
Cahaya sang mentari bersinar indah menerangi bumi. Tiupan semilir angin di pagi hari menyejukkan setiap insani. Udara cerah melingkupi bumi. Bersenergi suasana alam yang dapat mengbangkitkan semangat juang para insani, namun tidak dengan Irene yang tidak bersemangat di pagi ini.
Irene berdiri di atas balkon kamarnya. Tatapan matanya terlihat kosong ke sembarang arah, hatinya sangat terluka setelah mendengar berita dan informasi dari Hendrick, polisi dan acara news terkini mengenai pembunuhan Peter dan Jessica di salah satu hotel yang terletak di pinggiran kota London.
Kedua mata indahnya Irene dalam sekejap terpejam, sesingkat mungkin hembusan nafas berat yang baru ia embuskan di antara sela - sela rasa sakit yang menghujami jiwanya setiap kali dia mengingat berita itu.
Flashback On
"Good night. The latest news is the murder experienced by Jessica Lincoln, a famous artist in this country and Peter Pattinson, a successful businessman in this country." kata pembawa berita yang laki - laki dengan raut wajah yang serius.
"The location of the murder took place in a luxury hotel, sixth floor number six hundred and twenty. The cause of their murder is not yet known, it is still being investigated by the police. Their bodies are being autopsied. That is the latest news. Good night." ucap pembawa berita yang perempuan."
Flashback Off
"Huhhh... " Irene menghela nafas panjang untuk kesekian kalinya.
Kemudian dia berbalik badan dan berjalan lemas tak berdaya masuk ke dalam kamarnya. Duduk di sofa panjang yang berhadapan dengan televisi yang di gantung di tembok kamarnya.
Dia mengambil remot televisi berniat untuk menyalakan televisi namun ragu untuk melakukannya. Tanpa disadari, tidak sengaja tombol on kepencet Irene, muncul acara berita gosip pagi hari. Irene membiarkan dirinya menonton acara itu.
"Viewers, there are condolences from the entertainment and business world." ucap presenter pria acara berita gosip itu.
"An artist named Jessica Lincoln and a businessman named Peter Pattinson have died in one of the Luxury hotel rooms." ujar presenter wanita acara berita gosip itu.
"Their bodies were found on a bed in a hotel room *****, in a hug, with gunshot wounds to their heads and a gun lying on the carpet." kata presenter pria di acara berita gosip itu.
Sukma jiwa Irene terguncang hebat bakal disamber petir di tengah hari bolong. Rasa sakit dan kecewa menelusuri setiap aliran darahnya, hingga melingkupi relung hatinya. Irene langsung mematikan televisi tidak kuat menahan gejolak rasa sedih dan kecewa yang sangat mendalam saat menonton acara berita gosip itu.
"Ya Allah apakah berita yang tadi aku dengar benar?" Jika benar, kenapa sesakit ini rasanya? Apa salahku Ya Allah? Apa salahku Ya Allah? Kenapa Kau memberikan ujian yang sangat berat ini kepada? Kenapa bisa seperti ini?" rentetan pertanyaan Irene frustasi. Irene mengusap kasar wajahnya.
Tak terasa, bulutangkis bening jatuh dari pelupuk mata indahnya Irene. Irene menangis sejadi jadinya sambil membekap wajahnya. Tangisan histeris menggema di setiap sudut kamarnya Irene hingga terdengar sampai ke lantai bawah.
Tok... tok... tok.... Andre mengetuk pintu kamarnya Irene.
"Irene! Are you ok?" tanya Andre khawatir sambil mendengar tangisan Irene yang histeris, namun Irene tidak menjawab pertanyaan Andre. Irene! Irene! Open the door please! " lanjut Andre yang bertambah panik karena tangisan Irene bertambah histeris.
"Apa aku harus mendobrak pintu ini? " tanya Andre dalam hati sambil mendengar suara tangisan Irene yang sangat histeris.
"Sir, what happened to the ma'am?" tanya salah satu maid di kediaman Peter yang tiba - tiba datang sambil berdiri di belakang Andre.
" I do not know for sure." jawab Andre yang masih mendekatkan daun telinganya ke sisi depan pintu kamarnya Irene sambil mendengar tangisan Irene yang membahana.
"Sir, this morning ma'am haven't had breakfast, I am very worried about the condition of ma'am and the baby."
