YOU AND ME

YOU AND ME
Bab 21 ~ Flashback



Chris melihat kanan dan kiri dari dalam mobil yang ia kendarai. Mencari sosok Aby yang menghilang bak di telan bumi. Sudah dua jam lamanya ia menyusuri jalan raya, tapi tak ada tanda-tanda Aby sedikitpun. Ia sudah mendatangi rumah Charlotte, rumah Feronica, bahkan apartemen Carla. Tapi hasilnya tetap nihil. Ia sudah mendatangi semua tempat yang biasa Aby datangi, hasilnya masih sama. Entah Chris harus mencari kemana lagi. Ia sudah buntu, tapi tidak ingin menyerah. Ia harus bisa kembali dengan Aby. Karena hanya dengan Aby ia merasa benar-benar hidup dan bahagia. Ia merasa bodoh karena bisa terbuai kembali dengan Adeline.


Flashback


Chris menatap pantulan dirinya di cermin yang ada di hadapannya. Sekali lagi, senyumnya mengembang lebar. Hari ini adalah hari bahagianya. Sudah tiga tahun lamanya Chris berpacaran dengan Adeline, dan sekarang adalah waktu untuk dirinya mengikat hubungan mereka. Chris sudah sangat yakin dengan pilihannya. Adeline adalah sosok wanita yang ia cari selama ini. Ia ingin Adeline menjadi teman hidupnya mengarungi suka dan sedihnya dunia. Ia ingin Adeline menjadi ibu dari anak-anaknya kelak. Sudah seluruh hatinya ia berikan kepada Adeline. Ia bersumpah tak akan ada wanita lain yang bisa mengusik hatinya.


Awal Chris bertemu dengan Adeline adalah ketika Adeline tengah mencari pekerjaan setelah lulus kuliah. Dan kebetulan orang yang bertugas untuk menjaga Feronica tengah cuti hamil. Akhirnya Adeline bekerja sementara di rumah Feronica untuk mengurusi Feronica. Awalnya Chris tidak begitu memperhatikan Adeline. Tapi waktu itu Chris tengah sakit, dan hanya ada Adeline dan Feronica di rumah. Akhirnya Adeline lah yang merawat Chris. Namun anehnya, ketika Chris sembuh Adeline nampak cuek dan acuh tak acuh kepadanya. Membuat Chris penasaran dengan sosok Adeline. Hingga akhirnya karena terus mencari tahu dan terus memperhatikan gerak gerik Adeline, Chris pun jatuh hati. Melihat betapa lembutnya wanita itu ketika merawat ibunya. Melihat betapa indah senyum wanita itu ketika bersama Feronica. Melihat betapa lepasnya tawa wanita itu ketika bergurau dengan Feronica. Membuat Chris selalu terngiang-ngiang wajah ayu Adeline.


Kemudian, ketika berbulan-bulan Chris berusaha untuk mendapatkan hati Adeline akhirnya Adeline mulai menerimanya. Namun saat itu orang yang sejak awal menjadi pengasuh Feronica sudah selesai dari cutinya. Dan beruntungnya, Adeline juga mendapat pekerjaan di perusahaan ternama. Tapi hubungan keduanya tetap berlanjut. Bahkan Chris mengajak Adeline untuk tinggal bersamanya di apartemennya, namun sayang Adeline tidak mau. Ia menolak ajakan Chris dengan alasan ingin tinggal di apartemen yang dekat dengan perusahaannya saja dan tidak ingin merepotkan Chris lebih banyak lagi. Akhirnya Chris mengalah dan membiarkan Adeline untuk memilih keputusannya. Meski demikian, Chris selalu menemui Adeline sepulang ia bekerja.


Chris mengeluarkan kotak beludru dari kantong celananya. Di dalamnya terdapat cincin dengan berlian yang sangat cantik. Sepertinya sangat cocok jika di sematkan pada jari manis Adeline. Chris kembali memasukkan kotak itu ke dalam kantong seraya tersenyum.


Tadi pagi, Chris beralibi tidak bisa makan malam dengan Adeline. Padahal dia sudah menyiapkan kejutan di restoran mewah untuk melamar wanita pujaannya itu. Mungkin agak klise, tapi sebagian besar wanita menyukai itu karena bagi mereka itu hal yang romantis. Dan Chris yakin Adeline pasti akan menyukainya dan menerima lamarannya. Karena Chris tahu, Adeline adalah wanita yang suka hal-hal romantis.


Tak ingin berlama-lama, Chris segera menuju mobil dan menjemput Adeline di apartemen. Dalam perjalanan Chris bersenandung riang dengan senyum yang terus mengembang di bibirnya.


Setelah beberapa menit akhirnya ia tiba di apartemen Adeline. Jantungnya berdegup lebih kencang karena gugup. Padahal ia menghadapi klien yang sulit pun tidak pernah seperti ini. Tiba di depan pintu kamar Adeline, Chris kembali menata tampilannya kemudian memasukkan kode kamar itu yang sudah ia hapal karena sering datang kemari.


