.


" The name of the restaurant is Dukan Umba. While the name of the jewelry shop is Gold Umba." jawab Ahmad.


"Have you guys had breakfast? Not yet. Then, then let's have breakfast together. Incidentally, the restaurant in this hotel belongs to me, so the quality and reliability are guaranteed." kata Peter ramah.


"No, thank you. We have to go to London immediately because there is something very important. Next time." kata Ahmad.


"OK, it's OK. May I have your business card?" tanya Peter.


Kemudian Ahmad merogoh dompetnya, lalu Ahmad mengeluarkan kartu namanya dan memberikan kartu nama miliknya ke Peter.


"Thank you. " kata Peter sambil menerima kartu nama itu, lalu menyimpan kartu nama itu dan memberikan kartu nama itu ke Andre.


"Excuse me, we will go home." pamit Izza sambil beranjak berdiri, diikuti oleh Ahmad, Peter, Andre dan Hendrick.


"Thank you so much for helping my wife. Hopefully our meeting this time can add to the relationship. Nice to meet you. " kata Peter ramah.


"You're welcome. Nice to meet you too." kata Ahmad.


"Be careful Izza. " kata Irene.


"Yes." jawab Izza sambil menoleh ke Irene.


Kemudian mereka berbalik badan dan berjalan keluar dari hotel.


"Kamu bagaimana bisa berada di masjid?" tanya Peter.


"Waktu itu aku minta izin untuk sholat subuh di masjid dan Junior mengizinkannya dengan syarat tetap dijaga ketat, sampai yang mengawal aku ada sepuluh orang dan menggunakan tiga buah mobil untuk membawa aku ke masjid. Sebelum aku ke masjid, aku sudah berniat untuk kabur dari rumahnya Julius, tapi belum tahu bagaimana caranya. Setelah aku sholat subuh, aku di kasih petunjuk sama Allah, otakku langsung punya cara untuk melarikan diri dan dengan mudahnya aku mendapatkan pertolongan dari mereka berdua. Selain busana muslim, aku juga meminjam niqabnya Izza, supaya bisa menutup sebagian besar wajahku supaya tidak ketahuan jika aku sedang kabur. Oh ya sayang, nanti aku minta beliin handphone baru ya, karena handphoneku yang lama sengaja aku tinggal di dalam masjid dan nomor handphoneku yang itu sudah disadap oleh Julius."


"Ok, aku pasti beliin handphone dan nomor baru untuk kamu Honey. " kata Peter.


"Oh ya sayang, aku tahu bahwa Junior itu Julius Smith. "


"Benar dugaanku. Bagaimana kamu bisa mengetahuinya?"


"Aku hanya mengingat pembicaraan antara Ale dengan Roni bahwa Junior itu adalah Julius Smith dan aku bilang itu ke Junior, dia membenarkannya. Ada satu lagi hal yang baru aku ketahui."


"Apa itu Honey? "


"Big bis the eagle eyes adalah Roberto Perez, sepupu kamu, dia semua dalang dari penculikan aku."


"Bagaimana kamu bisa mengetahuinya?"


"Aku tahu dari Julius, dia sendiri yang kasih tahu hal itu."


"What? Aku tidak menyangka bahwa dia dalang penculikan kamu." kata Peter sedikit kaget. "Andre please take care of Roberto Perez, he is the mastermind of Irene's kidnapping."


"I also had a suspicion that all this was due to Roberto Perez's wishes. Not only this that he did, but several crimes that have been committed."


"Does Daddy know all that?"


" Yes, Daddy knows everything. But Daddy you don't want him hurt and don't want him imprisoned."


"For this problem I must tell Daddy and I will teach Roberto a lesson." kata Peter geram.