YOU AND ME

YOU AND ME
Bab 24 ~ Daren & Adeline



Benar saja, setelah menghabiskan tiga gelas s*ex on the beach Aby langsung tepar. Sudah tidak jelas bicara kesana kemari. Marah-marah kepada siapa saja yang ada di hadapannya membuat Daren harus menutup wajahnya karena malu. Daren juga kewalahan karena Aby yang berlari kesana kemari mencari sasaran dengan sempoyongan.


"Sudah ku bilang jangan mabuk siang hari. Karena jika siang masih banyak orang yang berlalu lalang di jalanan. Kau yang malu sendiri. Beruntunglah kau tidak sadar," ucap Daren kepada Aby. Tapi percuma saja, karena Aby tengah mabuk, jadi tidak akan mengerti dengan apa yang Daren ucapkan. Meski Daren mengomel sampai mulutnya berbusa, tetap percuma saja.


Terpaksa Daren menggendong Aby. Meski terus berontak, tapi tenaga Aby tak sekuat ketika sadar jadi Daren dengan mudah membawanya kembali ke dalam mobil. Tapi ketika ia hampir tiba di mobilnya, tiba-tiba ada seseorang yang memanggil namanya.


"Daren?" Sapa seorang wanita yang sangat Daren kenali.


"Adeline?" Ucap Daren tak percaya ketika melihat wanita yang ada di hadapannya sekarang.


Adeline adalah wanita yang dulu sangat Daren cintai. Tapi tidak untuk sekarang. Bahkan bisa dibilang Daren membenci wanita itu. Mungkin karena hubungan mereka yang salah. Dan bodohnya Daren bisa jatuh hati kepada wanita jahat seperti Adeline.


Awal mereka bertemu di perusahaan milik Daren. Adeline merupakan salah satu karyawan di perusahaan itu. Dan jujur Daren langsung terpesona oleh Adeline saat pertama kali bertemu. Daren yang terkenal dengan laki-laki dingin dan cuek kepada wanita, akhirnya berubah jika berhadapan dengan Adeline. Ketika mulai dekat, ternyata Adeline juga menyukainya. Tanpa pikir panjang, akhirnya Daren memutuskan untuk menjadikan Adeline sebagai kekasihnya. Akhirnya mereka bersama, dan Daren juga menjadikan Adeline sebagai asisten pribadinya agar ia bisa sering bertemu dengan Adeline.


Hingga saat satu tahun lamanya mereka bersama, Daren mengetahui semua kebohongan Adeline. Tepat saat mereka bercinta di apartemen milik Adeline, datang seorang laki-laki yang ternyata adalah kekasih Adeline. Ternyata selama ini Daren di bodohi oleh Adeline. Adeline mengaku bahwa dirinya single dan sebatang kara. Hal itu membuat Daren semakin merasa kasihan dan ingin terus melindungi Adeline. Tapi ternyata semua hanya omong kosong. Ternyata cintanya yang tulus hanya di balas dengan cinta palsu. Ternyata Adeline hanya mengincar hartanya.


Setelah peristiwa dia yang di hajar habis-habisan oleh kekasih Adeline, akhirnya Daren memutuskan hubungannya dengan Adeline. Awalnya Adeline menolak dan terus membujuk Daren untuk tidak meninggalkannya. Tapi Daren tetap kekeh dengan pendiriannya. Ia tidak mau di bodohi selamanya. Lagi pula rasa cintanya telah hilang ketika ia tahu Adeline adalah pembohong. Bahkan hingga kini Adeline masih terus berusaha untuk menghubunginya.


"Daren kau kemana saja?" Tanya Adeline yang berusaha menggapai tangan Daren.


Tentu saja Daren menjauh, untunglah tangannya tengah menggendong Aby, jadi Adeline tidak dengan mudah memegang tangannya. Sepertinya jika itu terjadi Daren harus mandi kembang tujuh rupa selama tujuh hari tujuh malam. Dia sangat tidak suka dengan Adeline. Mungkin karena kebohongan besar yang Adeline berikan. Jika saja Adeline berkata sejujurnya sejak awal, mungkin Daren tidak akan membenci Adeline sedalam ini.


"Engh..." Aby menggeliat. Ia memperbaiki posisinya yang tidak nyaman di gendongan Daren.


'Wanita itu?' batin Adeline yang teringat bahwa Aby adalah kekasih Chris.


Daren tidak mengacuhkan pertanyaan Adeline. Ia memilih untuk melanjutkan jalannya menuju mobil. Berlama-lama berhadapan dengan Adeline, ia takut emosinya akan memuncak. Ia memang membenci Adeline, tapi ia tidak ingin berbuat kasar kepada wanita.


