Uncle Julian

Uncle Julian
60



Setelah Tania terbang ke Turki, Julian memacu dirinya lebih cepat dalam bekerja. Ia menyelesaikan tugasnya lebih cepat. Tujuannya apalagi jika bukan menyusul istrinya ke Turki.


2 bulan kemudian.


Dengan ijin sang kaka, Julian pun resmi mengajukan cuti sebagai Ceo di prusahaan kakanya.


Hari ini, Julian menginjakan kakinya di Istanbul Turki dan ia langsung menginap di hotel.


Hari-hari berlalu, yang Julian lakukan hanyalan mengikuti Tania jika Tania pergi ke luar. Ia mengawasi dan menjaga istrinya dari jauh.


Dengan kordinasi antara dirinya dan Ahsam, Akhirnya Julia pun pindah ke rumah yang di tempati oleh Tania. Julian memilih menempati paviliun belakang agar istrinya tak mengetahui keberadaannya.


Saat Tania berada di rumah, Julian takan keuar dari paviliun, dan saat Tania keluar menuju tempat lain, Julian akan menyusul dari belakang.


Julian selalu menantikan waktu malam. Sebab, ia bisa masuk kedalam kamar istrinya dan melepas rindu dengan terus memandang wajah cantik istrinya. Julian sengaja memasang cctv di kamar Tania, ia menghubungakan rekaman cctv tersebut ke ponselnya, jadi ia bisa tau jika Tania sudah tertidur.


Dan tanpa sepengetahuan Tania Julian meminta Ahsam untuk mengganti ranjang Tania dengan ranjang yang berkaki. Tujuanya adalah, jika dirinya sedang berada di kamar Tania dan tiba-tiba Tania terbangun, ia bisa langsung bersembunyi di kolong ranjang


Julian memang tak berjuang keras seperti Aska, Raffael dan Bram. Perjuangan Julian juga tak sehebat mereka ber 3.


Namun, apapun cara yang di tempuh Julian, bagaimana pun prosesnya. Mereka telah berhasil melewati badai dalam pernikahan.


Tania dengan keinginannya untuk menenangkan diri, Julian yang menghargai keputusan Tania. Namun, diam-diam tetap ada di dekat istrinya. Pada akhirnya cara yang mereka tempuh berhasil.


Kini, mereka hanya tinggal melupakan semua. Menutup lembaran baru, semua penderitaan telah berakhir, takan lagi ada duka dalam rumah tangga mereka dan Julian sudah menjamin itu.


••••


"Aku jadi ingin muda lagi," ucap Keinya saat Julian sudah mendorong kursi roda Tania. Rupanya mereka pun ikut menangis haru saat pertemuan Tania dan Julian.


"Aku juga," jawab Bram sambil menggengam tangan sang istri.


"Masa muda gue dipake ngurus, bini lu," jawab Bram tak mau kalah.


Mendengar ucapan Bram, Raffael yang sedang minum langsung tersedak. Ia merasa lucu dengan pasangan mertua dan menantu itu. Seketika semua melirik ke arah Raffael. Sedangkan Keinya langsung melotot galak pada adiknya. Dulu, Awal Keinya menikah dengan Bram, Raffa sering mengolok-ngolok kakanya karena menikah dengan sahabat ibunya.


•••


Saat sudah berada di ruang operasi, Julian memangku Tania untuk berbaring di brankar pasien.


Dia menggenggam tangan sang istri, mengecup kening Tania bertubi-tubi.


"Kau gugup, Sayang?" tanya Julian. Saat Tania menggenggam tangannya begitu erat.


Tania pun mengangguk. "A-aku, takut," lirih Tania dengan terbata-bata.


"Tenanglah, aku ada di sini."


"Darling, kiss me!" pinta Tania agar sedikit meredakan kegugupannya.


Dengan senang hati Julian melakukan permintaan sang istri.


Setelah melewati proses panjang, terdengarlah suara bayi. Dokter mengangkat bayi ke udara agar Tania dan Julian bisa melihat. Seketika tangis Julian pecah, saat melihat putri mereka.


Setelah bayi di bersihkan dan akan di bawa ke ruangan bayi, Julian meminta untuk meng Adzani putrinya di dekat Tania. Sebab, ia tau, sang istri ingin mendengar saat dirinya meng adzani.


Tangis Tania kembali pecah. Harapannya terkabul. Suara Adzan sang suami begitu merdu.


Maaf pendek ya, anakku abis vaksin jadi rewel. Nanti jam 11 malem up lagi ya.


Udah tinggal bahagianya aja sekarang.