
Setelah meyakinkan Tania dan membuat Tania terbang ke atas awan. Tibalah detik-detik menegangkan bagi mereka berdua.
Saat Julian bangkit dari tubuh Tania, Julian pun dengan cepat membuka seluruh pakaiannya. Tania pun dengan malu-malu melihat kearah Julian.
Mata Tania membulat saat melihat pemandangan didepannya.
"Ahh!" teriak Tania dengan kaget saat matanya melihat senjata Julian dengan jelas.
Dia pun langsung menutup matanya dengan selimut.
Julian pun ikut terkejut dengan teriakan Tania. Secepat kilat, Julian kembali memakai celananya kembali.
"Sayang!" panggil Julian. Dengan lembut Julian menarik selimut yang sedang di pegang erat oleh tangannya.
"Sayang, lihatlah! aku sudah memakai celana ku kembali," ucap Julian lagi saat Tania tak mau melepaskan selimutnya.
Mendengar Julian sudah memakai celananya kembali, Tania pun memberanikan diri membuka selimutnya.
"Maafkan aku," lirih Tania dengan menunduk.
Julian tersenyum. Dia memegang dagu Tania dan memaksa Tania untuk melihat kearahnya.
"Kita bisa melakukannya jika kau sudah siap," jawab Julian sambil tersenyum. "Aku akan membersihkan diriku dulu," ucapnya lagi. Julian pun bangkit dari duduknya dan berjalan menuju kamar mandi.
Melihat Julian pergi, Tania pun disusupi rasa bersalah. Walau bagaimana pun sudah seharusnya dia melakukannya kewajibannya seorang istri.
Tania menghela napas sejenak. Dia pun teringat dengan barang yang dibelinya minggu lalu atas saran dari saudara kembarnya. Vania dengan iseng menyuruh Tania untuk membeli lingerie. Vania mengira, Tania tak akan menyutujui ucapannya. Namun, tanpa sepengetahuan siapa pun, Tania membeli beberapa buah lingerie.
Tania berjalan kearah lemari dia pun mengambil paperbag yang berisi lingerie lalu dengan perlahan Tania berjalan ke arah walk in closet dan memakai lingerie yang dibawanya. Setelah memakai lingerie Tania pun memakai jubah mandi.
Dengan perlahan, Tania melangkahkan kakinya kearah pintu kamar mandi. Tania membuka pintu kamar mandi dengan pelan. Dia menelan ludah saat melihat betapa gagah suaminya saat sedang berada di kucuran shower.
Julian yang membelakangi Tania tak merasakan kehadiran istrinya. Karena suara air pula, Julian tak mendengar langkah kaki istrinya.
Julian terkesiap saat ada tangan yang melingkar di pinggangnya. Julian mematikan shower dan berbalik kebelakang.
"Sayang!"
"Aku siap. Ayo kita lakukan sekarang," ucap Tania sambil menarik tali jubah mandinya. Terpang-panglah, tubuh mulus Tania yang hanya memakai lingerie.
Mata Julian berbinar sempurna saat melihat pemandangan di depannya. Dengan cepat dia menarik tangan Tania dan menyudutkan Tania ke din-ding.
"Sayang, kau yakin akan melakukan ini sekarang? jika kau tidak yakin kita bisa menundanya. Jika kau yakin aku benar-benar tak bisa berhenti," ucap Julian sambil memegang dagu istrinya. Kilatan gairah sudah menguasai dirinya.
Tania memberanikan diri mengangkat tangannya dan merangkul pundak Julian. Dia berjinjit dan mengecup bibir suaminya.
"Lakukanlah dengan perlahan, Darling."
Tanpa menjawab lagi ucapan Tania, Julian kembali menyalakan shower dan mereka memulai apa yang seharusnya mereka mulai.
Diabawah kucuran shower, Julian menjalankan tugasnya dengan baik sehingga membuat Tania melayang. Setelah membuat Tania terbang, Julian pun mematikan shower dan mengajak Tania untuk duduk di bathub.
Tibalah Julian mendapatkan haknya. "Sayang, kau boleh mengigit pundak ku jika kau kesakitan," ucap Julian saat Tania akan duduk di pangkuannya. Dan .............
Jawabannya ada di kolom komentar hahahahahahahaha hahahaha hahahaha hahahah hahahah hahahaha.