Tapi bukannya menyerah karena tak di hiraukan oleh Daren, Adeline justru mengejarnya. Bahkan ia berdiri di hadapan Daren, berusaha untuk menghentikan jalan laki-laki itu.


"Minggir!" Ucap Daren dengan dingin. Bahkan ia tidak ingin menatap Adeline barang secuil. Ia merasa objek lain lebih enak dipandang daripada wanita yang berhasil menghancurkan hatinya. Padahal Adeline adalah wanita pertama yang berhasil menaklukan hati seorang Daren yang terkenal dingin.


"Tidak! Aku akan terus mengikutimu sampai kau mau memaafkanku!" Adeline tidak mau menyerah. Kini ia harus hidup pas-pasan karena di tinggalkan Daren dan Chris selaku kekasihnya yang dulu. Ia harus melakukan segala cara untuk bisa memiliki kedua pria itu kembali. Jika tidak bisa, maka salah satu pun tidak masalah.


Daren tertawa sumbing, "maaf? Apa kau tahu apa artinya maaf?"


"Daren aku tidak bermaksud membohongimu. Aku--"


"Sudahlah Adeline, kau sudah tertangkap basah. Apakah kau tidak punya laki-laki kaya lain yang bisa kau bohongi agar kau bisa hidup mewah?" Ujar Daren yang langsung mengena di hati Adeline.


Meski Adeline memang memanfaatkan Daren, tapi satu sisi ia juga mulai mencintai Daren. Mendengar kata-kata yang menurut dia sangat kasar terlebih dari laki-laki yang ia cintai sangat melukai hatinya. Memang salahnya karena membohongi Daren. Tapi Adeline tidak tahu jika kebohongannya adalah bomeranb bagi dirinya. Ia berniat jika bohong kepada Daren maka ia bisa mencari laki-laki lain lagi untuk ia manfaatkan hartanya. Tapi ternyata bukannya bisa mendapatkan laki-laki lain lagi, ia justru kehilangan dua sumber penghidupannya. Ia juga baru sadar bahwa hatinya telah jatuh kepada Daren. Dan lagi ia juga di pecat dari perusahaan Daren. Beruntunglah kini ia bisa bekerja kembali di perusahaan lain, meski tidak sebesar perusahaan Daren.


"Kau sudah kelewatan Daren!" Ucap Adeline mulai melemah. Matanya mulai berkaca-kaca.


Daren yang melihat Adeline akan mengangis justru tersenyum sinis. Ia bahkan merasa geli mendengar suara Adeline yang seolah kalah dan merasa tersakiti.


"Tak usah bersikap lemah seperti itu, aku tak akan tertipu lagi olehmu. Sekarang menyingkirlah! Aku muak melihatmu!" Daren berjalan begitu saja. Bahkan ia sengaja menabrak bahu Adeline dengan tubuhnya.


Akhirnya tumpah sudah air mata Adeline. Ternyata sangat sulit untuk mendapatkan maaf dari Daren. Ia merutuki semua kesalahannya yang telah ia lakukan kepada Daren. Mungkin ini adalah balasan untuknya karena telah menyakiti dua laki-laki. Tapi ia tidak boleh lemah! Ia harus kembali menjadi wanita kuat. Biarlah para laki-laki menyebutnya apa, tapi ia tidak boleh tumbang. Ia harus kembali mendapatkan Daren atau Chris! Hidupnya harus kembali seperti semula.


Sejak kecil Adeline di ajarkan untuk menjadi wanita yang licik. Dulu ayahnya adalah seorang mafia yang menjadi buronan polisi, tapi dia sudah tertangkap dan di penjara saat Adeline duduk di kelas menengah atas. Sedangkan ibunya adalah penjudi dan pecandu narkoba. Dari ayah dan ibunyalah ia di ajarkan untuk menjadi wanita yang licik. Karena jika tidak seperti itu, maka ia tidak bisa hidup dengan enak. Ibunya juga selalu menekan Adeline agar mencari laki-laki kaya raya untuk di manfaatkan hartanya. Karena jika tidak seperti itu, ibunya tidak bisa berjudi dan menikmati obat terlarang lagi. Semenjak ayahnya masuk jeruji besi, Adeline lah yang menjadi tulang punggung keluarga. Sebab itulah Adeline di tuntut untuk mencari laki-laki kaya raya dan menghasilkan uang banyak. Dan Adeline hanya bisa menurut.


Terbitlah senyuman jahat di wajahnya, "let's play the game!" Ujar Adelien penuh teka-teki


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Next.