Uncle Julian

Uncle Julian
Bab 14



"Julian, bukankah baru saja kau memberikan waktu pada ku untuk menjadi istrimu selama satu bulan, lalu kenapa kau tidur di sofa?" tanya Clara saat Julian baru saja membaringkan diri di sofa.


Julian tak bergeming, dia malah lebih memilih memejamkan matanya dan ucapa mengagap Clara hanya angin lalu.


Clara menghela napas kasar. Kemudian dia membawa bantal turun dari ranjang dan berbaring dilantai dekat sofa.


"Apa yang kau lakukan, Clara?" tanya Julian dengan sedikit emosi.


"Kau memberiku waktu satu bulan bukan untuk menjadi istrimu. Jadi bukankah pasangan suami istri harus tidur berdekatan. Aku tak masalah jika kau ingin tidur di sofa. walaupun aku tidur dilantai yang terpenting aku bisa tidur didekatmu."


Lagi-lagi Julian menghela napas kasar. Walaupun dia muak dengan Clara, tapi, sebagai lelaki sejati dia tak mungkin membiarkan Clara tidur dilantai.


Tanpa menjawab ucapan Clara. Julian dengan terpaksa bangkit dari sofa dan berbaring di ranjang. Dia tak mau repot-repot untuk mengajak Clara, karena Julian yakin Clara akan mengikutinya.


Benar saja, Clara terseyum samar dan langsung membaringkan diri di ranjang. Namun, tetap saja walau pun mereka berbaring diranjang yang sama, Julian berbaring dengan membelakangi Clara. Tapi, bagi Clara Julian mau tidur seranjang dengannya saja sudah kemajuan yang amat pesat. Dan ini pertama kalinya mereka tidur seranjang setelah setahun mereka menikah.


Saat pagi buta, Julian dengan cepat bangun. Dia segera melangkan kakinya kekamar mandi. Dan setelah selesai, dia segera turun dan pergi dari Mansion orang tua Clara. Meninggalkan Clara yang masih tertidur.


Dan disinilah, Julian, dia menunggu ditempat yang tak jauh dari Mansion milik Aysel. Julian hanya ingin memanfaatkan waktu sebaik mungkin untuk mengejar Tania kembali.


Setelah menunggu dua jam, akhinya Julian tersnyum karena melihat mobil yang membawa Tania keluar.


Julian pun menjalankan mobilnya dan mengikuti Tania. Setelah Tania masuk ke caffe, Julian pun ikut masuk kedalam caffe dari pintu yang lain. Karna Julian duduk di kursi sudut, Tania sama sekali tak menyadari kehadiran Julian.


Saat Julian melihat pelayan, tiba-tiba satu ide terlintas diotaknya. Julian memesan kopi dan menyuruh pelayan tersebut untuk menumpahkan kopi yang dia pesan kepakaian Tania. Awalnya pelayan tersebut menolak. Namun, begitu Julian memberikan uang yang banyak, akhirnya pelayan itu mau menuruti permintaan Julian.


••


Tania berusaha tenang saat kembali melihat Julian. Dia berjalan dengan perlahan keluar dari Caffe. Wangi tubuh Julian yang tertinggal di jas yang dipakainya. Tanpa sadar dia terus menghirup aroma Julian yang selama ini dirindukannya.


"Nona, apa ada sesuatu yang terjadi?" tanya Ahsam.


"baju ku terkena tumpahan kopi. Ka Ahsam, tolong lepas jas ini dari tubuhku!" titah Tania.


Dengan sigap, Ahsam melepaskan jas yang dikenakannya lalu melepas jas milik Julian yang berada di pundak Tania dan menggantikan dengan jasnya.


"Ada apa, Nona?" tanya Ahsam saat melihat Tania memandangnya.


"Ka Ahsam, bolehkah aku bertanya?" tanya Tania sambil memandang Ahsam lekat-lakat.


"Silahkan, Nona."


"Kak Ahsam, apa aku kurang cantik?" tanya Tania dengan percaya dirinya.


Ahsam langsung terbatuk mendengar ucapan Tania.


"Kenapa Nona bertanya begitu?"


"Apa ka Ahsam sama sekali tidak menyukai ku? didalam novel yang kubaca, bisanya pengawal akaj jatuh cinta dengan putri yang dikawalnya." Lagi-lagi Tania berucap dengan percaya diri.


Ahsam dibuat melongo saat mendengar pertanyaan Tania yang sangat percaya diri.


Ahsam....


Satu part lagi malem ya. Oh ia, sambil nungu up entar malem. yuk kepoin lapak uncle Bram. udah ada extra part terbaru disana.