Uncle Julian

Uncle Julian
Bab 41



Julian terus mengelus rambut Tania yang sedang meringkuk dibalik selimut. Bagaimana tidak, setelah mereka menembus surga dunia, tubuh Tania tergolek lemas.


Setelah selesai, tiba-tiba tubuh Tania oleng. Dengan cepat, Julian menangkap tubuh Tania yang akan terjatuh.


"Sayang, kau kenapa?" tanya Julian dengan panik. Dia menepuk-nepuk pipi Tania saat Tania akan tak sadarkan diri dan Tania kembali membuka matanya saat merasakan suaminya menepuk-nepuk pipinya.


"Darling, kakiku lemas dan sepertinya aku demam," lirih Tania dengan pelan.


Mendengar ucapan Tania, dengan segera Julian membopong Tania ala bridal style. Untung saja mereka sudah mandi dan memakai jubah. Hingga Julian bisa langsung membopong tubuh istrinya.


Walaupun Julian sudah cukup berumur. Namun, selama hidupnya dia belum pernah dekat dan berhubungan intim dengan wanita manapun. Ia sama seperti Tania istrinya yang sama-sama baru merasakan nikmatnya surga dunia yang terikan dalam ikatan halalnya pernikahan. Dan tentu saja saat dia sudah merasakan surga dunia dia tak bisa berhenti dan itulah yang membuat Tania tumbang.


"Darling, aku haus," lirih Tania.


Dengan sigap, Julian mengambil air diatas nakas dan membantu istrinya untuk minum.


"Sayang, apa kau lapar?" tanya Julian.


Tania pun mengangguk. "Darling, bisakah kau turun dan meminta mamih untuk membuatkanku bubur!" pinta Tania.


Julian mengusap lembut rambut sang istri. "Tunggulah sebentar! aku akan turun dan menyampaikannya." Julian pun bangkit dari duduknya dan berjalan keluar kamar


untuk mencari Keinya.


"Uncle, apa Uncle melihat Keinya?" tanya Julian saat berpapasan dengan Aska di dekat lift.


"Entahlah, Uncle pun baru saja tiba disini," jawab Aska yang memang baru saja datang dirumah putrinya untuk mengajak main Magika cucunya. " Ada apa, Jul. Sepertinya kau sedang panik?" tanya Aska.


"Tania sedang demam, Uncle. Dia menyuruhku untuk mencari Keinya dan menyampaikan bahwa Tania ingin bubur buatan Keinya."


Kening Aska mengkerut bingung mendengar Tania yang tiba-tiba deman. Padahal, beberapa jam lalu mereka baru saja menyelesaikan ijab qobul. Terlihat jelas wajah cucunya yang terlihat segar.


"Jul, tenanglah. Itu sudah biasa. Aunty Aysel pun begitu dulu," ucap Aska sambil menahan tawa.


Sedangkan Julian hanya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal karena menahan malu.


"Kau carilah Keinya dibawah. Mungkin dia sedang berada ditaman," ucap Aska. Julian pun mengangguk dan masuk kedalam lift.


Setelah Julain masuk kedalam lift, Aska pun langsung tertawa geli. Dia pun meneruskan langkahnya untuk menjemput Magika di kamar Lila.


Saat dia masuk kedalam kamar Lila, ternyata Magika sedang bermain bersama Bram.


"Bram, Keinya mana?" tanya Aska.


"Dibawah kali. Kenapa lu nyari istri gue?" tanya Bram tanpa mengalihkan pandangannya pada Magika.


"Dicariin si Julian. Tania demam terus kepengen bubur buatan Keinya."


Mendengar putrinya demam. Bram langsung menatap mertuanya. "Lah, kenapa demam. Tadi dia baek-baek aja?" tanya Bram.


"Ah, elu Bram kaya kaga pernah ngalamin malam pertama aja," jawab Aska sambil terkekeh pelan.


Sedangkan Bram hanya mendekus mendengar ucapan mertuanya.


"Gue titip Magika. Gue mau cari istri gue dulu," ucap Bram. Dia pun bangkit dari duduknya dan pergi untuk mencari Keinya.


Sementara di Spanyol ....


Besok aku mau tabur bawang 😂😂