
Assalamu'alaikum... assalamu'alaikum.... assalamu'alaikum... bunyi bel rumah orang tuanya Irene.
Ceklek
Pintu terbuka terlihat sosok Ira dengan raut wajah khas orang bangun tidur.
"Assalamu'alaikum." sapa Peter, Rudi dan Tari kompak.
"Wa'alaikumsalam, silahkan masuk, dan silahkan duduk." kata Ira lemas.
"Oh ya Ra, tolong bilang sama Irene dan Mama, Kakak mau bicara." kata Peter yang masih berada di ambang pintu.
"Iya Kak." ucap Ira, lalu dia pergi meninggalkan mereka bertiga di depan pintu ruang tamu.
Kemudian mereka bertiga berjalan masuk ke dalam ruang tamu. Tari dan Rudi duduk di atas sofa panjang. Sedangkan Peter duduk di atas sofa tunggal.
Tari mengeluarkan beberapa brosur gedung, catering, tenda, salon, dekorasi, photograper, kartu undangan, dan desainer baju pernikahan dan berkas - berkas perincian harga akad nikah dan resepsi pernikahan. Semua itu, Tari taruh di atas meja tamu. Hening seketika.
"Assalamu'alaikum." salam Irene sambil menghampiri mereka bertiga.
"Wa'alaikumsalam." balas mereka kompak sambil menoleh ke Irene.
"Tumben kamu datang siang, ada apa Peter?" kata Irene sambil menduduki badannya di atas sofa tunggal seberang Peter.
"Aku mau rapat untuk membahas tentang rencana pernikahan kita. Mana mama kamu?"
"Mama lagi sakit. Nanti aku sampaikan hasil dari rapat ini. Mommy dan Abi nggak ikut?"
"Mereka menyerahkan semuanya ke aku Ren. Oh ya perkenalkan, mereka orang wedding Organizer."
"Saya Tari, asistennya Pak Rudi." sapa Tari sambil mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan.
"Saya Irene." ujar Irene sambil berjabat tangan dengan Tari, lalu mereka melepaskan tangan mereka masing - masing.
"Saya Rudi. " ucap Rudi sambil menganggukkan kepalanya.
"Saya Irene. " ujar Irene sambil menganggukkan kepalanya.
"Semalam Daddy minta, pernikahan kita dipercepat dan pindahan kita juga dipercepat."
"Hah? Kenapa semuanya dipercepat? "
"Dalam beberapa bulan belakangan ini, Daddy sering sakit - sakitan, Daddy minta aku secepatnya untuk mengurusi perusahaannya dan meminta kita segera mungkin untuk pindah ke Inggris. "
" Ok. Kemarin kita sepakat pernikahan kita dua bulan lagi, sekarang kan mau dipercepat, jadi kamu mau pernikahan kita kapan?"
"Dua minggu lagi. " kata Peter yakin.
"Hah? Apa semuanya keburu?"
"Soal pernikahan dibantu oleh Rudi dan soal pengurusan administrasi pindahan kewarganegaraan dibantu oleh Pak Irwan. InsyaAllah, dua minggu lagi selesai. " kata Peter yakin.
"Baiklah."
"Nanti tolong dicatat semuanya ya Tar? "
"Iya Pak." kata Tari yang sudah menyiapkan buku catatan dan pulpen di tangan kanannya.
"Ibu mau konsep apa untuk akad nikahnya? " tanya Rudi yang langsung to the point
"Kalau akad nikah saya mau yang Islami. Perempuan dan laki - laki dipisah ya Pak."
"Mau pakai iringan musik apa Bu? "
"Ehmmm... hadroh dan marawis. "
"Ibu maunya yang membaca ayat suci Al-Quran di acara akad nikah siapa? "
"Menurut kamu siapa Peter?"
"Ehmmm... Ustadz Utsman, temannya Abi."
"Yang membaca sari tilawah siapa?"
"Sofia aja, dia sepupuku." jawab Irene yakin.
"Yang memberi khotbah nikah siapa?'
" Ustadz Khalid."
"Yang memberi kata sambutan dari pihak perempuan?"
"A'a Irgi."
"Yang memberi kata sambutan dari pihak laki - laki siapa?
" Daddy saya, Peter Pattinson.
"Nama wali nikah siapa? "
"Bapak Herman Herdian.
"Nama saksi nikah siapa?
"Bapak Muhammad Al - Hadid dan Bapak Herri Herdian.
"Siapa yang memimpin doa nikah?"
"Ustadz Salman. " jawab Peter.
"Siapa yang memberikan nasihat nikah? "
"Bapak Muhammad Al - Hadid. jawab Peter yakin.
"Ummi kamu sudah tahu bahwa pernikahan kita dipercepat? "
"Sudah."