Ketika pintu terbuka, Chris di kagetkan dengan sepatu pria yang ia tidak ketahui milik siapa. Hatinya sudah mulai tidak keruan. Tapi ia mencoba tetap tenang. Ia pun mengganti sepatunya dengan sandal rumah yang biasa ia gunakan. Ia berjalan menuju kamar yang biasa ia tiduri dengan Adeline. Terdengar suara erangan nikmat wanita dan laki-laki yang ia ketahui suara wanita itu adalah suara Adeline.


Dengan langkah gontai Chris terus berjalan untuk melihat siapa sebenarnya yang ada di dalam kamar itu. Menolak kenyataan bahwa suara wanita itu adalah suara milik kekasihnya. Tangannya mulai meraih gagang pintu.


Ceklek


Mata Chris membulat merah. Tangannya terkepal kuat. Dengan gerarakan secepat kilat ia menarik laki-laki yang tengah menggagahi wanitanya lalu memukulnya bertubi-tubi.


Laki-laki itu yang mendapat pukulan tanpa takut langsung membalas Chris. Akhirnya terjadilah perkelahian antara keduanya. Namun karena tenaga laki-laki itu sudah berkurang akibat bercinta dengan Adeline, akhirnya ia kalah dengan kebrutalan Chris yang terus memukulnya.


Adeline yang melihat kekerasan itu mulai melerai. Ia berdiri di hadapan Chris yang akan kembali melayangkan tindunya. "Berhenti!" Teriak Adeline.


Chris kira Adeline akan memeluknya dan menjelaskan bahwa semua hanya salah paham. Chris akan memaafkan dan memaklumi Adeline jika memang begitu. Namun sayangnya, Adeline berbalik badan dan menghampiri laki-laki yang terkapar di lantai. Bahkan mengusap wajah laki-laki itu, seolah sangat khawatir dengan keadaan laki-laki yang di buat berdarah-darah oleh Chris. Chris menatap nanar adegan di hadapannya. Bukankah seharusnya Chrislah yang Adeline khawatirkan?


"Sebenarnya ada apa denganmu?" Tanya Adeline yang kini menghadap Chris setelah membantu laki-laki itu untuk duduk di sofa.


Chris membawakan selimut, lalu dengan lembut membungkus tubuh polos Adeline. Ia bahkan tidak bisa menatap wajah wanita yang begitu ia cintai itu. "Ini hanya salah paham kan sayang?" Tanya Chris mulai frustasi.


Adeline malah tertawa, "kau memang sangat bodoh Chris! Aku menerimamu menjadi kekasihku hanya untuk aku manfaatkan uangmu! Aku sudah sangat bosan denganmu! Apalagi belakangan ini perusahaanmu sedang anjlok, kau jadi tidak pernah memberikanku barang-barang mewah lagi dan uang untuk aku bersenang-senang! Kau juga selalu saja mengajakku untuk ke rumahmu, dan berakhir dengan aku mengurus ibumu yang lumpuh itu! Sekarang kau sudah tahu aku berselingkuh dan aku juga sudah berhubungan dengan dia selama setahun. Terlebih dia jauh lebih kaya darimu. Jadi, aku harap kau tidak menemui dan menghubungiku lagi!"


Mendengar itu telinga Chris seolah menuli. Ia tidak mendengar apa-apa lagi. Ucapan Adeline terus berulang di telinganya. Setelah beberapa saat, akhirnya Chris tersadar dan langsung tertawa keras sembari bertepuk tangan.


"Baiklah, kita akhiri hubungan ini." Chris melemparkan kotak cincin beludru berwarna biru itu ke atas kasur yang tadi dijadikan tempat bercinta Adeline dan selingkuhannya.


"Selamat tinggal wanita murahan!" Teriak Chris sebelum menutup pintu kamar milik Adeline.


Flashback off.


Padahal dulu, Adeline dengan tega meninggalkannya pergi dengan laki-laki yang jauh lebih kaya dari dirinya. Dengan tanpa hati Adeline menghina Chris, bahwa Chris hanya laki-laki bodoh yang mau saja di manfaatkan kekayaannya oleh Adeline. Padahal Chris telah mencurahkan seluruh hatinya kepada Adeline, tapi wanita itu justru melukai hatinya. Dan kenyataan terpahitnya, ketika Chris akan melamar Adeline ternyata Adeline sudah berselingkuh dengan laki-laki kaya itu selama satu tahun. Miris sekali. Tiga tahun bersama, ternyata dia telah di curangi selama setahun. Dan kenyataan itu terbongkar ketika Chris tengah jatuh cinta sejatuh-jatuhnya kepada Adeline. Masa lalu itu yang membuat Chris menjadi laki-laki berengsek yang hanya bisa memainkan hati wanita. Dan kini hatinya mulai menghangat lagi kala Aby datang dengan semua penolakannya. Bodohnya, dia justru melukai hati Aby yang ia sendiri tahu luka lamanya belum sembuh total.


Benar-benar kau Chris! Bodoh sekali! Chris membenturkan kepalanya ke stir mobil berkali-kali. Menyalurkan kekesalannya atas kebodohan yang sudah ia perbuat.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Next.