
Mendengar permintaan Julian. Tania mendelik sebal pada menantunya. Sejenak, Keinya menghela napas. Ia melihat kearah Tania dan meminta pendapat lewat mata Tania tentang keinginan Julian.
Tania mengedipkan matanya, pertanda dia menyujui keinginan Julian untuk berbicara dengannya.
"Aku mengawasimu!" ucap Keinya pada Julian sambil bangkit dari duduknya, Keinya berbicara penuh penekanan dan memandang Julian dengan sorot mengintimdasi.
Setelah Keinya pergi dari ruang rawat Tania, Julian pun duduk di kursi yang tadi di tempati oleh Keinya.
"Sayang," ucap Julian sambil menggenggam tangan Tania. Dia mengecupnya dan menguarkan air mata.
Sedangkan Tania, saat Julian menggenggam tangannya. Tania memejamkan matanya. Dia meresapi perih dalam hati dan sesak yang terasa menghimpit dadanya.
^^^Untuk apa kau menangis, bukankah seharusnya kau senang bukan, anak yang kau sebut anak haram telah menghilang satu. Lalu untuk apa kau repot-repot bersandiwara. lirih Tania dalam hati.^^^
Ya, Tania tidak kehilangan separuh ingatannya. Tania mengingat semua.
Bagaimana dia bisa lupa pada kejadian yang amat menyakitkan di hidupnya.
Bagaimana dia bisa lupa saat dia dipukuli dan siksa hingga satu janinnya tak bisa di selamatkan. Dan yang terpenting, bagaimana Tania lupa pada lelaki yang ia cintai, yang ia hormati dan ia pilih menjadi imam hidupnya tapi lelaki itu dengan tega, memfitnahnya, menghinanya dan mengusirnya, bahkan secara tidak langsung Julianlah yang menyebabkan Tania mengalami hal buruk.
Bukan tanpa alasan Tania berpura-pura lupa pada kejadian yang menimpanyam. Tania hanya menghadapinya dengan caranya sendiri.
Julian terus menangis sambil menggenggam tangan Tania. Ia menumpahkan rasa penyesalah. Kehilangan satu janin juga membuat Julian ikut terpuruk, tapi Julian sadar, menyesal pun tak ada gunanya.
Tania sungguh muak melihat suaminya yang terus menangis. Sekuat tenaga dia berusaha menggerakan tangannya agar lepas dari genggaman Julian.
"Sayang!" ucap Julian yang kaget saat Tania berhasil menggerakan tangannya dan melepaskannya dari genggaman Julian.
Sedangkan Tania langsung melotot galak pada Julian.
Dan sekarang, Julian sadar bahwa Tania sama sekali tak lupa tentang apa yang menimpanya.
Ketika Julian akan berbicara, Tania dengan cepat memejamkan matanya pertanda dia tak ingin mendengar apapun lagi dari mulut Julian.
Julian terduduk lesu di kursi, dia bahkan tak berani menatap Tania. Mereka saling diam dengan waktu yang cukup lama.
Ada satu pesan masuk kedalam ponsel Julian. Satu pesan masuk dari orang suruhannya yang telah berhasil membawa Dokter yang dulu menyunatnya dan dokter itu pula yang menyarankan Julian mengetes kesehatan termasuk kesuburanya. Hingga terjadilah petaka yang menimpa Tania.
Julian pun bangkit dari duduknya, dia memberanikan diri menatap Tania, walaupun sebenarnya dia sangat malu menatap istrinya.
"Sayang, aku akan keluar sebentar. Aku akan kembali secepatnya," ucap Julian.
Cup, satu kecupan mendarat di kening Tania. Julian memberanikan diri mengecup kening istrinya dengan penuh kasih sayang.
Setelah itu, Julian pun pergi meninggalkan Tania untuk membuat perhitungan pada dokter yang telah menipunya.
•••
Setelah Julian pergi, giliranlah, Bram yang masuk kedalam ruangan Tania.
Sedangkan diluar di kursi tunggu.
Vania sedang duduk di tengah-tengah. Di sisi kiri ada Raffael dan di sisi kanan ada suaminya Malik.
Vania menyenderkan kepalanya pada pundak Raffael, dia masih kesal pada suaminya karena tak memberitau kondisi Tania.
Beberapa kali Malik memindahkan kepala Vania agar bersandar di pundaknya. Namun, lagi-lagi Vania hanya mendelik dan kembali bersandar pada pundak omnya.
Malik yang bingung bagaimana membujuk istrinya, menaruh tangannya kesamping. Dia mencubit kecil punggung Raffael agar melihatnya.
Ketika Raffael menoleh kearahnya. Malik mengisyaratkan Raffael untuk pindah. Sedangkan Raffael hanya memandang Malik dengan tatapan datar dan kembali sibuk dengan ponselnya.
Malik mengelus dada dengan sebelah tangannya. Tamatlah riwayatnya, pikir Malik saat Vania sama sekali tak mau melihatnya.
Hai, guys. Pasti pada protes pendek banget ya babnya.
Okelah demi cintaku pada kalian. Aku akan up lagi nanti jam 11 atau jam setengah 12 malem( tergantung Review) . Jadi yang suka bergadang, tungguin ya.