
Siang hari yang sangat cerah. Sang surya berada di singgah sananya dengan lukisan awan putih yang mengelilingi matahari menandakan waktunya makan siang bagi Irene, Susi, Mega, Dita, Lily, Siti dan Anis.
Mereka berjalan santai sambil mengobrol ringan dan bercanda menuju kantin di kawasan perkantoran PT. Jaya Abadi Corp.
"Eh, lihat dech guys, kayaknya ada sesuatu yang bikin heboh suasana kantin. " kata Siti sambil melihat kondisi kantin yang sangat ramai, apalagi di tengah - tengah kantin, semua orang mengerumuni sesuatu di sana.
"Iya, ada apa ya? " tanya Lily kepo.
"Cepatan yuk ke sananya! ajak Siti, lalu dia berlari kecil diikuti oleh Lily, Mega, Dita, Anis, dan Susi.
" Hey! Tungguin gw dong! " teriak Irene, kemudian Irene berlari kecil menghampiri mereka.
"Ada apa sich?" tanya Siti ke salah satu pegawai ketika berada di bagian belakang kerumunan orang yang sangat berisik.
"Ada Robert Pattinson. " jawab orang itu.
"Hah? Robert Pattinson? " tanya balik Lily.
"Iya. Ini juga kita mau minta tanda tangan dan minta foto bareng dia. " jawab orang itu.
"Jangan - jangan, dia itu... calon suaminya Bu Irene. " kata Mega sedikit ragu yang membuat Siti, Lily, Dita, Anis dan Susi menoleh ke dia.
"Hey! Ada apa sich ini? " tanya Irene yang baru sampai dengan nafas terengap - engap.
"Bu, sepertinya calon suami Ibu yang bikin suasana gaduh di kantin." kata Anis.
"Hah? Dia datang ke sini? "
"Iya, emangnya Ibu tidak tahu?" kata Dita
"Saya tidak tahu."
"Coba Ibu lihat lebih dekat lagi untuk memastikannya. " ujar Susi.
"Saya telepon aja Peter." ujar Irene, lalu dia mengambil handphonenya di saku kanan gamisnya dan menyentuh beberapa ikon untuk menghubungi Peter.
Drrrttt
Drrrttt
Drrrttt
"Tunggu sebentar ya, saya mau angkat telepon dulu. " kata Peter lembut ke para fans dadakannya yang menunda sesi foto bareng dan tanda tangan.
Drrrttt
Drrrttt
Getaran handphonenya Peter di dalam saku sebelah kiri celana panjangnya Peter. Kemudian Peter mengambil handphonenya, dia tersenyum manis ketika dia melihat layar handphonenya menuliskan nama Irene. Lalu dia mengangkat teleponnya.
"Assalamu'alaikum." sapa Peter.
"Wa'alaikumsalam. Kamu ada di mana?"
"Aku ada di tengah - tengah kantin di kantor tempat kamu kerja. Aku lagi dikerumuni banyak orang."
"Hah? Pasti ulah kamu ya yang bikin heboh di kantin?"
"Bukan, udah kamu buruan ke sininya nanti aku ceritain."
"Gimana mau ke kamu, aku aja dihalangi sama kerumunan orang."
"Ya udah aku ke kamu. Posisi kamu sekarang ada di mana? "
"Arah jam sembilan dari posisi kamu."
"Baiklah aku ke sana, menerobos kerumunan orang. " kata Peter.
"Ok, aku tunggu." kata Irene, lalu ia menyentuh ikon merah di layar handphonenya untuk memutuskan hubungan teleponnya.
"Benar yang sedang dikerumuni orang adalah Peter? " tanya Siti.
"Iya Sit. " jawab Irene.
"Elo nggak ke dalam? " tanya Lily.
"Enggak, biar dia aja yang keluar. " jawab Irene. "Kita tunggu aja dia di sini. " ujar Irene yang sedang menatap lurus ke depan.
"Permisi! teriak Peter yang membuat kerumunan orang membelah dan sedikit tenang. Tak lama kemudian, Peter muncul dari kerumunan orang yang telah membelah.
" Hey cantik! " goda Peter ketika tepat di depan Irene.
"Gombal." kata Irene sungut.
"Anjirrrr... ganteng pisan euy. Ini mah benaran Robert Pattinson." ujar Lily yang mengagumi Peter sambil menatap Peter dengan mata berbinar.
"Gila benarrr.... ganteng bangetttt. " samber Siti.
"Suerrrr... ini orang ganteng banget. " sahut Anis.
"Terima kasih telah mengagumi aku. " ujar Peter sambil menoleh ke mereka.
"Ayo kita pergi dari sini, kita makan di tempat lain aja." ujar Irene.
