YOU AND ME

YOU AND ME
Pesta Pernikahan Kedua



Pagi hari ini Peter dan Irene sudah sah menjadi pasangan suami istri setelah menandatangani dokumen pernikahan di catatan sipil negara Inggris yang mengikat tali pernikahan mereka yang secara resmi di mata hukum pernikahan di Inggris.


Irene terlihat begitu cantik sekali dengan balutan gaun pengantin yang tertutup karya desainer terkenal di dunia berwarna putih gading. Gaun itu berlengan panjang dengan hiasan taburan mutiara asli yang mengikuti pola bentuk bunga - bunga di bagian rok, hiasan rumbai - rumbai di bagian depan maupun belakang rok dan model payung di ujung lengannya. Jilbab berwarna putih gading yang dibuat dengan style model trend terkini yang menutupi dadanya dan dipercantik dengan sebuah mahkota berlian bertengger di atas kepalanya sehingga sangat cocok sama gaunnya.


Tak lupa Irene menggunakan sarung tangan untuk mempercantik tangannya. Polesan make up yang menyatu dengan wajahnya karya seorang male up artist profesional dan terkenal di Inggris menambah kecantikan sendiri di wajah Irene. Satu bucket bunga mawar yang indah menghiasi tangan kirinya Irene. Irene seperti seorang putri raja.


"Honey, kamu cantik sekali hari ini." puji Peter lembut sambil manatap teduh ke Irene sambil menggandeng tangannya Irene. p


"Terima kasih sayang. " kata Irene lembut.


Mereka berjalan pelan menuju sebuah ballroom di salah satu hotel bintang lima di kota London yang mereka sewa untuk acara pesta pernikahan kedua kalinya.


Mereka berjalan di atas red carpet yang diikuti oleh keluarga inti dan di samping kanan kiri red carpet berjejer para braidsmaid yang merupakan para model papan atas di Inggris. Saat mereka berjalan diiringi lagu - lagu romantis yang dimainkan oleh group musik yang terkenal dari Inggris.


Dekorasi yang sangat mewah dan elegan di pesta pernikahan itu membuat para tamu berdecak kagum. Irene dan Peter masuk ke dalam ballroom hotel itu untuk menghampiri para tamu undangan. Semua mata terpaku melihat pasangan pengantin itu. Terdengar riuh tepuk tangan dari para tamu undangan mereka.


Irene dan Peter berjalan menghampiri pelaminan yang dihiasi bunga - bunga dedaunan asli dan lampu - lampu kristal. Sedangkan keluarga inti berdiri di depan pelaminan.


Pak William memberi kata sambutan dan meminta doa restu dari para tanya undangan. Setelah itu acara foto - foto, potong kue dan ramah tamah yang diiringi dengan alunan live musik.


Irene dan Peter berjalan pelan menghampiri para tamu untuk menyapa, mengobrol sebentar dan meminta doa restu secara langsung dari para tamu undangan yang datang ke pesta pernikahan mereka. Hampir semua tamu yang didatangi Irene dan Peter sehingga membuat Irene kelelahan.


"Sayang bolehkah aku duduk sebentar? " bisik Irene di telinga Peter sambil berjalan pelan di tengah - tengah para tamu.


"Kenapa? Kamu lelah? " tanya Peter lembut sambil menengok ke wajahnya Irene.


"Iya."


"Baiklah kamu duduk aja. "


Kemudian Irene melepaskan tangannya dari genggaman tangannya Peter. Irene berjalan lemas membelah kerumunan para tamu undangan menuju ke sudut ruangan yang ada kursinya.


Irene terlihat duduk menyendiri di sudut ruangan dengan mata yang memandang ke sembarangan arah untuk melepas kelelahan dirinya. Sedangkan Peter terlihat bercengkrama dengan sebagian tamu.


Irene hanya mengundang satu orang di acara pesta pernikahan kedua mereka, yaitu Muhammad Syahreza Tandjung seorang anak dari salah satu konglomerat di Indonesia. Peter mengundang semua rekan bisnis, client, kerabat dan keluarga besar termasuk anggota kerajaan Inggris.


Reza yang saat itu baru datang ke acara pernikahan mereka, tak sengaja melihat Irene sedang bosan duduk menyendiri di sudut ruangan. Seketika itu, Reza tak segan menghampiri Irene sambil membawa sebuah minuman orange juice kesukaan Irene. Peter berjalan pelan ke arah Irene dengan memasukan telapak tangan kirinya ke saku celana dan membawa satu gelas orange juice.


"Assalamu'alaikum Irene! " salam Reza yang membuat Irene menoleh ke Reza yang berada di samping kirinya.


"Wa'alaikumsalam."


"Ini buat kamu, orange juice minuman kesukaan kamu." kata Reza lembut sambil memberikan gelas itu.


"Terima kasih." kata Irene, lalu dia meminumnya. "Kok kamu masih mengingatnya?"


"Mana mungkin aku bisa melupakan semuanya tentang dirimu Irene."


"Ingatlah Za, kita hanya sekarang hanya temanan. "


"Iya aku ingat. Mau nggak mau aku harus mengingat status hubungan kita hanya sebagai teman. Kamu kok sendirian di sini? Kenapa?"


"Aku kecapean, makanya aku duduk di sini."


"Kamu sudah makan? " tanya Reza yang melihat wajahnya Irene terlihat sedikit pucat.


"Tadi pagi udah. "


"Mau aku ambilkan makanan untuk kamu? "


"There is a shocking sight. A bride is sitting only accompanied by a man. Who is that guy?" tanya Jessica yang membuat mereka terperanjat.


"Hi Jessi! This man is my friend who lives in London."


"Oh, your friend, I thing is your.... "


"What do you mean Jessi?" tanya Irene penasaran.


"Nothing. "


"You should just eat, no need to join with us."


"Why? Afraid of getting caught cheating? tanya Jessica yang sedikit memancing kemarahan Irene.


"Watch your words Jessi!" kata Irene kesal.


"You are mad? If you are angry, it is true that you are talking with your lover."


"Sorry miss, you better not talk carelessly. You already slandered us. What you said earlier wasn't true at all." kata Reza untuk meluruskan pandangan Jessica.


"What is this?" tanya Peter yang membuyarkan sedikit pertengkaran antara Jessica dengan Irene.


"Sayang, I want to go home." kata Irene.


"Why? "


"I am sick of seeing that woman."


"Honey, but there are still many guests. You can't go home." kata Peter lembut sambil melirik ke arah Reza yang sedang menatap teduh ke Irene membuat dirinya cemburu. "Come on you come with me!" titah Peter.


"Ok." kata Irene semangat sambil bangkit dari kursi, lalu mengambil bucket bunga yang berada di atas kursi samping kanannya.


"Let's go! " kata Peter yang tak kalah semangat, kemudian mereka berdua berjalan pelan untuk menghampiri para tamu yang lainnya dan meninggalkan Reza dan Irene.


"Who are you really Irene?" tanya Jessica sambil menatap curiga ke Reza.


"I'm just a friend of Irene." jawab Reza tegas.


"Really? I know a man who has feelings for a woman."


"What do you mean?" tanya Reza.


"I know you like Irene. You don't have to cover up those feelings for me. Get her, follow your heart."


"I do not want."


"Why? "


"Because she is married."


"Until when do you hold on to those feelings?"


"It's not your business." jawab Reza santai, lalu dia berjalan pelan mencari sesuatu yang bisa dia makan.


"ungrateful humans. I will still try to get Peter completely again even though he is married." gumam Jessica pelan.