YOU AND ME

YOU AND ME
Melarikan Diri



Saat ini keinginan Irene untuk melarikan diri sudah tekad dan bulat. Setelah hampir satu jam dia berfikir mencari cara agar bisa melarikan diri. Di dalam toilet masjid Ar - Rahma kota Liverpool Irene melihat ada tiga wanita berhijab dan yang satunya menggunakan niqab.


Dia melirik seksama wanita yang berniqab. Dia berharap, wanita itu bisa membantu untuk melarikan diri dari Junior. Wanita berniqab itu masuk ke dalam salah satu bilik toilet.


"Ya Allah, semoga wanita itu dapat membantu saya untuk melarikan diri. Aamiin. " doa Irene dalam hati.


Irene berusaha untuk menenangkan pikirannya untuk mencari cara untuk bisa keluar dari cengkraman Junior. Ditatapnya cermin yang berada di atas westafel dan terpasang di salah satu dinding. Seseorang wanita yang menggunakan niqab itu keluar dari salah satu bilik kamar mandi.


"Aku harus memberanikan diri untuk bisa kabur, aku pasti bisa melakukan ini, tetap fokus." batin Irene menyakinkan dirinya sendiri.


"Assalamu'alaikum miss." sapa lembut Irene sambil menatap ke salah satu orang wanita yang memakai niqab itu.


"Wa'alaikumsalam." balas orang itu ramah.


"May I ask for help?" tanya Irene ke orang itu.


"Can. What is your name?" tanya orang itu.


"My name is Irene Serafina Herdian, call me Irene. What is your name?"


"Izzatunissa Assegaf, call me Izza."


"I was a kidnapping victim, after the morning prayer, I wanted to run away from them. They are now outside around the mosque and some follow me to the front of the toilet door and the front door to pray. They wore black shirts, hats and sunglasses. My husband is from London and live in London, his name is Peter Pattinson. My plan, after leaving here, I ask you to help me get me out of here to meet my husband. I pretend to be your friend." penjelasan Irene serius yang membuat wanita berniqab itu mempercayai Irene. "Did you bring spare clothes, hijab and niqab?" tanya Irene.


" Yes, I brought it."


"Can I borrow your clothes, hijab and niqab?" tanya Irene, lalu wanita itu merogoh tas yang ditentengnya dan mengeluarkan satu bungkusan berwarna hitam.


" Can. This is all." kata orang itu sambil memberikan bungkusan hitam itu ke Irene.


"Thank you." kata Irene, lalu berjalan ke salah satu bilik yang ada di dalam kamar mandi untuk mengganti pakaian.


Satu persatu Irene membuka pakaiannya dan menaruh pakaiannya di tempat sangkutan baju yang berada di belakang pintu bilik kamar mandi. Irene membuka bingkisan itu. Ternyata pakaian busana muslimnya masih baru. Irene menghilangkan label merk yang masih bergelantungan. Lalu satu persatu dia memakai pakaian busana muslim itu dan menaruh pakaian lamanya ke dalam plastik bingkisan bekas pakaian baru yang dia pinjam.


"Ya Allah semoga rencana ini berhasil. Aamiin. " doa Irene setelah berganti pakaiannya dan membawa bingkisan baju lamanya.


Kemudian Irene keluar dari bilik itu. Irene menghampiri orang itu. Kemudian Irene tersenyum ke wanita yang memakai niqab itu.


"Thank you so much Izzatunissa. Let's get out of here later." pinta Irene.


"Okey. But outside there is my brother who is waiting. I have to say to him if you come with us."


"You sent a message to your brother and told me all about the event that was happening to me. And tell him, please take me to my husband who is in London. I also know my husband's name. If he agrees I will come with you guys, we will get out of here together."


"Okey." Lalu wanita itu menyentuh beberapa ikon yang tertera di layar ponselnya untuk menulis dan mengirim pesan ke kakak cowoknya.


"Ya Allah semoga kakak cowoknya setuju jika aku ikut mereka." doa Irene dalam hati.


"Let's get out of here now, before they wake up and know that I'm running away. "


"Let's go!" kata wanita itu sambil menggandeng tangannya Irene.


Untung sebelum Irene dan wanita itu keluar, ada dua orang wanita yang juga menggunakan niqab dan warna pakaian mereka sama seperti pakaian Irene dan wanita itu.


Irene dan wanita itu keluar dari toilet wanita di masjid itu. Irene melirik ada dua orang suruhan Junior yang mengikutinya sampai ke dalam masjid. Irene dan wanita itu berjalan cepat namun santai. Dia sempat tegang, saat mereka bertatap muka dengan salah satu orang suruhan Junior, namun tidak sampai ketahuan.


"Rileks Irene, jangan tegang. " kata Irene menyakinkan dirinya sendiri.


Sepanjang jalan dari dalam masjid sampai pekarangan masjid, ada tiga orang suruhan Junior bulak balik lihat keadaan yang menambah ketegangan di dirinya Irene.


"Jangan tegang, santai saja Ren. " batin Irene.


Irene digandeng oleh Izzatunissa biar bisa melarikan diri dan biar tidak ketahuan sampai di samping mobil mereka. Otomatis pintu penumpang belakang mobil mereka terbuka dengan sendirinya. Kemudian Irene masuk ke dalam mobil dan mobil langsung tancap gas.


"Can I borrow your cellphone, Izza? The thing is I accidentally lived in a mosque and my cellphone was tapped by them. I want to call my husband to let me know where I am?" tanya Irene.


"Yes." jawab Izzatunissa sambil merogoh tasnya untuk mengambil handphonenya lalu memberikan ponselnya ke Irene.


" Thank you." kata Irene sambil menerima ponselnya Izzatunissa.


Kemudian Irene menyentuh beberapa ikon yang tertera di layar handphone untuk menelpon suaminya. Namun naas, handphonenya Peter tidak aktif. Lalu Irene menyentuh lagi beberapa ikon yang tertera di layar handphone untuk menelpon Andre, untung handphonenya Andre aktif.


"Hallo good morning. Who is this?" sapa Andre.


"Good morning Andre it's me Irene. Please repeat to Peter that he can escape from the kidnappers. Now I am on my way to London. I was from Liverpool."


"Yes madam. Don't go to London because there are no people there. You better go to the Regency hyatt hotel, now we are inside the hotel."


"Okey." kata Irene, lalu Irene menyentuh ikon merah untuk memutuskan panggilan tersebut.


"Izzatunissa this is your cellphone." kata Irene sambil mengulurkan tangannya untuk membaliki handphonenya Izza dan Izza menerima handphonenya.


"Thanks Izza, I'll deliver you to the Birmingham Regency hyatt hotel later." pinta Irene.


"Okey. Oh yeah Irene, introduce my brother, his name is Ahmad Zubair Assegaf, call he is Ahmad." kata Izza sambil menoleh ke Irene dan menepuk pelan lengan kakaknya.


Irene melihat Ahmad hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum dari kaca spion mobil.


" My name is Irene Serafina Herdian, call me Irene." kata Irene ramah. Thank you for your help in saving me from the kidnappers."


"You're welcome. "