YOU AND ME

YOU AND ME
Sang Surya



Jam delapan pagi di hari minggu yang cerah. Sang surya berada di sudut 30 derajat di ufuk timur belahan bumi memberikan cahaya yang sangat bermanfaat bagi semua makhluk hidup di seluruh belahan bumi.


Irene sedang menyiram tanaman di taman belakang rumah orang tuanya Irene. Zayn sedang berjemur dengan menggunakan kaca mata hitamnya duduk di lantai teras belakang rumah.


"Ummi kenapa bunga hayus disiyam? " tanya Zayn polos.


"Biar tidak mati sayang. " jawab Irene lembut.


"Kalau bunganya mati, nanti bunganya dikubuin? " tanya polos Zayn yang membuat Irene menahan tawanya.


"Tidak sayang, kalau bunga mati tidak usah dikuburin. " jawab Irene lembut.


"Ooo... teyus diapain Ummi? "


"Dibuang di tempat sampah sayang." jawab Irene.


"Ummi matahai itu lingkalan yang belwalna kuning ya? " tanya Zayn sambil menatap Matahari dengan menggunakan kaca mata hitamnya biar tidak silau kena sinar matahari.


Irene tertawa pelan, lalu bertanya. "Kenapa kamu mengatakan seperti itu? "


"Kata ibu gulu di sekolah Zayn, matahali bentuknya lingkalan dan dibeli walna kuning." jawab Zayn polos.


"Itu namanya matahari di dalam gambar sayang, bukan matahari yang sebenarnya. " ujar Irene lembut dan halus.


"Memang matahali yang sebenalnya sepelti apa Ummi? "


"Matahari itu bola api raksasa sayang. "


"Laksasa? Tapi aku lihat matahalinya kecil Ummi." ujar Zayn yang masih menatap matahari.


"Kelihatan kecil karena jarak bumi sama matahari sangat jauh sayang." kata Irene lembut.


"Memang jalaknya beapa Ummi? "


"Jarak bumi ke matahari adalah... 150.000.000 kilometer atau 1 AU.


" Apa itu AU?


"Astronomical Unit."


"Matahari itu besa ya Umm? "


"Iya sangat besar. 1,4 juta kali dari ukuran bumi." jawab Irene sembari menggeserkan badannya ke kiri untuk menyiram tanaman yang lainnya.


" Besanya matahali itu belapa Ummi? "


"Matahari memiliki ukuran radius 432.280 mil 695. 700 kilometer persegi.


"Wow besal sekali ya matahali ya." ujar Zayn yang masih memandang matahari dari balik kacamatanya.


"Hallo si gantengku Zayn. Aunty cariin kemana - mana eh ternyata ada di sini." ucap Ira sambil berjalan menghampiri Zayn. "Lagi ngapain sayangku? " lanjut Ira sambil mendudukkan badannya di samping Zayn.


"Lagi berjemur aunty. Kata Ummi Zayn setiap pagi harus berjemur biar badan Zayn sehat." jawab Zayn.


"Oooo... Zayn kita main tebak - tebakan yuk!" ajak Ira.


"Ayo aunty." ujar Zayn semangat.


"Kita suit ya. " kata Ira sambil mengangkat tangannya, lalu diiukutin oleh Zayn.


"Satu, dua, tiga.... " kata Ira memberi aba - aba untuk melakukan suit, kemudian mereka melakukan suit.


"Ye... aunty menang. Apanya yang paling besar dari gajah, ayo tebak!


" Ehmmm... badannya. "


"Bukan sayang. Yang paling besar dari gajah yaitu kandangnya. Sekarang masih aunty ya yang ngasih tebak - tebakan." kata Ira sambil menatap lembut ke Zayn.


"Dari kemarin aunty melulu yang ngasih tebak - tebakan. " kata Zayn polos sambil memanyunkan mulutnya dengan ekspresi yang lucu.


"Hahaha, duh lucunya... bikin gemes aunty aja. " kata Ira sambil mencubit pelan pipinya Zayn.


"Aw, jangan cubit - cubit pipiku. " ujar Zayn kesal yang masih memasang ekspresi lucu.


"Hahaha. Sekarang tebak - tebakannya adalah binatang apa yang ukurannya kecil, berbadan hitam maupun merah, dan suka gigit, hayo binatang apa itu? "


"Binatang semut." jawab Zayn semangat.


"Iya benar. Kamu hebat Zayn. Tos. " kata Ita sembari mengangkat tangan yang diikuti oleh Zayn dan mereka melakukan tos.


"Kok kamu tahu Zayn? "


"Waktu acara selamatan empat bulanan wa Iriana, aunty kasih tebak - tebakan itu ke Zayn, Raffi, Rasya dan Tasya. Jadi aku tahu aunty. "


"Wah kamu masih mengingatnya? " tanya Ira kagum akan daya ingat Zayn yang tinggi, padahal acara itu sudah enam bulan yang lalu.


"Iya, aku ingat itu. "


"Anak jenius. " ucap Ira sambil mengelus lembut puncak kepalanya Zayn.


"Sekarang Zayn yang kasih tebak - tebakan."


"Iya. Ayo kasih tebak - tebakannya ke Aunty sekarang. "


"Ehmmm... isinya matahali itu apa? " pertanyaan pertama kali Zayn yang membuat Ira kebingungan.


"Waduh... dijawab apa ya? " kata Ira di dalam hati.


"Hayo tante jawab! "


"Ehmmm... pakaian, tas, sepatu dan semua barang aksesori perlengkapan pakaian ada di sana." jawab Ira.


