
"Kau dari mana, Dad?" tanya Raffael saat Aska tiba-tiba muncul.
"Daddy hanya berkeliling," jawab Aska. Ia ikut duduk bergabung bersama anak dan cucu menantunya.
"Kalian menggosipkan mertua kalian, apa kalian lupa, bagaimana ganasnya dia," ucap Aska. Ia menyeruput kopi yang di pesan oleh Raffael. "Habislah kalian jika dia mendengarnya," ucapnya lagi sambil menggeleng membayangkan putrinya yang mempunyai sifat mirip dirinya. Keras kepala, tak mau kalah dan gengsian.
"Dan kau selalu membelanya, Dad," sahut Raffael.
"Tentu, karena di putri Daddy," jawabnya tak mau kalah.
"Tapi sayangnya dia selalu membela suaminya dari pada membelamu, Dad," jawab Raffael sambil tergelak. Ia selalu menjadi saksi ketika kakanya lebih membela suaminya ketimbang membela Aska.
Aska memejamkan matanya. Ia kalah telak. putrinya memang tak pernah berpihak padanya.
Raffael masih tak bisa menahan senyumnya saat mengolok-ngolok sang ayah.
"Raffael, Sepertinya daddy akan memindahkan saham daddy dari Abraham grup dan akan memindahkannya pada prusahaan kaka iparmu," ucap Aska. Dalam sekejap, ia bisa mengancam sang putra.
Seketika Raffael terdiam. Ia membenarkan posisi duduknya. Seketika senyumannya luntur karena ucapan Aska yang akan memindahkan sahamnya ke perusahaan lain.
"Maafkan aku, Dad. Kau memang yang terbaik," ucap Raffael. Tiba-tiba, Raffael menatap sang Daddy dengan tatapan mengagum.
Aska memutar bola matanya jengah saat melihat perubahan sikap Raffael setelah ia mengancamnya.
Sedangkan Julian, Ia hanya diam dan menyimak ucapan Ayah dan anak tersebut. Ia, fokus pada makanannya, sesekali ia tersenyum saat mendengar perdebatan Raffael dan Aska.
••••
Dia mengangkat tangan ke udara. Tania tersenyum saat cin-cin itu kembali melingkar di tangannya. Setelah lama berkutat dengan pikirannya sendiri. Pintu terbuka.
Julian yang sudah selesai makan, langsung pamit pada Aska dan Raffael yang masih mendebatkan hal-hal kecil. Ia langsung pamit karena tak ingin meninggalkan istrinya lebih lama.
Mendengar suara pintu terbuka, Tania pura-pura memejamkan matanya lagi.
Julian mendekat kearah brankar sang istri. ia mencium kening Tania sebentar, setelah itu, ia meninggalkan kembali istrinya untuk ke kamar mandi dan melakukan wudlu.
Kembali mendapat perlakuan manis dari suaminya. Tania tersenyum. Cinta mereka terasa lebih indah ketika badai telah berlalu.
Tania kembali membuka mata saat melihat suaminya keluar dari kamar mandi.
Matanya melotot kaget saat suaminya keluar dari kamar mandi hanya memakai kolor. Tubuh indah suaminya yang telah lama tak ia lihat, terpampang nyata di depannya. Sebagai perempuan normal, tentu saja ia terpesona. Seandainya ia tak habis melahirkan. Ia akan berlari memeluk suaminya dan menyentuh otot-otot perut yang seperti menangtang dan seperti memanggilnya agar ia mendekat.
Tania mengutuk dirinya karena otaknya telah membayangkan hal-hal yang liar. Ia kembali memejamkan matanya, meneruskan untuk kembali berpura-pura tidur.
Setelah melakukan wudlu, Julian mengambil paperbag yang berisi sarung, baju koko serta sejadah yang di kirimkan Ahsam. Ia memakai semuanya. Kemudia ia menggelar sejadahnya di sisi brankar Tania lalu melakukan sholat isya.
Cinta terasa indah ketika di dalamnya tidak ada cicilan mobil, cicilan motor dan cicilan yang lain-lainnya 🤣🤣🤣🤣🤣
Istri di atas kertas yang aku ganti judulnya jadi Cinta sang pria arogan juga udah up lho, aku up 2 bab langsung. episodenya juga udh banyak. Jadi cuss baca ya sambil nunggu yang lain up.
Untuk cerita "Cinta sang pria arogan" Aku janji ga akan pindahin kemana-mana. Ini akan sampai tamat di noveltoon.