
Setelah semingguan tinggal di Indonesia dan melaksanakan resepsi, Julian membopong Tania untuk tinggal di Swiss. Sebelum pergi ke Swiss, Tania dan Julian juga mengadakan resepsi di Spanyol.
Mereka pun sempat berbulan madu di Korea selama satu minggu dan kemudian langsung tinggal di Swiss.
Setelah semalam di guyur hujan, matahari tampak malu-malu menampakan sinarnya.
Dan hari ini tepat 5 bulan usia pernikahan mereka.
Selama 5 bulan, mereka melalui hari-harinya dengan penuh cinta. Selama pernikahan mereka Julian benar-benar menjadikan Tania sabagai ratu. Dia amat sangat memanjakan istri kecilnya.
Kebahagian Julian dan Tania semakin bertambah kala Tania tengah mengandung buah hati mereka. Usia kehamilan Tania sudah menginjak 2 bulan. Rasa syukur mereka semakin bertambah kala mereka tau bahwa calon anak mereka ternyata kembar.
Julian dan Tania tinggal di penthouse. Julian tak ingin mengajak Tania tinggal di mansion miliknya karena ia tak ingin tinggal di tempat yang ada jejak dari Clara. Karena mengingat kejahatan Clara membuat Julian muak.
"Darling, ini sudah siang. Ayo bangun!" titah Tania sambil menurunkan selimutnya.
"Aku tidak tidur, Mommy," jawab Julian. Julian memang memejamkan matanya. Namun, tangannya tak berhenti mengelus perut istrinya yang sudah mulai membuncit.
"Apa aku boleh mendapatkannya pagi ini?" tanya Julian. Dia membuka matanya dan menatap istrinya.
Tania menggeleng. "Aku masih belum berani, Darling. Aku takut kita akan menyakitinya," jawab Tania. Ya, saat mengetahui Tania hamil. Dokter menyarankan untuk berhati-hati dalam berhubungan badan. Namun, karena Julian dan Tania sama-sama menjaga dan mengkhawatirkan calon anak mereka, mereka memutuskan untuk tidak berhubungan badan terlebih dahulu. Apalagi Julian sadar bahwa dia tak pernah bisa menahan diri jika sedang berhubungan badan. Bahkan terkadang, Tania kerap merasa kelelahan jika menghadapi Julian yang selalu mendominasi.
"Bolehkah aku ikut kekantormu?" tanya Tania
Julian menggeleng. "Hari ini aku akan meeting diluar. Kau akan kelelahan nanti."
"Apa kau meeting bersama wanita?" tanya Tania dengan meyipitkan matanya.
Julian terkekeh saat melihat ekpresi istrinya. Semenjak hamil, Tania menjadi sangat posesif kepadanya. Bahkan jika Julian pulang telat Tania terus meneror suaminya dan dia meminta Julian untuk memvidiokan dirinya agar bisa mengetahui posisi Julian.
"Tidak, Sayang. Aku meeting bersama tuan Kevin, jadi kau tak perlu khawatir," jawab Julian sambil mencubit hidung istrinya.
"Kau akan memintaku melakukan hal yang macam-macam jika aku ikut mandi bersama mu," keluh Tania yang sudah tau maksud suaminya.
"Aku berjanji, kita hanya mandi."
"Benarkah?"
Tanpa menjawab lagi ucapan istrinya, Julian pun bangkit dari berbaring. Dengan cepat, dia membopong tubuh istrinya.
"Kau sudah berjanji bahwa kita hanya akan mandi," ucap Tania saat Julian sudah membopongnya.
"Kita lihat nanti."
"Darling!" teriak Tania. Sedangkan Julian hanya tergelak dengan reaksi istrinya.
•••
"Apa ini akan dikirim hari ini, Nyonya?" tanya seseorang di hadapan wanita parubaya.
Wanita parubaya itu tersenyum sinis ketika membayangkan kehancuran orang-orang yang di bencinya.
"Berapa usia kehamilannya?" tanya wanita tersebut.
"Menurut yang saya dengar, umur kandungannya sudah memasuki 3 bulan."
"Kirimkan ini. Awasi mereka. Jika rencanaku berhasil, segera lakukan yang sudah aku perintahkan," ucap si wanita tersebut.
Lelaki di depannya pun mengangguk dan pergi meninggalkan wanita parubaya tersebut.
Bawangnya ditunda dulu ya. ada yang bisa nebak siapa wanita parubaya itu?