"Bukan. Itu mah matahali departemen store."


"Lalu apa? "


"Ehmm.... apa ya? Ah, aunty tanya ke paman google aja dech." kata Ira sambil mengambil handphonenya dari saku celana panjangnya.


"Ih aunty curang."


"Kan tadi Zayn bilang, cari aja dulu, jadi aunty cari dari paman google. " ucap Ira sambil menyentuh beberapa ikon di layar handphonenya.


"Emangnya paman google tahu? "


"Ya iyalah, dia tahu semuanya. "


"Paman google pintar ya tante? "


"Sangat pintar. "


"Pintaran Paman google atau Daddy Pete? " tanya polos Zayn, sontak Irene dan Ira langsung menoleh ke Zayn.


"Kenapa nich bocah nyebut si pria bejat itu sich, bikin bete aj. " gerutu Italian di dalam hati. "Masih pintaran Paman google lah. " jawab Ira bete.


"Nanti aku mau tanya itu ke Daddy Pete."


"Ngapain kamu tanya itu ke Daddy Pete? "


"Emang kenapa kalau aku tanya ke Daddy Pete?"


"Karena Daddy Pete... lagi pergi. " jawab asal Ira sambil melihat Irene yang juga sedang memandang mereke berdua.


"Daddy Pete pegi kemana? " tanya polos Zayn yang kepo.


"Ke laut. " jawab Ira asbun.


"Ngapain Daddy Pete pegi ke laut? "


"Nyebur ke laut dan nyemplung ke laut biar ditelan ikan paus. " jawab Ira asbun.


"Selem banget ditelan ikan paus kayak nabi Yunus yang ditelan juga sama ikan paus."


"Peter... benarkah kamu telah dijebak sama Claudia? Tapi, tapi aku lihat Claudia berkata jujur dari sorot matanya. Ya Allah berikanlah tunjukkanlah kebenarannya." kata Irene sambil memandang sendu ke Zayn dan Ira setelah selesai menyiram tanaman, lalu dia berjalan pelan menghampiri Zayn dan Ira.


"Hah! Aunty sekarang tahu jawabannya. "


"Apa jawabannya? "


"Hidrogen, helium, oksigen, karbon, besi, neon, nitrogen, silikon, magnesium dan belerang. Benar kan jawabannya?" kata Ira lembut.


"Bukan itu jawabannya. "


"Lalu apa? "


"Isinya warna kuning. " jawab polos Zayn.


"Walahhhh... ." ujar Ira sambil tepuk jidatnya.


"Kata gulu Zayn di sekolah bilang matahali diisi dengan walna kuning." ujar Zayn polos.


"Kalian sedang bicara apa?" kata Irene sambil mendudukkan tubuhnya di samping kanan Zayn.


"Sang surya. " jawab Ira asal.


"Siapa sang sulya Aunty?"


"Matahari yang menyinari bumi sepanjang hari tanpa lelah. " jawab Ira.


"Ummi emang benar Daddy Pete nyemplung ke laut dan ditelan ikan paus? " tanya Zayn polos.


"Siapa yang bilang seperti itu? " tanya Irene yang kaget mendengar pertanyaan Zayn yang dilontarkan oleh Zayn tadi.


"Kata Aunty Ia Um. " jawab Zayn lugu, lalu Irene menatap tajam ke Ira.


"Aunty Ira waktu ngomong seperti itu lagi bercanda." kata Irene lembut dan halus sambil menatap sendu.


"Lalu Daddy pergi ke mana Ummi? " tanya Zayn dengan wajah polosnya.


"Ummi tidak tahu sayang." kata Irene lembut.


"Coba Ummi tanya ke Paman google, Daddy Pete pelgi ke mana?" kata Zayn polos.


"Emangnya Paman google Mbah dukun. " celetuk Ira.


"Kan tadi kata aunty, Paman google tahu semua. Tapi ... tadi aja Paman google, tidak bisa jawab tebak - tebakan dari Zayn, Paman google nggak pintar, masih pintaran gulu Zayn di sekolah." ucap Zayn polos.


"Walahhh... Aunty nyerah dech kalau Zayn cerewet begini. Ketunya bikin gemessss. " kata Ira sambil cubit pipi tembem Zayn.


"Zayn... Kau adalah sang surya yang Allah ciptakan khusus untuk Ummi. Dirimu selalu menyinari diri Ummi sepanjang zaman. Hanya dirimu yang selalu mencerahkan diri Ummi. Ya Allah, terima kasih atas anugerah yang Kau titipan kepadaku." kata Irene dalam hati sambil menatap lembut ke Zayn.


"Ummi, nanti Daddy Pete datang ke sini lagi kan? " tanya Zayn polos yang membuat Ira sebal.


"Nggak, dia nggak boleh datang ke sini lagi." jawab Ira kesal dan spontan.


"Ira! " kata Irene marah ke Ira.


"Kenapa sich Teh? Teteh nggak usah menutup diri dari kenyataan! " kata Ira sebal sambil beranjak berdiri, lalu berbalik badan dan berjalan santai masuk ke dalam rumah.


Tiba - tiba rasa sakit di kepala dan hatinya Irene diselimuti rasa sakit yang mendalam. Irene memejamkan kedua matanya. Dirinya terasa berputar tujuh keliling. Gelap gulita, tak sadarkan diri.


Brukkk .... Badannya Irene jatuh lunglai ke lantai teras.


"Ummi!!! " spontan Zayn teriak dan sontak Ira menoleh ke Zayn.