" Okay, then I'll persuade him to have breakfast. You better continue your work. Oh yes, where did Mr William and young master Zayn go?"
" The big lord is escorting young master Zayn to his school."
"Oh ok. Sir, I said goodbye to the kitchen." pamit maid itu.
'Yeah. Please call the butler in this house." pinta Andre.
"Ok Sir. " kata maid itu, lalu dia bergegas jalan untuk mencari kepala pelayan di rumah itu.
"Irene! Irene! Open the door please! teriak Peter khawatir sambil menggebrak daun pintu, namun tidak sahutan dari dalam.
"What is the master calling me?" tanya Kepala pelayanan di rumah Irene.
"Do you have the spare key to Mrs Irene's door?" tanya Andre.
" No sir, all spare keys are held by madam." jawab kepala pelayan itu.
" Uhmmm ... Help me break down the door of this room." pinta Andre.
" Yes sir." ucap kepala pelayan itu, kemudian mereke merubah posisi badan mereka untuk mendorong pintu kamarnya Irene.
" One, two, three ..." kata mereka serempak sambil meletakkan kedua telapak tangan mereka di daun pintu kamar Irene
Brakkk....
Pintu terbuka lebar. Andre melihat Irene sedang duduk di atas sofa sambil membekap wajahnya dengan kedua tangannya yang telah dibanjiri oleh keringatnya. Spontan Andre berlari menghampiri Irene dan mendekap tubuhnya Irene.
" Irene, what's wrong with you? Tell me, what do you think and how do you feel? Do not you buried alone. Here I am, tell me! Don't cry again Irene." ucap Andre sampil memeluk punggung perempuan itu, namun Irene tidak mengindahkan perkataan Andre.
Irene masih menangis histeris. Andre merasakan apa yang dirasakan oleh Irene saat ini, saat di mana dia dulu pernah mengalaminya ketika kedua orang tuanya dibunuh secara misteri. Di usap lembut kepala Irene yang dibalut dengan jilbab instannya.
"Irene, tell me all your complaints. You don't cry like this again. Here, there are still many people who really love you. Here we are always by your side, who takes care of you and strengthens you. Remember Lord Irene. There is a wisdom behind this incident. Make this a lesson. Remember Zayn and the child in your stomach. You must be strong in the face of this destiny so that you can strengthen Zayn and your baby to run their lives because they have a long future. Stop crying Irene. I'm sure, Zayn is very sad to see you like this. Calm yourself Irene." ucap Andre lembut yang masih mengusap puncak kepalanya Irene.
Akhirnya Irene berhenti menangis, namun masih terdengar suara isakan dari mulutnya Irene. Andre melepaskan pelukannya. Andre mengjongkokkan tubuhnya untuk mensejajarkan dirinya dengan Irene. Andre melihat sendu pada raut wajah kesedihan yang mendalam pada diri Irene. Matanya sembab, lingkar mata yang menghitam dan hidung yang memerah. Irene menyeka air matanya di wajahnya dengan menggunakan kedua tangannya.
"Andre, have you heard the latest news on the murder of my husband and Jessica?" tanya Irene sambil sesugukkan.
" Uhmmm ... "
"Answer honestly."
"Yes, I have heard."
"Are you still sure what you said last night, that it was Jessica's trap for Peter so that Jessica volunteered herself to die and she killed Peter."
"Yes, I'm still sure and still sure about it. I told you that Jessica wants to snatch Peter from you in various ways. I'm sure at that time, Peter knew about it and they had a fight. Due to urgency, Jessica killed Peter and finally Jessica committed suicide."
"That's your estimate, but until now we don't know the next investigation and don't know the result of the police investigation."
"You have to trust your late husband that he did not turn away from you and loved you very much. I'm sure, Peter was framed during that incident. Do I need to investigate the incident?"
"No, let the police investigate. When is the autopsy finished? And when did the police hand over my late husband's body? rentetan pertanyaan Irene.
" This afternoon."
" When was Peter's body buried?" tanya Irene.
" Tomorrow, we are waiting for the arrival of Mommy Peter, Peter's brother, along with his family, your family, and your friends."
" When did the mosque people come here to help us with Peter's funeral?"
" This morning."
"Ya Allah kuatkanlah diri ini dalam menghadapi cobaan ini, aku yakin ada hikmah di balik semua ini. Aamiin Ya Robbal'alamiin." doa Irene di dalam hatinya.