"Yah... udah telat kalau makan di tempat lain. " kata Siti.
"Eh tungguin gw dong. " ucap Roni dengan nafas yang ngos - ngosan yang berasal dari kerumunan orang.
"Hah? Kamu Roni Saputra kan? " tanya Irene kaget ketika melihat wajahnya Roni.
"Hehehe, iya. Elo masih ingat juga ama gw? " kata Roni.
"Masihlah." ucap Irene.
"Itu Robertnya! " kata salah satu orang yang berada di dalam kerumunan sambil menoleh ke arah mereka.
"Maaf ya saudara - saudari, saya mau makan siang dengan tenang bersama calon istriku dan teman - teman." pinta Peter sambil mengatupkan kedua telapak tangannya dan memandang ke arah kerumunan dengan tatapan memelas.
"Ehekmmm... " suara Pak Ryan yang membuat suasana di kantin menjadi lebih tenang dan sontak mereka menoleh ke sumber suara itu.
"Saya harap kalian bersikap sewajarnya. " ujar pak Hengky, lalu kerumunan orang tersebut bubar.
"Terima kasih ya Pak Hengky. " ucap Irene sambil menoleh ke Pak Hengky, lalu Irene melirik samping kanannya Pak Hengky ada Pak Ryan dan Bu Shella yang sedang menggandeng tangannya pak Peter.
"Terima kasih ya." ucap Peter.
"Ya Tuhan, semalam aku mimpi apa, sampai sekarang ini aku ketemu aktor pujaan ku si Robert Pattinson." ucap Shella sambil melepaskan tangannya dari tangannya Pak Ryan. "Ryan tolong fotoin aku sama dia ya. " pinta Shella memelas.
"Iya." kata Pak Ryan datar, lalu Shella menghampiri Peter.
"Maaf saya nggak mau bersentuhan dengan wanita yang bukan muhrim saya. " tolak Peter sopan ketika Shella hendak mau mendekati Peter.
"Ngapain juga si nenek lampir minta foto bareng Peter segala. " gerutu Lily pelan sambil menatap tajam ke Shella.
"Ya udah nggak apa - apa, fotonya nggak usah bersentuhan." kata Shella.
"Maaf nona, saya minta izin dulu sama calon istri saya dulu. " kata Peter, lalu Peter menoleh ke Irene. "Boleh nggak? "
"Boleh." jawab Irene datar.
"Boleh tapi bayar, sekali foto bayar dua ratus ribu. " samber Roni.
"Hah? Calon istri kamu itu, si Irene? " tanya Shella kaget sambil menoleh ke Irene.
"Iya."
"Ooo... ya udah kita foto bareng sekarang."
"Tapi nona bayar dulu, sekali foto bayar dua ratus ribu." ucap Roni sambil menghampiri Shella.
"Ok, nanti aku bayar, ayo Mas Yan tolong fotoin aku sama dia. " pinta Shella sambil berdiri di samping kiri Peter yang berjarak Sepuluh centimeter.
Kemudian Pak Ryan mengambil handphonenya di dalam saku jasnya dan menyentuh beberapa ikon untuk memfoto mereka berdua.
Jepretttt ... Satu foto berhasil diambil.
"Sudah."
"Kok satu foto doang?" kata Shella manja.
"Segitu sudah cukup. Bayar sana. " kata Pak Ryan datar sambil menyimpan handphonenya di dalam saku jasnya.
"Hmmm... baiklah." kata Shella sambil merogoh tasnya untuk mengambil dompetnya, lalu mengambil dua lembar ratusan ribu dari dalam dompetnya.
"Nich uangnya." kata Shella sambil memberikan uang itu ke Roni.
"Ayo kita makan siang dulu! " ajak Pak Ryan, lalu dia, Pak Hengky, bu Shella dan bu Selvi pergi meninggalkan mereka.
"Ayo kita makan!" ajak Peter.
"Kita makan di kantin aja ya Ren? tanya Lily.
"Iya." jawab Irene datar, kemudian mereka berjalan santai ke kantin. "Pasti tadi yang bikin heboh di kantin adalah kamu dan Roni ya? " lanjut Irene sambil berjalan pelan menuju kantin.
"Iya, Roni bilang kalau baku Robert Pattinson yang sudah pintar berbahasa Indonesia karena calon istriku orang Indonesia. Dan siapa pun yang mau minta tanda tangan dan foto bersama boleh dilakukan tanpa harus membayar." jawab Peter sambil berjalan si samping kanan Irene.
"Terus mereka percaya? "
"Iya." jawab Peter, spontan Irene dan Peter tertawa kecil atas kejadian itu.