
Flashback on.
Percakapan Aska dan Julian.
"Jul, bolehkah Uncle berbicara serius dengan mu?" tanya Aska. "Maafkan uncle yang lancang mencari tau hal pribadi mu. Tapi, Uncle tak bisa tinggal diam ketika masalah pribadi mu menyangkut cucu Uncle." Aska berucap dengan penuh ketegasan.
Julian yang melihat ucapan tegas Aska langsung memandang Aska dengan tatapan yang sama tegas. "Silahkan Uncle Lanjutkan, aku akan mendengarkan," jawab Julian.
"Julian, selama ini istrimu adalah seorang psikopat. Dia bahkan pernah membunuh temannya dan kini mayat temannya pun dia awetkan dan dia simpan didalam apartemennya."
Mendengar penuturan Aska, tubuh Julian menegang. Dia tak menyangka bahwa selama setahun ini dia hidup dengan seorang pembunuh.
"Maaf, Uncle. Dari mana Uncle tau?" tanya Julian lagi.
"Kau pasti tau, kan, bagaimana cara kerja mata-mata hebat dibawah perusahaan Galdo corp. Hal mudah bagi kami untuk menyelidiki ini," jawab Aska.
Semua berawal pada saat Clara pertama kali datang ke perusahaan Tania. Ahsam yang sedang memeriksa cctv saat itu merasa aneh dengan gerak-gerik Clara. Apalagi saat melihat Clara mengintip keruangan yang di dalamnya ada Julian dan Tania. Terlihat jelas Clara menahan amarah saat mengintip karena melihat Julian dan Tania sedang berpelukan dan Julian memeluk Tania setelah dirinya memberitaukan apa yang sebenarnya terjadi antara dirinya dan Clara.
Ahsam yang curiga tak tinggal diam. Dia menyuruh anak buahnya untuk mengikuti Clara dan mencari tau semua tentang Clara. anak buah Ahsam pun bergerak cepat, mereka pun mengikuti Clara termasuk saat Clara masuk ke apartemen rahasianya.
Kecurigaan anak buah Asham semakin bertambah saat Clara akan masuk kedalam unitnya. Yang aneh adalah Clara menoleh kesana kemari saat akan masuk, seakan dia ketakutan ada yang mengikuitinya.
Ahsam langsung melaporkan semua pada Aska, dan Aska pun langsung bertindak cepat. Dia menyuruh anak buahnya untuk meretas cctv yang berada di apartemen Clara. Dan tak butuh waktu lama pula, cctv itu bisa teretas dan Aska bisa tau siapa sebenarnya Clara dan apa yang dilakukan Clara.
Setelah mengambil ponsel Aska yang berada di mobil, Tania bergegas kembali naik. Saat akan masuk kedalam ruangannya langkahnya terhenti saat mendengar pembicaraan Aska dan Julian. Dia menutup mulut saat tau yang sebenarnya. Dan Tania sadar bahwa Clara sedang mengancam nyawanya.Tapi Tania tak gentar, dia akan menghadapi Clara dengan tangannya sendiri.
Lisia.
Saat jam istirahat, Lisia dengan terpaksa meminta waktu Tania untuk berbicara. Tania pun mendengarkan Lisia. Dan ternyata Clara mengajak Lisia untuk bekerja sama untuk menculik Tania.
Lisia memang wanita jujur, dia tak langsung menyetujui tawaran Clara karena harus melaporkannya pada Tania. Seketika senyum Tania mengembang mendengar ucapan Lisia. Tania menyuruh Lisia untuk pura-pura setuju dengan tawaran Clara.
Clara menyuruh Lisia memakai alat perekam ketika Lisia akan mengajak Tania bertemu Clara di apartemen. Clara masih ragu bahwa Lisia akan menuruti perintahnya. Lisia pun menurut, dia menaruh alat perekam itu di sakunya. Lisia pun memberi tau pada Tania bahwa ada alat perekam di sakunya. Hingga saat akan berangkat, Lisia berpura-pura mengajak Tania secara alami karena Clara pasti sedang mendengarkan percakapan mereka.
Dan Tania sengaja menaruh tanganya kebelakang karena tau bahwa Lisia akan memborgolnya. Dan bahkan hanya satu borgol yangt terkunci, dengan cepat pula Lisia menaruh kunci borgol di salah satu lengan Tania agar Tania bisa langsung membuka borgol sendiri saat Clara atau dirinya telah meninggalkan Tania seorang diri.
Dan saat Lisia diperintahkan langsung memberi racun untuk Tania dia sengaja menutupi wajah Tania dengan badannya. Tujuannya agar Clara tak melihat saat Lisia memasukan racun kedalam saku depan bajunya. Tania berpura-pura kejang agar Clara tak curiga dan tak menanyakan botol racun yang telah Lisia sembunyikan.
Flashback off.
Saat dia sudah sendiri, Tania langsung membuka borgolnya dengan satu tangannya lagi. Dia pun bangkit dari duduknya kemudian mengambil sapu tangan dari sakunya dan tak lupa mengambil ponsel yang sengaja dia sembunyikan di saku yang lain. Tania memoto semua yang berada diruangan tersebut untuk menjadi barang bukti.
Tak lama pintu terbuka, dan ternyata Ahsam lah yang masuk. Ahsam masuk setelah Clara dan Lisia pergi. Sebelum Lisia pergi dia mengirimkan kode masuk apartemen Clara pada Ahsam.
Dan kini, Tania menunggu hari esok untuk membongkar kejahatan Clara dengan cara dramatis hingga Clara menanggung malu dan tentu itu akibatnya jika bermain-main dengan seorang keturuan Abraham.