"Nanti kalau ada perubahan nama orang tolong dikabari ke saya atau ke Tari ya." ujar Rudi.
"Sip Rud." ucap Peter.
"Kamu maunya di mana?" tanya Peter.
"Aku sich terserah kamu."
"Di pinggir pantai."
"Kejauhan."
"Tadi kamu bilang terserah aku."
"Tapi kasihan nenekku. Dia kan datang langsung dari Bandung."
"Terus kamu maunya di mana?"
"Di pinggir kolam renang. Backgroundnya kolam renang yang dihiasi.
" Ok. " ucap Peter.
"Berarti deal ya, di pinggir kolam renang?"
"Iya."
"Ini beberapa rekomendasi tempat untuk acara akad nikah. " kata Tari sambil menyodorkan beberapa brosur tempat untuk melangsungkan pernikahan ke Irene.
"Di mana ya? " tanya Irene bingung di dalam hati sambil memilah beberapa brosur tersebut. "Di sini aja dech. " lanjut Irene yakin sambil memberikan satu brosur gedung Ibiza ke Tari.
"Di gedung Ibiza. Peter, elo setuju di sini?" tanya Rudi.
"Iya setuju."
"Mau jam berapa acara akad nikahnya?" tanya Rudi.
"Jam delapan pagi. " jawab Irene yakin.
Lalu Rudi mengambil handphonenya dari saku jasnya. Dan menyentuh beberapa ikon di layar handphonenya untuk menelpon seseorang.
"Hallo Jen, apa kabar elo?" sapa Rudi.
"Baik, ada apa Rud? "
"Ada klien gw yang mau sewa kawasan kolam renang dan taman di gedung Ibiza untuk tanggal enam Agustus jam delapan pagi? "
"Sebentar ya, gw check dulu, masih kosong atau udah dibooking."
"Hmmm... masih belum dibooking. Mau dibooking sekarang? "
"Iya kalau bisa."
"Bisa kok. Sebentar ya. Sekalian juga untuk acara resepsi nggak? "
"Sebentar gw tanyain dulu ya, nanti gw telepon lagi. " kata Rudi, lalu memutuskan hubungan telepon itu.
"Orang marketingnya teman elo Rud? "
"Iya. Kawasan kolam renang dan taman di gedung itu belum ada yang membookingnya, kalian mau menyewa tempat itu, sekalian untuk acara resepsinya?"
"Iya." jawab Irene.
"Berarti temanya pesta kebun ya?"
"Iya." jawab Peter yakin.
"Yang mengurus KUA siapa ya? " tanya Irene.
"Saya. Bu Irene, saya minta foto copy KTP lima lembar, foto copy kartu keluarga lima lembar dan lima lembar pas foto bewarna lima lembar."
"Iya nanti saya kasih, kalau Peter sudah menyerahkan semua berkas untuk keperluan nikah? "
"Sudah, tadi sebelum ke sini, saya ke apartementnya dulu. Busana akad nikahnya apa? "
"Baju gamis." jawab Irene.
"Kalau gw kemeja, dan setelan jas, aja."
"Baju akadnya mau nyewa atau beli? "
"Kalau akad nikah, beli aja. " kata Peter.
"Ini ada rekomendasi para desainer baju pengantin muslim." ujar Tari sambil memperlihatkan beberapa brosur.
"Saya mau yang ini." kata Irene sambil menunjukkan salah satu brosur desainer.
"Dian Permata Sari, elo setuju Peter? "
"Yup." jawab Peter yakin.
"Nanti kalian ke sananya ditemani sama Tari. "
"Sip." ucap Peter.
"Peter, yang membayar semua ini siapa? "
"Oh ya aku lupa kasih tahu, semua biaya pernikahan kita di Indonesia maupun di Inggris, ditanggung oleh Daddy."
"Yah nggak bisa gitu dong." ujar Irene.
"Ini perintah orang tuaku, tak bisa diganggu gugat."
"Apakah soal bulan madu juga ditanggung oleh Daddy? "
"Iya, kata Daddy sebagai hadiah pernikahan. "
"Permisi." kata bisa Ijah sambil membawa nampan yang berisi satu toples kue keju kering dan tiga gelas jus jeruk dan berjalan menghampiri mereka.
"Terima kasih." kata Irene.
"Sama - sama Non. Silahkan diminum jus dan silahkan dimakan kuenya. " kata bisa Ijah sambil menaruh satu toples kue dan tiga buah gelas di atas meja. "Permisi." lanjut bi Ijah, lalu dia berjalan ke dapur.
"Ayo diminum dulu jusnya dan dimakan kuenya. Nanti kita lanjutkan lagi rapatnya. " ucap Irene sambil mengambil salah satu gelas yang berada di atas meja.